
Kedua sosok itu tidak lain adalah Qian Ruyan dan Nenek Ju. Mereka sangat kaget dengan perubahan anak harimau.
Terutama Nenek Ju, dia sama sekali tidak bisa memprediksi perubahan anak harimau yang dia lihat. Walau pada awalnya dia merasa anak harimau itu luar biasa, tapi belum sampai ke tahap seperti apa yang dia lihat.
Sebagai Holy King, dia gagal mendeteksi kemampuan anak harimau, hal ini membuktikan bahwa garis keturunan anak harimau tersebut luar biasa.
“Nona muda, sepertinya anak harimau itu benar-benar melampaui perkiraanku” ujar ***** Ju.
“Nenek Ju, aku rasa itu bukan lagi lagi anak harimau, tapi sudah menjadi dewasa” gumam Qian Ruyan.
“Benar, dengan ukuran seperti itu, itu tidak bisa lagi dikatakan anak harimau, tapi kenapa binatang roh itu mau mengikuti manusia biasa ?” ucap Nenek Ju sedikit heran.
Pada saat Qian Ruyan dan Nenek Ju sedang dalam kondisi terkejut. Di bawah, Xu Xiaoyao hanya tersenyum melihat keterkejutan Chen Biao dan pasukannya.
“Hahaha, Surprise Mother F*cker!”teriak Xu Xiaoyao.
Semua orang yang berada disitu terkejut dengan kemunculan Xu JInhu yang besar, mereka tidak sempat memahami apa kata yang diucapkan Xu XIaoyao. Saat ini mereka terfokus pada Xu JInhu yang dikira anak harimau, ternyata seekor monster besar.
Chen Biao sama sekali tidak bisa bergerak, tubuhnya kaku akibat aura intimidasi Xu Jinhu.
Xu JInhu yang sudah menampakan diri tanpa banyak kata mulai menyerang anak buah Chen Biao terlebih dahulu.
“Ahh ampun”
“Tolong… tolong.. tolong”
“Lepaskan aku, aku memiliki anak umur 1 bulan dan ibu berusia 80 tahun untuk diberi makan”
“Tuan harimau, lepaskan aku, aku akan menjadi kaki anjingmu”
Berbagai teriakan kesedihan muncul dari setiap anak buah Chen Biao. Setiap kali Xu JInhu bergerak, Anak buah Chen Biao akan kehilangan nyawanya.
Tidak memakan waktu terlalu lama, kini tumpukan mayat dan potongan tubuh manusia berserakan di tanah.
Chen Biao Yang melihat ini gemetaran dan merasakan tubuhnya lemas, keringat dingin membanjiri seluruh badannya. Sedangkan itu Xu Xiaoyao yang belum benar-benar terbiasa dengan adegan pembantaian, dan melihat potongan tubuh manusia, merasa sedikit mual.
Xu Xiaoyao berusaha menahan perasaan ini, karena dia sudah mulai berpikir, jika ingin hidup di dunia ini, dia harus terbiasa dengan hal seperti pembantaian ataupun mutilasi.
Sedangkan Xiao Chen sendiri ketakutan gemetaran, kakinya lemas hingga membuat dirinya terduduk di tanah.
Xu Jinhu berjalan perlahan mendekati Chen Biao dan menatapnya dengan mata pembunuh.
Chen Biao sangat ketakutan, hidupnya saat ini seperti tergantung di seutas tali. Chen Biao menatap Xu JInhu dan tertunduk memohon ampun.
“Tuan Harimau, selamatkan hidupku”
__ADS_1
“Aku akan melakukan apapun, mohon ampuni aku”
Chen Biao memohon ampun untuk keselamatanya, hanya ini cara yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan nyawanya saat ini.
Xu Xiaoyao perlahan mendekati Chen Biao.
Dengan wajah yang main-main, Xu Xiaoyao menatap Chen Biao dan kemudian berbicara.
“Chen Shao ? bagaimana pilihan ketiga ini ? bagus bukan ?” uja r Xu Xiaoyao bertanya.
Chen Biao merasa sangat marah, tapi dia hanya bisa memohon dengan berlutut kepada Xu Xiaoyao. Karena hanya Xu Xiaoyao yang bisa melepaskannya.
“Tuan, tolong selamatkan aku. Selama kau melepaskan aku, aku akan memberikan semua hal yang kau inginkan”
Chen Biao memohon dengan nada ketakutan pada Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao tersenyum sinis melihat sikap Chen Biao.
“Hehehe, apa yang bisa kau berikan padaku jika melepaskanmu ?” tanya Xu Xiaoyao dengan wajah riang.
Chen Biao merasa sedikit senang ketika melihat Xu Xiaoyao tertarik.
“Hmp! tunggu saja, selama aku kembali ke Klan, aku akan menyiksamu” gumam Chen Biao dalam hati.
“Yah sepertinya menarik” angguk Xu Xiaoyao.
Chen Biao semakin bersemangat ketika melihat Xu Xiaoyao mengangguk. Hal ini berarti dia bisa diselamatkan.
“Manusia tetaplah manusia, tunggu saja ketika aku sampai di Klan. Disaat itu aku akan yang akan menyiksamu” gumam Chen Biao dalam hati.
Namun saat Chen Biao dalam kondisi hati yang bahagia, Xu Jinhu yang dari tadi diam melompat dan langsung menggigit kepala Chen Biao.
Crash!
Suara kepala pecah terdengar dari mulut Xu Jinhu.
Buk!
Tubuh Chen Biao yang tanpa kepala jatuh dan menjadi dingin seketika.
“Selesai, Jinhu. ayo segera kita pergi dari sini” ucap Xu Xiaoyao kepada Xu Jinhu.
Xu Jinhu segera kembali ke wujud anak harimaunya dan bersembunyi di balik jubah Xu Xiaoyao.
“Nak, ayo segera pergi dari sini, sebelum ada orang lain yang melihat”
__ADS_1
Xu Xiaoyao menyadarkan Xiao Chen yang masih terduduk di tanah.
Xiao Chen segera tersadar setelah di ingatkan, dari awal sampai akhir dia benar-benar tidak bisa memahami apa yang terjadi.
Xiao Chen yang masih dalam keadaan pucat mulai mengikuti Xu Xiaoyao. Xiao Chen Yang masih dalam keadaan takut, sebenarnya ingin mengatakan beberapa hal, tapi karena dia masih shock dengan kejadian yang terjadi, dia menahan niatnya.
Di Langit, Qian Ruyan dan Nenek Ju benar-benar tercengang dengan keberanian Xu Xiaoyao.
“Aku tidak menyangka orang itu berani membunuh anggota keluarga Chen” gumam Qian Ruyan.
“Nona Muda, bukankah lebih baik kita segera merebut daripada menunggu keluarga Chen bertindak ? tanya Nenek Ju.
“Tidak, maka akan jauh lebih baik jika keluarga Chen bergerak. Dengan begitu kita lebih mudah untuk membuat kesepakatan dengan anak itu. Kita hanya membutuhkan Binatang roh itu” ucap Qain Ruyan.
“Binatang roh dengan garis keturunan murni bahkan ada kemungkinan termasuk Divine Beast. Untuk hal ini tidak masalah menunggu sedikit lebih lama” ujar Qian Ruyan penuh perhitungan.
“Nenek Ju, ayo kembali. Cukup suruh orang untuk mengawasi pergerakan anak itu” ucap Qian Ruyan.
Setelah itu Qian ruyan pergi bersama nenek ju ke kamar dagang 4 lautan.
…
Xu Xiaoyao yang berjalan kini tidak ada ekspresi bahagia ataupun sedih. Ketika Xu Jinhu membunuh Chen Biao dan anak buahnya. Dia mendapatkan pemberitahuan dari system.
Sayangnya nilai domain yang dia kumpulkan sangatlah sedikit.
“Ugh! membunuh sekelompok sampah ataupun kelompok orang berjubah hitam sama sekali tidak menambah nilai domain secara signifikan. AKu harus mencari tahu cara mendapatkan nilai domain secara cepat. Membunuh tidak sangat efisien untuk mengumpulkan nilai domain”
Dengan wajah yang datar Xu Xiaoyao mulai mencari tempat untuk istirahat dengan bantuan Xiao Chen.
….
Rumah Keluarga Chen.
Di ruang aula jiwa keluarga Chen, sebuah Plakat jiwa tiba-tiba pecah. Hal ini membuat penjaga yang menjaga menjadi terkejut.
“Apa! sebuah plakat jiwa pecah” teriak penjaga panik.
Ketika dia melihat plat milik siapa itu, penjaga itu semakin panik.
“Sialan! ini milik Tuan muda kedua” seru penjaga.
“Aku harus segera melaporkan ini kepada patriark”
Penjaga itu segera berlari keluar untuk melaporkan pada Patriark keluarga Chen.
__ADS_1