ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Apakah Ini Cinta?


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Kiara sungguh tidak menyangka kalau Frans benar-benar akan membuktikan ucapannya,Kiara sungguh tidak nyaman apalagi sekarang Frans sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya.


Ternyata Al pun baru saja keluar dari rumahnya,langkah Al terhenti saat melihat Kiara dengan Frans.


Frans meraih tangan Kiara dan menciumnya,Kiara sangat kaget dengan apa yang dilakukan Frans,Kiara tidak sengaja menoleh kearah Al yang sedang menatapnya dengan cepat Kiara melepaskan tangannya.


Frans melihat kearah pandang Kiara,lagi-lagi Frans dibuat emosi dengan kehadiran Al,Frans dengan cepat menuntun Kiara untuk masuk kedalam mobilnya.


Al tampak mengepalkan tangannya,ada perasaan cemburu dihati Al saat melihat tangan Kiara dicium oleh Frans.


"Jalan Jack," seru Frans.


"Baik Tuan."


Mobil Frans pun pergi meninggalkan rumah Kiara,begitu pun dengan Al dengan perasaan kesal Al melajukan mobilnya menuju Kantor untuk menemui atasan dan Rekan-rekannya.


"Jangan lakukan seperti itu lagi,aku ga suka," seru Kiara.


"Kenapa?takut laki-laki itu marah?apa kamu mencintai laki-laki itu?" bentak Frans dengan mencengkram bahu Kiara.


"Sakit Frans,lepasin," bentak Kiara.


Frans yang tempramental semakin emosi mendengar Kiara yang berani membentaknya,cengkraman Frans semakin kuat sehingga Kiara merasa kesakitan bahkan sekarang Kiara sudah meneteskan air matanya.


"Kamu bisa mematahkan tangan aku Frans," ucap Kiara lirih.


Melihat Kiara kesakitan dan menangis,Frans pun melepaskan cengkramannya dan langsung memeluk Kiara.


"Maafkan aku Sayang aku ga sengaja," sahut Frans.


Kiara berusaha berontak melepaskan pelukan Frans tapi Frans memeluk Kiara dengan erat bahkan Frans mencium pucuk kepala Kiara berkali-kali.


Frans memang mempunyai emosi yang naik turun,Frans selalu marah kalau melihat Kiara bersama dengan laki-laki lain tapi Frans juga langsung melemah disaat Kiara menangis.


Entah Frans mempunyai kepribadian ganda atau apa,yang jelas Frans selalu bersikap kasar kepada Kiara tapi Frans juga dengan mudahnya berubah dikala melihat Kiara menangis.


Kiara semakin muak melihat kelakuan Frans seperti itu,Kiara melepaskan pelukan Frans dan menatap Frans dengan tatapan bencinya.


"Aku cemburu melihat kamu bersama laki-laki lain,aku sangat mencintaimu Kiara aku tidak mau kehilangan kamu," seru Frans dengan mengusap air mata Kiara.


"Kalau kamu mencintaiku,aku mau kamu mengabulkan permintaanku," ucap Kiara.


"Ok aku akan mengabulkan permintaanmu apapun itu."


"Aku mempunyai dua permintaan,pertama kamu jangan pernah mengusik orang-orang disekitar aku dan yang kedua aku mau kamu menghentikan anak buah kamu untuk mengikuti aku," jelas Kiara.


"Tapi Sayang,kalau aku tidak mengikuti kamu aku tidak akan tahu apa yang kamu lakukan,aku takut kamu dibelakang aku jalan dengan laki-laki itu," seru Frans.


"Kamu bisa pegang janji aku,aku tidak akan dekat dengan siapapun juga asal kamu juga mau menepati janji kamu," sahut Kiara.


"Ok Sayang aku akan mengabulkan permintaan kamu."


Kiara memalingkan wajahnya kearah luar jendela.


"Kenapa aku semakin muak melihat Frans?" batin Kiara.


Sementara itu,Al melajukan mobilnya dengan perasaan kesal dan dongkol,Al tidak rela melihat Kiara dekat dengan Frans.


Al mempunyai firasat kalau Frans adalah orang yang sangat berbahaya,entah apa yang melatar belakangi firasat Al tapi biasanya firasat Al itu selalu benar.


"Sial,kenapa aku ga rela melihat Kiara dekat dengan Frans?aku takut Kiara dalam bahaya,aku harus extra jagain Kiara," gumam Al.


Beberapa kali Al memukul stir mobilnya dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


"Aaaakkkhhh...Kiaraaaaa..." teriak Al.


Akhirnya Al sampai di Kantor dan ternyata sahabat-sahabatnya sudah menunggu kedatangan Al.


"Kenapa Al?wajahmu kusut banget," ledek Boby.


"Ada masalahkah?" sambung Arya.


"Kalian tahu ga,tadi pagi-pagi sekali si Frans sudah jemput Kiara mana pake cium-cium tangan Kiara lagi," kesal Al.


Ketiga sahabat Al saling pandang satu sama lain dan akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak.


"Kampret..ngapain kalian pada ngetawain aku kaya gitu?" tanya Al.


"Habisnya kamu itu lucu,kamu cemburu ya Al?" goda Riki.


"Siapa yang cemburu,aku itu cuma khawatir aja sama Kiara soalnya Frans itu laki-laki berbahaya," jelas Al.


"Alah bilang aja kamu cemburu,soalnya sebelumnya kamu ga pernah merasa khawatir kepada wanita manapun baru sama Kiara aja," sahut Arya.

__ADS_1


Tiba-tiba atasan mereka pun datang dan seketika keempat pria tampan itu diam.


"Selamat pagi semuanya,maaf saya menyuruh kalian datang pagi-pagi karena saya mempunyai bukti lain dibalik pembantaian satu keluarga 20 tahun yang lalu itu," jelas atasannya.


"Siap apa itu Komandan?" tanya Al.


"Dulu saya menjabat seperti sekarang ini menggantikan Bapak Wira,karena Bapak Wira saat ini mengalami struk makannya beliau digantikan oleh saya,fakta uniknya adalah yang memimpin peristiwa pemeriksaan rumah korban itu ya beliau tapi beliau menutup-nutupi peristiwa itu,bahkan beliau juga yang memerintahkan untuk menghentikan penyelidikan," jelasnya.


"Apa?" jawab keempatnya serempak.


"Jadi maksudnya,Pak Wira ikut andil dalam peristiwa 20 tahun yang lalu itu?" tanya Arya.


"Apa mungkin pejabat kepolisian yang melindungi si pembantai itu adalah Pak Wira?" sahut Riki.


Atasannya hanya bisa menganggukan kepalanya..


"Jadi kuncinya itu Pak Wira,beliau yang mengetahui semuanya dan mungkin saja kalau sampai Pak Wira angkat bicara pembunuh berantai yang psikopat itu juga bakalan terungkap," seru Al.


"Tapi bagaimana caranya mencari informasi dari Pak Wira,beliau kan mengalami struk dan tidak bisa bicara sama sekali," sahut Boby.


"Nah itu dia yang menjadi masalahnya,semuanya ada ditangan Pak Wira dan pastinya saya yakin kalau Pak Wira saat ini dalam pengawasan orang-orang itu jadi kita akan sulit menemui beliau," seru atasannya.


Semuanya tampak berpikir keras mencari cara dan solusi yang akan mereka lakukan.


"Ok,saya yakin kalian bisa memecahkan misteri ini karena saya tahu otak kalian cerdas apalagi kamu Al,saya serahkan semuanya sama kamu," ucap atasannya sembari menepuk pundak Al.


"Siap laksanakan Komandan," seru semuanya bersamaan.


Keempat pria tampan itu pun pergi meninggalkan Kantor pertemuannya dan memutuskan untuk ngopi-ngopi sebentar dan mereka tidak sadar kalau caffe tempat mereka ngopi persis didepan Kantor milik Kiara.


"Bagaimana ini Al,kasusnya makin ribet aja," seru Boby.


"Sebenarnya aku masih penasaran sama Kiara," sahut Al.


"Penasaran apalagi Al?" tanya Arya.


"Waktu aku nungguin Kiara di Rumah Sakit,Kiara sempat mengigau Kiara ngomong seperti ini,Jangan lakukan itu kalian sudah membunuh keluargaku aku akan membunuh kalian,aneh ga sih?" jelas Al.


"Maksudnya keluarga Kiara itu dibunuh dan dia ingin balas dendam gitu?" tanya Riki.


"Kayanya seperti itu?" sahut Al.


"Nah bisa jadikan Kiara bersikap dingin karena ada hubungannya dengan itu,dan kalian ingat ga kata Sisi kalau Kiara itu tidak pernah meyebutkan nama belakangnya malahan Kiara melarang Sisi untuk menyebutkan nama belakangnya itu kepada orang lain," seru Boby.


"Bahkan saat pergi ke Kantor pun Kiara selalu memakai pakaian biasa dan menggunakan taxi online,secara Perusahaan Kiara itu terbilang besar lho Kiara sangat mampu kalau untuk membeli sebuah mobil,malah rumahnya pun menurut aku sangat sederhana untuk ukuran seorang Bos,apa mungkin Kiara sedang menyamar supaya tidak ada tahu siapa dia sebenarnya?" sambung Arya.


"Iya juga,memang dari awal aku merasa ada yang disembunyikan oleh Kiara makannya aku penasaran banget sama dia,bahkan Om Alex pun sangat tertutup,semua orang yang ada dilingkungan rumah aku bilang mereka memang jarang ngomong dan bersosialisasi dengan yang lainnya tapi Om Alex sangat ramah sama semua orang," jelas Al.


"Bagaimana kalau kita suruh Sisi untuk memberi tahu kita tentang semua kegiatan yang dilalukan Kiara kali aja kasusnya itu ada sangkut pautnya dengan misi yang sedang kita jalani,sambil menyelam minum air kalaupun kasusnya tidak ada hubungannya dengan pembantaian 20 tahun yang lalu,seenggaknya kita bisa membantu Kiara menemukan pembunuh keluarganya," sambung Boby.


"Tapi alasannya apa,kalau kita nyuruh Sisi untuk membuntuti kegiatan Kiara?" tanya Al.


"Kalau itu biar nanti aku yang urus," sahut Boby.


Disaat keempat pria tampan itu sedang menikmati kopinya,Al tidak sengaja melihat kearah kaca yang langsung melihat keluar.


Al melihat Kiara sedang berjalan dengan benerapa orang sepertinya itu kliennya dan Kiara sedang mengantarkan kliennya sampai depan Kantornya.


Terlihat Kiara sedang berbincang-bincang dengan mereka dan ada senyuman lebar dibibir wanita cantik itu yang sangat jarang semua orang lihat.


"Hei,apa dia sedang tersenyum?Masya Alloh sungguh indah senyumannya," batin Al.


Ketiga sahabatnya yang merasa bingung melihat Al senyum-senyum sendiri akhirnya melihat kearah pandang Al.


"Hei bukannya itu Kiara ya?" seru Arya.


"Astaga jadi kita ngopi didepan Kantor Kiara,kok aku baru sadar ya," sahut Riki.


"Pantesan aja sahabat kita senyum-senyum,ternyata ada Bidadari di depan sana," ledek Boby.


"Apaan sih," sahut Al.


Sementara itu,Kiara dan Sisi tampak berjabat tangan dengan para kliennya dan mereka pun pergi meninggalkan Perusahaan Kiara.


"Ra,sebentar lagi jam makan siang nih kita makan di Caffe seberang sana yuk!jarang-jarang lho kita makan bareng,please!" rengek Sisi dengan wajahnya yang dibuat imut.


Kiara tersenyum dan menganggukan kepalanya..


"Asyik,ayo.." Sisi langsung mengalungkan tangannya ke lengan Kiara.


Sisi dan Kiara berjalan beriringan dengan senyum yang terpancar dari kedua wanita cantik itu.


"Nah lho sepertinya mereka mau kesini," seru Arya.


Kiara dan Sisi pun memasuki Caffe tersebut,tapi disaat mereka berdua melewati meja Al,Sisi berhenti.


"Hai kalian ada disini juga?" seru Sisi dengan girangnya.


"Hai Sisi,hai Kiara," sapa semuanya bersamaan sembari melambaikan tangannya.


Kecuali Al yang pura-pura cuek dan dengan santainya menyesap kopinya tanpa melihat kearah Kiara dan Sisi.


Kiara terus saja menatap Al yang tampak cuek itu tapi Al tetap diam malah sekarang Al memalingkan wajahnya kearah luar.

__ADS_1


"Kalian mau makan siang?" tanya Boby.


"Iya," jawab Sisi.


"Gabung aja sama kita disini,kebetulan kita juga mau makan siang," seru Riki.


"Emang boleh?" tanya Sisi.


"Bolehlah,untuk wanita cantik seperti kalian apa sih yang enggak," sahut Boby.


"Gimana Ra?" tanya Sisi.


"Tapi----"


"Lihat deh Ra,tempatnya penuh secara kan sekarang waktunya makan siang lagipula aku sudah lapar kita gabung aja ya sama mereka?" rengek Sisi.


Tanpa menunggu persetujuan Kiara,Sisi menarik tangan Kiara supaya cepat-cepat duduk,kebetulan Kiara duduk berhadapan dengan Al.


"Ok,kalian mau pesan apa biar aku yang pesankan?" tanya Arya.


Arya pun memesankan makanan untuk semuanya,Al masih saja dengan posisinya cuek dan tidak melihat kearah Kiara sama sekali tidak tahu kenapa dia masih kesal saja dengan perlakuan Frans tadi pagi yang mencium tangan Kiara.


"Mungkin Al masih marah," batin Kiara.


Sebenarnya Kiara juga merasakan ada hal yang mengganjal dihatinya saat Al mendiamkannya seperti ini,ada perasaan sedih juga.


Sementara ketiga sahabatnya hanya bisa saling pandang dan mengangkat bahunya melihat kelakuan Al yang berubah menjadi pendiam seperti itu.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesanpun datang,semuanya makan dengan lahapnya karena memang mereka sudah sangat kelaparan.


Berbeda dengan Al dan Kiara yang merasa canggung,setelah selesai makan Kiara cepat-cepat beranjak dari duduknya dan menyerahkan kartu kreditnya kepada Sisi.


"Semuanya aku duluan masih banyak pekerjaan,Si bayar makanannya," seru Kiara yang langsung pergi meninggalkan Restoran itu.


Kiara pergi dengan kesal walaupun dia tidak suka didekati tapi Kiara juga tidak suka Al bersikap cuek seperti itu karena biasanya dia paling aktif nanya-nanya.


Al pun juga ikut beranjak dari duduknya dan berniat akan pulang.


"Aku pulang duluan ya," seru Al.


"Ok bro hati-hati," sahut Boby.


Al pun meninggalkan Restoran dan berniat untuk memasuki mobilnya akan tetapi Al melihat seorang pengendara motor yang mengendarainya dengan sangat kencang dan dia juga melihat Kiara yang akan menyebrang dengan melamun.


"Awas Ra!!" teriak Al.


Teriakan Al sampai terdengar kedalam Restoran sehingga Sisi dan ketiga sahabatnya segera berhamburan keluar.


Al berlari dengan kencangnya dan menarik tangan Kiara,Kiara yang kaget langsung jatuh mendarat dipelukan Al,Al memeluk Kiara dengan sangat erat.


Kiara hanya bisa melotot dipelukan Al,dia merasa kaget Kiara tidak bisa berkata apa-apa saking kagetnya.


"Ada apa Al?" tanya Arya panik.


"Tadi ada pengendara motor,hampir saja Kiara tertabrak kalau aku ga cepat-cepat menolongnya," seru Al dan melepaskan pelukannya.


Kiara hanya bisa melongo karena masih kaget dengan kejadian barusan.


"Ra,kamu gapapa kan?" tanya Sisi.


Kiara hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Te--terima ka--kasih," ucap Kiara.


"Lain kali hati-hati,nyebrang kok sambil melamun," seru Al dan langsung meninggalkan Kiara.


"Yuk Ra," ajak Sisi.


Kiara pun pergi menuju Kantornya dengan perasaan yang tak menentu,ada perasaan sedih juga dengan sikap Al yang mendadak menjadi cuek dan dingin.


Tapi itu kan sudah menjadi kemauannya Kiara sendiri supaya Al tidak mendekatinya lagi,bukan tanpa alasan Kiara berbuat seperti karena Kiara tidak mau membuat Al terluka.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Hallo semuanya maag baru bisa up kemarin-kemarin Authornya ga enak badanπŸ™πŸ™


Ayo dong dukungannya,jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2