
Setelah kepergian Xu Jinhu, Xu Xiaoyao kemudian mengajak kembali Xiao Chen menuju kota Changtian.
“Nah, Chen’er mari kita kembali” ucap Xu Xiaoyao.
“Em” angguk Xiao Chen patuh.
Xu Xiaoyao kemudian menggunakan kekuatan ruangan miliknya untuk membuat dirinya dan Xiao Chen terus bergerak pindah secara instan.
Dengan jangkauan domain yang sudah hampir mencapai 300 meter, Xu Xiaoyao dengan sangat cepat bisa bergerak kembali menuju kota Changtian.
…
Selang beberapa lama Xu Xiaoyao kembali menuju kota Changtian.
Orang-orang yang penasaran dengan apa yang terjadi di lokasi Xu Xiaoyao sebelumnya mulai berdatangan untuk memeriksa.
Saat mereka tiba dan melihat apa yang terjadi disitu, mereka menjadi sangat terkejut.
Karena sebagian wilayah menjadi berantakan dan hancur.
“Astaga, apa kesengsaraan sebelumnya sangatlah mengerikan ?”
“Jika melihat skala luasnya kerusakan, bisa jadi ini adalah Hukuman Surgawi”
“Benar, ini pasti Hukuman Surgawi kuno, tidak mungkin kesengsaraan surgawi memiliki dampak kerusakan separah ini”
“Kalian benar, aura kehancuran masih terasa sampai sekarang. Ini jelas adalah hukuman surgawi”
Orang-orang yang datang pada berdiskusi mengenai kerusakan yang terjadi di hadapan mereka.
Mereka semua menebak-nebak apa yang terjadi disini sebelumnya, tapi tidak semua tebakan mereka benar.
Hanya soal Hukuman surgawi yang bisa mereka tebak dengan benar. Adapun tentang Pagoda Penekan Iblis yang muncul, tak ada satupun dari mereka yang bisa menebak ataupun memikirkan itu.
…
Kembali ke Mansion Kota.
__ADS_1
Xu Xiaoyao sudah duduk di kursi aula, dan Xiao Chen berdiri di depannya.
“Xiao Chen, mulai hari ini kau adalah muridku. tapi untuk saat ini aku tidak akan mengajari teknik kultivasi apapun padamu” ucap Xu Xiaoyao memberitahu.
Xiao Chen bingung dengan ucapan Xu Xiaoyao, menurut pengetahuannya. Xu Xiaoyao yang merupakan Gurunya, sudah sewajarnya mengajari dirinya tentang Kultivasi.
Tapi apa yang dia dengar dari Xu Xiaoyao saat ini sangatlah mengejutkannya, seorang Guru tidak mengajarkan dirinya tentang kultivasi, jelas ini membuatnya bertanya-tanya.
Xu Xiaoyao yang melihat kebingungan Xiao Chen tersenyum, dia sudah siap dengan hal ini. Di dalam pikirannya sudah ada cara untuk membuat Xiao Chen terpedaya.
Karena dari awal Xu Xiaoyao tidak tahu apapun tentang kultivasi, Xiao Chen hanya berperang sebagai pencari Nilai Domain bagi Xu Xiaoyao.
“Aku tahu keraguanmu” ucap Xu Xiaoyao dengan wajah yang berwibawa.
“Sebelum aku menjelaskan, Guru ingin bertanya padamu. Apa yang membuat seorang Kultivator jauh lebih kuat dari cultivator di tingkat yang sama ?” tanya Xu Xiaoyao dengan wajah serius.
Xiao Chen terdiam sebentar, dengan wajah yang kurang yakin dia menjawab pertanyaan Xu Xiaoyao.
“Teknik kultivasi yang lebih maju tentu akan membuat perbedaan kekuatan pada setiap kultivator, Ditambah dengan berbagai hal pendukung lainnya, seperti senjata dan teknik tempur” ucap Xiao Chen menjawab.
“Benar, semakin maju tingkat latihan kultivasi yang dilatih seorang kultivator, tentu akan membuat perbedaan kekuatan dengan teknik latihan kultivasi yang lebih rendah, apalagi jika ditambahkan dengan senjata maupun pendukung lainnya. Hal itu bisa membuat seorang kultivator jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan kultivator yang memiliki teknik yang lebih rendah. Bahkan ada kalanya seorang kultivator mampu melawan melawati kultivator dengan kultivasi yang lebih tinggi” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan.
“Hal itu sangatlah mungkin bagi seorang kultivator untuk mengalahkan seseorang yang memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi asalkan mereka memiliki kelebihan pada faktor tertentu, faktor-faktor yang itu antara lain adalah, teknik kultivasi, senjata, jimat, Pill atau obat, teknik tempur, dan kepintaran. Tak jarang seorang dengan basis pemurnian Fisik bisa mengalahkan Pemurnian Qi, itu semua disebabkan perbedaan dalam latihan dan pondasi kultivasi”
“Jadi, apa kau paham makna yang guru katakan sejauh ini ?” tanya Xu Xiaoyao kembali setelah menjelaskan beberapa hal.
Xiao Chen bingung dalam memahami makna dari penjelasan Xu Xiaoyao.
“Mungkin jika kita memiliki latihan yang lebih kuat, kita bisa mengalahkan mereka yang memiliki latihan yang lebih rendah ?” jawab Xiao Chen dengan tidak yakin.
“Tidak sepenuhnya jawabanmu benar. Faktanya, tidak ada latihan di dunia ini yang tak terkalahkan” ucap Xu Xiaoyao penuh khidmat.
Xiao Chen tercengan, dia bingung kenapa Xu Xiaoyao mengatakan tidak ada latihan yang tak terkalahkan di dunia.
“Kebenaran yang ada di dunia ini adalah, hanya latihan yang paling cocok dengan setiap individu yang mampu membuat orang tersebut tak terkalahkan. Contohnya dirimu sendiri, dalam perjalanan kultivasi mu, kau harus menemukan teknik atau menciptakan latihan yang paling sesuai dengan kondisi tubuhmu sendiri. Lihatlah para kaisar, setiap dari mereka selalu menciptakan latihan khusus mereka sendiri. Mereka menjadi Kaisar karena berlatih dengan latihan yang paling cocok dengan kondisi mereka” ucap Xu Xiaoyao menjelaskan.
“Kemudian, tentu ada perbedaan pada setiap latihan para kaisar, jika mereka diadu, siapa yang menang dan kalah tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan teknik latihan saja, ada banyak faktor. Tapi faktor utama dalam kemenangan setiap pertempuran terletak pada kepalamu” ucap Xu Xiaoyao sambil menunjuk kepala Xiao Chen.
__ADS_1
“Sehebat apapun dirimu, jika kau tidak bisa mengendalikan diri dan melihat sebuah peluang, maka kau pasti akan kalah dengan orang yang memiliki kendali diri dan kebijaksanaan lebih hebat darimu”
“Pertempuran bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga kebijaksanaan, hal ini yang membuat seorang tak terkalahkan asalkan dia memiliki kebijaksanaan dan kekuatan absolut”
Xu Xiaoyao dengan percaya diri terus berbicara. Semua yang dia katakan bukan berasal dari pengalamannya sendiri, tapi berdasarkan novel-novel yang pernah dia baca.
Xiao Chen terdiam dan perlahan mendapat pencerahan tentang jalan kultivasinya.
“Sekarang, apa sudah paham ?” tanya Xu Xiaoyao sekali lagi.
“Murid ini telah paham. Bahwa hanya dengan memiliki latihan yang paling cocok dengan tubuh murid, baru bisa murid menjadi tak terkalahkan, dan tentu murid juga harus memiliki kebijaksanaan agar tidak menyia nyiakan kekuatan yang dimiliki murid” jawab Xiao Chen dengan tegas.
Xu Xiaoyao tersenyum puas, dia akhirnya bisa membodohi Xiao Chen agar tidak bertanya untuk meminta teknik latihan padanya.
“Jika begitu, kau silahkan baca buku-buku yang ada di dalam Mansion ini. Guru akan pergi sebentar” ucap Xu Xiaoyao sambil pamita.
Xu Xiaoyao keluar dari ruangan aula untuk mencari Bai Xue, sedangkan Xiao Chen masih terdiam di dalam ruangan mencoba memahami lebih jelas perkataan Xu Xiaoyao.
“Apa latihan yang diberikan oleh orang itu cocok untuk diriku ?” gumam Xiao Chen sedikit meragu.
Sebelumnya Xiao Chen telah mendapatkan sebuah teknik latihan kultivasi dari sosok misterius di Pagoda Penekan Iblis.
Tapi setelah mendengarkan perkataan Xu Xiaoyao, Xiao Chen mulai meragu apakah latihan itu cocok untuk dirinya.
“Heaven Suppressing Evil, menjadikan diri sendiri agar selaras dengan surga, dan menyingkirkan iblis hati. jika aku berlatih teknik ini, aku tidak perlu takut akan iblis hati yang bisa muncul ketika menerobos” gumam Xiao Chen penuh pertimbangan.
Xiao Chen kali ini benar-benar bingung.
“Ah sudahlah, lebih baik aku mencari informasi dulu dari buku-buku ini. mungkin aku bisa menemukan petunjuk” ucap Xiao Chen membuat keputusan.
…
Xu Xiaoyao sendiri saat ini sudah berada di dapur dan melihat Bai Xue bersama beberapa budaknya sedang memasak hidangan.
Xu Xiaoyao tersenyum puas melihat tidak ada kelainan pada Bai Xue.
“Bagus, dengan begini aku tidak perlu khawatir lagi padanya” angguk Xiao Chen sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian Xiao Chen berjalan mendekati Bai Xue.
Bai Xue yang merasakan kehadiran seseorang menoleh kebelakang dan terkejut melihat Xu Xiaoyao muncul. Kemudian dia tersenyum dan segera menghampiri Xu Xiaoyao.