
Esok paginya, Xiao Chen dan yang lainnya melanjutkan perjalan menuju kota Baiyun. Perjalanan kali ini tidak terlalu berisik seperti kemarin, pasalnya Tan Bing Bing benar-benar menyerah untuk terus mengganggu Xiao Chen.
Xiao Chen sendiri tetap sibuk memahami setiap gambar yang ada di buku-buku pemberian Xu Xiaoyao. Sesekali Xiao Chen tertawa seolah memahami apa yang tertulis di buku, dan lebih sering lagi Xiao Chen menunjukan raut wajah bingung.
Perjalanan menuju kota Baiyun berjalan dengan lancar, tidak ada kendala yang mereka temui. Semua monster yang menyerang karavan sudah diatasi oleh team biro pengawal.
Hingga pada menjelang siang hari, Xiao Chen dan lainnya sudah mendekati kota Baiyun.
“Semuanya, sebentar lagi kita akan tiba” teriak Kusir dari luar.
Xiao Chen yang masih memahami buku, akhirnya menyimpan buku dan melihat ke luar dari jendela.
“Jadi itu kota Baiyun” gumam Xiao Chen.
selang beberapa lama, Akhirnya mereka tiba di kota Baiyu.
“Baiklah semuanya, silahkan turun, kita telah tiba” kata Kusir kereta.
Xiao Chen segera turun dari kereta, saat dia melihat kota Baiyun. Xiao Chen sedikit tercengang, karena ukuran Kota Baiyun lebih besar dibanding dengan kota changtian.
Tidak hanya itu saja, saat ini di kota Baiyun sudah sangat ramai. Para pendatang dari kota lain semuanya berkumpul di kota Baiyun. Tujuan mereka tidak lain sama seperti Xu Xiaoyao, mereka ingin mengikuti seleksi untuk masuk ke tanah suci.
“Hmp, dasar udik” suara centil tiba-tiba menyela Xiao Chen yang masih melihat kota baiyun.
Xiao Chen segera berbalik dan melihat Tan Bing Bing yang ternyata mencibirnya.
Xiao Chen, dengan kesal segera mendatangi Tan Bing Bing.
“Kau gadis bau, sekarang kita tidak berada di dalam kereta, aku bisa memukul pantatmu hingga merah disini” ancam Xiao Chen galak.
Mata Xiao Chen menajam sambil menatap bokong Tan Bing BIng yang tipis.
Tan Bing BIng kesal dan menghentakan kakinya dan menjauhi Xiao Chen.
“Dasar mesum!” teriak Tan Bing Bing sambil berlari menjauh.
Xiao Chen tersenyum nakal melihat bahwa Tan Bing Bing yang kesal.
Mengabaikan Tan Bing Bing yang berlari menjauh, Xiao Chen mulai berjalan menyusuri kota Baiyun.
“Cari penginapan” ucap Xiao Chen memutuskan.
__ADS_1
Xiao Chen berkeliling kota Baiyun untuk mencari penginapan yang aman. Setelah berkeliling cukup lama, Xiao Chen melihat penginapan milik Kamar Dagang 4 lautan.
“Ini milik kamar dagang 4 lautan” seru Xiao Chen.
Xiao Chen segera masuk ke dalam penginapan. Ketika dia masuk, tidak ada satupun pelayan yang menyambut dirinya.
Walaupun Xiao Chen sedikit heran, tapi dia tidak peduli sama sekali. Xiao Chen berjalan mendatangi resepsionis.
“Permisi, apa masih ada kamar tersisa ?” tanya Xiao Chen.
Resepsionis yang melihat Xiao Chen bertanya, hanya melirik malas.
“Hanya ada tinggal 1 kamar tersisa, dan itu kamar jenis TIAN” ucap Resepsionis dengan nada datar.
Xiao Chen merenung sejenak, dia tahu mahalnya harga kamar dengan layanan TIAN, meskipun dia mampu, tapi Xiao Chen berpikir terlalu boros untuk sekedar tidur menghabiskan ribuan batu roh.
Tapi tiba-tiba Xiao Chen teringat pesan dari Pria misterius yang berada di pagoda penekan iblis. Dia membutuhkan lokasi yang aman untuk berkomunikasi dengan Pagoda Penekan Iblis.
“Aku pesan selama 4 hari…”
Sebelum Xiao Chen menyelesaikan omongannya, suara sumbang dari belakang menyela Xiao Chen.
“Kamar TIAN itu milikku” ucap suara itu sombong.
Terlihat bahwa pria gemuk itu adalah seorang yang sering berperilaku sombong.
“Kau ? ingin memesan kamar TIAN? lihat pakaian murahmu itu , darimana kau sanggup membayar sewa nya ?” ucap Pria gemuk itu dengan menghina.
Pria gemuk itu melirik keatas dan kebawah Xiao Chen, dia menilai Xiao Chen ini adalah anak yang belum mengetahui dunia, penilaian dia berdasarkan pakaian Xiao Chen yang sederhana, dan tidak ada kesan mewah sama sekali.
Dia berpikir bahwa Xiao Chen bukan berasal dari keluarga teratas, jadi tidak masalah menyinggung Xiao Chen.
“Oh pelanggan yang terhormat, apa kau ingin memesan kamar Tian ?” tanya pelayan ramah.
Xiao Chen yang melihat resepsionis berperilaku berbeda dengan dirinya menjadi tidak senang.
“Pelayan! aku yang pertama datang, dan aku ingin memesan kamar itu” teriak Xiao Chen mengabaikan ejekan pria gemuk.
“Kau ingin memesan kamar?” tanya Resepsionis dengan mata aneh.
“Iya, kenapa ? apa tidak bisa aku memesan ?” tanya Xiao Chen tidak senang.
__ADS_1
“Tidak masalah, tapi apa kau sanggup membayarnya ?” Tanya resepsionis dengan sedikit mengejek.
“INI!!!” Xiao Chen mengeluarkan tumpukan batu spiritual di hadapan Resepsionis.
Resepsionis yang melihat Xiao Chen mampu mengeluarkan tumpukan Batu spiritual di hadapannya, dia seketika menjadi malu kepada Xiao Chen.
Dia tidak menyangka Xiao Chen yang berpakaian biasa dan masih muda memiliki banyak kekayaan.
Tentu saja Xiao Chen kaya, semua batu spiritual yang dirampok dari 3 asosiasi di kota Changtian oleh Xu Xiaoyao, sebagian diberikan kepada XIao Chen, tentu saja hal itu membuat Xiao Chen kaya.
“Hey!!! bajingan kecil, kamar itu milikku” teriak Pria gemuk itu tidak senang.
Pria gemuk itu sedikit terkejut juga sebelumnya dengan kekayaan Xiao Chen, tapi dia tidak peduli sama sekali, karena dia masih berpikir Xiao Chen cuma sekedar kaya tanpa ada latar belakang.
“Diam! aku yang akan memesan kamar ini” bantah Xiao Chen yang sudah tidak senang.
“kau!!!” geram pria gemuk itu.
Para pengikut pria gemuk itu tidak tinggal diam, mereka juga mulai mendesak Xiao Chen.
“Anak kecil sepertimu seharusnya masih menyusu dengan ibumu, kenapa berkeliaran di kota”
“Bocah beruang, pulanglah, kau tidak seharusnya berada disini, atau kau akan mengetahui kengerian kami”
“Woy bocah, kamar itu milik Wang Shao. Kau seharusnya merasa terhormat merelakan kamar itu pada Wang Shao”
Masing-masing pengikut pria gemuk yang bermarga Wang itu mendesak Xiao Chen untuk segera mundur dengan berbagai ancaman.
Namun Xiao Chen tidak bergeming sedikitpun, dia mengabaikan semua perkataan mereka dan menatap resepsionis dengan wajah kesal.
“Cepat, mana kunciku! aku sudah membayarnya” kata Xiao Chen dengan nada tinggi.
Memang benar Xiao Chen sudah membayar, Tumpukan batu spiritual berada tepat di hadapan resepsionis, sehingga dia tidak bisa mengelak menolak Xiao Chen.
Pria Gemuk bermarga Wang menjadi marah dia menarik baju Xiao Chen karena kesal diabaikan.
Entah kenapa, saat pria gemuk bermarga Wang, menyentuh bahu Xiao Chen, tubuh Xiao CHen langsung menolak tarikan pria gemuk bermarga Wang, Sehingga dia tercampak jauh.
Boom!
Melihat kejadian itu, semua orang yang berada di lobby penginapan menatap kearah Xiao Chen.
__ADS_1
Mereka jelas tahu, bahwa keributan di dalam kota dilarang, apalagi di dalam penginapan Kamar dagang 4 lautan, jelas merupakan pelanggaran.
Para tamu yang lain menjadi antusias melihat hal ini, mereka sudah menebak-nebak apa yang akan terjadi berikutnya.