
Xiao Chen terdiam memikirkan persamaan yang dimaksud Xu Xiaoyao. Setelah berpikir cukup lama, Xiao Chen mulai memahami apa yang dimaksud Xu Xiaoyao.
“Pondasi!” jawab Xiao Chen dengan kuat.
“Benar, persamaan antara membangun rumah dan berkultivasi itu terletak pada pondasinya” angguk Xu Xiaoyao dengan mulut melengkung.
“Baik itu berlatih ataupun membangun rumah, diperlukan adanya pondasi sebagai dasar. Semakin bagus dan kokoh pondasi, maka semakin bagus kuat pula rumah yang akan kita bangung. Begitu juga dalam berkultivasi ataupun berlatih teknik. Selama kita menguasai teknik secara sempurna dan extremes, maka jalan untuk menguasai teknik yang lebih tinggi akan semakin mudah” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan.
“Maksudnya gimana guru ?” tanya Xiao Chen penasaran.
Xu Xiaoyao melihat ke arah Xiao Chen dengan menggelengkan kepala dengan tersenyum sedikit.
“Kita ambil contoh, dalam teknik tinju, hanya memiliki beberapa gerakan saja sebagai dasar dari segalanya, dan sisanya itu merupakan kombinasi” ucap Xu Xiaoyao dengan serius.
“Perhatikan ini, ini adalah teknik dasar dari meninju” ucap Xu Xiaoyao yang mulai siap mempraktekan teknik dasar meninju.
“Pertama adalah Jab” ucap Xu Xiaoyao sambil melakukan Jab.
“Kedua adalah, Straight”
“Ketiga adalah Cross”
“Keempat adalah Uppercut”
“kelima adalah Hook”
Xu Xiaoyao memperagakan 5 teknik yang paling umum dalam bertinju, semua teknik yang diperagakan merupakan apa yang pernah dia lihat dalam pertandingan tinju.
Xiao Chen melotot penuh dengan konsentrasi setiap kali Xu Xiaoyao melakukan gerakan tinju.
“Inilah teknik yang dasar yang perlu kau kuasai hingga extreme, selama kau bisa menguasai ini hingga extreme, maka semua jenis teknik tinju akan menjadi mudah untuk kau kuasai” ucap Xu Xiaoyao menerangkan.
“Apa kau paham ? jika sudah paham kau bisa melatih teknik tinju dasar hingga mahir terlebih dahulu, setelah itu guru akan memberikan buku yang berisikan teknik lanjutan meninju” tanya Xu Xiaoyao kembali ke Xiao Chen.
“Murid mengerti ajaran Guru” Angguk Xiao Chen yang sudah memahami maksud Xu Xiaoyao.
__ADS_1
“Bagus, kalau begitu silahkan berlatih lagi setelah selesai sarapan.” ucap Xu Xiaoyao sambil mengajak Xiao Chen untuk sarapan.
Xu Xiaoyao segera bergerak kembali ke dalam mansion bersama Xiao Chen. Ketika mereka tiba di ruang makan, Bai Xue sedang merapikan meja makan.
“Tuan!” seru Bai Xue yang melihat kedatangan Xu Xiaoyao.
“Em” angguk Xu Xiaoyao menanggapi.
Xu Xiaoyao duduk di kursi utama sembari menantikan Bai Xue menyelesaikan menyajikan makanan. Xiao Chen duduk di kursi biasa tempat dia duduk.
Tak beberapa lama, Bai Xue selesai menyiapkan seluruh hidangan. Xu Xiaoyao kemudian mulai memimpin sarapan pagi.
…
Setelah selesai sarapan pagi, Xu Xiaoyao mengajak kembali Xiao Chen ke halaman. Kali ini dia ingin memberi arahan tentang kehidupan di dunia kultivasi, dan tentunya semua hal yang akan dikatakan oleh Xu Xiaoyao ini berasal dari novel yang pernah dia baca.
Merangkum semua hal yang paling relevan yang ada di dalam novel, Xu Xiaoyao menjadikan hal tersebut sebagai hal pembelajaran untuk Xiao Chen.
Di halaman, Xu Xiaoyao berdiri dengan khidmat sambil memandang Xiao Chen yang duduk bersila.
“Murid paham” angguk Xiao Chen dengan serius.
“Dengarkan baik-baik” ucap Xu Xiaoyao sambil mengambil sikap untuk berbicara.
“Dalam dunia ini, tidak ada yang benar-benar jahat, dan tidak ada yang benar-benar baik” ucap Xu Xiaoyao dengan nada tenang.
Xiao Chen terdiam dengan perkataan Xu Xiaoyao yang sedikit sulit dipahami. Melihat bahwa Xiao Chen masih bingung tidak memahami, Xu Xiaoyao kembali melanjutkan.
“Baik dan jahat itu semua tergantung pada sudut pandang, bagi musuhmu kau adalah penghalang jalan mereka untuk mencapai puncak dan kau dianggap sebagai sesuatu yang harus mereka singkirkan, dan bagimu, musuhmu adalah sesuatu yang harus kau hilangkan demi sebuah jalan yang mulus”
“Yang benar-benar kejahatan murni itu tidak pernah memandang apa itu Evil Dao atau tidak, kejahatan sejati berasal dari dalam Hatimu” dengan nada yang tegas, Xu Xiaoyao berbicara secara langsung kepada Xiao Chen.
Xiao Chen merenung mencoba memahami maksud kata-kata Xu Xiaoyao, wajah Xiao Chen mengernyit karena tidak bisa memahami sepenuhnya apa yang dikatakan Xu Xiaoyao.
“Guru, apa maksudnya kejahatan sejati berasal dari dalam hati ?” tanya Xiao Chen yang bingung.
__ADS_1
Xu Xiaoyao tersenyum mendengar pertanyaan Xiao Chen.
“Kejahatan sejati itu tidak pernah melihat apakah kau seorang yang berasal dari fraksi lurus ataupun fraksi Evil. Malah, orang-orang yang berasal dari fraksi evilah yang memiliki hati yang jelas” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan.
Xiao Chen semakin bingung dengan ucapan akhirnya bertanya lagi, karena apa yang dikatakan Xu Xiaoyao tidak sesuai dengan apa yang diketahui olehnya.
“Guru, kenapa kau berkata seperti itu, jelas bahwa fraksi evil itu adalah kumpulan orang-orang jahat, tapi kenapa lebih baik daripada mereka yang berada di jalan lurus ?” tanya Xiao Chen dengan ketidaksetujuan.
Xu Xiaoyao tersenyum sedikit, memahami apa yang ada yang dipikirkan oleh Xiao Chen.
“Mereka yang berada di fraksi jahat, memiliki warna yang jelas akan hati mereka. Mereka hitam dan tidak ada warna lain yang perlu dipertanyakan. Berbeda dengan fraksi lurus, walaupun mereka berkata tentang kebenaran dipermukaan, tapi dibelakang itu semua itu, terkadang mereka melakukan hal kotor yang bertentangan dengan apa yang mereka tampilkan di permukaan” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan dengan mata menyipit tajam.
“Hal kotor apa yang mereka lakukan ?” tanya Xiao Chen yang semakin tidak paham.
Xu Xiaoyao kemudian menjelaskan apa yang dimaksud kepada XIao Chen.
“Hal kotor yang sering kali dilakukan oleh Fraksi lurus, antara lain seperti mereka di permukaan bertindak untuk kebaikan dunia, tapi di belakang itu semua, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan”
“Seperti, jika ada seorang jenius tanpa latar belakang, namun tidak bisa mereka dapatkan untuk sekte mereka, mereka terkadang tidak akan segan untuk berusaha melenyapkan jenius tersebut. Belum lagi mereka terkadang berkomplot satu sama lain hanya untuk keuntungan mereka sendiri, tanpa memandang itu teman atau bukan” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan dengan sangat serius.
Kemudian Xu Xiaoyao diam sebentar dan kembali melanjutkan berbicara.
“Dulu, ada seorang Kaisar yang sangat dihormati oleh semua orang, menekan satu era hanya dengan satu tangan, tapi Kaisar itu akhirnya mati, apa kau tahu siapa yang membunuh kaisar itu ?” tanya Xu Xiaoyao dengan menatap Xiao Chen
Xiao Chen berpikir, dan sebuah pikiran tidak yakin muncul dalam benaknya.
“Apa yang membunuhnya bukan berasal dari fraksi jahat ?” jawab Xiao Chen sedikit tidak yakin.
“Benar, Kaisar itu dibunuh oleh istrinya sendiri yang bekerja sama dengan orang lain. Pembunuh itu direncanakan dengan sangat baik, hingga Kaisar itu tidak menyangka bahwa istrinya akan tega membunuhnya” ucap Xu Xiaoyao dengan melankolis.
Xiao Chen tercengang, dia tidak menyangka seorang Kaisar akan mati ditangan orang yang dicintainya sendiri. Hal ini membuat Xiao Chen semakin paham apa yang dimaksud oleh Xu Xiaoyao.
“Kaisar tidak mati ditangan musuhnya, tapi mati ditangan orang yang paling dia cintai. Sampai sini apa kau paham dengan perkataan guru bahwa kejahatan sejati itu berasal dari Hati ?” tanya Xu Xiaoyao memastikan.
...
__ADS_1