
Besok paginya, Xu Xiaoyao menjalani kehidupan seperti biasa.
Setelah melakukan berbagai hal tersebut, Xu Xiaoyao mengajak Xiao Chen untuk pergi ke halaman depan.
Xiao Chen hari merasakan debar-debar di jantungnya, entah kenapa dia merasa bahwa akan ada hal yang terjadi pada hari ini.
Dengan wajah sedikit gugup, Xiao Chen berdiri dengan tenang di halaman sambil menunggu Xu Xiaoyao berbicara.
“Xiao Chen, hari ini perjalananmu akan dimulai. kau akan mengalami kehidupan yang sebenarnya. Jadi sebagai guru, aku hanya memberikanmu ini” ucap Xu Xiaoyao sambil menyerahkan cincin penyimpanan.
Xiao Chen yang menerima cincin penyimpanan menatap Xu Xiaoyao dengan berat, walaupun sebentar saja bersama Xu Xiaoyao, tapi Xu XiaoYao Lah yang memperlakukan dirinya dengan sangat baik tanpa ada merendahkan sama sekali.
Mulai dari pertama bertemu, hingga diangkat menjadi murid. Xiao Chen merasa berat untuk berpisah dengan Xu Xiaoyao saat ini.
Selama ini dia hidup sendiri, orang yang dianggap keluarga olehnya malah mengucilkan dirinya, hanya Xu Xiaoyao yang memperlakukan dirinya dengan baik tanpa memandang statusnya.
Plak!
“Kenapa kau menangis ? apa kau pikir aku akan mati ?” ucap Xu Xiaoyao sambil menjitak kepala Xiao Chen.
“Ingat! tangisan seorang pria itu berharga, jangan mudah menangis di masa depan” ucap Xu Xiaoyao mengingatkan dengan serius.
Dengan menggosok bagian kepala yang ditempeleng oleh Xu Xiaoyao, Xiao Chen mengangguk sambil sedikit meringis.
“Baik” jawab Xiao Chen sambil mengangguk.
“Di dalam situ, ada kumpulan catatan teknik dasar berbagai teknik. Kau bisa mempelajarinya hingga Extreme, kemudian di dalam situ ada juga 3 buah alat penyelamat hidup. Alat itu hanya bisa kau gunakan ketika kau hanya berada di dalam kondisi hidup dan mati, jadi gunakan 3 alat itu dengan baik-baik” ucap Xu Xiaoyao memberitahu.
“Tidak ada hal yang bisa kuajarkan padamu lagi, semua hal penting sudah aku catat di dalam buku catatan, kau bisa membacanya dan memahaminya nanti, sekarang apa kau sudah siap pergi ?” tanya Xu Xiaoyao kepada Xiao Chen.
Xiao Chen menghela nafas panjang dengan berat.
“Fiuh…”
“Baik, aku sudah siap untuk pergi” ucap Xiao Chen Dengan tegas.
“Kalau begitu, pergilah sekarang” ucap Xu Xiaoyao sambil membuka lorong penghubung ke dunia luar.
Xiao Chen dengan langkah yang berat mulai berjalan, dan sebelum dia memasuki lorong, dia melihat ke belakang.
“Guru, aku pamit” ucap Xiao Chen pamitan.
“Pergilah, penuhi takdirmu” balas Xu Xiaoyao sambil menepuk punggung Xiao Chen.
__ADS_1
Xiao Chen berjalan di dalam lorong dan akhirnya menghilang dari kekosongan.
Xu Xiaoyao yang melihat bahwa Xiao Chen telah pergi, dia tersenyum lebar.
“Akhirnya dia pergi, dengan begini perjalanan dia akan dimulai. Jika dia tetap bersamaku, perkembangan dia akan sangat lambat” gumam Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao sendiri sengaja melepaskan Xiao Chen ke dunia luar agar perkembangan Xiao Chen tidak terhenti.
Jika Xiao Chen tetap bersamanya, mungkin dia akan sangat lama untuk bisa mencapai puncak kulitivasi. Xu Xiaoyao yakin bahwa Xiao Chen memiliki takdirnya sendiri.
“Sekarang aku sudah bisa memulai proses penelitian evolusi” ucap Xu Xiaoyao sambil bergerak ke laboratorium.
…
Di Kota Changtian, di bekas tanah Mansion penguasa kota, sebuah portal tiba-tiba muncul.
Xiao Chen yang keluar dari portal akhirnya melihat Kota Changtian lagi. Dengan melihat ke sekelilingnya, Xiao Chen mulai berjalan.
Kemunculan Xiao Chen jelas diperhatikan oleh warga kota. Mereka heran, karena selama ini Xiao Chen menghilang, dan tiba-tiba muncul begitu saja.
Xiao Chen sama sekali tidak memperdulikan pandangan warga kota terhadapnya, bagi Xiao Chen mereka hanya seperti pohon yang berlalu.
“Sekarang aku harus kemana ?” gumam Xiao Chen.
“Mungkin aku bisa pergi ke domain pusat” gumam Xiao Chen membuat keputusan.
Xiao Chen berpikir, akhirnya menemukan cara untuk bisa pergi ke domain pusat.
“Benar, ada biro pengawalan. Aku bisa menggunakan jasa mereka”
Xiao Chen kemudian pergi mencari gedung biro pengawalan. Berjalan beberapa menit, akhirnya Xiao Chen tiba di biro pengawalan.
Namun saat akan memasuki kantor biro pengawalan, Xiao Chen mendengarkan bisik-bisik orang sekitar.
“Apa kalian tahu, seminggu lagi di kota Baiyun akan diadakan seleksi untuk masuk ke 7 tanah suci. Selama kau lulus seleksi, maka kau bisa memilih 1 dari 7 tanah suci untuk dimasuki”
“Benar, dan ini semua katanya gara-gara ada perubahan pada jalan surgawi, jadi 7 tanah suci mencari sosok jenius untuk dibudidayakan”
Xiao Chen yang mendengarkan itu tertarik.
“Seleksi masuk ke tanah suci ?” gumam Xiao Chen tertarik.
Xiao Chen berpikir sebentar, akhirnya mengubah tujuan awalnya.
__ADS_1
“Sepertinya aku harus masuk ke dalam tanah suci” gumam Xiao Chen membuat keputusan.
Xiao Chen kemudian berjalan ke bagian resepsionis untuk membuat pesanan.
Setibanya di resepsionis, petugas resepsionis terkejut dengan kemunculan Xiao Chen. Bagaimanapun Xiao Chen masihlah seorang bocah.
“Anak kecil, ada keperluan apa kau kemari ?” tanya resepsionis sambil menopang dagu.
“Aku ingin dikawal untuk pergi ke kota Baiyun” ucap Xiao Chen memberi tahu.
“Oh, apa kau ingin mengikuti ujian seleksi tanah suci juga ?” seru resepsionis bertanya.
“Em, aku ingin mencoba mengikuti seleksi” balas Xiao Chen.
“Tapi kau yakin ingin mengikuti seleksi itu ? dengan usiamu yang masih muda, akan menjadi kerugian bagimu untuk mengikuti seleksi itu” ucap resepsionis menyarankan.
“Tidak, aku harus ikut seleksi” ucap Xiao Chen tegas.
Resepsionis yang melihat Xiao Chen tidak ingin mengubah pikirannya, akhirnya pasrah.
“Baiklah, jika ingin pergi kesana, kau bisa membayar 100 batu spiritual tingkat rendah” ucap Resepsionis memberitahu.
Xiao Chen kemudian memeriksa cincin penyimpanan yang diberikan Xu Xiaoyao, di dalamnya ada tumpukan batu spiritual, daging monster, dan buku catatan.
Xiao Chen menyerahkan tumpukan batu spiritual kepada resepsionis. Setelah menerima pembayaran, resepsionis mengarahkan Xiao Chen menuju tempat keberangkatan.
“Ambil ini dan pergi kesana, kau akan berangkat bersama mereka” ucap resepsionis.
Xiao Chen bergerak menuju arah yang ditunjuk resepsionis. tiba di tempat yang ditunjuk, Xiao Chen melihat kereta kuda dengan gerbong.
Menunjukan tanda yang diberikan resepsionis padanya, Xiao Chen langsung masuk ke dalam gerbong.
Saat masuk ke dalam gerbong, Xiao Chen sudah melihat beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama dengan nya.
Xiao Chen tidak mengenali orang-orang ini, tapi mereka seperti sudah mengenali Xiao Chen.
“Halo semuanya” sapa Xiao Chen sopan.
Namun, tidak ada dari mereka yang membalas Xiao Chen. Xiao Chen yang dikacangin, tersenyum kikuk dan segera duduk di tempat yang kosong.
“Guru, aku pasti tidak akan mengecewakanmu” gumam Xiao Chen dalam hatinya.
Kemudian Xiao Chen mengeluarkan salah satu buku catatan yang diberikan Xu Xiaoyao. Xiao Chen kemudian mulai membuka dan membaca isi buku catatan tersebut.
__ADS_1
Tapi saat berikutnya, Xiao Chen tercengang tidak percaya, dan dia terus membolak balik semua buku
“Astaga! apa ini” seru Xiao Chen tercengang.