
Setelah insiden itu, berita tentang apa yang terjadi dalam perjamuan mulai tersebar diantara para penduduk kota mulai tersebar bagai jerami yang terbakar di jerami kering.
Para warga kota tidak menyangka bahwa Tuan Kota mereka yang baru akan sangat berani melawan 3 Asosiasi besar.
Dan hal itu semakin heboh ketika para pelayan Xu Xiaoyao membawa mayat Ma Tong yang tanpa kepala untuk dipajang di tengah kota.
Ketika mayat Ma Tong dipajang di tengah kota, para warga menghirup udara dingin. Mereka semakin yakin bahwa penguasa kota yang sekarang sedang menunjukan kekuatannya.
Di dalam pikiran mereka saat ini, tindakan Xu Xiaoyao memiliki dua arti. Pertama menunjukan kekuasaannya, bahwa di kota Changtian ini dialah yang berkuasa.
Kedua, Penguasa kota jelas menantang Asosiasi yang selama ini selalu tinggi dan sombong.
…
Di Kediaman Penguasa kota.
Xu Xiaoyao membawa tubuh Liang YU yang tidak sadarkan diri ke kamarnya.
“Hmp, tunggu saja, setelah urusan ini selesai, nasibmu mungkin berubah, tapi itu semua tergantung keberuntungan dirimu” gumam Xu Xiaoyao sambil mengikat tubuh Liang Yu.
Xu Xiaoyao keluar dari kamar dan menemui tahanan miliknya.
“kalian berdua, jaga wanita itu. Jangan biarkan dia kabur, jika ada kesalahan dalam penjagaan, nasib kalian akan kubuat lebih mengerikan daripada sebuah kematian” ucap Xu Xiaoyao memberi perintah dengan sedikit ancaman.
Mereka yang diberi tugas oleh Xu Xiaoyao hanya bisa mengikuti arahan Xu Xiaoyao.
Setelah beberapa hari bersama Xu Xiaoyao, mereka mulai memahami perilaku Xu Xiaoyao. Selama mereka tidak menolak atau melawan perintah Xu Xiaoyao, mereka bisa menjamin hidup mereka.
Di samping itu, mereka agak bersyukur selama beberapa hari bersama Xu Xiaoyao, walaupun mereka dibatasi kebebasannya, namun mereka mendapatkan sesuatu yang hanya bisa dinikmati oleh para Patriark.
Menikmati daging monster tingkat tinggi setiap hari, bahkan Patriark mereka tidak memiliki perawatan itu, dengan mengorbankan kebebasan mereka, asalkan bisa menikmati daging monster tingkat tinggi tiap hari, maka tidak masalah mereka menjadi tahanan.
Karena manfaat dari daging monster tingkat tinggi sangatlah penting bagi kemajuan kultivasi mereka.
Dengan pertimbangan hal ini, membuat mereka tidak terlalu mempermasalahkan status mereka sebagai tahanan, malah sebagian dari mereka bersyukur bisa menjadi bawahan Xu Xiaoyao.
Tapi jika mereka mengetahui rencana Xu Xiaoyao yang akan menjadikan mereka kelinci percobaan, mungkin saat ini mereka akan memilih kabur sebisa mungkin walaupun kesempatan hidup sangatlah kecil.
“Baik Senior, kami akan menjaga orang ini” jawab salah satu tahanan.
“Bagus” angguk Xu Xiaoyao.
Kemudian Xu Xiaoyao berjalan menuju ke arah gerabang Mansion, seolah sedang menunggu sesuatu.
…
Di Asosiasi Formasi.
Fu Han dengan wajah pucat buru-buru masuk ke dalam Asosiasi untuk melaporkan apa yang terjadi pada Ketua Asosiasi.
Tindakan Fu Han yang terburu-buru menimbulkan tanda tanya pada anggota Asosiasi yang lainnya.
“Kenapa dengan Fu han ?”
“Benar, ada yang salah dengan tingkah Fu Han”
__ADS_1
“Apa sesuatu terjadi pada perjamuan itu ?”
Para anggota Asosiasi bertanya-tanya apa yang terjadi pada Fu han, namun mereka tidak bisa menebak dengan jelas.
Fu Han segera berlari ke ruangan Ketua Asosiasi Formasi.
Dengan wajah panik dia langsung membuka pintu ruangan ketua Asosiasi.
Saat dia membuka pintu, di dalam ruangan sudah ada Ketua Asosiasi Formasi bersama orang lain yang sedang berbicara.
Ketua Asosiasi Formasi yang terganggu dengan tindakan Fu Han menatap Fu Han dengan tajam.
“Apa yang kau lakukan dengan lancang!” bentak Ketua Asosiasi tidak senang.
“Kakek jangan marah, ada kabar buruk!” ucap Fu Han menjelaskan dengan nada takut.
Ketua Asosiasi Formasi tidak lain adalah kakeknya Fu Han, bernama Fu Hai.
“Apa yang buruk ? cepat jelaskan” ucap Fu Hai tidak sabar.
“Kakek, tuan kota yang baru sama sekali tidak menganggap kita. Ma Tong sudah mati, dan Saudari Liang Yu sekarang ditahan di kediaman Tuan Kota” ucap Fu han menjelaskan.
“Apa!!!”
Fu Hai berteriak marah, dan pria yang menjadi teman bicaranya juga ikut berteriak marah.
“Katakan padaku, apa yang terjadi sebenarnya di sana” ucap pria itu tidak sabar.
“Tenang saudara Liang, biarkan cucuku menjelaskan apa yang terjadi dulu” ucap Fu Hai menenangkan.
Liang Feng sendiri adalah Ketua Asosiasi Dokter kota Changtian.
Fu Han mulai menjelaskan kejadian yang terjadi di tempat Xu Xiaoyao. Setelah Fu Han menjelaskan kejadian itu.
Baik Fu Hai dan Liang Feng menjadi sangat marah, terutama Liang Yu.
Anaknya yang merupakan satu-satunya keturunannya ditahan, dan nasibnya kini belum diketahui.
“Bajingan! aku tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan baik” ucap Liang Yu dengan marah.
“Saudara Fu, aku pamit dulu. Aku harus segera menyelamatkan anak ku” ucap Liang Yu berpamitan.
“Tunggu saudara Liang, aku akan pergi denganmu juga” ucap Fu Hai.
Akhirnya Fu Hai bersama Liang Feng bergegas pergi menuju kediaman Xu Xiaoyao.
…
Berita tentang Ma Tong yang dipajang di tengah kota akhirnya sampai di telinga orang-orang Asosiasi Alkemis.
Berita itu membuat marah para orang-orang Asosiasi Alkemis. Mereka segera bergerak menurunkan mayat Ma Tong dan membawanya ke Asosiasi Alkemis.
Saat Mayat Ma Tong tiba di Asosiasi Alkemis. Ketua Asosiasi Alkemis melirik mayat Ma tong dengan wajah yang marah.
“Bagus sekali tuan kota yang baru, bukan berniat untuk membuat hubungan yang baik, tapi malah bertindak dengan sombong” ucap Ketua Asosiasi dengan geram.
__ADS_1
“Dengarkan, Semuanya yang berada di di atas Alam Hukum Dharma, yang lain tetap disini dan makamkan tubuh Ma Tong. Ikut denganku pergi ke rumah Tuan Kota. Kali ini kita akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan karena bertindak bodoh menyinggung Asosiasi Alkemis” ucap Ketua Asosiasi Alkemis geram.
Ketua Asosiasi segera bergerak menuju kediaman Tuan kota bersama para elite nya.
…
Semantara itu, Tang Du dengan panik berusaha menemui Ketua Asosiasi Penempa. Tapi karena Ketua Asosiasi penempa dalam kondisi titik kritis terobosan, dia sama sekali tidak bisa diganggu
“Aduh, apa yang harus aku lakukan” gumam Tang Du bingung.
“Apa aku harus mengganggu ketua ? tapi jika aku mengangganggunya, mungkin ketua akan gagal menembus” ucap Tang Du khawatir.
Saat Tang Du, wakil Ketua Asosiasi Penempa melihat kepanikan Tang Du yang gelisah maju mundur di depan ruangan Ketua Asosiasi.
“Tang Du, ada apa denganmu ? kenapa kau gelisah ?” tanya Wakil ketua Asosiasi.
Tang Du melihat wakil ketua akhirnya menjadi sedikit cerah sedikit.
“wakil Ketua Yu. Aku ada hal yang sangat mendesak perlu diberitahu padamu” ucap Tang Du buru-buru.
“Ada apa emangnya ?” tanya Wakil Ketua Yu heran.
Tang Du mulai bercerita tentang apa yang terjadi. Setelah mendengarkan itu, Wakil Ketua Du menjadi serius.
“Ini sangat rumit, Kita tidak bisa bertindak sembarangan” Ucap Wakil Ketua Yu.
“Jadi apa yang harus kita lakukan ?” tanya Tang Du.
“hm, sudahlah. Mari kita pergi dulu, mungkin kita bisa menjadi penengah untuk mereka” ucap Wakil Ketua Yu membuat keputusan.
“Dan biarkan ketua menerobos, kita tidak bisa mengganggunya” ucap Wakil Ketua Yu.
…
Di kamar dagang 4 lautan.
Qian Ruyan juga bertindak, dia segera menghubungi kakeknya dan menceritakan apa yang terjadi. Qian Ruyan bertanya pada kakeknya terkait apakah mereka akan imut campur atau tetap diam tidak ikut campur.
“ini terlalu rumit, jika hanya satu saja, kita bisa menengahi dengan mudah, tapi kali ini tiga sekaligus” ucap Qian Shu rumit.
“Jadi kek, apa yang akan kita lakukan ?” tanya Qian ruyan.
“Hmp…” Qian Shu berpikir panjang.
“Kau pergilah bersama Ni Ju, coba menjadi penengah konflik ini. Biarkan Ni Ju menunjukan kekuatan sejatinya pada mereka”
“Dan usahakan kita senetral mungkin agar tidak menyinggung semua pihak” ucap Qian Shu Mengingatkan.
“Baik kek” jawab Qian Ruyan.
…
Sementara itu Xu Xiaoyao dengan wajah tenang berdiri di depan gerabang mansion sambil menatap langit, seolah sedang menanti sesuatu.
Walau wajahnya tenang, tapi di dalam hatinya sedikit bergejolak. karena apa yang dia lakukan ini sebenarnya adalah latihan untuk dirinya sendiri, agar terbiasa bersikap tegas dan sedikit kejam.
__ADS_1
“Fiuh! Aku harus membiasakan hal seperti ini, agar perasaanku dan pikiranku tidak selalu dihantui rasa-rasa bersalah karena membunuh. Di dunia ini hanya yang kuat yang bisa membuat peraturan, yang lemah menjadi makanan yang kuat” ucap Xu Xiaoyao membuat tekad.