
Saat kerusuhan Beast Tide terjadi, para peserta tes kedua yang berada di dalam hutan jatih ke dalam keadaan panik. Mereka semua tidak menduga akan ada Beast Tide.
“Kabur, ada Beast Tide!!!” teriak seorang peserta.
Para peserta yang lainnya yang berada di wilayah pinggir hutan juga merasakan getaran dari para monster yang bergerak ke arah bagian dalam hutan.
Mereka semua segera mengungsi secepat mungkin. Walaupun monster yang bergerak kebanyakan hanya berada di peringkat 1 dan 2, tapi dengan jumlah yang banyak jelas tidak mungkin bisa mereka atasi.
Kerusuhan itu membuat perburuan para peserta menjadi terganggu. Mereka tidak bisa lagi berburu monster dengan tenang semuanya menjadi kacau.
“Sialan, kenapa bisa ada Beast tide pada saat baru dimulai tes ini”
“Benar, ini aneh sekali. Semua monster yang berada di kawasan pinggir hutan bergerak ke dalam bagian dalam hutan”
“Jika kita bergerak ke bagian dalam, kemungkinan kita bertahan hidup sangatlah kecil, di bagian dalam adalah kawasan monster peringkat 3 keatas”
Para peserta yang berkumpul saling mengeluh satu sama lain. Mereka menyesalkan kejadian yang terjadi pada saat tes. Walaupun mereka ingin mencari tahu tentang penyebab Beast Tide, tapi mereka tahu betul bahaya masuk ke bagian dalam hutan dengan kultivasi mereka saat ini.
Masuk ke bagian dalam hutan hanya mengandalkan kultivasi Pemurnian Qi sama saja bunuh diri. Bahkan jika seorang yang berada di alam Pembentukan Pil masuk ke dalam tanpa ada persiapan, bisa saja mati mengenaskan.
Saat semua orang sedang kesal dan panik akibat Beast tide, penyebab semua kejadian itu baru saja keluar dari pagoda penekan iblis.
Saat Xiao Chen keluar, dia berdiri diatas pohon. Melihat ke bawah, Tatap Xiao Chen menajam dengan lebar.
“Syukurlah aku bisa kabur, jelas ini bunuh diri” gumam Xiao Chen yang merasa lega.
Di bagian bawah, Xiao Chen melihat kumpulan monster yang saling bertarung satu sama lain. Mereka mencoba memperebutkan daging monster tingkat 5 python hitam berbunga yang di dipanggang oleh Xiao Chen.
Para monster tingkat 1 dan 2 saling bertarung, baik secara berkelompok maupun individu.
“Aneh, kenapa monster tingkat 3 tidak muncul ?” gumam Xiao Chen heran.
Xiao Chen memperhatikan dari tadi, hanya ada monster tingkat 1 dan 2 yang bertarung di bawah.
“Benar, tidak ada sama sekali monster tingkat 3 disini” seru Xiao Chen yakin.
Kuaakkk!
Sebuah pekikkan burung besar tiba-tiba terdengar sangat jelas di telinga Xiao Chen. Saat Xiao Chen melihat sumber suara itu, dia menatap lebar dengan tidak siap.
__ADS_1
“Ahhh!!!”
Xiao Chen berteriak kencang. Dia baru saja menyadari bahwa suara pekik barusan adalah monster burung tingkat 3. Saat dia belum siap, monster burung itu sudah menyambar dirinya dan membawanya pergi.
“Sialan! monster bau lepaskan aku” teriak Xiao Chen yang memberontak.
Tapi saat Xiao Chen ingin terus memberontak, dia melihat kebawah. Dia lupa bahwa dia belum bisa terbang.
Xiao Chen berpikir dengan panik, dia tidak benar-benar buntu.
“Benar, kenapa aku selalu panik. Aku masih bisa menggunakan pagoda penekan iblis untuk bersembunyi” seru Xiao Chen yang sadar.
Xiao Chen akhirnya memutuskan untuk menguji kekuatan dirinya pada Monster burung yang membawa dirinya.
“Kekuatan Naga!!!”
Xiao Chen secara langsung melepaskan kekuatan naga kuno miliknya. Tubuh Xiao Chen mengalami Dragonification, kulit Xiao Chen mulai menampilkan sisik-sisik khas naga.
Dengan tubuh yang menyerupai naga, Xiao Chen terlihat sangat garang. Walaupun dia masih 10 tahun, tapi dengan wujudnya saat ini dia tidak ada menampilkan tampilan anak-anak sedikitpun.
Monster burung tingkat 3 yang merupakan Falcon merah berapi, merasakan adanya tekanan tiba-tiba. Saat Falcon merah berapi memastikan darimana sumber tekanan itu, sebuah pukulan keras langsung mengarah ke cakarnya.
Pukulan Xiao Chen yang dalam wujud dragonification sontak membuat Falcon merah berapi kesakitan. hal itu membuat cakar yang mencengkram Xiao Chen terlepas.
Xiao Chen yang sudah terlepas dari cengkraman falcon merah berapi segera terjun bebas dari langit menuju tanah.
Kuak!!!
Falcon merah berapi yang marah karena Xiao Chen melepaskan diri segera mengejar Xiao Chen dengan menungkik tajam.
“Hehehe” tawa licik Xiao Chen.
Saat Falcon merah berapi akan mencapai Xiao Chen, Xiao Chen tiba-tiba menghilang dari pandangan falcon merah berapi.
Hal itu membuat Falcon merah semakin marah. Dengan tubuh yang dipenuhi api, Falcon merah membakar semua hutan yang berada di bawahnya.
Falcon merah berapi yang dalam kondisi mengamuk percaya bahwa Xiao chen bersembunyi di antara hutan yang lebar, jadi hal itulah yang membuat dirinya membakar seluruh kawasan hutan di dekatnya.
Hutan membara dengan sangat cepat. Untungnya Xiao Chen tidak berada di dalam hutan, melainkan di dalam Pagoda Penekan Iblis.
__ADS_1
Falcon merah berapi terbang diatas hutan dengan tatapan mata yang terus mencari jejak Xiao Chen, namun dia masih belum menemukan jejak Xiao Chen.
30 menit Falcon merah berapi terbang terus sambil mencari Xiao Chen, akhirnya menyerah dan memutuskan pergi.
Kuaak!
falcon merah berapi memekik dengan keras mengeluarkan kekesalannya.
Tak lama Falcon merah berapi pergi, Xiao Chen muncul di tengah hutan yang masih terbakar.
“Panas!” teriak Xiao Chen tiba-tiba.
Xiao Chen terkejut karena saat dia muncul berada di tengah hutan yang terbakar.
“Kembali” teriak Xiao Chen memutuskan untuk masuk ke Pagoda Penekan Iblis.
Kebakaran hutan tentu juga dirasakan oleh peserta lain, tapi ketika mereka menyadari bahwa kebakaran berada di bagian dalam hutan, mereka menjadi lega.
“Syukurlah itu berada di dalam hutan bagian dalam”
“Benar, jika itu bagian pinggir, kita jelas akan merasakan dampaknya”
“Di bagian dalam sana ada banyak monster tingkat 3 ke atas, mereka tidak akan tinggal diam ketika api merambah ke wilayah mereka”
“Benar, monster tingkat 3 tidak sudah memiliki kepintaran diatas rata-rata, jadi mereka akan memadamkan api itu”
Para peserta yang melihat dari kejauhan merasa tenang, dan mereka tidak khawatir api akan merambah ke wilayah mereka.
Karena kebakaran hutan tidak mungkin terjadi di dalam hutan, kecuali itu disebabkan oleh sesuatu yang memiliki kultivasi tinggi ataupun fenomena alam tertentu.
Untuk kebakaran hutan biasa, para monster yang sudah memiliki sedikit akal tentu akan memadamkan api agar tidak mengenai wilayah mereka.
Hal ini merupakan hal yang wajar di dunia kultivasi, sama seperti halnya badak di bumi yang melihat api.
Hari menjadi malam, Xiao Chen akhirnya keluar dari pagoda penekan iblis.
Melihat hutan yang sudah tidak terbakar lagi, Xiao Chen merasa lega.
“Aku tidak menyangka monster itu menjadi gila hingga membakar hutan” gumam Xiao Chen sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat sekeliling hutan yang kini menjadi hitam, Xiao Chen memutuskan bermalam di situ.