
Masih berada di dalam Pagoda Penekan Iblis.
Xiao Chen yang baru saja sukses mencapai tahap Alam Rahasia Pemurnian Kulit, kini dia berdiri di hadapan Pria misterius dengan wajah penasaran.
“Pak tua, kenapa kau tidak memberitahu namamu padaku ? tidak enak selalu memanggil dirimu dengan sebutan Pak tua” Kata Xiao Chen yang masih penasaran dengan nama Pria misterius di depannya.
Pria misterius itu tersenyum, bukan dia tidak mau memberitahu namanya, tapi jika Xiao Chen mengetahui namanya, maka Xiao Chen akan terlibat dengan Sebab akibat miliknya, belum lagi ada tabu yang belum bisa diberitahu ke Xiao Chen dengan kultivasinya saat ini.
“Tidak usah sungkan, kau bebas memanggil ku apapun yang kau mau” balas Pria misterius itu.
“Sudahlah, jika begitu aku memanggilmu Pak tua terantai” Kata XIao Chen memutuskan nama panggilan pria misterius di depannya.
PRia misterius itu berkedut mendengarkan julukan yang diberikan Xiao Chen padanya.
“Nak, apa tidak ada nama yang lebih buruk dari itu ?” tanya Pria misterius yang ingin komplain.
“Sebenarnya aku ingin memanggilmu Pria tua yang tersegel di dalam pagoda, tapi karena terlalu panjang, jadi aku memanggilmu Pak tua terantai saja” jawab Xiao chen mengutarakan isi pikirannya.
“SUdahlah nak, panggil saja Aku Lao Xue” jawab Lao Xue yang memberikan nama panggilannya.
“OH! baiklah” angguk Xiao Chen yang mengerti.
“Nah, sekarang kau sudah mencapai mencapai Alam Pemurnian Kulit, untuk saat ini kau hanya perlu membiasakan diri dengan kekuatan milikmu” ucap Lao Xue.
“Lao Xue, sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan padamu” kata Xiao Chen yang sedikit ragu.
“Oh! apa itu ?” Lao Xue penasaran dengan hal apa yang ingin ditanyakan Xiao Chen.
“Sebenarnya aku diberi buku latihan oleh Guruku, tapi sayangnya aku tidak mengerti sama sekali akan isi buku itu, apa kau bisa membantuku memahaminya ?” tanya Xiao Chen meminta tolong.
__ADS_1
Lao Xue yang mendengarkan itu merasa lucu. bagi dirinya yang hampir mencapai puncak dunia, tidak ada latihan yang tidak mungkin bisa dipahaminya, dengan merasa bangga Lao Xue berbicara dengan percaya diri.
“Gampang,tunjukan padaku, aku akan membantu dirimu” ucap Lao Xue percaya diri.
Xiao Chen kemudian menyerahkan sebuah buku latihan kepada Lao Xue.
Lao Xue sendiri yang berada dalam kondisi tersegel tidak kesulitan untuk mengambilnya, dengan kemampuanya, Buku tersebut melayang tepat di hadapannya.
Saat Lao Xue membuka halaman pertama, wajah percaya diri Lao Xue menghilang seketika. Wajah Lao Xue kini sedikit menjadi terbengong heran.
Lao Xue merasa bahwa apa yang tertulis di dalam buku latihan miilik Xiao Chen adalah tulisan yang baru dia kenali. Selama dia hidup, ini merupakan pertama kalinya ia melihat karakter tulisan seperti yang tertulis di buku.
“Lao Xue, apa kau tahu tulisan itu ?” tanya Xiao Chen penuh harap.
“Tunggu sebentar, biarkan aku mempelajari ini sejenak” Kata Lao Xue dengan wajah serius.
Namun, gerakan yang tergambar di dalam buku sedikit dia pahami dengan mudah.
“Aku belum pernah melihat bentuk tulisan seperti ini, tapi setidaknya aku memahami beberapa gerakan yang tergambarkan di dalam buku ini” ucap lao Xue dengan wajah yang sedikit cemberut.
Xiao Chen terlihat kecewa, ternyata Lao Xue juga tidak memahami apa yang tertulis di buku.
“Kalau begitu, apa yang kau pahami dari gerakan yang tergambarkan dari buku ?” tanya Xiao Chen.
“Buku ini berisikan teknik menendang, walaupun aku tidak bisa membaca penjelasannya, tapi dari gambar yang ada, setiap gerakan ini merupakan teknik kaki yang bervariasi. Setiap gambar berisikan langkah-langkah yang akan mengajarkan mu untuk mempraktekkannya, bukan hanya itu saja, setiap gerakan disini bisa saling dikombinasikan dengan sempurna. Setiap gerakan bisa menjadi banyak variasi jenis kombinasi, semua itu tergantung dari mana kau memulainya” ucap Lao Xue menjelaskan.
Xiao Chen sedikit paham setelah mendengarkan perkataan Lao Xue, dan dia teringat akan perkataan Xu Xiaoyao sebelumnya.
“Jadi benar apa yang dikatakan oleh Guru, selama aku menguasai teknik dasar secara ekstrem, maka aku bisa menguasai teknik apapun lebih mudah” gumam Xu XIaoyao penuh pengertian.
__ADS_1
Lao Xue kemudian mengembalikan buku latihan kepada Xiao Chen.
“Nak, lebih baik kau berlatih saja disini, aku akan membimbingmu” pinta Lao Xue.
Memikirkan sejenak, Xiao Chen akhirnya memutuskan untuk berlatih di dalam pagoda penekan iblis selama beberapa hari.
“Oke, kalau gitu mohon bimbingannya” balas Xiao Chen sopan.
…
Di tempat Xu Xiaoyao berada.
Xu Xiaoyao kini tampak sangat stres, dengan tampilan acak-acakan, dia benar-benar sangat mirip dengan seorang ilmuwan yang sedang dalam menghadapi permasalahan pada subjek penelitiannya.
“Ah sial! kenapa gagal lagi” teriak Xu Xiaoyao geram.
“Seharusnya ini bisa berhasil”
Xu Xiaoyao menggerutu kesal, penelitiannya tidak semulus perkiraannya.
XuXiaoyao duduk di kursi sambil menggosok dahinya dengan jari jari tangannya.
“Apa memang harus memakai kekuatan hukum untuk mempermudah semua ini ?” gumam Xiao Chen yang hampir putus asa.
Xu Xiaoyao memikirkannya dengan baik-baik, hingga dia tiba-tiba teringat akan 5 orang budaknya.
“Ah! benar saja, ada mereka. Pasti gen mereka sekarang sudah berbeda dengan manusia umumnya, aku harus memeriksa mereka” teriak Xu Xiaoyao yang semangat.
Xu Xiaoyao segera berlari menuju ruangan budak percobaan miliknya untuk mengambil sampel DNA.
__ADS_1