
Dengan menghela nafas yang sedikit berat, Xu Xiaoyao menjelaskan semua hal pada Bai Xue.
Bai Xue hanya bisa patuh mengikuti arahan Xu Xiaoyao, karena dia berpikir bahwa Xu Xiaoyao akan menjalani petualangan berbahaya dan dia akan menjadi beban Xu Xiaoyao.
“Tuan, hati-hati” ucap Bai Xue dengan sedikit berat.
“Em, kau tetap disini, bantu Pisces untuk mengurus kota” kata Xu Xiaoyao sambil memegang pundak Bai Xue.
“Em” Angguk Bai Xue mengerti.
“Baiklah, kalau begitu aku akan pergi” kata Xu Xiaoyao pamitan.
Xu Xiaoyao mulai berjalan keluar dari mansion, meninggalkan semua hubungan dirinya dengan Bai Xue dan lainnya.
“Tunggu dulu, sepertinya ada hal yang aku lupakan ?” pikir Xu Xiaoyao tiba-tiba.
Mencoba mengingat, hal apa yang dia lupakan, namun pada akhirnya tidak ada hal yang dia ingat.
“Sudahlah, tidak ada hal penting lagi sepertinya” geleng Xu Xiaoyao yang tidak mengingat apapun.
Xu Xiaoyao mulai terbang menuju ke hutan terlarang sendirian.
…
Saat Xu Xiaoyao pergi, 3 orang datang mengunjungi mansion kota, 3 orang itu tidak lain adalah Tang Du, cao Jing dan Jing Jia.
“Masuk cepat” kata Cui Pei menyuruh dua temannya masuk.
“Kok aku, kaulah yang pertama masuk” balas Tang Du.
“Udah, mari kita masuk bersama, Tuan Xu pasti sudah menunggu kita di dalam” kata Jing Jia dengan ketus.
Akhirnya mereka tiga serentak masuk ke dalam mansion.
Saat mereka masuk, Suasana mansion sangat sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.
“Kemana semua orang ? bukankah ada banyak orang kemarin disini ?” tanya Jing Jia yang bingung.
__ADS_1
“Mana aku tahu, kita baru saja masuk, darimana aku mengetahuinya” balas Tang Du yang juga bingung.
“Kalian ada apa kemari ?”
Suara lembut terdengar memanggil mereka bertiga.
Ketika mereka melihat ke arah sumber suara, mereka mengenali siapa itu, itu adalah Bai Xue.
Walaupun mereka tahu identitas asli Bai Xue, tapi mereka sama sekali tidak berani mengatakannya.
“Nona Bai, dimana Tuan Xu ?” tanya Tang Du langsung.
“Oh kalian mencari Tuan muda ?” tanya Bai Xue.
“Em, kami ada keperluan dengannya” ucap Cui Pei menjelaskan.
“Ah sayang sekali, Tuan Muda baru saja pergi” kata Bai Xue dengan nada menyesal.
“Kalau begitu, kapan akan kembali kira-kira” tanya Tang Du memastikan.
Mereka bertiga sedikit menjadi heran, mereka kurang paham dengan perkataan Bai Xue.
“Lantas kemana Tuan Xu pergi ? sehingga Nona Bai tidak tahu kapan kembali” tanya Jing Jia.
“Dia pergi ke dunia lain” jawab Bai Xue singkat.
Mereka bertiga terdiam sejenak setelah mendengarkan jawaban Bai Xue.
“Apa itu benar ?” tanya Cui Pei yang masih ragu.
“Apa menurutmu aku berbohong ?” tanya Bai Xue balik.
Di tatap oleh Bai Xue dengan serius, mereka akhirnya yakin.
“kan sudah kubilang untuk segera menemui tuan Xu, gara-gara kalian ini” ucap Tang Du kurang puas.
“Kok jadi menyalahkan aku, ini gara-gara kalian juga yang terlalu banyak pertimbangan” kata Jing Jia mengelak.
__ADS_1
Perdebatan 3 orang itupun terjadi, mereka bertiga saling menyalahkan karena tidak berhasil menemui Xu Xiaoyao.
“Jangan ribut” ucap Bai Xue menenangkan.
“Ada keperluan apa sebenarnya kalian kesini ?” tanya Bai Xue.
“Kami ingin menyerahkan benda yang dipesan oleh Tuan Xu” kata Cui pei menjelaskan.
“Oh! ternyata itu, kalau begitu kalian bisa menitipkannya padaku” kata bai Xue.
Mereka bertiga saling melirik dan kemudian sepakat untuk menyerahkan benda pesanan Xu Xiaoyao pada Bai Xue.
“Nona Bai, tolong sampaikan pada Tuan Xu bahwa kami telah menyelesaikan permintaannya” kata Tang Du yang sedikit lesu.
“Baik, tenang saja, aku pasti akan menyampaikannya” angguk Bai Xue yang sudah menerima barang.
Mereka bertiga segera berbalik pergi ke belakang dengan sedikit lemas, padahal mereka berharap bisa bertemu dengan Xu Xiaoyao.
“Tuan, aku pasti akan menunggumu kembali” gumam Bai Xue pelan.
…
Hachim!
“Astaga, sepertinya aku terkena flu” Xu Xiaoyao yang terbang tiba-tiba bersin.
“Hm, sepertinya tempat itu jauh lagi dari sini” pikir Xu Xiaoyao.
Mengeluarkan token yang merupakan kunci untuk mengaktifkan Array, Xu Xiaoyao mencoba melacak lokasi Array.
“Mari kita lihat, apakah benda ini bisa mengarah ke lokasi Array” gumam Xu Xiaoyao.
Whuss!
Xu Xiaoyao mulai memasukan kekuatan hukum untuk menguji token.
Setelah beberapa saat menunggu, raut wajah Xu Xiaoyao akhirnya tersenyum lebar.
__ADS_1