Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.4 Bab 31 Penilaian Part 2


__ADS_3

Jiang Kuang maju ke depan petuga penilaian dengan wajah yang tanpa ekspresi. Dia langsung mengeluarkan semua hasil buruan miliknya.


Saat dia mengeluarkan hasil buruan untuk dijadikan bahan penilaian, Petugas penilai langsung menilai semua hasil buruan.


“OH bagus” puji petugas penilaian.


“Tunggu, masih ada lagi” kata Jiang Kuang.


Petugas penilaian menatap Jiang Kuang dengan mata yang melebar.


“Apa masih ada yang lain ?” tanya Petugas penilaian.


“Em” Angguk Jiang Kuang.


Jiang Kuang mengeluarkan cincin penyimpanan yang lain miliknya. Saat dia mengeluarkan isi dari cincin penyimpanan, petugas penilaian dan seluruh orang yang melihat menjadi terkejut.


“Wow! lihat apa itu!”


“TIdak habis pikir, Si pedang idiot mampu memburu monster itu”


“Sepertinya kali ini Jiang Kuang yang berada di posisi pertama”


Para warga memuji Jiang Kuang, karena apa yang dia buru adalah Monster peringkat 3 yaitu Buaya kulit besi.


“Lumayan, dengan basis kultivasi Pemurnian Qi membunuh monster peringkat 3 awal” ucap Petugas penilaian memuji.


Jiang Kuang yang menerima semua pujian hanya diam tanpa ekspresi, seolah apa yang dia lakukan sama sekali tidak luar biasa.


Kemudian Petugas penilaian mulai menghitung score yang berhasil di dapatkan Jiang Kuang.


“Jiang Kuang, 144 Point” ucap Petugas penilaian mengumumkan nilai  milik Jiang Kuang.


Sontak sorak sorai terdengar, tebakan para warga yang menyaksikan benar terjadi. Jiang Kuang berhasil menduduki perolehan nilai Terbanyak sejauh ini.


Setelah mengetahui nilainya, Jiang Kuang kembali ke barisan tanpa sedikitpun emosi.


Kemudian Petugas memanggil peserta lain untuk dinilai, tapi sayangnya tidak ada kehebohan lagi setelah Jiang Kuang selesai.


“Nomor 98 Maju” ucap Petugas penilaian memanggil.


Sosok wanita cantik dan lembut maju ke tempat petugas penilaian, para pria yang melihatnya tidak bisa mengalihkan pandangan mereka.


Sosok itu tidak lain adalah Wen Xing, seorang wanita yang dianggap Dewi oleh para pria.


Wen Xing langsung mengeluarkan semua hasil buruannya untuk dinilai. Petugas penilaian mengangguk ke arah Wen Xing, menandakan bahwa Wen Xing sama luar biasanya dengan Jiang Kuang.


Saat tumpukan monster buruan Wen Xing, mereka sangat terkejut karena jumlah monster yang dibunuh Wen Xing sangatlah banyak, dan 70 persen diantaranya adalah monster tingkat 2.

__ADS_1


Walau tidak ada monster tingkat 3, tapi jumlah yang dibunuh Wen Xing jelas melebihi dari apa yang dibunuh Jiang Kuang.


“Wen Xing, 143 Point” ucap Petugas penilaian.


Saat jumlah score Wen Xing diumumkan, wajah Wen Xing tersenyum cerah. Begitu juga para warga yang menyaksikan, mereka kagum dengan Wen Xing yang mampu mencapai nilai yang tinggi dan hanya jarak selisih 1 point dari Jiang Kuang.


Wen Xing mundur dan peserta lain mulai di panggil.


Xiao Chen dari tadi tidak peduli sama sekali, dia hanya menantikan gilirannya untuk di panggil.


Dalam benak Xiao Chen tidak penting apa itu peringkat pertama, bagi dirinya cukup bisa lulus.


Saat Xiao Chen melihat ke arah tempat penilaian, dia terkejut bahwa yang dinilai saat ini adalah Qin Yan.


“Qin Yan ternyata, berapa nilai yang dia dapat ?” seru Xiao Chen yang tertarik.


Xiao Chen kemudian memperhatikan berapa nilai yang akan didapatkan Qin Yan.


“Qin Yan, 89 Point” ucap Petugas penilaian mengumumkan.


Mendengarkan nilai Qin Yan, Xiao Chen cukup terkejut. Dia tidak sangkat bahwa Qin Yan bisa mendapatkan nilai cukup tinggi, padahal sebelumnya dia hampir saja mati oleh serangan kawanan serigala Abu.


Setelah Qin Yan turun, nomor berikutnya yang dipanggil masih sosok yang dikenal Xiao Chen, yaitu Tan Bing Bing.


Tan Bing Bing maju dan mulai mengeluarkan monster hasil buruan miliknya.


Xiao Chen kembali terkejut, dia tidak sangat baik QIn Yan dan Tan Bing Bing sama-sama mendapatkan nilai Tinggi.


“Sepertinya mereka berdua lumayan juga” gumam Xiao Chen.


Penilaian terus berlangsung, dan kali ini sudah mencapai nomor 109.


Sosok yang memiliki nomor 109 adalah Du Feng.


Du Feng maju dengan percaya diri, karena kali ini percaya dia akan mendapatkan nilai terbaik.


Saat dia mengeluarkan hasil buruannya, para penonton melotot tidak percaya, mereka melihat bahwa Du Feng Juga memburu monster tingkat 3.


“Astaga! itu adalah ular sisik batu”


“Aku tidak menyangka bahwa Du Feng mampu memburu monster tingkat 3 juga”


“Luar biasa, para jenius memang luar biasa”


Mendengar ucapan pujian dari warga, Du Feng tersenyum bangga.


Petugas penilai juga menangguk mengakui Du Feng yang luar biasa.

__ADS_1


“Du Feng, 141 poin” ucap Petugas penilai mengumumkan.


Saat Du Feng mengetahui nilainya, bukannya dia senang, wajahnya menjadi mengeras menatap petugas penilaian.


“Kenapa hanya 141, jelas aku membunuh monster tingkat 3, ini tidak adil” Protes Du Feng tidak tidak terima.


“Kau memang membunuh monster peringkat 3, tapi kau dikalahkan dengan jumlah akumulasi dari monster yang diburu oleh Wen Xing, secara kualitas kau menang, tapi Kuantitas kau kalah” ucap Petugas penilaian menjelaskan.


Wajah Du Feng memerah akibat memendam rasa marah, dia tidak percaya bahwa dia kalah dari Wen Xing yang hanya memburu monster tingkat dua.


Du Feng berbalik pergi dengan ekspresi wajah yang suram. Dia berjalan dengan menggerutu tidak menerima fakta yang didapatkan olehnya.


Penilaian kembali berlanjut, dan akhirnya tiba pada Giliran Xiao Chen.


“111 maju”


Saat nomor urut Xiao Chen dipanggil, para warga, peserta dan petugas penilaian menahan tawa saat Xiao Chen berjalan.


Wajah yang kekanakan, tubuh yang tidak terlalu besar, serta kultivasi yang berada di Alam pemurnian Fisik, membuat semua orang sudah bisa menebak hasil dari Xiao Chen.


Tapi hanya dua orang saja yang tidak menertawakan Xiao Chen, mereka adalah Qin Yan dan Tan Bing BIng.


“Kak, itu XIao Chen” seru Tan Bing Bing.


“Em, itu benar dia. Aku tidak tahu apakah dia mendapatkan nilai yang bagus” ucap Qin Yan sambil memperhatikan Xiao Chen yang berada di tempat penilaian.


Xiao Chen berjalan dengan wajah cuek tanpa memperdulikan bisikan yang dia dengar.


“Anak kecil, tunjukan hasil buruan mu pada paman ini” ucap Petugas penilaian dengan nada menggoda Xiao Chen.


Xiao Chen sedikit kesal karena digoda oleh pria di depannya, tapi dia hanya bisa tersenyum menjawab petugas penilaian.


“Baik paman tua” jawab Xiao Chen dengan sedikit polos.


Petugas penilaian berkedut di wajahnya saat Xiao Chen memanggil dia paman tua.


“Baik” ucap Petugas penilaian sambil menahan geram.


Xiao Chen kemudian langsung mengeluarkan monster miliknya untuk dijadikan penilaian.


Buk!


Buk!


Dua buah monster jatuh tepat di depan Xiao Chen. Awalnya Xiao Chen ingin meneruskan mengeluarkan monster, tapi setelah dia menyadari apa yang dikeluarkan, dia segera menghentikan untuk mengeluarkan monster lainnya.


“Oh Sial!” gumam Xiao Chen yang panik.

__ADS_1


BUkan hanya Xiao Chen, bahkan seluruh orang yang melihat terdiam, mereka melotot ke arah mayat monster milik Xiao Chen, mereka seolah tidak percaya dengan apa yang dikeluarkan Xiao Chen.


__ADS_2