Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.2 bab.5 Kota Changtian


__ADS_3

Di pagi yang cerah, dengan wajah yang masih penuh senyumanan. Xu Xiaoyao pergi meninggalkan Hutan terlarang menuju kota terdekat dengan mengendarai Xu Jinhu.


Duduk di punggung Xu Jinhu, Xu Xiaoyao masih jatuh dalam lamunan.


“Apa yang harus aku lakukan di dunia ini ?”


“Apa aku harus mengejar hegemoni seperti di novel-novel itu ?”


“Sepertinya tidak perlu, Kaisar suci saja tidak bisa menahan satu telunjuk jariku. Mungkin yang aku bisa perjuangkan di dunia ini hanya memanen nilai domain sebanyaknya, walau dunia penuh dengan keajaiban, tapi tetap saja tidak sebaik dunia modern yang penuh dengan berbagai hiburan”


“Dan untuk wanita itu, cepat atau lambat aku akan mencari tahu siapa dia. Setelah berhasil merebut kepolosanku, dia pergi tanpa ada sebuah kata pertanggung jawaban”


“Ketika kami bertemu lagi, disitu aku akan memberinya pelajaran. Akan aku tunjukan kehebatan manusia modern abad 21”


Xu Xiaoyao melamun dengan berbagai banyak hal di dalam pikirannya.


Mulai dari bagaimana dia akan menjalani hidup di dunia ini, mencari tahu cara cepat menaikan nilai domain.


Saat Xu Xiaoyao dalam lamunan, suara Xu Jinhu membawa Xu  Xiaoyao kembali ke kenyataan.


“Tuan, sebentar lagi kita akan tiba di kota” ucap Xu Jinhu mengingatkan.


Xu Xiaoyao segera tersadar dan melirik sebuah kota dengan tembok yang sangat tinggi di depannya.


“Jinhu, apa kau bisa mengubah ukuran dirimu ? membawamu ke dalam kota dengan ukuran sebesar ini akan menarik perhatian orang lain” ucap Xu Xiaoyao.


“Tentu saja, salah satu kemampuanku adalah mengatur ukuran tubuhku” jawab Xu Jinhu memberi kepastian.


“Baiklah, sekitar 1000 meter dari kota, kita akan berjalan agar tidak menarik terlalu banyak perhatian orang lain” ucap Xu Xiaoyao.


Akhirnya mereka mulai mendekati kota, dan Mereka mulai berjalan kaki. Xu Jinhu mengubah ukurannya menjadi sebesar kucing.


Sekitar 15 menit berjalan, akhirnya mereka tiba di pintu gerbang kota.


Saat mereka akan masuk, penjaga gerbang kota menghentikan mereka.


“Berhenti! serahkan biaya masuk kota” ucap Penjaga mengingatkan.


Xu Xiaoyao terdiam, dia tidak tahu akan ada hal seperti ini.


“Penjaga, berapa biaya masuk kota ?”tanya Xu Xiaoya.


“Satu orang dan satu hewan peliharaan. Totalnya menjadi 15 batu roh tingkat rendah” ucap penjaga.

__ADS_1


Xu Xiaoyao yang mendengar itu menjadi bingung, dia sama sekali tidak memiliki batu roh. Saat Xu Xiaoyao kebingungan, Xu Jinhu mengingatkan Xu Xiaoyao.


“Tuan, bukankan kita ada batu roh yang berasal dari orang-orang yang kita hadapi semalam?” ucap Xu Jinhu mengingatkan.


“Benar! kalau begitu cepat keluarkan. aku tidak sempat mengambilnya semalam” Xu Xiaoyao berkata pada Xu Jinhu untuk mengeluarkan batu roh.


Xu JInhu segera mengeluarkan batu roh melalui cincin penyimpanan miliknya.


Setelah memberi batu roh, Xu Xiaoyao akhirnya memasuki kota.


Saat memasuki kota bagian dalam, suasana kuno dan antik sangat terasa.Melihat berbagai bagunan dengan architektur kuno, seakan membawa Xu Xiaoyao ke zaman kuno dibumi.


“Kota Changtian ini sangat mirip dengan bumi kuno” gumam Xu Xiaoyao.


Xu Xiaoyao sangat mengagumi kota Changtian. Saat pertama kali melihat kota Changtian dari luar, Xu Xiaoyao sudah sangat tertarik, dan pada saat dia melihat gerbang masuk kota, dan sebuah plakat yang bertuliskan Kota Changtian, Xu Xiaoyao tidak bisa memuji dan takjub.


Kaligrafi yang digunakan untuk menuliskan Kota Changtian sangatlah indah dan mendominasi. Walau Xu Xiaoyao tidak paham akan kaligrafi, tapi dia dapat menilai dari segi estetikanya.


“Jinhu, karena kita telah berada di kota, sebaiknya kita mencari penginapan dahulu. Untuk itu, bisakah kau menyerahkan sebagian batu roh milikmu untuk membayar biaya penginapan” pinta Xu Xiaoyao.


“Baik tuan”


Xu Jinhu kemudian menyerahkan cincin penyimpanan miliknya.


Walau dia tak terkalahkan, tapi masih terbatas pada fisik nya yang luar biasa, tapi tidak dengan hal-hal yang seperti penggunaan spiritual.


“Jinhu, aku tidak butuh cincinnya, cukup kau keluarkan batu rohnya” ucap Xu Xiaoyao sambil menutupi fakta dia tidak bisa membuka cincin spasial.


Xu Jinhu yang masih belum paham dengan kondisi Xu Xiaoyao hanya patuh tanpa ada curiga sama sekali dengan kelainan Xu Xiaoyao. Xu Jinhu segera mengeluarkan semua batu spiritual di dalam Cincin spasial.


Saat semua batu roh keluar, Xu Xiaoyao dalam kondisi tidak siap. Semua batu spiritual tertumpuk di hadapannya.


Xu Xiaoyao yang melihat ini dengan tergesa-gesa segera menyimpannya ke dalam ruangan penyimpanan system.


“Jinhu, bisakah lain kali kau memberi aba-aba. Untung aku tidak terlambat, jika kita lalai sedikit, mungkin akan diperhatikan orang lain” gumam Xu Xiaoyao mengingatkan.


“Baik” angguk Xu Jinhu menatap Xu Xiaoyao aneh.


Saat Xu Xiaoyao akan berangkat, tiba-tiba seorang bocah kecil dengan pakaian lusuh datang menghampiri Xu Xiaoyao.


“Tuan, apa kau membutuhkan pemandu kota ? cukup 3 batu roh tingkat rendah, aku akan membawamu berkeliling kota satu hari. Tidak ada yang aku tidak tahu di kota ini” ucap bocah itu.


Xu Xiaoyao menghentikan geraknya dan melirik bocah yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Xu Xiaoyao merasa bahwa bocah ini muncul disaat yang tepat. Karena dia masih belum paham situasi kota, jadi tidak ada salahnya memakai jasa pemandu.


“Oke, kalau begitu bawa aku menuju ke penginapan terbaik di kota ini” ucap Xu Xiaoyao menyetujui tawaran bocah itu.


“Baik tuan, kalau begitu ikuti aku” ucap bocah itu dengan senang.


Bocah itu segera memimpin Xu Xiaoyao dan Xu Jinhu. Sepanjang jalan bocah itu mengenalkan berbagai hal kepada Xu Xiayao.


Nama bocah tersebut adalah Xiao Chen, dia hidup di  kota changtian bersama sebatang kara, mengandalkan tekad dan keberaniannya untuk bertahan hidup dengan menjadi pemandu bagi orang-orang yang berkunjung.


Saat Xu Xiaoyao bertanya tentang orang tuanya, Xiao Chen hanya bisa menjawab tersenyum mengatakan bahwa dia lahir yatim piatu. Namun Xu Xiaoyao bisa melihat kesedihan dan ada sebuah rahasia dari mata polos Xiao chen.


Xu Xiaoyao tahu bahwa tidak pantas menanyakan hal pribadi, dia menghentikan mencari lebih tahu.


Dari Xiao Chen, Xu Xiaoyao tahu di kota Chang tian dikuasai oleh penguasa kota Ling Qiu diikuti dengan 3 keluarga besar, Zhao, Chen, dan Gu.


Namun di kota Changtian, masih ada kekuatan lain yang tidak bisa di senggola oleh 3 keluarga besar maupun penguasa kota.


Kamar dagang empat lautan adalah kekuatan tersebut, Sebuah kamar dagang yang memiliki seluruh cabang di alam xuan zhen. Sebuah kekuatan raksasa yang tidak bisa di senggol oleh siapapun kecuali yang setingkat dengan mereka.


Tapi walaupun begitu, Kamar dagang empat lautan selalu  bersifat netral, mereka tidak pernah berpihak kepada fraksi manapun, mereka hanya berpihak pada mereka yang bisa memberikan untung.


Akhirnya, Xiao Chen membawa ke penginapan milik kamar dagang empat lautan, yang merupakan penginapan paling mewah di kota Changtian.


“Tuan, ini penginapan milik kamar dagang empat lautan, yang merupakan penginapan terbaik di kota. Tapi biaya untuk satu malam menginap paling murah sekitar 10 batu roh tingkat rendah” ucap Xiao Chen memberi tahu.


mendengar itu, Xu Xiaoyao memeriksa jumlah batu roh miliknya. Setelah mengetahui bahwa batu rohnya cukup, Xu Xiaoyao segera masuk.


“Ayo masuk” ajak Xu Xiaoyao.


Saat Xu Xiaoyao masuk, Xiao Chen hanya berdiam diri tidak bergerak, seolah dia tidak berani masuk.


“Ayo masuk, kenapa masih disitu” tanya Xu Xiaoyao heran.


“Tuan, orang sepertiku tidak mungkin bisa memasuki tempat seperti penginapan ini” ucap Xiao Chen sadar diri.


“Siapa yang bilang ? tenang saja, aku akan manggung biayamu. Besok aku masih membutuhkan bantuanmu untuk berkeliling kota” ucap Xu Xiaoyao dengan jelas.


Xu Xiaoyao jelas tidak suka diskriminasi, sebagai penduduk bumi, hal-hal seperti pembedaan seseorang hanya berdasarkan penampilan, sangatlah tidak bisa dia terima.


Karena dia sudah bertekad untuk menyewa jasa Xiao Chen, maka Xiao Chen akan berada di bawah naungannya, jadi kemana dia pergi, Xiao Chen akan mengikuti.


Xiao Che yang di desak oleh Xu Xiaoyao akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam penginapan.

__ADS_1


Tapi saat mereka akan masuk, sebuah suara sumbang terdengar dari belakang.


__ADS_2