
“Kau! apa yang kau lakukan pada Wang Shao? wah, kini riwayatmu tamat” bentak seorang pengikut Wang Shao.
“Pelayang, kalian harus segera menangkap orang ini, bukankah kalian harus melindungi pelanggan” teriak anak buah Wang Gemuk.
Resepsionis sedikit bingung, dia bingung memutuskan tindakan apa yang akan dia ambil.
Wang gemuk yang tercampak bangkit dan berdiri dengan susah. Wajahnya terlihat sangat kesal.
Menatap Xiao Chen, Wang Shao segera berteriak dengan keras.
“Aku ini pelanggan tingkat silver, apa begini perlakuan kalian padaku ?” teriak Wang Shao sambil mengeluarkan token berwarna silver khas Kamar dagang 4 lautan.
Melihat token itu, Resepsionis segera paham harus melakukan apa.
“Keamanan! cepat tangkap bocah ini” teriak Resepsionis.
Xiao Chen merengut tidak puas, jelas dia hanya membela diri dan bukan dia yang menyerang pertama kali.
“Apa-apaan ini! aku jelas korban, tapi kalian menuduhku yang melakukan pertama kali” teriak Xiao Chen tidak senang.
Keamanan penginapan segera datang dan bersiap membawa Xiao Chen. Wang Gemuk tertawa puas melihat dia berhasil menyingkirkan Xiao Chen.
Xiao Che yang geram tiba-tiba teringat benda yang mirip punya Wang Gemuk walaupun warnanya tidak sama di dalam penyimpanannya. sejauh ini dia hanya mengetahui token hingga tingkat emas dan tidak pernah mendengar ada token dengan warna emas-ungu, tapi Xiao Chen yakin itu jauh lebih berharga.
Dengan kesal, Xiao Chen mencampakan token berwarna ungu-emas ke lantai.
Plang!
Resepsionis yang melihat token yang dicampakan oleh Xiao Chen menjadi terkejut dan ketakutan. Keamanan yang hendak membawa Xiao Chen, terdiam tidak berani menyentuh Xiao Chen.
“Hmp! ternyata begini pelayanan kalian, aku tidak jadi menginap disini” teriak Xiao Chen kesal.
Xiao Chen kemudian mengambil semua batu spiritual miliknya kembali dan bersiap pergi mencari penginapan lain.
“Apa kalian pikir aku serendah itu!?” ucap Xiao CHen kesal sambil berjalan keluar.
“Puas!” teriak Xiao Chen ke arah Wang gemuk sambil berjalan keluar.
Wang Gemuk tersenyum puas, merasa bahwa dia menang.
Namun pihak dari kamar dagang 4 lautan, sama sekali tidak baik, mereka menjadi jelek.
Kepala penginapan akhirnya muncul setelah mendengarkan keributan di lobby.
Saat dia muncul, dan melihat ke arah lantai, dia menegang dan segera berlari mengambil token yang berada di lantai.
“Siapa yang membuang ini!!!!” teriak kepala penginapan.
Kepala penginapan kemudian melihat resepsionis yang sudah pucat.
“Cepat katakan padaku, kenapa token ini bisa berada di lantai” tanya Kepala penginapan tidak sabar.
“ini.. Ini…” Resepsionis itu sedikit gaguk untuk menjelaskan kepada kepala penginapan.
“Cepat katakan!!” teriak Kepala pelayan yang sudah menahan amarah.
“Itu dilemparkan seorang bocah” kata Resepsionis memberitahu.
__ADS_1
“Bocah?” gumam Kepala penginapan heran.
“Mana bocah itu ? cepat beritahu aku” teriak Kepala pelayan sambil mencekik Resepsionis.
“Itu… dia sudah keluar meninggalkan penginapan” kata Resepsionis terbata-bata.
“Apa!!! kenapa kau membiarkan ia pergi” keluh Kepala penginapan tidak senang.
Wajah Kepala penginapan menjadi jelek seketika mendengar pemilik token emas-ungu pergi dengan mencampakan token begitu saja.
Dia tahu jelas apa arti dari token emag-ungu, hanya mereka yang benar-benar memiliki hubungan spesial dengan kamar dagang 4 lautan yang bisa mendapatkan token tersebut.
Tapi siapa sangka, pemilik token Emas-ungu malah pergi dengan mencampakan token di lantai. Jika diketahui oleh pengurus cabang, maka riwayatnya sebagai kepala penginapan akan tamat.
“KAu!!!!”
“Cepat cari orang itu, gunakan segala cara untuk membuatnya datang kesini” teriak kepala penginapan kesal.
Resepsionis benar-benar ketakutan, baru kali ini dia melihat Kepala penginapan marah.
“Cepat pergi!!!” bentak kepala penginapan sekali lagi
Resepsionis segera berlari keluar bersama keamanan mencari Xiao Chen.
Wang Gemuk yang berada di tempat benar-benar bingung, dia tidak tahu apapun yang mereka bicarakan.
“Pak, bagaimana kamar ku ?” tanya Wang Shao.
Kepala pelayan melirik Wang gemuk dengan tajam.
“kamar apa ?” tanya Kepala penginapan dengan dingin.
“OH! kamar Tian maksudmu ?” tanya kepala penginapan dengan tatapan tajam.
“Iya, kamar Tian, aku ini adalah anggota silver” ucap Wang Shao sambil menunjukan token silvernya.
Kepala penginapan melirik token milik Wang gemuk, kemudian dia sedikit memahami beberapa hal yang terjadi.
Kepala Penginapan mengambil token milik Wang Gemuk.
“Sekarang kau pergi dari sini” ucap Kepala penginapan dengan wajah dingin.
“hah!?” seru Wang gemuk heran.
“Kenapa ?” tanya Wang Gemuk bingung.
“Kenapa kau bilang ? karena kau aku sekarang dalam masalah!” ucap Kepala penginapan geram.
“Keluar!!!!” teriak Kepala penginapan mengusir sambil mengeluarkan aura miliknya.
Wang Shao kali ini benar-benar ketakutan, dia segera keluar dengan wajah pucat diikuti para pengikutnya.
“Sialan! jika ini bukan dikota, aku sudah dari tadi mengempeskan mu” gumam Kepala penginapan dengan kesal.
…
Xiao Chen yang sudah keluar dari tadi berjalan dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
“Awas saja kalian, jika bukan aku malas terlibat masalah, aku pasti sudah meledakkan kalian semua” gerutu Xiao Chen kesal.
Xiao Chen berjalan di kota Baiyun dengan tidak tentu arah, tiba-tiba dia tiba di kawasan kumuh.
“ini ?” seru Xiao Chen sedikit kebingungan.
Dia tidak sangka bahwa dia bisa berjalan ke daerah kumuh. Karena sudah berada di daerah kumuh, mau tak mau Xiao Chen tetap berjalan.
Saat Xiao Chen berjalan, dia melihat sebuah rumah yang agak bagus, dan ada tanda penginapan.
“Penginapan ?” seru Xiao Chen.
Xiao Chen yang sudah lelah, memutuskan untuk menginap di penginapan yang dia temukan.
Saat Xiao Chen masuk ke dalam penginapan kecil tersebut, terlihat bahwa penginapan itu tertata rapi walaupun terlihat biasa dari luar.
Saat Xiao Chen melihat ke sekeliling, suara lembut menyambut Xiao Chen.
“Adik kecil, ada keperluan apa ?”
Xiao Chen melirik dan menemukan bahwa ada wanita yang cukup dewasa baru saja muncul.
“Kakak, aku ingin memesan kamar, apa masih ada kamar tersedia ?” tanya Xiao Chen.
“Oh! mau memesan kamar ? mau berapa hari ?” tanya wanita itu sopan.
“Aku ingin memesan kamar hingga seleksi penerimaan tanah suci dimulai” jawab Xiao Chen.
“Jika begitu, maka 10 batu roh saja” wanita tersebut berkata dengan lembut menyampaikan biaya penginapan.
Xiao Chen tercengan dengan harga yang begitu murah.
“Kenapa ? apa itu kemahalan ?” tanya wanita itu tidak pasti.
“Tidak, itu terlalu murah” jawab Xiao Chen menjelaskan.
“Kalau begitu, ini biaya sewanya” ucap Xiao Chen sambil menyerahkan 10 batu roh.
Wanita itu menerima batu roh, dan kemudian mengajak Xiao Chen menuju kamarnya.
“Mari ikuti aku” ajak wanita itu.
Xiao Chen mengikuti dari belakang dengan seksama.
“Ini kamarnya, jika ada sesuatu bisa panggil aku saja” kata wanita tersebut memberitahu.
“Baik kakak cantik, aku pasti akan memanggil jika ada sesuatu” balas XIao Chen.
“Em” angguk wanita itu sambil tersenyum.
Xiao Chen masuk ke dalam kamar dan langsung menidurkan tubuhnya di kasur.
“Ahhh…”
“Akhirnya aku bisa tenang juga” gumam Xiao Chen lega.
Xiao Chen yang merenggangkan tubuhnya kembali berdiri tegak.
__ADS_1
“Sudah saatnya aku mencoba berkomunikasi dengan Pagoda Penekan iblis”
Xiao Chen kemudian bersila dan masuk ke dalam kondisi fokus,