Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.3 Bab.1 Pengetahuan dari abad 21


__ADS_3

Besok paginya, Xu Xiaoyao masih melakukan hal seperti membaca buku untuk mencari informasi. Karena baginya, semakin banyak informasi yang dimiliki, semakin mudah untuk membuat berbagai persiapan di masa depan,


Di pagi hari dia menikmati sarapan yang disediakan oleh para tahanan miliknya, setelah selesai sarapan, Xu Xiaoyao memperhatikan Xu jinhu dan Xiao Chen yang belum sadarkan diri, melihat mereka masih dalam kondisi semakin baik, Xu Xiaoyao kembali menuju ruangan pribadi untuk melanjutkan membaca.


Buku-buku yang dibaca XU Xiaoyao beragam jenis, mulai dari buku tentang sejarah alam Xuan Zhen, buku lagenda dan mitos yang ada, buku tentang pengetahuan herbal dan logam.


Berbagai buku sudah bertumpuk di dalam ruangan, walau buku itu tidak mencakup secara detail, tapi setidaknya buku-buku tersebut menambah wawasan Xu Xiaoyao.


Semua buku itu dikumpulkan oleh para tahanan Xu Xiaoyao. Xu Xiaoyao memberi tugas kepada beberapa tahanan agar mengumpulkan berbagai buku.


Waktu terus berjalan, Xu Xiaoyao asyik membaca buku. Hingga suatu suara memanggil XU Xiaoyao.


“Senior, para pengrajin dan orang yang kau minta telah aku temukan” ucap Suara tersebut.


Xu Xiaoyao mengenali suara siapa itu, itu adalah suara 101 yang diberikan tugas olehnya untuk mencari orang dengan keahlian khusus.


Xu Xiaoyao keluar dari ruangan dan menatap 101.


“Di mana mereka ?” tanya Xu Xiaoyao.


“Mereka semua ada di aula” jawab 101.


“Bagus, kamu bisa kembali ke ruangan ” perintah Xu Xiaoyao.


Xu Xiaoyao segera berjalan menuju Aula. Sedankang 101 kembali ke ruangannya.


Setibanya di Aula, Xu Xiaoyao melihat sekelompok pria paruh baya dan tua.


Xu Xiaoyao langsung berjalan duduk di kursi utama, sedangkan para pengrajin berdiri menyambut XU Xiaoyao.


“Salam Tuan Kota” ucap Mereka serempak.


Xu Xiaoyao yang baru duduk dan disambut dengan ucapan Tuan Kota sedikit terkejut.


Dia tidak tahu kenapa dirinya dipanggil tuan kota oleh mereka.


“Kalian semua, kenapa memanggil diriku tuan kota ?” tanya Xu Xiaoyao heran.


“Tuan, itu karena saat ini kau yang menguasai kota ini. Tuan Kota sebelumnya pergi dan kau yang menempati kediamannya, hal ini membuktikan kau mengambil alih kepemimpinan kota’ ucap seorang pria paruh baya.


“Apa kalian juga berpikiran sama ?” tanya Xu Xiaoyao.


“Benar” jawab yang lainnya serempak.

__ADS_1


Xu Xiaoyao sedikit terkejut dengan perkembangan yang terjadi. Pada awalnya dia hanya ingin menempati kediaman penguasa kota tanpa ada maksud untuk menjadi penguasa kota.


Tapi siapa sangka bahwa orang-orang kota akan menganggap dirinya menggantikan Penguasa kota sebelumnya , hanya karena dia menempati kediaman penguasa kota.


Xu Xiaoyao hanya bisa pasrah menerima fakta bahwa dia menjadi penguasa kota. Walaupun dia bisa menolaknya, tapi dia tidak mungkin bisa mengendalikan opini publik.


Bagi warga kota Changtian, di dalam pikiran mereka saat ini Xu Xiaoyao adalah penguasa kota.


Mudah bagi suatu yang terlihat diubah, namun sulit mengubah yang tidak terlihat. Jika Xu Xiaoyao menolak dan menyerahkan status penguasa kota pada orang lain, selama Xu Xiaoyao tetap berada di kota Changtian, dan tidak ada yang bisa mengalahkan nya, di dalam hati orang-orang akan selalu menganggap Xu Xiaoyao sebagai penguasa kota sebenarnya.


Saat Xu Xiaoyao masih dalam renungan, salah satu pengrajin berbicara pada Xu Xiaoyao.


“Tuan kota, walaupun kau sekarang mengambil alih kota, tapi karena penguasa kota sebelumnya kabur, mungkin kau akan mendapatkan masalah nanti. Menurut kabar, Kota Changtian ini berada di  bawah yurisdiksi Istana Abadi Surgawi, dan merupakan suatu kesatuan sebuah Dinasti besar”


Mendengar ucapan itu, Xu Xiaoyao bertanya penasaran dengan maksud perkataan orang itu.


“Maksudmu bagaimana ?” tanya Xu Xiaoyao heran.


“Maksudku, aku takutnya nanti tuan kota akan mendapatkan masalah dari Istana Abadi Surgawi, bagaimanapun tuan kota sekarang telah mengusir tuan kota sebelumnya, dan menguasai kota Changtian tanpa ada izin dari Istana Abadi Surgawi”


Mendengar penjelasan itu, Xu Xiaoyao mengerutkan kening tidak puas. XU Xiaoyao bukan merasa takut, tapi merasa kesal.


Hal yang dikesalkan Xu Xiaoyao adalah masalah yang terus mengganggu dirinya nanti. Dia tidak takut pada siapapun yang menantang dirinya, tapi bagi XU Xiaoyao mereka yang menganggap dirinya sama seperti suara nyamuk yang berbunyi di telinga ketika tidur.


“Tapi dimana aku menemukan seorang Kaisar ?”


Xu Xiaoyao hanya bisa melepaskan ide untuk membunuh Seorang Kaisar dimuka umum. Dimasa sekarang, seorang Kaisar sudah lama tidak muncul setelah kejadian 100.000 tahun lalu. jika adapun seorang Kaisar di era sekarang, mereka pasti berada di dalam kondisi tersegel dan tersembunyi, dan tidak mungkin bagi Xu Xiaoyao mencari seorang Kaisar hanya untuk menghalau pada lalat pengganggu.


“Mungkin aku hanya bisa menggunakan Seorang Supremes sebagai peringatan pada yang lainnya” gumam Xu Xiaoyao.


“Tapi sebelum itu, aku harus melaksanakan rencana awalku dulu”


Xu Xiaoyao kembali menatap para pengrajin dan mulai berbicara.


“Kalian tidak usah khawatir akan hal itu. Sekarang aku mengumpulkan kalian karena aku memerlukan bantuan kalian untuk membuat beberapa hal: ucap Xu Xiaoyao.


Kemudian Xu Xiaoyao mengeluarkan sebuah perkamen dari penyimpanan dan menyerahkannya pada para pengrajin.


“Di dalam gulungan itu ada benda yang ingin aku kalian ciptakan, bentuk dan detailnya tertulis jelas di dalam gulungan. Kalian lihatlah dulu” ucap Xu Xiaoyao memberitahu.


Para pengrajin membuka gulungan yang diberikan XU Xiaoyao. Mereka mulai memeriksa apa yang tercatat dalam gulungan tersebut.


Setelah selesai memeriksa setiap gulungan, para pengrajin merasa takjub dengan apa yang tertulis di dalam gulungan, mereka seperti menemukan sebuah pengetahuan baru.

__ADS_1


Para pengrajin saat ini sangat antusias, mereka saat ini seperti menemukan dunia baru yang belum terjamah.


Para pengrajin itu sendiri terdiri dari,Ahli Penempa, pembuat tembikar, dan seorang arsitek.


Ahli tempa menemukan teknik baru dalam menempa, seperti teknik Penempaan palu, Penempaan timpa, Penempaan upset, Penempaan tekan / penempaan pres, Penempaan rol, dan Penempaan dingin, selama ini dia hanya menempa menggunakan teknik spiritual, melebur logam di dalam tungku dan mulai mencetaknya langsung hingga berbentuk apa yang diinginkan. tapi dengan teknik yang tertulis di dalam gulungan, dia menemukan bahwa setiap teknik punya kelebihan dan kelemahan masing-masing.


Sedangkan pembuat tembikar takjub dengan teknik pembuatan Kaca dan cermin. Di dunia ini cangkir selalu terbuat dari tembikar ataupun kayu yang dipahat. Namun apa yang tercatat di dalam gulungan membuka pemaham baru tentang penggunaan pasir.


Sedangkan satu orang terakhir yang merupakan arsitek, dia sangat takjub dengan desain rumah yang tergambar di dalam gulungan. Bentuk bangungan yang terlukis di gulungan sangat berbeda dengan desain pada umumnya, walau bentuknya petak-petak, tapi setiap petak tersebut membuat kesatuan menjadi lebih indah.


Saat mereka bertiga masih dalam keadaan terkagum, Xu Xiaoyao tersenyum puas dengan reaksi mereka.


“Hm, itu semua adalah pengetahuan abad 21. Kalian manusia udik kuno yang hanya tahu berkultivasi, bagaimana kalian bisa mengetahui kehebatan kebijaksanaan manusia di abad 21” gumam XU Xiaoyao bangga.


Xu Xiaoyao memberikan gulungan itu karena telah mengetahui bahwa manusia di dunia ini sangat lama berkembang untuk menemukan jarum suntik, rumah dengan konsep modern futuristik, dan teknik penempaan yang lebih maju.


Sedangkan hingga saat ini, Xu Xiaoyao belum menemukan rumah yang memakai kaca sebagai hiasan rumah. adapun benda yang mirip kaca, itu tidak lain adalah sejenis kristal yang terbentuk dari alam.


Dengan pengetahuan tersebut, XU Xiaoyao yakin, mereka bisa membuat benda yang dia inginkan.


“Hm, jika aku memberi tahu mereka tahu cara membuat karet dan plastik, pasti mereka akan semakin terkejut” gumam Xu Xiaoyao sambil mengelus dagu.


“Tidak, 2 benda itu tidak bisa muncul di dunia ini, di Bumi plastik menjadi penyebab rusaknya alam” Xu Xiaoyao tiba-tiba menolak ide tersebut.


Xu Xiaoyao sangat puas dengan pengetahuan dari abad 21 yang dia berikan, jika dia memberitahukan hal lain yang berasal dari abad 21, mungkin dunia ini akan mengalami nasib yang sama dengan bumi, dimana masalah ekosistem akan menjadi sangat serius.


Xu Xiaoyao sendiri, mengetahui hal-hal tersebut karena selama dia hidup dibumi, dia selalu menjadi Freelancer dan bekerja serabutan, semua pengetahuan itu dia dapat dari pekerjaan serabutannya.


Ditambah, Xu Xiaoyao sangat suka membaca buku pengetahuan, jadi untuk hal-hal seperti membuat kaca, Xu Xiaoyao masih mengetahui prosesnya.


Saat Xu Xiaoyao masih mengagumi hasil kinerjanya, tiba-tiba ketiga orang itu memancarkan fluktuasi spiritual, dan aura spiritual tiba-tiba tersedot dengan sangat drasitis ke dalam tubuh mereka.


Xu Xiaoyao terkejut dengan apa yang terjadi.


“Menerobos ?” gumam Xu Xiaoyao heran.


Setelah membaca banyak buku, XU Xiaoyao paham bahwa ketika seseorang menerobos ke ranah yang lebih tinggi, terkadang akan tercipta badai spiritual disekitar mereka yang menerobos.


“Aku tidak menyangka mereka menerobos hanya dengan membaca itu” desah Xu Xiaoyao heran.


….


Terima kasih semuanya yang telah mensupport author dengan Like, Comment, Gift dan Vote. Yuk bisa Yuk, 1 orang 1 like pada 1 chapter.

__ADS_1


__ADS_2