
Di ruang makan, Xu Xiaoyao bersama dengan Xiao Chen dan Bai Xue makan dengan tenang tanpa ada satupun dari mereka yang berbicara.
Setelah makan malam selesai, Xu Xiaoyao berdiri dan mengajak Xiao Chen untuk pergi ke halaman depan.
“Baiklah Xiao Chen, malam ini guru akan mengajari pengetahuan dasar bertahan hidup di dunia kultivasi ini. Sekarang kau ikuti guru” ucap Xu Xiaoyao sambil mengajak Xiao Chen keluar.
Xiao Chen hanya patuh mengikuti Xu Xiaoyao yang sudah bergerak duluan menuju halaman. Sementara itu Bai Xue tetap tinggal di ruang makan merapikan sisa makanan.
…
Di halam depan dengan disinari cahaya bulan, walaupun bulan sama sekali tidak ada di kekosongan.
Xu Xiaoyao berdiri dengan meletakan tangannya di belakang punggung
“Xiao Chen, apa kau tahu hal terpenting dalam dunia ini ?” tanya XU Xiaoyao dengan membelakangi Xiao Chen.
Xiao Chen menggaruk kepalanya dan memasang raut wajah yang bingung.
“Kekuatan ?” jawab Xiao Chen dengan tidak yakin.
“Benar, tapi bukan itu yang paling utama“ ucap Xu Xiaoyao sambil menggelengkan kepala.
“Kalau bukan itu, lantas apa ?” tanya Xiao Chen yang heran.
Xu Xiaoyao tersenyum dan kemudian menghadap Xiao Chen.
“Disini!” ucap Xu Xiaoyao sambil menunjuk hati Xiao Chen.
“Jantung!?”gumam Xiao Chen sedikit heran.
Plak!
“Bodoh! itu hati, Hati Dao milikmu, bukan jantung!” bentak Xu Xiaoyao sambil memukul kepala Xiao Chen karena kesal.
“Aduh!” celutuk Xiao Chen sambil menggosok kepalanya yang dipukul Xu Xiaoyao.
“Tanpa adanya Hati Dao yang kokoh, kau tidak akan pernah bisa mencapai puncak Kultivasi, kehilangan Hati Dao, sama saja seperti kau menghilangkan jalanmu sendiri. jadi kau harus menjaga Hati Dao milikmu agar tetap kokoh dan tidak hancur” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan.
“Hati Dao…” bisik Xiao Chen pelan sambil merenung.
Xiao Chen merenung dan mulai memahami tentang Hati Dao. Xu Xiaoyao yang melihat ini tersenyum.
“Heh, aku tidak menyangka anak akan jatuh kedalam periode perenungan begitu mudah, apa mungkin ini efek tambahan fisik khusus miliknya ?” gumam Xu Xiaoyao menebak.
“Sudahlah, lebih baik tinggalkan saja dia disini”
Xu Xiaoyao kemudian meninggalkan Xu Xiaoyao sendirian di halaman dengan kondisi yang masih dalam pemahaman.
Xu Xiaoyao yang merasa sudah sedikit mengantuk memutuskan untuk kembali ke kamar miliknya.
Kreek!
Suara derit pintu terbuka terdengar di tengah keheningan malam. Setelah masuk ke dalam kamar, Xu Xiaoyao langsung mengganti pakaian miliknya dengan pakain tidur.
Saat Xu Xiaoyao beranjak menaiki tempat tidur, dia merasakan ada sesuatu di dalam selimut. Karena penasaran, Xu Xiaoyao menarik selimut.
“Apa! Bai Xue!” teriak Xu Xiaoyao kaget.
Bai Xue tersenyum manis dengan manja melihat Xu Xiaoyao yang kaget.
“kau! apa yang kau lakukan disini?” tanya Xu Xiaoyao yang bingung dengan tingkah Bai Xue.
__ADS_1
Tampilan Bai Xue saat ini benar-benar membuat Xu Xiaoyao garuk-garuk kepala, pasalnya. dia hanya mengenakan daleman tipis, dan hampir membuat seluruh tubuhnya terbentuk secara jelas dimata Xu Xiaoyao.
“Tuan, bukannya sudah seharusnya aku menghangatkan tempat tidurmu ?” tanya Bai Xue sambil membuka ikatan rambutnya.
Rambut yang tergerai bebas, membuat tampilan bai Xue semakin panas. Hal ini jelas membuat Xu Xiaoyao yang pria normal menjadi bangkit.
Setelah pikir panjang, Xu Xiaoyao menghela nafas dan membuat keputusan.
“Haaa…”
“Karena sudah begini, maka mau apa lagi dibilang. Gas ajalah!” ucap Xu Xiaoyao sambil melompat ke tempat tidur.
“Ahh!” teriak Bai Xue centil karena dipeluk Xu Xiaoyao.
“Kenapa kau berteriak, bukankah kau yang menginginkan ini ?” tanya Xu Xiaoyao dengan Bai Xue dipelukannya.
Bai Xue mendekatkan kepalanya di dada Xu Xiaoyao karena malu.
“Gadis nakal harus dihukum” ucap Xu Xiaoyao menggoda.
Xu Xiaoyao kemudian mencium bibir ceri manis Bai Xue.
“Um, Um” desah lembut Bai Xue.
Xu Xiaoyao semakin bertindak tidak jujur. Tangannya bergerak bebas seperti akar yang menjalar ke segala arah, hingga akhirnya menyentuh hutan kecil dekat lembah berair.
“Ahh…” teriak Bai Xue.
Xu Xiaoyao yang mendengar teriakan ini semakin bersemangat untuk bertarung.
Xu Xiaoyao kemudian menggunakan teknik khusus, hanya dalam waktu singkat, semua yang menempel pada tubuh Bai Xue sudah terbang melayang ke lantai.
“Elus dengan halus” bisik Xu Xiaoyao dengan lembut di telinga Bai Xue.
Bai Xue menuruti Xu Xiaoyao, dengan hati-hati dia merawat adik kecil itu. Xu Xiaoyao merasakan sensasi merem melek saat Bai Xue merawat dirinya.
Xu Xiaoyao yang tidak tahan lagi, akhirnya menelentangkan Bai Xue.
“Tahan sedikit” ucap Xu Xiaoyao.
“Em” angguk Bai Xue pelan.
Whusss!
Tut tut!!!
Kereta api shinkansen dengan cepat menerobos terowongan.
“Ahhh” teriak Bai Xue sambil memeluk Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao yang paham mulai memompa secara pelan. Perlahan-lahan Bai Xue mulai beradaptasi, dan XU Xiaoyao mulai menaikan tempo kecepatan miliknya.
Suara-suara merdu terus keluar dari mulut Bai Xue, diimbangin suara tepuk becek.
Pertempuran dua jenis manusia malam itu terjadi sangat dahsyat, hingga membuat kamar sedikit berantakan.
…
Esok paginya, Xu Xiaoyao bangun dengan kondisi segar, dan dia melihat bahwa Bai Xue sudah tidak ada lagi disampingnya.
“Mungkin dia sudah pergi ke dapur” gumam Xu Xiaoyao sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian Xu Xiaoyao memeriksa dimana Bai Xue berada dan kondisi Xiao Chen.
Di dalam benak Xu Xiaoyao terlihat Bai Xue sedang memasak bersama para budak miliknya, sedangkan Xiao Chen sudah berlatih di halaman.
“Hmm” angguk Xu Xiaoyao yang sudah paham.
Xu Xiaoyao segera bangkit dan mulai merapikan dirinya. Setelah selesai merapikan diri, Xu Xiaoyao segera berpindah secara langsung ke halaman tempat Xiao Chen.
…
Di halaman, Xiao Chen masih berlatih teknik tinju.
Malam sebelumnya dia berhasil membuat Hati Dao nya semakin kokoh hingga hampir menyublim secara sempurnah.
Sekarang ini XIao Chen sedang berlatih teknik tinju yang berasal dari salah satu teknik yang berasal dari mansion penguasa kota.
“Hiat…”
Suara Latihan Xiao Chen menggema kuat di halaman.
“Apa yang kau latih ?” tanya Xu Xiaoyao yang tiba-tiba muncul.
“Guru!” seru Xiao Chen yang kaget akan kedatangan Xu Xiaoyao tiba-tiba.
“Aku berlatih teknik tinju dasar” jawab Xiao Chen memberitahu.
“Teknik tinju dasar” angguk Xu Xiaoyao mengerti.
“itu cocok untukmu, lebih baik kau menguasai teknik tinju dasar hingga extreme,setelah itu berhasil, maka kau akan bisa menguasai segala jenis teknik tinju lainnya” ucap Xu Xiaoyao memberi tahu.
Xiao Chen dengan tatapan tidak percaya ragu dengan perkataan Xu Xiaoyao.
Xu Xiaoyao tersenyum melengkungkan mulutnya.
“Guru akan memberi arahan padamu sedikit. Jika kau membangun sebuah rumah kayu, maka apa yang pertama kali kau bangung ?” tanya Xu Xiaoyao kepada Xiao Chen.
“Tentu saja rangka awalnya dulu” jawab Xiao Chen dengan pasti.
“Benar, tapi bagaimana jika membangun rumah dari batu ? apa yang pertama kali kau bangun ?” tanya Xu Xiaoyao sekali lagi.
“Tentu saja pondasi awal dulu” jawab Xiao Chen dengan lugas.
Xiao semakin bingung dengan pertanyaan Xu Xiaoyao yang menurutnya tidak ada hubungan dengan Teknik yang dilatih.
“Lantas, jika kau ingin membangun sebuah istana besar, apa yang pertama kali kau bangun ?” tanya Xu Xiaoyao sekali lagi.
Xiao Chen kali ini sedikit berpikir sejenak.
“Em, tentu saja itu Pondasi dasar” jawab Xiao Chen dengan sungguh.
“Benar, itu masih pondasi. Maka apa perbedaan rumah dan istana besar ?” tanya Xu Xiaoyao dengan mata sedikit menyipit.
“Yah tentu saja itu terletak pada Pondasinya, dan ukuran bangunannya” jawab Xiao Chen polos.
Xu Xiaoyao tersenyum puas mendengar jawaban Xiao Chen.
“Lantas, apa kau tahu letak persamaan latihan dengan membangun sebuah rumah ?” tanya Xu Xiaoyao sekali lagi.
“Persamaannya ?” gumam Xiao Chen sambil merenung.
Xiao Chen mulai merenung untuk mencoba mencari tahu kesamaan antara Pembangunan rumah dan latihan.
__ADS_1