Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.4 Bab.8 Menyelesaikan Buku Pegangan Dasar Untuk Xiao Chen


__ADS_3

Xiao Chen yang ditinggalkan Xu Xiaoyao di halaman terus berlatih teknik tinju dasar yang diajarkan oleh Xu Xiaoyao dengan penuh keseriusan. Tidak ada lelah yang terpampang di wajahnya, hanya ada semangat yang membara terus berkobar di dalam dirinya.


Bagi Xiao Chen, semakin dia menguasai teknik tinju dasar, maka dia semakin dekat dengan kesempurnaan dalam setiap teknik nantinya. Semua itu berdasarkan apa yang dikatakan Xu Xiaoyao.


Sedangkan Xu Xiaoyao sendiri masih sibuk merumuskan buku latihan untuk pegangan Xiao Chen.


Berbagai kertas sudah berserakan di lantai, tiap kertas yang berserakan di lantai penuh dengan corat-coret dari teknik yang dirumuskan Xu Xiaoyao untuk Xiao Chen.


“Tidak, bukan seperti ini gambarnya”


“Salah lagi…”


“Benar, kali ini pas”


Gumanan suara Xu Xiaoyao terus bergema pelan di ruangan laboratorium. Sesekali dia memasang wajah rumit, dan sesekali juga memasang wajah yang senang.


Walaupun Xu Xiaoyao punya kemampuan penguasa hukum, tapi hal itu tidak berguna untuk hal-hal yang sifat seperti membuat catatan ataupun merumuskan sesuatu yang rumit.


Xu Xiaoyao dengan raut wajah yang penuh keseriusan tidak ada rasa lelah dalam dirinya, walaupun hal yang dilakukan Xu Xiaoyao sebenarnya tidak terlalu berguna bagi para cultivator di dunia ini.


Tapi demi membuat Xiao Chen terpedaya, Xu Xiaoyao harus melakukannya.


“Sedikit lagi, hanya perlu membuat penjelasan dengan kata-kata yang sulit dimengerti, maka semua catatan ini bisa aku serahkan pada Xiao Chen.


Xu Xiaoyao tersenyum puas melihat tumpukan catatan yang sudah selesai dikerjakan, walaupun terlihat biasa saja, tapi dengan retrorika kata-kata yang indah dan membingungkan, hal ini akan membuat kesan bahwa setiap catatan yang dibuat mengandung makna yang dalam.


“Selesai juga” ucap Xu Xiaoyao lega.


“Dengan begini aku sudah bisa menyerahkan ini kepada Xiao Chen, dan setelah dia menerima ini, dia bisa pergi menjelajah ke dunia luar, sedangkan aku bisa menetap disini dengan proyek evolusi” gumam Xu Xiaoyao sambil mengangguk anggukan kepalanya.


“Sekarang, aku harus keluar untuk menemui dia”

__ADS_1


Xu Xiaoyao kemudian pergi dengan membawa catatan yang sudah dijilid menjadi sebuah buku.



Di luar saat ini hari telah malam, Xu Xiaoyao yang baru keluar dari ruangan laboratorium tidak menyangka dia akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengarah buku catatan latihan dasar.


“Sudah malam ternyata” gumam Xu Xiaoyao.


Kemudian Xu Xiaoyao mulai mencari  keberadaan Xiao Chen. Dalam seketika Xu Xiaoyao mengetahui bahwa Xiao Chen sedang berada di halaman belakang berlatih kultivasi.


“Oh, kali ini dia tidak berlatih teknik” seru Xu Xiaoyao.


Xu Xiaoyao kemudian berpindah langsung menuju lokasi Xiao Chen menggunakan kekuatan Ruang.


Saat Xu Xiaoyao tiba, Xiao Chen sama sekali tidak menyadarinya, dia tetap berkultivasi dengan penuh ketenangan.


Xu Xiaoyao yang melihat ini memperhatikan dengan seksama setiap gerakan Xiao Chen.


Kemudian Xu Xiaoyao memperhatikan lebih detail lagi , dan dia menemukan bahwa ada ritme khusus pada setiap kali Xiao Chen bernafas.


“Ternyata benar, ritme pernafasan inilah yang membuat perbedaan pada setiap teknik kultivasi” angguk Xu Xiaoyao yang semakin paham.


Xiao Chen yang dari tadi berkultivasi tiba-tiba merasa ada sesuatu yang memperhatikannya. Dia pun membuka matanya karena tidak bisa fokus setelah merasa terganggu.


“Ahhhh…” teriak Xiao Chen terkejut.


Xiao Chen terkejut ketika membuka matanya, hal itu dikarenakan wajah Xu Xiaoyao tepat di depan wajahnya.


“Guru, apa yang kau lakukan ?” ucap Xiao Chen yang masih terengah-engah.


“Tidak ada, hanya memperhatikanmu berkultivasi” jawab Xu Xiaoyao tak berdosa.

__ADS_1


“Tapi kenapa kau memperhatikan begitu dekat ?” tanya Xiao Chen yang tidak yakin.


“Oh itu, guru hanya ingin melihat caramu bernafas” jawab Xu Xiaoyao langsung.


“Caraku bernafas ?, bukankah cara kita semua sama dalam bernafas ?” tanya Xiao Chen yang merasa aneh.


“Kau tidak mengerti, ilmumu belum sampai pada tahap itu” balas Xu Xiaoyao yang mengelak.


“Lupakan saja, sekarang beristirahatlah. Besok ada hal yang ingin guru sampaikan lagi, dan jangan terlalu berlebihan dalam berlatih, tubuhmu bukan sesuatu yang bisa bekerja selalu, mereka tetap butuh istirahat” ucap Xu Xiaoyao mengingatkan dengan serius.


Xiao Chen yang disuruh istirahat menangguk dan kemudian bangkit untuk beristirahat.


“Baik, murid paham” ucap Xiao Chen sambil pamitan.


Melihat Xiao Chen sudah pergi, Xu Xiaoyao hanya tersenyum kecut.


“Sial, untung saja aku pandai mengelak, jika tidak aku bakal malu” gumam Xu Xiaoyao dengan mulut tersungging dikit.


“Baiklah, masih ada hari esok, malam ini pun aku harus beristirahat dengan baik”


Xu Xiaoyao kemudian kembali ke kamarnya, dan untuk menyerahkan buku pegangan dasar pada Xiao Chen, Xu Xiaoyao memutuskan akan diserahkan besok. Malam ini rasanya kurang tepat untuk menyerahkan buku tersebut.


...


Halo semuanya, selamat menunaikan Ibada Puasa bagi yang menjalankannya.


Dan pada Volume 4 ini, Author akan lebih banyak menyorot perjalanan Xiao Chen, karena tidak ada hal menarik selain penilitian Xu Xiaoyao di dalam Kekosongan.


Jadi Selama Vol.4 ini, Kita akan menyaksikan Sudut Pandang Xiao Chen, murid Xu Xiaoyao yang pertama.


Dan bakal banyak misteri terkuak sedikit dalam perjalan Xiao Chen ini. Semoga Semua terhibur.

__ADS_1


__ADS_2