Absolute Domain System

Absolute Domain System
Vol.4 bab.27 membuat Beast Tide tidak sengaja


__ADS_3

Setelah semua kawanan serigala abu kabur, Xiao Chen segera berjalan ke arah Tan Bing Bing dan Qin yan yang masih terpaku diam.


“Sudah selesai, aku pamit dulu” kata XIao Chen sambil berbalik pergi begitu saja.


Tan Bing Bing tersadar dan dia segera memanggil Xiao Chen.


“Xiao Chen tunggu…” teriak Tan Bing Bing menghentikan Xiao Chen.


“Oh apa lagi ?” tanya Xiao Chen.


“Terima kasih” kata Tan Bing Bing dengan sedikit malu-malu.


Xiao Chen menatap Tan Bing Bing dengan heran, dia masih tidak bisa berpikir bahwa Tan Bing Bing di depannya adalah Tan Bing BIng yang selalu menggaduhi dirinya.


“Terima kasih Xiao Chen, jika kau tidak muncul, mungkin nasib kami akan berakhir buruk” kata Qin Yan yang juga berterima kasih.


“Tidak masalah, semua orang berasal dari kota yang sama” kata Xiao Chen dengan santai.


“Baiklah, aku masih perlu pergi jauh ke dalam hutan, jadi aku meninggalkan kalian disini” ucap Xiao Chen yang langsung berbalik pergi.


“Xiao Chen…” teriak sekali lagi Tan Bing Bing.


Sayangnya kali ini Xiao Chen tidak berbalik, dia tetap pergi ke depan.


“Oh sepertinya Bing Bing kecil kita sedang jatuh cinta” ucap Qin Yan menggoda Tan Bing BIng.


‘Bah, siapa yang suka sama dia” Tan Bing Bing menolak secara spontan.


Tapi Qin yan melihat jelas bahwa Tan Bing Bing menolak dengan wajah memerah, jelas dia tidak mengakui perasaannya.


“Sudahlah, mari kita kumpulkan mayat serigala ini untuk bahan penilaian” kata QIn Yan.


“Tapi kak, ini punya Xiao Chen, apa pantas kita mengambilnya ?” tanya Tan Bing Bing ragu.


“Tidak apa-apa, kita bisa menyerahkan ini nanti padanya saat hari terakhir” jawab Qin Yan dengan raut wajah yang tenang.


Akhirnya mereka berdua mulai mengumpulkan serigala abu. Namun dalam benak Qin Yan masih ada keraguan akan Xiao Chen. Hal yang membuat Qin Yan ragu adalah kenapa Xiao Chen pergi begitu saja tanpa mengambil mayat serigala abu.



Xiao Chen sendiri sudah berjalan cukup jauh setelah meninggalkan Tan Bing Bing dan Qin yan. Semakin dia masuk ke dalam hutan, semakin besar pohon-pohon yang ada.

__ADS_1


“Benar, semakin dalam masuk, maka akan semakin sedikit monster dalam satu wilayah” gumam Xiao Chen.


Xiao Chen disini sudah menentukan bahwa dia kini berada di kawasan salah satu monster. Karena sebagian monster memiliki sifat teritorial dan hanya monster rank rendah atau monster khusus yang hidup dalam kelompok.


“Tapi dimana monster itu berada ?” pikir Xiao Chen yang merenung.


Xiao Chen kemudian melihat ke salah satu pohon yang paling tinggi.


“Mungkin aku bisa mencarinya melalui dari atas pohon” Pikir Xiao Chen.


Xiao Chen segera memanjat pohon agar pendanganya lebih luas.


Setelah memanjat pohon, Xiao Chen melihat ke segala arah untuk mencari jejak monster.


“Dimana mereka, kenapa tidak ada jejak monster tingkat 3 di sekitar sini” gumam Xiao Chen heran.


Dari atas pohon Xiao Chen melihat ke segala arah untuk mencari jejak monster, tapi setelah beberapa lama mencari, dia tidak melihat tanda-tanda kemunculan monster tingkat 3.


Sejauh ini dia hanya melihat gerakan dari monster tingkat 1 dan 2. Monster tingkat 1 dan 2 tidak bisa memuaskannya, jadi Xiao Chen tidak terlalu memperdulikan itu.


Dalam benak XIao Chen dia hanya perlu mencari monster yang bisa dijadikan sebagai lawan tanding dirinya. Sedangkan untuk mengumpulkan monster sebagai persyaratan lulus tes kedua, Xiao Chens sudah memiliki ide sendiri.


Di dalam cincin penyimpanan miliknya, masih ada banyak monster tingkat tinggi dan rendah. Walaupun ini curang, tapi Xiao Chen tidak masalah akan hal tersebut.


“Apa aku harus memancing monster itu untuk muncul ?” pikir Xiao Chen yang mendapatkan ide.


“Sudahlah, sepertinya hanya itu caranya”


Xiao Chen segera bergegas turun dari pohon. Kali ini akan menggunakan daging monster tingkat 5 sebagai umpan untuk menarik monster.


Xiao Chen mengeluarkan daging monster tingkat 5 yang merupakan monster python hitam berbunga. Membuat perapian, dan Xiao Chen langsung memanggang daging python hitam berbunga di atas api.


Tidak lupa Xiao Chen mengipasi asap yang dihasilkan agar menyebar terbawa angin, tujuannya tentu saja untuk membuat aroma daging tersebar dan monster yang berada di sekitar terpancing.


Sekitar 10 menit berlalu, Xiao Chen yang terus mengipasi daging python hitam berbunga tiba-tiba memasang wajah serius.


“Suara apa itu ?” gumam Xiao Chen heran.


Xiao Chen kemudian mencoba memfokuskan pendengaran miliknya, dan suara gemuruh yang dia dengar semakin terdengar jelas.


Raut wajah Xiao Chen menjadi panik seketika, karena dia bisa menebak apa yang terjadi.

__ADS_1


“Sialan! Beast Tide!” seru Xiao Chen panik.


Kali ini XIao Chen benar-benar salah perhitungan. maksud awalnya hanya memancing satu ekor monster tingkat 3, tapi siapa sangka apa yang dia lakukan menyebabkan Beast Tide.


Xiao Chen yang panik bingung harus kemana, karena dari segala arah bisa didengar suara gemuruh monster yang bergerak ke arahnya.


“Benar, aku bisa ke pagoda penenkan iblis” seru Xiao Chen yang teringat.


Xiao Chen segera pergi masuk ke dalam pagoda penekan iblis untuk menghindari kepungan monster.



Saat Xiao Chen masuk ke dalam pagoda penekan iblis. Lao Xue menatap Xiao chen dengan aneh.


“Kau kenapa ?” tanya Lao Xue.


Xiao Chen yang masih dengan raut wajah panik menenangkan diri sejenak dan kemudian menceritakan pada Lao Xue apa yang terjadi.


Lao Xue yang mendengarkan cerita dari Xiao Chen itu menjadi tertawa terbahak-bahak.


“HAhaha, goblok!” tawa lao Xue kencang.


Xiao Chen tertunduk malu karena ditertawakan oleh Lao Xue.


“KAu memang luar biasa, cara yang kau gunakan sangat briliant” kata Lao Xue dengan nada sarkas.


“Jika kau tidak memiliki Pagoda penekan iblis ini, mungkin kau sudah mati dikepung oleh monster-monster itu” kata Lau Xue yang masih tertawa kecil.


“Cara yang kau gunakan itu tidak salah, tapi kekuatanmu belum sampai ke tahap dimana kau bisa berbuat sesukanya” kata Lao Xue serius.


“Em aku paham” angguk Xiao Chen mengerti.


Kali ini Xiao Chen terlalu berambisi untuk segera mencari lawan, sehingga melupakan hal hal yang detail lainnya.


“Tapi tidak masalah, dengan kesalahan ini kau bisa belajar” angguk Lao Xue penuh pengertian.


“Karena kau sudah disini, bagaimana kalau kita berlatih sebentar ?” tanya Lao Xue dengan tatapan yang berapi-api.


“Tidak, kali ini kau tidak bisa. Aku harus lulus ujian tes kedua dan menguji kemampuan tempurku secara nyata” kata Xiao Chen menolak.


“Baiklah jika begitu, lain kali kita akan berlatih lagi. tapi kau harus hati-hati diluar sana, bukan monster yang mengerikan, tapi hati manusia” kata Lao Xue mengingatkan.

__ADS_1


Xiao Chen tiba-tiba teringat kata-kata Xu Xiaoyao, apa yang dikatakan Lao Xue serupa dengan yang dikatakan Xu Xiaoyao.


“aku paham” angguk Xiao Chen.


__ADS_2