Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.4 bab.10 Percakapan di Gerbong Kereta


__ADS_3

Di dalam kekosongan.


Xu Xiaoyao saat ini sedang mengklasifikasikan monster-monster yang akan menjadi sebagai sumber penelitian.


“Pertama, aku harus mengurutkan setiap monster berdasarkan spesies. dan kedua setiap spesies harus dibedakan lagi berdasarkan ras monster dan tingkat kekuatan monster”


Xu Xiaoyao mulai mengurutkan tiap monster dengan hati-hati.


Hachim…!


Hachim…!


Tiba-tiba Xu Xiaoyao bersin beberapa kali.


“Aneh, kenapa aku bisa bersin ? pasti ada seseorang yang membicarakanku saat ini” gumam Xu Xiaoyao sambil menggosok hidungnya dengan tangan.


“Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang ku lewatkan yah ?” pikir Xu Xiaoyao mencoba mengingat.


“Ah sudahlah, sepertinya tidak ada”


Xu Xiaoyao kemudian melanjutkan pemisahan monster.



Di dalam gerbong kereta, Xiao Chen saat ini benar-benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.


“Tulisan apa ini ?” gerutu Xiao Chen bingung.


Xiao Chen kali ini tidak tahu bagaimana menyikapi hal yang terjadi, pasalnya buku catatan yang diberikan Xu Xiaoyao berisikan tulisan yang sama sekali tidak bisa dia baca.


Setiap karakter yang tertulis di buku bukanlah sesuatu yang belum pernah dia lihat atau dengar.


“Apa guru salah memberikan buku ? tapi tidak mungkin salah, jelas gambar yang ada di dalam buku adalah gambar dari teknik latihan” gumam Xiao Chen sambil mengerutkan dahi.


Xiao Chen yang tidak percaya bahwa Xu Xiaoyao salah memberikan buku, mulai memeriksa buku-buku catatan yang lain.


Kemudian Xiao Chen mengeluarkan tumpukan Buku yang ada di dalam cincin penyimpanan. XIao Chen mulai memeriksa setiap buku.


Setiap kali Xiao Chen memeriksa, wajahnya semakin jelek dan  mengerut.


“Guru! apa kau sengaja memberikan semua ini” Xiao Chen lemas tidak berdaya setelah selesai memeriksa.


Semua buku yang ada di dalam cincin penyimpanan berisikan tulisan dengan huruf-huruf yang sama sekali tidak dikenali.


Xiao Chen tiba-tiba merasa ragu, apakah Xu Xiaoyao lupa atau sengaja melakukan hal ini padanya.

__ADS_1


“Tapi sudahlah, walaupun aku tidak bisa membaca tulisan tersebut, setidaknya masih masih ada gambar-gambar ini sebagai petunjuk” ucap Xiao Chen pasrah.


Xiao Chen sudah menerima fakta bahwa semua buku sama sekali tidak bisa dia baca. Dengan wajah lemah, Xiao Chen menyimpan lagi buku-buku tersebut. Jika ada Xu Xiaoyao saat ini, dia pasti menyadari bahwa dia telah melakukan sebuah kesalah.


Pasalnya dia tidak menggunakan aksara China tapi malah menggunakan huruf alphabet untuk membuat tulisan pada setiap buku.


Tentu saja, di dunia ini hanya Xu Xiaoyao atau orang lain yang berasal dari bumi yang bisa memahami apa yang tertulis di buku-buku tersebut.


Xiao Chen yang dari tadi sibuk tentu saja menarik perhatian penumpang lain yang berada di dalam gerbong. Mereka menatap Xiao Chen dengan aneh.


“Hey anak kecil! apa yang kau lakukan dari tadi ?” sebuah suara wanita dengan nada naka bertanya tiba-tiba pada Xiao Chen.


Xiao Chen melihat siapa yang berbicara padanya. Ternyata adalah seorang gadis dengan perkiraan usia 13 atau 15 tahun menatapnya dengan tatapan penasaran.


Tubuh gadis itu sedikit lebih besar dari Xiao Chen, dengan rambut diikat kuncir dua, baju berwarna merah cerah, membuat kesan bahwa dia adalah gadis yang sedikit nakal.


“Siapa yang kecil ? ibumu yang kecil dan seluruh keluargamu yang kecil” balas Xiao Chen karena masih kesal.


Gadis itu tercengang karena Xiao Chen yang tiba-tiba dikutuk oleh Xiao Chen.


“kau!!!” seru gadis itu dengan mata melotot.


“Kenapa kau mengutukku, aku jelas hanya bertanya” ucap gadis itu tidak puas.


Xiao Chen menarik nafas kemudian berbicara pada gadis itu.


“Pff…” Gadis kecil itu tertawa melihat Xiao Chen yang berteriak padanya.


Pasalnya, Xiao Chen terlihat sangat imut ketika marah. Bagaimanapun, Xiao Chen jauh lebih mudah dari dirinya.


“Baiklah Xiao Chen, apa yang membuatmu sebelumnya menjadi murung?” tanya gadis itu dengan penasaran.


“Em, itu rahasia” ucap Xiao Chen sambil geleng kepala.


Gadis itu merengut melihat Xiao Chen yang terus menolak dirinya.


“Hmp, kenapa kau begitu pelit” gumam gadis itu tidak senang.


“Kenapa aku harus menunjukkannya padamu, itu adalah buku yang diberikan guruku, dan hanya aku yang bisa melihatnya” ucap Xiao Chen secara langsung.


“Oh! jadi itu buku yang diberikan gurumu, tapi kenapa kau terlihat tidak senang ketika kau membacanya” tanya gadis itu heran.


Xiao Chen menatap gadis yang ada di depannya dengan tatapan aneh.


“Ada apa dengan gadis ini, kenapa dia sangat sibuk dengan urusanku” gumam Xiao Chen dalam hati.

__ADS_1


“Tidak ada, aku hanya tidak mengerti dengan apa yang ada di buku” jawab Xiao Chen.


“Coba tunjukan padaku, siapa tahu aku bisa membantumu” ucap Gadis itu sekali lagi meminta.


Xiao Chen terdiam sebentar dan kemudian berpikir sejenak.


Akhirnya dia mengeluarkan satu buku dan menyerahkannya pada gadis itu.


Gadis itu langsung melihat buku yang diberikan Xiao Chen dan membacanya dengan semangat.


Namun saat dia membuka halaman pertama, wajahnya menjadi jelek dan merengut.


“Buku apa ini, kenapa tulisannya tidak jelas begini” umpat gadis itu kesal.


Gadis itu kemudian membolak-balik halaman terus menerus, dan kemudian mengembalikannya pada Xiao Chen dengan wajah kesal.


“Ini ambillah, tulisan yang ada di buku itu sangatlah jelek, dan itu sama sekali bukan tulisan” gadis itu berkata dengan kesal.


Xiao Chen mengambil kembali buku itu dan menggelengkan kepalanya.


“Buku ini hanya tuanku yang bisa mengertinya” gumam Xiao Chen pelan.


“Jika begitu, kenapa kau tidak mencari gurumu dan meminta dia mengartikannya” tanya gadis tersebut sekali lagi.


“Bertanya pada Guru ku ? sepertinya itu tidak mungkin” jawab Xiao Chen.


“Kenapa tidak mungkin ?” tanya gadis itu heran.


“Saat ini aku tidak tahu cara bagaimana mencarinya” Xiao Chen berkeluh kesah.


Xiao Chen memang benar-benar ingin bertemu Xiao Chen menanyakan buku tersebut, tapi karena dia sama sekali tidak punya cara untuk mencari Xu Xiaoyao yang berada di kekosongan, hal ini membuat Xiao Chen menjadi sedikit lemas.


“Gurumu tidak bertanggung jawab, pasti dia tidak kompeten” celetuk gadis tersebut.


Xiao Chen yang mendengarkan celetuk gadis di depannya menjadi marah, dia menatap gadis itu dengan tajam.


“DIam! jangan kau berbicara seolah tahu guruku. Dia bukan sesuatu yang bisa kau bicarakan dengan bebas!” teriak Xiao Chen dengan marah.


Gadis itu menjadi pucat seketika ketika ditatap tajam oleh Xiao Chen, entah kenapa tubuhnya tertekan, padahal dia sudah berada di ALam Pemurnian Qi, sedangkan Xiao Chen masih berada di puncak Pemurnian Fisik.


“Maaf” ucap Gadis itu pelan.


“Hmp” Xiao Chen hanya mendengus dingin tidak menanggapi.


Semua orang yang berada di gerbong kereta memperhatikan Xiao Chen dan gadis itu, terutama saat Xiao Chen marah. Mereka terkejut karena Xiao Chen mampu membuat mereka tertekan walaupun basis kualitasnya lebih rendah dari mereka.

__ADS_1


“Orang ini tidak mudah” gumam seorang anak laki-laki yang dari tadi tertidur.


Suasana gerbong kembali menjadi hening, Xiao Chen diam sambil melihat buku catatan yang diberikan Xu Xiaoyao, walaupun dia tidak mengerti tulisannya, dia mencoba memahami buku berdasarkan gambar yang ada di dalam buku.


__ADS_2