
Setelah proses pencerahan selesai, Xiao Chen membuka matanya, dan dia merasakan bahwa tubuhnya setidaknya 2 kali lipat lebih kuat dari sebelumnya walaupun belum menembus ke alam Pemurnian Qi.
Xiao Chen meremas kedua tangannya untuk merasakan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya.
“Aku bertambah kuat lagi” seru Xiao Chen bersemangat.
“Apa ini kesempatan ini yang diberikan oleh Guru padaku ?” gumam Xiao Chen dengan takjub.
Xu Xiaoyao berjalan mendekati Xiao Chen dan kemudian bertanya.
“Bagaimana ? apa kau merasa luar biasa ?” tanya Xu Xiaoyao.
“Guru…” celetuk Xiao Chen.
“Guru, kesempatan yang kau berikan padaku sangatlah luar biasa, aku merasa bahwa tubuhku sangatlah kuat, bahkan aku merasa bahwa pikiranku saat ini sangatlah jernih” ucap Xiao Chen dengan yang penuh terima kasih.
“Bagus, dengan begitu kau bisa mudah dalam menjejaki jalan kultivasi. Namun, jika kau tetap disamping diriku, kau mungkin tidak benar-benar memahami apa itu kultivasi, jadi dalam beberapa hari ini, guru akan mengajari beberapa akal sehat, dan setelah itu semua selesai, kau akan pergi menempu perjalananmu sendiri” ucap Xu Xiaoyao memberitahu.
Xiao Chen awalnya cukup senang ketika Xu Xiaoyao akan membimbingnya, tapi dia menjadi sedih ketika Xu Xiaoyao dan dirinya akan berpisah.
“Guru, apa kau tidak menyukaiku ?” tanya XIao Chen dengan wajah sedih.
“TIdak, guru hanya tidak ingin kau menjadi seorang bunga di dalam rumah kaca. Kini saatnya aku menemukan Jalanmu sendiri dan Menjalani jalanmu, tugas guru hanyalah sebatas membimbing dirimu” ucap Xu Xiaoyao dengan wajah yang khidmat seolah seperti seorang yang penuh wibawa.
Xiao Chen yang mendengarkan penjelasan dari Xu Xiaoyao hanya bisa menerima ketentuan dari Xu Xiaoyao. Dengan wajah lemah, Xiao Che berbicara.
“Murid mengerti” ucap Xiao Chen patuh.
“Bagus, sekarang kau beristirahatlah dan tunggu jam makan malam” ucap Xu Xiaoyao sambil pergi keluar dari ruangan.
“Haaa…”
Xiao Chen menghela nafas panjang.
“Mungkin ini yang terbaik untukku, tidak mungkin aku selamanya berada disisi Guru. Terlebih lagi aku masih harus menemukan orang tuaku, tidak mungkin selamanya berada disisi guru” gumam Xiao Chen dengan wajah mengerti.
Setelah itu, Xiao Chen kembali melanjutkan memahami jalannya (DAO) setelah merasakan bahwa dia kini jauh lebih mudah memahami dibanding sebelumnya.
__ADS_1
…
Di ruangan makan, Xu Xiaoyao duduk dengan tenang dengan ditemani Bai Xue.
Tidak seperti Xiao Chen yang bingung ketika mengetahui bahwa mereka berada di kekosongan, Bai Xue terlihat lebih tenang dan bersikap biasa saja seolah apa yang terjadi adalah hal biasa.
“Tuan muda, sampai kapan kita berada di tempat ini ?” tanya Bai Xue yang penasaran.
“Hmm, sampai semua rencanaku selesai” jawab Xu Xiaoyao biasa saja.
“Terus, bagaimana dengan sayuran dan buah-buahan untuk kita konsumsi ? jika berada di tempat ini terus, maka stock persedian makanan pasti akan habis” tanya Bai Xue dengan wajah heran.
“Tenang saja, sekarang kau bawa sebagian sayuran dan biji-bijian kesini, aku akan menyelesaikan masalah itu” ucap Xu Xiaoyao dengan bibir melengkung.
Bai Xue yang bingung dengan segera berlari ke dapur untuk membawakan apa yang diminta oleh Xu Xiaoyao.
Selang beberapa lama, Bai Xue membawa keranjang yang dipenuhi dengan berbagai macam sayuran dan biji-biji buah.
“Baik, sekarang ikuti aku” ajak Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao bergerak ke halaman belakang dengan diikuti oleh Bai Xue yang membawa keranjang.
Tanah mulia bergetar, dan perlahan menggembur dibawah kendali Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao kemudian melirik sayuran dan biji-biji yang ada di dalam keranjang. Xu Xiaoyao melambaikan tangannya dan semua yang ada di dalam keranjang bergerak ke dalam lahan yang sudah digemburkan.
Semua sayuran dan Biji-biji buah tertanam dengan rapi hanya dalam sekejap saja, kemudian Xu Xiaoyao menggunakan kekuatan Hukum Kehidupan untuk merangsang vitalitas yang terkandung dalam setiap sayuran.
Sayuran yang semula layu, mulai menjadi segar. Akar mulai tumbuh menjalar ke dalam tanah, yang menandakan bahwa Sayuran telah menjadi hidup kembali.
Bukan hanya itu, sayuran juga terlihat lebih sehat dan bergizi dibanding sebelumnya. Biji buah-buahan yang ditanam mulai berkecambah, dan perlahan bertunas memunculkan pohon kecil.
Pertumbuhan tunas pohon terlihat jelas seperti sedang menyaksikan time lapse. Bai Xue yang menyaksikan ini ternganga dengan mata dan mulut melebar.
Walaupun dalam benaknya dia mengetahui Xu Xiaoyao hebat dan luar biasa, tapi dia tidak menyangka bahwa akan sangat sehebat itu, bisa membuat pohon tumbuh hanya waktu singkat.
“Selesai, dengan begini masalah sayuran dan buah-buahan selesai, dan jika stok daging kurang, kau bisa meminta lagi padaku” ucap Xu Xiaoyao memberitahu.
__ADS_1
Bai Xue yang terpukau dengan kemampuan Xu Xiaoyao segera berlari menuju lahan sayuran tumbuh, dalam kondisi bersemangat, Bai Xue memeriksa setiap sayuran.
Semakin dia memeriksa semakin dia terkejut dengan sayuran yang tumbuh. karena setiap sayuran yang tumbuh sangatlah segar dan sehat.
Bai Xue yang penasaran akhirnya mencoba mencicipi salah satu sayuran. Saat sayuran memasuki mulut Bai Xue, dia sudah merasakan kekuatan spiritual yang terkandung di dalam sayuran memasuki tubuhnya.
“Sayuran spiritual, ini jelas sayuran spiritual” seru Bai Xue berteriak karena terkejut.
Dengan mata yang masih melebar, Bai Xue terus mencoba setiap sayuran. Semakin dia terus mencoba, hasilnya sama. Setiap Sayuran yang tumbuh merupakan Sayuran spiritual, dan ini merupakan makanan khusus bagi para cultivator.
Padahal sebelumnya, sayuran yang ditanam berasal dari sayuran biasa. Mata Bai Xue yang berbinar menatap Xu Xiaoyao dengan kekaguman.
“Tuan, bagaimana kau bisa membuat semua ini ? jelas ini sebelumnya adalah sayuran biasa, tapi sekarang mereka berubah menjadi sayuran spiritual” tanya Bai Xue yang penasaran.
Xu Xiaoyao hanya tersenyum sambil mengangkat alisnya.
“Hehehe, hal ini sangat mudah bagiku, selama kau memiliki kekuatan yang cukup, maka kau juga bisa melakukan hal yang serupa” ucap Xu Xiaoyao merendah.
Bai Xue kagum dengan Xu Xiaoyao yang sangat luar biasa dan tetap rendah hati walaupun bisa melakukan apa saja.
“Tuan, makanan telah siap disajikan” ucap seorang budak tiba-tiba.
“OH!, kalau begitu kau panggil Xiao Chen diruangannya” ucap Xu Xiaoyao memberi perintah.
“Kalau begitu kita kembali dulu ke ruang makan” ajak Xu Xiaoyao pada Bai Xue.
Xu Xiaoyao segera berjalan menuju ruangan makan bersama Bai Xue, sedangkan budak Xu Xiaoyao pergi memanggil Xiao Chen yang berada di dalam ruangan.
…
Di dalam ruangan Xiao Chen.
Xiao Chen masih terus membaca buku-buku. Kini buku sejarah tentang para kaisar yang dibaca oleh Xiao Chen.
“Ternyata, hampir seluruh Kaisar memiliki satu kesamaan, mereka semua pada awalnya adalah orang-orang yang ditinggalkan dan diremehkan. Namun, mereka tetap gigih dan tidak tunduk pada keadaan, sehingga mereka mampu merebut posisi Kaisar” gumam Xiao Chen yang sudah semakin paham dengan jalannya.
“Tuan Kecil, kamu di panggil tuan ke ruangan makan” ucap Seorang budak dari luar.
__ADS_1
Xiao Chen segera meninggalkan semua buku yang dibaca olehnya dan segera memenuhi panggilan Xu Xiaoyao setelah mendapatkan panggilan.