
Tetua kedua yang melihat Xu Xiaoyao muncul dengan cengengesan menjadi berang.
“Bajingan! darimana datangnya bocah berbulu kuning ini, berani sekali bersikap kurang ajar” teriak Tetua kedua.
“Tangkap dia!” teriak Tetua kedua memberi perintah.
Anggota keluarga Chen segera bergerak untuk menangkap Xu Xiaoyao beserta Xu Jinhu. Mereka tidak takut akan Xu Jinhu yang berada di peringkat ketiga, bagaimanapun keluarga Chen mereka adalah keluarga kelas 2. Monster peringkat ketiga tidak ada apa-apanya dimata mereka.
Xu Xiaoyao yang sudah siap dengan kondisi seperti ini hanya mengambil ancang ancang untuk memukul setiap orang yang menyerang dirinya.
Whuss
orang pertama anggota keluarga chen menyerang Xu Xiaoyao dengan kekuatan sedang. Di mata mereka Xu Xiaoyao tidak ada bedanya dengan Manusia biasa.
Peng!
Saat serangan hendak mencapai Xu Xiaoyao, tangan Xu Xiaoyao telah menampar wajah penyerang tersebut.
Hal ini mengejutkan anggota keluarga chen yang lainnya, tapi mereka masih tidak takut dan semakin terus menyerang dengan ganas.
Xu Jinhu yang juga menjadi objek penyerangan pun tidak luput.
Roar!
Xu Jinhu yang dikepung mengeluarkan Golden Lightning Roar miliknya.
Gelombang Suara disertai sedikit petir menyebar ke arah anggota keluarga Chen.
Anggota keluarga Chen yang diserang oleh Xu Jinhu tidak tinggal diam, mereka mengeluarkan kemampuan pertahanan milik keluarga Chen.
“Perisai angin!”
Masing masing anggota keluarga Chen mengeluarkan tehnik yang sama. Serangan Xu Jinhu dengan mudah terblokir. Xu Jinhu yang merasa dia tidak bisa mengalahkan musuh dalam jumlah banyak memutuskan untuk terbang di angkasa.
Para anggota Chen yang menyerang Xu Jinhu semakin kesal, mereka yang menyerang Xu JInhu berada di ranah pembentukan Pill. Jadi mereka belum memiliki kemampuan untuk terbang di angkasa, hanya ketika ranah mencapai Transformasi jiwa.
Tetua kedua yang melihat Monster peringkat ketiga pergi melarikan diri dengan terbang, dia segera menyuruh anggota keluarga Chen yang berada di ranah transformasi jiwa untuk menyerang.
“Lenyapkan monster itu!” teriak Tetua kedua.
Beberapa anggota keluarga Chen segera terbang untuk menyerang Xu Jinhu. tapi sayangnya saat mereka baru saja melayang.
Xu Xiaoyao malah melemparkan batu-batuan ke arah mereka. Batu yang dilemparkan Xu Xiaoyao dengan sangat cepat melesat sehingga membuat mereka tidak menyadarinya.
Bam!
Setiap batu yang dilemparkan Xu Xiaoyao membuat anggota keluarga Chen Jatuh pingsan. Tetua kedua yang melihat ini menjadi berang.
“Kurang ajar!”
Tetua kedua melesat menerjang ke arah Xu Xiaoyao yang melempari batu kepada anggota keluarga Chen yang menyerang Xu Jinhu.
“Splitting Palm!”
Tetua Kedua menggunakan teknik telapak tangan pembelah miliknya untuk menyerang Xu Xiaoyao.
Energi spirititual mengalir di telapak tangan tetua kedua. Bayangan telapak tangan terbentuk dan mengarah langsung ke tubuh Xu Xiaoyao.
Bam!
Saat telapak tangan tetua kedua mengenai punggung Xu Xiaoyao, Tetua kedua heran kenapa pukulannya tidak berdampak apapun pada Xu Xiaoyao.
__ADS_1
Xu Xiaoyao yang merasa ada sesuatu yang menyentuh punggungnya melirik ke belakang dan dia terkejut dengan apa yang dia lihat.
“Hey! apa yang kau lakukan dengan mengelus tubuhku ?” ucap Xu Xiaoyao tidak senang.
“Sialan! aku masih normal! berani sekali kau menodai tubuhku dengan tangan keriput tuamu itu” kutuk Xu Xiaoyao marah.
Peng!
Xu Xiaoyao menampar wajah tetua kedua yang masih dalam kondisi bingung. Tetua kedua melayang dengan sangat cepat hingga menghantam tembok.
Boom!
Semua anggota keluarga Chen terkejut dengan tetua kedua yang tercampak, bahkan sosok tingkat tetua lainnya juga tercengang. Pada awalnya mereka merasa tidak perlu turun tangan karena mereka menganggap Xu Xiaoyao dan Xu Jinhu tidak mengancam.
Tapi siapa sangka bahkan tetua kedua telah dikalahkan dengan sekali tamparan.
Suasana Keluarga Chen seketika menjadi hening.
Saat Suasana menjadi hening, tetua pertama yang mengejar Xu Xiaoyao telah tiba. Saat dia melihat Kediaman keluarga Chen berantakan dan banyak anggota keluarga Chen yang tidak sadarkan diri.
Tetua pertama menjadi lemas. Walau dia sudah menduga akan terjadi seperti ini, tapi ini masih saja terlihat menyakitkan baginya.
Tetua Pertama melihat Xu Xiaoyao yang berada di bawah, dan segera mendekati. Anggota keluarga Chen yang semula sudah hilang harapan ketika melihat tetua pertama muncul dan langsung mendekati Xu Xiaoyao menjadi semangat lagi.
“Tetua pertama tiba! kita diselamatkan”
“Tetua pertama hancurkan dia, dia telah mengacau di keluarga Chen”
“Tetua pertama potong ekor depanya, dan kasih makan anjing liar”
“Hahahah, tamat riwayatmu. Tetua pertama telah tiba”
Tapi pemandangan yang mereka harapkan tidak terjadi, malah hal sebaliknya terjadi di hadapan mereka.
Tetua pertama dengan wajah memohon segera berlutut di depan Xu Xiaoyao.
“Senior! mohon maaf”
“Lepaskanlah keluarga Chen, aku bersedia menjadi sapi dan kuda asal kau melepaskan keluarga Chen”
Tetua pertama berlutut dan memohon kepada Xu Xiaoyao. Hal ini membuat Xu Xiaoyao sedikit aneh.
“Hey! sebenarnya aku cuma ingin berkunjung ke keluarga Chen, dan tidak ingin membuat keributan” desah Xu Xiaoyao lemah.
Anggota keluarga Chen yang mendengar ******* Xu Xiaoyao berkedut aneh dan miris.
Terutama Tetua pertama, dia mengutuk dalam hatinya.
Jika mengacaukan keluarga Chen hanyalah sebuah kunjungan makan seperti apa yang akan terjadi jika itu adalah sebuah pengacauan ?
“Senior! aku tahu konflik mu dengan keluarga Chen, tapi itu semua hanyalah kesalahpahaman. Selama kau melepaskan Keluarga Chen, kami akan memberikan apapun padamu” pinta Tetua pertama.
“Apapun ?” tanya Xu Xiaoyao.
“Benar, apapun itu” angguk Tetua pertama.
Xu Xiaoyao menatap tetua pertama dengan tatapan menarik sambil mengangguk.
Tetua pertama yang melihat tatapan Xu Xiaoyao tiba-tiba merasa merinding dan geli. Dengan berat hati, tetua pertama membuat keputusan.
“Senior, jika itu yang kau mau. aku rela asalkan keluarga Chen bisa kau lepaskan” ucap Tetua pertama lemah.
__ADS_1
Xu Xiaoyao yang tiba-tiba mendengar ucapan tetua pertama menjadi kesal.
“Bajingan! apa yang salah dengan pikiranmu. Aku masih normal” bentak Xu Xiaoyao.
Bam!
Xu Xiaoyao dengan kesal meninju wajah tetua pertama.
Tetua pertama yang di tinju oleh Xu Xiaoyao tercampak dengan wajah yang sudah membiru dan bengkak.
Pada saat meninju barusan, Xu Xiaoyao tidak memakai kekuatan penuh hanya berniat untuk membuat bengkak saja.
Tetua pertama yang tercampak segera bangkit dengan meringis, dia merasakan perih dan panas di wajahnya setelah dipukul Xu Xiaoyao.
“Ampun Senior, junior tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja tadi junior berpikir senior menginginkan tubuh junior ini” ucap Tetua pertama malu.
“Bajingan tua! sekali lagi kau berpikir aneh tentangku, aku akan membuat ekor kecil mu menghilang selamanya” ucap Xu Xiaoyao geram.
“Jinhu, turun!” teriak Xu Xiaoyao.
Xu Jinhu yang berada di langit segera turun ke bawah mendekati Xu Xiaoyao.
Bruak!
Xiao Chen yang berada di gigitan Xu JInhu juga dijatuhkan.
“Kalian keluarga Chen, mulai hari ini akan menjadi budakku!” teriak Xu Xiaoyao tegas.
“Siapapun yang tidak senang bisa datang menghampiriku dan mencoba apa tinjuku lebih keras atau tinju kalian lebih keras”
“Dan Xiao Chen akan menjadi juru bicaraku mulai sekarang, jadi kalian harus tahu bersikap seperti apa terhadap Xiao Chen bukan ?”
Setelah mengatakan itu, seluruh anggota keluarga Chen tercengang.
“Tidak! kami lebih baik mati daripada menjadi Budak! semuanya ayo serang dia!”
Splash!
sebuah batu melayang dengan sangat cepat ketika suara itu selesai.
Boom!
Orang yang berteriak barusan langsung berubah menjadi mayat tanpa kepala.
Tetua pertama yang semula ingin memberontak tapi karena terdahulu oleh orang lain merasa bersyukur. Jika dia yang pertama berontak pasti dia yang akan mati.
Masing-masing anggota keluarga Chen menghirup udara dingin, yang barusan memberontak adalah tetua keempat, dan sekarang dia sudah mati tanpa adanya kepala.
“Apa ada lagi yang ingin berbicara ?” tanya Xu Xiaoyao.
Seketika anggota keluarga Chen terdiam tidak ada yang berani berbicara. Mereka takut akan menjadi seperti tetua keempat.
Bagaimanapun, kehidupan jauh lebih penting bagi mereka.
“Baik. kareka tidak ada yang protes maka mulai sekarang keluarga Chen adalah budak pertamaku” ucap Xu Xiaoyao tegas.
Keluarga Chen hanya bisa menahan rasa marah dan malu mereka, karena mereka saat ini tidak bisa sama sekali mengalahkan Xu Xiaoyao.
“Kau, bawa aku menuju ruangan istirahat. Aku sudah lelah” ucap Xu Xiaoyao membuat perintah.
Tetua pertama hanya menggertakan gigi menuruti perintah Xu Xiaoyao. Dengan terpaksa dia membawa Xu Xiaoyao menuju ke dalam kediaman Keluarga Chen.
__ADS_1