
Hari Seleksi penerimaan Tanah Suci.
Xiao Chen yang berlatih di dalam Pagoda penekan iblis akhirnya menyelesaikan latihan bersama Lao Xue. Xiao Chen kini tampak lebih tenang daripada sebelumnya.
Saat Xiao Chen keluar dari kamar, wanita pemilik penginapan terkejut dengan kemunculan Xiao Chen.
“Nak, darimana saja kau selama ini ?” tanya Wanita pemilik penginapan.
Wanita pemilik penginapan terkejut dengan kemunculan Xiao Chen, selama ini dia selalu memanggil Xiao Chen untuk mengajak makan, tapi Xiao Chen sama sekali tidak keluar.
“Aku dari kamar” jawab Xiao Chen.
“Dari kamar ?” Wanita pemilik penginapan heran.
Dia sama sekali tidak percaya Xiao Chen berada di kamar, karena tidak mungkin Xiao Chen berada di kamar terus berhari-hari tanpa makan ataupun mengabaikan panggilan nya.
Tapi menilai bahwa Xiao Chen memiliki hal yang tidak bisa dikatakan, wanita itu mengabaikannya.
“Oh sudahlah, sekarang kau mau kemana ?” tanya Wanita pemilik penginapan.
“Aku ingin keluar sebentar melihat-lihat” kata Xiao Chen.
“Ternyata begitu, tapi jangan ke pusat kota kalau bisa, disana saat ini sedang ada seleksi penerimaan Tanah Suci. Lebih baik ke tempat lain untuk menghindari keramaian” ucap Wanita penginapan.
Xiao Chen yang mendengar berita bahwa penerimaan ke tanah suci telah dimulai, menjadi terkejut. Pasalnya dia tidak menyadari waktu yang dihabiskan di dalam Pagoda Penenak Iblis selama ini.
“Astaga! untung aku keluar hari ini” gumam Xiao Chen dalam hati.
“Nona, kalau begitu aku pamit dulu, aku harus berpartisipasi dalam penilaian tanah suci” ucap Xiao Chen dengan tergesa-gesa.
Xiao Chen yang pamitan, segera berlari untuk mengikuti seleksi. Sementara wanita pemilik penginapan menatap Xiao Chen dengan heran.
“Astaga! anak-anak sekarang terlalu impulsif” geleng Wanita pemilik penginapan.
…
Xiao Chen dengan terburu-buru berlari menuju tempat dimana seleksi penerimaan diadakan. Saat dia tiba, sudah banyak orang yang ingin bergabung dengan tanah suci berkumpul di lapangan.
“Untung belum terlambat” gumam Xiao Chen lega.
Xiao Chen memperhatikan bahwa semua orang yang ingin bergabung dengan tanah suci rata-rata lebih tua 3 sampai 7 tahun diatasnya. hanya dia sendiri yang terlihat seperti anak-anak diantara mereka.
__ADS_1
Tubuh Xiao Chen yang tidak terlalu tinggi, dan wajah yang masih polos, tentu menarik perhatian sebagian orang.Tapi Xiao Chen tidak peduli sama sekali, dia tetap tenang menanti dimulainya seleksi penerimaan.
Waktu terus berjalan, akhirnya tengah hari tiba. Sosok pria berjanggut muncul di langit tepat diatas mereka semua.
“Perhatian! seleksi masuk ke tanah suci akan segera dimulai. Seleksi akan dibagi menjadi 3 babak. Babak pertama adalah babak ketahanan” ucap pria tua yang baru saja muncul.
Mendengarkan suara dari pria tua itu, semua peserta dengan fokus memperhatikan. Mereka bertanya-tanya tentang seperti apa tes ketahanan itu.
“Seleksi ini hanya berlaku bagi mereka yang berusia dibawah 17 tahun, bagi yang berada diatas 17 tahun, silahkan keluar” ucap pria tua itu mengingatkan.
Sebagian peserta yang berusia diatas 17 tahun, mau tak mau harus keluar dari lapangan seleksi.
Pria tua yang melihat sebagian peserta sudah keluar karena berusia lebih dari 17 tahun, akhirnya memulai tes.
“TES PERTAMA DIMULAI”
Saat suara itu jatuh, tekanan gravitasi sangat kuat menekan semua peserta yang berkumpul di lapangan. Xiao Chen juga terkejut pertama kali, tapi dia cepat beradaptasi, karena tekanan yang dia rasakan tidak sekuat tekanan saat di pagoda.
Perlahan tekanan semakin kuat, satu persatu peserta berjatuhan. Sementara yang masih bertahan terlihat sangat kesulitan.
Dalam waktu 30 menit, setengah peserta sudah tersingkir. Xiao Chen walaupun terlihat tidak nyaman, tapi baginya ini masih belum apa-apa.
Pria tua yang berada di langit melirik seluruh peserta yang berada di bawah. Kemudian dia membuat tanda untuk menambah tekanan.
Melihat bahwa peserta untuk seleksi kedua sudah cukup, Pria tua itu menangguk menghentikan tekanan.
“haaa…”
Saat tekanan menghilang, para peserta merasa lega, mereka merasa seperti sedang menahan batu diatas kepala mereka sebelumnya.
“Yang masih berdiri, kalian lolos ke tahap tes kedua, sedangkan kalian yang terbaring di tanah, silahkan tinggalkan tempat ini” ucap Pria tua memberitahu.
Orang-orang yang gagal dengan wajah lesu mulai meninggalkan lapangan. Xiao Chen sendiri masih berdiri tanpa ada rasa beban sedikitpun disaat orang lain terlihat kesusahan.
“Kalian semua yang lulus, akan masuk ke tahap 2. Tes kedua adalah tes berburu, setiap dari kalian akan memasuki hutan monster untuk berburu monster selama 3 hari, 100 pertama yang mampu membunuh monster terbanyak dalam waktu 3 hari, akan melanjutkan ke tes ketiga” pria itu menjelaskan dengan jelas.
Mendengarkan ini, para peserta sedikit bersemangat. Karena mereka lebih suka berburu monster daripada harus merasakan tekanan seperti sebelumnya.
“Sekarang kalian bisa beristirahat, besok kita akan bertemu di pinggir hutan” ucap pria tua sambil melemparkan tanda lulus seleksi pertama.
Xiao Chen mengambil tanda itu dan dia tersenyum.
__ADS_1
“Tidak sesulit yang aku bayangkan” gumam Xiao Chen sambil nyengir.
“BUBAR”
Pria tua itu segera menghilang, dan para peserta yang lulus bersemangat saling bersorak. Xiao Chen yang tidak mengenal mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Saat Xiao Chen akan kembali, dia dicegat oleh seorang pria yang tidak dikenal.
“Ada apa ?” tanya Xiao Chen tidak senang.
“Tuan kecil, tolong bantu aku, ikutlah bersamaku ke kamar dagang 4 lautan” pinta pria yang muncul di depan Xiao Chen.
Pria itu tidak lain adalah Kepala penginapan. Dia saat ini sangat terlihat bersyukur telah menemukan Xiao Chen. Jika dia berhasil mengikuti Xiao Chen, mungkin nasibnya akan benar-benar hancur.
“Kenapa aku harus ikut denganmu ?” tanya Xiao Chen dengan tatapan curiga.
“Tuan kecil, tolong bantu aku. jika kau tidak ikut denganku, riwayatku akan segera tamat” Kepala penginapan memohon dengan berlutut di hadapan Xiao Chen.
Xiao Chen terheran dengan sikap orang didepannya.
“Hey berdiri, kenapa kau berlutut di depanku” ucap Xiao Chen sambil berjalan menjauh.
Xiao Chen merasa orang di depannya adalah orang aneh, dia segera berusaha menjauh agar tidak terlibat masalah dengan orang tersebut.
Sayangnya, Kepala penginapan tidak membiarkan Xiao Chen kabur, dia dengan erat memegang kaki Xiao Chen sambil terus memohon untuk ikut dengannya.
“Tuan Kecil, kumohon ikut denganku…” Kepala Penginapan terus memohon.
Xiao Chen benar-benar tidak bisa menghindar, dengan kekuatannya saat ini dia tidak bisa melawan sama sekali, basis kultivasi Kepala Penginapan jauh lebih tinggi darinya.
Xiao Chen yang merasa kesal akhirnya memutuskan untuk mengikuti kepala penginapan.
“Baik, aku akan ikut denganmu, tapi lepaskan dulu kaki ku” teriak Xiao Chen kesal.
“Benarkah ?” Kepala penginapan langsung berdiri tegak menatap Xiao Chen dengan senyuman di wajahnya.
“Em, tapi jika ada penipuan, jangan salahkan aku nanti tidak sopan” kata Xiao Chen sedikit mengancam.
Xiao Chen memutuskan ikut pergi tidak lain karena masih memiliki kartu truf dari Xu Xiaoyao, jadi dia tidak takut untuk dipermainkan atau dijebak.
“Tenang saja, aku pasti tidak akan mengecewakan tuan kecil”
__ADS_1
Kepala Penginapan kemudian memimpin jalan ke gedung utama kamar dagang 4 lautan.