
Saat awan kesengsaraan muncul di kota sebelumnya, para warga sudah ketakutan setengah mati.
Karena mereka semua tahu bahwa, Kesengsaraan surgawi sangat berbahaya. Untungnya Kesengsaraan surgawi tiba-tiba pergi dari kota changtian, hal ini membuat semua masyarakat kota menjadi lebih bersyukur.
“Syukurlah, sepertinya Tuan kota tidak jadi melewati Kesengsaraan disini”
“Benar, jika kesengsaraan terjadi disini, mungkin sebagian dari kota bakalan hancur”
“Tapi, apa yang menyebabkan Penguasa kota mengalami Kesengsaraan Surgawi ?”
Para warga kota bertanya-tanya dan bingung tentang hal yang membuat Kesengsaraan surgawi turun diatas Mansion Penguasa kota.
Di Kamar dagang 4 lautan, Qian Ruyan menatap ke arah Xu Xiaoyao berada.
“Siapa dia sebenarnya ? kenapa kesengsaraan surgawi muncul ?” gumam Qian Ruyan penasaran.
Qian Ruyan yang telah kehilangan ingatannya sebagian, mulai memahami beberapa hal yang terjadi sebelumnya, dia semakin tidak bisa menebak identitas Xu Xiaoyao.
Qian Ruyan yakin sekarang, bahwa Xu Xiaoyao bukanlah Kultivator dengan teknik kultivasi dari era pertama umat manusia.
Tentu saja Qian Ruyan menebak semua ini setelah mencerna ulang semua informasi yang ada tentang Xu Xiaoyao di dalam catatan khusus.
Walaupun dia tidak bisa mengingat kejadian yang membuatnya pingsan kemarin, tapi berkat catatan-catatan itu, Qian Ruyan bisa menebak 1 atau 2 hal dengan pasti.
saat Qian Ruyan sedang termenung melihat ke arah Xu Xiaoyao berada, suara suara lembut memanggil Qian Ruyan.
“Sister Ruyan, apa yang kau lamunkan ? kenapa kau terus menatap ke arah dimana Kesengsaraan surgawi terjadi” ucap wanita itu penasaran.
Mendengar suara yang memanggilnya, Qian RUyan berbalik dan melihat ke arah sumber suara.
“Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan hal yang tidak penting” Balas Qian Ruyan sambil tersenyum.
__ADS_1
“Nah, Apa tidak ada kabar terbaru dari mereka ?” tanya Qian Ruyan kepada wanita tersebut.
Wanita itu menggelengkan kepalanya kemudian menjawab Qian Ruyan.
“Tidak ada berita terbaru, hanya saja kakekku sedang sedang bergerak kesini” jawab wanita itu.
“Oh Kekek Li Kong sedang kesini ?” seru Qian Ruyan kaget.
“Sepertinya kali ini akan terjadi sesuatu yang benar-benar luar biasa di kota ini. Untuk mencegah hal buruk terjadi, Feiyu lebih baik tidak kemana-mana saat ini” ucap Qian Ruyan mengingatkan.
Wanita yang menjadi lawan bicara Qian Ruyan tidak lain adalah Li Feiyu.
Li Feiyu yang baru saja tiba di kota Changtian, tidak segera melaksanakan rencana yang telah dibuat sebelumnya, bahkan kakeknya menghubungi dia agar tidak melaksanakan tugas itu dulu.
Walaupun Li Feiyu sedikit bingung kenapa misi digagalkan, tapi semenjak mendengar berita yang tersebar di kota, Li Feiyu bisa menebak, bahwa jika rencana itu dilaksanakan, mereka kamar dagang 4 lautan pasti akan terlibat masalah juga.
“Baik, aku tidak akan kemana-mana” angguk Li Feiyu.
Qian Ruyan tersenyum ke arah Li Feiyu kemudian menatap ke arah Xu Xiaoyao berada.
“Jika melihat kejadian berdasarkan berita yang beredar, maka sudah pasti udang dan naga mulai bercampur di kota ini” ucap Qian Ruyan dengan wajah rumit.
…
Di lokasi Xu Xiaoyao saat ini.
Xiao Chen dan Xu Jinhu semakin menunjukan tanda-tanda akan sadar.
Semakin kuat tanda vitalitas mereka, semakin gelap juga awan kesengsaraan di langit.
“Luar biar, Kesengsaraan surgawi hanya terjadi pada mereka yang menentang langit. Hal ini membuktikan bahwa salah satu diantara mereka atau mereka berdua akan menjadi sosok yang menantang langit” ucap Xu Xiaoyao takjub.
__ADS_1
…
Di dalam kesadaran Xiao Chen.
Xiao Chen yang sudah mendapatkan kembali kesadarannya, bingung dengan tempat yang dilihat olehnya.
“Dimana ini ? kenapa aku bisa berada disini ?”
Xiao Chen benar-benar bingung. Dia tidak bisa memahami kenapa bisa berada tempat yang misterius.
Saat Xiao Chen dalam keadaan bingung dan mulai menjelajahi ke sekitar, Xiao Chen akhirnya sampai pada suatu tempat yang membuat Xiao Chen tercengang.
“Apa ini ?” ucap Xiao Chen dengan mata melotot.
Xiao Chen melihat sebuah pagoda besar menjulang, dengan rantai besar yang mengikat pagoda setiap lantai nya.
Xiao Chen yang penasaran akhirnya mencoba mendekati Pagoda tersebut.
Saat Xiao Mendekati lantai pertama pagoda, rantai yang mengunci pagoda terbuka.
Xiao Chen terkejut dengan perubahan tersebut, namun saat Xiao Chen dalam kondisi terkejut, sebuah hisapan kuat menarik Xiao Chen ke dalam pagoda.
“Ahhhh!”
Xiao Chen berteriak ketakutan karena panik tiba-tiba terhisap ke dalam Pagoda.
...
Maaf semuanya, udh hari keempat badan author pegal,nyeri, ga enak badan dan tenggorokan sakit.
Jadi belum bisa maksimal dalam menulis cerita.
__ADS_1