
AKhirnya, setelah menyelesaikan beberapa urusan, Xu Xiaoyao kembali melanjutkan kembali ke ruangannya. Semua hal yang berhubungan dengan perjamuan besok, telah dia serahkan kepada para tahanan miliknya.
Baik itu Hiasan, makanan dan undangan, semuanya telah dia serahkan kepada para tahanan. Karena untuk hal seperti itu, para tahanan jauh lebih mengetahui kota Changtian.
Xu Xiaoyao saat ini sangat menikmati membaca buku, selain menambah wawasannya, dia juga membandikang pengetahuan yang ada di setiap buku dengan cerita novel yang pernah dia baca di bumi.
“Hmp, kemiripan jalan cerita di novel dengan kehidupan di dunia ini, ada kemungkinan kemiripan 70%. Aku curiga, bahwa penulis novel itu sebenarnya para Kultivator yang melakukan transmigrasi ke bumi” gumam Xu Xiaoyao menebak.
Xu Xiaoyao merasa bahwa, hampir seluruh hal yang ada di dalam novel ada kemiripan dengan kehidupan di dunia kultivasi.
Mulai dari kebiasaan masyarakat, hal-hal supranatural, tingkat latihan, harta surga dan bumi dan hal lainnya.
“Jika memang benar bahwa yang tertulis di setiap novel adalah gambaran dari dunia kultivasi, maka seharusnya Putra keberuntungan juga ada di setiap era, atau anak takdir”
Xu Xiaoyao mulai berpikir tentang Anak takdir atau putra keberuntungan yang ada di dalam setiap novel kutivasi ataupun keabadian.
Anak takdir atau putra keberuntungan biasanya adalah orang yang akan mengubah suatu era, dan biasanya mereka akan selalu beruntung setiap kali menemukan kesulitan.
“Jika ada anak takdir di dunia ini, pasti orang itu mengalami kesulitan hidup sebelum mereka melakukan serangan balik”
Tiba-tiba Xu Xiaoyao teringat Xiao Chen yang memiliki kisah hampir sama dengan para protagonis di dalam novel.
“Tunggu dulu, bukankah kisa Xiao Chen agak mirip dengan para Protagonis yang ada di dalam Novel ?. Dia tidak mengetahui ayahnya, dia dibenci keluarganya, dan tiba-tiba dia bertemu sosok yang mengubah takdirnya. Bukankah setiap kejadian yang terjadi agak mirip dengan para protagonis di dalam Novel “
Xu Xiaoyao merasa yakin bahwa Xiao Chen adalah seorang Protagonis pada era sekarang. Ada banyak kemiripan cerita Xiao Chen dengan Protagonis di dalam Novel.
“jika aku menjadikan dia sebagai murid, apa aku juga akan mendapatkan Nilai domain ?’ gumam Xu Xiaoyao membuat tebakan.
“Hal ini pantas dicoba, jika aku bisa mendapatkan nilai domain dari menjadikan Xu Jinhu hewan kontrak, maka pasti aku bisa mendapatkan juga Nilai domain dari menjadikan Xiao Chen murid” Ucap Xu Xiaoyao membuat keputusan.
“Setelah Xiao Chen bangun, aku akan menggunakan Pencerahan segala Hal padanya, dan setelah itu aku akan memberinya kesempatan untuk menjadi murid”
Xu Xiaoyao saat ini sudah dipenuhi dengan ide ide liar. Karena Nilai domain miliknya tidak bertambah lagi.
Popularitasnya di kota telah mencapai nilai maksimum, ini menandakan seluruh warga di kota telah mengetahui dirinya.
Waktu akhirnya mencapai malam, Xu Xiaoyao yang sudah lelah memutuskan untuk tidur
Saat Xu Xiaoyao sudah tidur, para tahanan masih sibuk dengan tugas yang mereka kerjakan. Karena besok adalah hari perjamuan.
Dengan waktu yang terbatas, mereka bertindak dengan sangat cepat tanpa ada tidur. Bagaimanapun mereka adalah seorang Kultivator.
__ADS_1
Kebutuhan makan dan tidur sudah tidak sama seperti manusia biasa, bahkan terkadang mereka hanya memakan Pill Bigu. sebuah pill yang menggantikan makanan untuk mengatasi rasa lapar.
Para Kultivator, semakin tinggi kultivasi mereka, maka kebutuhan akan makanan dan tidur akan semakin berkurang.
…
Besok paginya, Xu Xiaoyao bangung wajah segar. Kebiasaan setelah bangun tidur tidak lupa dilakukan Xu Xiaoyao.
Setelah selesai membersihkan diri, Xu Xiaoyao keluar dari kamar. Dia melihat bahwa seluruh bangunan telah dihiasi, dan meja-meja sudah tersusun rapi.
“Bagus, sepertinya perjamuan ini akan berjalan lancar” gumam Xu Xiaoyao.
Saat Xu Xiaoyao berjalan menuju Aula tempat perjamuan utama diadakan, para tahanan masih sibuk terus merapikan dan menata makanan di meja.
Saat tiba di Aula, Xu Xiaoyao mencari 101 yang tidak terlihat sama sekali dari tadi.
Xu Xiaoyao ingin menanyakan kabar tentang undangan yang disebarkan oleh 101.
“Kau, kemari” Panggil Xu Xiaoyao pada salah satu tahanan.
Tahanan itu yang panik segera mendekati Xu Xiaoyao dengan takut.
“Senior, ada apa “ tanya tahanan itu dengan takut.
“101 ?” gumam tahanan itu heran.
“Senior, aku tidak tahu siapa itu 101” ucap tahanan itu.
“Sudahlah, pergilah sana” ucap Xu Xiaoyao mengusir.
“Walaupun aku telah memberikan kode pada mereka, masing-masing dari mereka belum tentu saling mengenal, apalagi dengan adanya kode nomor, para tahanan belum saling menghafal”
“Sudahlah, mungkin sebentar lagi dia akan muncul” gumam Xu Xiaoyao.
Benar saja, tak lama kemudian, 101 muncul di hadapan Xu Xiaoyao. tapi ada yang salah dengan wajah 101.
101 seperti seorang yang takut kepada Xu Xiaoyao.
“101, bagaimana dengan undangan yang kau sebarkan “ tanya Xu Xiaoyao.
“Undangan telah disebar, tapi…” jawab 101 sedikit ragu untuk mengatakan.
__ADS_1
“Tapi apa ?” tanya Xu Xiaoyao geram.
“Senior, mungkin nanti akan ada sedikit masalah, soalnya para petinggi dari 3 asosiasi sedikit tidak ramah sebelumnya” ucap 101 memberitahu.
Xu Xiaoyao mengerutkan kening tajam, dia menatap 101 dengan serius.
“Masalah bagaimana maksudmu ?” tanya Xu Xiaoyao.
101 akhirnya menjelaskan masalah yang mungkin akan terjadi pada saat perjamuan.
Setelah mendengar 101 menjelaskan semua kronologi. Xu Xiaoyao tersenyum menghina dan malah menantikan kedatangan mereka untuk membuat masalah.
Alasan kenapa 101 mengatakan bahwa orang-orang dari asosiasi membuat masalah tidak lain karena masih menganggap remeh Xu Xiaoyao, seharusnya Xu Xiaoyao sendiri yang langsung memberikan undangan bukan menyuruh 101.
Walaupun mereka sudah tahu kekuatan Xu Xiaoyao mampu membunuh Holy King, tapi mereka tidak menganggap sama sekali Xu Xiaoyao.
“Menarik, aku tidak menyangka Asosiasi ini akan sangat sombong. tapi aku suka menginjak orang yang sombong seperti itu” gumam Xu Xiaoyao sambil menyeringai.
“Sekarang kau bisa kembali ke tempatmu” ucap Xu Xiaoyao kepada 101.
101 akhirnya lega bahwa Xu Xiaoyao tidak memarahi dirinya.
Persiapan perjamuan terus dilakukan dan mulai mendekati selesai.
Menjelang 1 jam menuju waktu perjamuan diadakan, semua persiapan perjamuan telah selesai.
“Dengarkan semuanya, setengan dari kalian sekarang bisa kembali ke ruangan, dan setengah sisanya tetap disini dan menjadi pelayan” ucap Xu Xiaoyao kepada para tahanan.
Para tahanan saling melirik, mereka bingung memutuskan bagaimana membagi siapa yang kembali ke ruangan dan siapa yang menjadi pelayan.
Xu Xiaoyao yang melihat ini kembali berbicara memutuskan cara menentukan siapa yang tinggal atau siapa yang kembali ke ruangan.
“yang memiliki angka ganjil, silahkan kembali, kalian yang memiliki kode genap akan menjadi pelayan” ucap Xu Xiaoyao memutuskan.
Akhirnya para tahanan yang memiliki kode dengan angka ganjil kembali ke ruangan, dan mereka yang angka genap tetap tinggal.
Waktu akhirnya mendekati jam perjamuan, Xu Xiaoyao dengan santai menunggu di aula perjamuan.
Saat Xu Xiaoyao sedang menunggu, dia mendapat laporan dari para tahanan, bahwa sebagian dari kepala keluarga di kota CHangtian sudah memasuki mansion, tapi belum ada tanda-tanda orang-orang dari Asosiasi yang muncul.
....
__ADS_1
Mulai minggu ini, author akan mencoba menambah jumlah chapter dalam seminggu. mungkinsatu minggu author akan mengupload minimal 10 chapter. jadi tetap dukung author yah.