Ada Mars Di Ruang Hati Parish

Ada Mars Di Ruang Hati Parish
Season 2 ... 2


__ADS_3

Marsha mengamit erat jemari Parish kala mereka memasuki perusahaan otomotif Mc. Milan. Semua orang melihat mereka sebagai pasangan serasi yang bahagia. Peristiwa duka kemarin itu membuat para pekerja merasa simpati dan ikut berduka untuk pasangan suami istri itu.


Mereka langsung menuju ruangan Marsha. Tampak Rome berdiri di sebelah Erina, sekretaris Marsha yang baru. Dia menggantikan Kesha yang mengikuti Kevin tinggal di Red Rose Utara setelah mereka menikah beberapa bulan setelah pernikahan Marsha dan Parish.


Kevin tidak ingin menunggu lama untuk melamar Kesha karena dia sudah meyakini kalau Kesha yang dia nantikan selama ini. Kesha pun menyambut bahagia niat baik Kevin karena dia melihat Kevin sebagai sosok yang bertanggung jawab kepada keluarganya.


"pagi tuan Marsha, nyonya Parish" sapa Erina dan Rome hampir bersamaan.


"selamat pagi" balas Marsha dan Parish.


Marsha dan Parish masuk kedalam ruang kerja Marsha setelah Rome membuka pintu. Asisten Marsha itu mengikuti di belakang mereka.


"kamu duduklah di sofa dan ini ponselku, aku sudah mengisinya dengan game seperti di ponselmu" kata Marsha.


Parish mengangguk. Dia meraih ponsel Marsha lalu duduk manis di sofa.


Sementara Marsha dan Rome berada di meja kerja Marsha untuk membahas pekerjaan.


Ponsel Parish yang berada di saku jas Marsha berdering.


Dari Tobby.


Marsha menghela nafas, pasti urusan pekerjaan. Hal ini yang membuat Marsha menyita ponsel dan tab Parish karena ingin Parish fokus dengan pemulihannya pasca melahirkan.


Parish memandang Marsha, dia mendengar jelas ponselnya berdering.


"dari siapa sayang ?" tanya Parish.


"dari Tobby, aku yang akan menjawabnya" kata Marsha.


"ya halo Tobby" kata Marsha.


"maaf tuan Marsha, saya ingin menanyakan bagaimana kondisi nyonya Parish" kata Tobby diseberang.


"istriku sudah membaik, hanya saja aku masih belum memberikan izin padanya untuk bekerja" balas Marsha.


"baik tuan Marsha, saya mengerti. Saya akan mengurus pekerjaan disini" kata Tobby.


"terima kasih banyak Tobby" balas Marsha.


Marsha menutup telfonnya.


"semua urusan pekerjaan akan ditangani oleh Tobby, kamu tenang saja" kata Marsha.


Parish hanya mengangguk.


*


Menjelang siang, Parish mulai bosan. Marsha masih meeting dengan investor dari Sakura City bersama Rome. Dia sendirian di ruang kerja Marsha.


Ponsel Marsha berdering. Dari Kevin.


Parish segera menjawabnya.


"iya kak"


"Parish ? Marsha mana ?" tanya Kevin.


"Marsha lagi meeting. Ada apa kak ?" tanya Parish.


"sebenarnya aku mau bicara sama kamu tapi ponsel kamu tidak aktif, makanya aku telfon Marsha dan ternyata kamu yang jawab" jelas Kevin.


"ponsel dan tabku masih disita Marsha kak, dan sekarang aku ada di kantor Marsha dengan ponselnya ada padaku untuk mengusir bosan" jelas Parish.


"hmmm kamu mengertilah, dia sangat menyayangimu" kata Kevin.


"iya kak" sahut Parish pelan.

__ADS_1


"aku dan Kesha mau mengunjungi kalian karena rencananya besok kami akan pulang ke Red Rose Utara" lanjut Kevin.


"cepat sekali" Parish manyun.


"ada yang harus aku kerjakan dan sebenarnya aku tidak keberatan kalo Kesha masih ingin disini tapi dia ingin ikut pulang denganku" kata Kevin.


"hmm begitu, baiklah. Bagaimana kalo kita bertemu di rumah Mc. Milan. Aku akan menelfon mama Jade" usul Parish.


"ok, nanti kabari saja. Aku juga mau menemui mom disana, apa mom mau ikut pulang atau bagaimana" kata Kevin.


"ok, bye kak Kevin" Parish menutup pembicaraan.


*


Setelah menutup pembicaraan dengan Kevin, Parish menelfon Jade dan mama sambungnya itu senang kalau mereka akan berkunjung kesana. Dia mengundang mereka untuk makan siang bersama dan juga akan mengundang Spanish beserta Starla dan tidak lupa para asisten mereka yang merupakan keluarga bagi mereka.


"baiklah ma, Parish tunggu Marsha selesai meeting baru kesana"


"iya sayang, kamu jangan dulu capek ya. Kamu masih masih dalam pemulihan" kata Jade.


"iya ma, bye ma" ucap Parish seraya mematikan panggilannya.


*


Mereka semua berkumpul di rumah Mc. Milan. Semua berada di meja makan menikmati makan siang mereka.


Mark Mc. Milan sesekali melirik kepada putrinya. Dia masih melihat raut kesedihan di wajah putrinya. Walaupun putrinya itu berusaha ceria tapi perasaan kehilangan itu tidak bisa membohongi semua orang.


Mereka mengerti dan tidak ingin membahas hal duka itu karena tidak ingin membuat Parish kembali menangis bersedih.


"Tobby, untuk sementara ayah minta kamu mengurus pekerjaan Parish ya" kata Mark Mc. Milan.


"iya tuan besar, saya akan melakukannya dengan sebaiknya" ucap Tobby.


"terima kasih banyak kak, maaf Parish merepotkan kak Tobby" ucap Parish.


Tobby tersenyum.


"saya juga ingin berpamitan pada kalian semua. Besok kami akan pulang" kata Kevin disertai anggukan Kesha.


"kenapa kalian tidak lama disini ?" tanya mama Jade memandang mom Alice.


"aku mengikuti Kevin saja" jawab mom Alice.


"maaf ma, ada yang harus Kevin urus. Sebenarnya kalo Kesha dan mom ingin tinggal, Kevin tidak keberatan tapi Kesha dan mom juga ingin ikut pulang" jelas Kevin.


"oo baiklah tapi kalian ingat. Kalian harus sering berkunjung kesini" kata mama Jade.


"iya ma, karena disini juga keluarga kami" kata Kevin.


*


Starla dan Kesha berkumpul di kamar Parish. Rencananya mereka akan menginap di rumah Mc. Milan karena besok Kevin, Kesha dan mom Alice akan pulang.


Para suami mereka masih berbincang dengan ayah Mark dan auncle Tom beserta Rome, Hazel dan Tobby di beranda belakang.


Dan pastinya para ibu, mama Jade, mom Alice dan aunty Lesly bergelut di dapur untuk membuat sajian makan malam untuk keluarga.


Sebenarnya Kesha, Starla dan Parish ingin membantu tapi mereka malah di larang keras. Mereka diminta untuk menemani Parish saja yang masih dalam proses pemulihan.


"aku merasa akhir-akhir ini sering pusing dan tidak enak badan" curhat Kesha.


Starla dan Parish saling pandang, mereka saling melempar senyum.


"kamu sudah tespack ?" tanya Parish.


Kesha memandang ragu.

__ADS_1


"maksud kalian aku hamil ?" tanya Kesha.


Starla dan Parish kompak mengangguk.


"aku merasa begitu sewaktu mengandung Raskha, mudah-mudahan hasilnya positif. Yakin saja" ucap Parish.


Ada rasa pahit dalam hatinya. Dia kehilangan Raskha dan sekarang orang disekitarnya akan di karunia anak. Dia turut bahagia kalau hal itu benar adanya tapi dia masih teringat bagaimana dia sangat menginginkan Raskha.


Starla memeluk Parish yang tertunduk. Kesha yang tersadar dengan apa yang terjadi segera ikut memeluk Parish.


"maafkan aku, aku tidak seharusnya mengatakan hal ini karena akan membuat kamu bersedih" ucap Kesha.


"aku tidak apa-apa. Aku hanya teringat Raskha" balas Parish.


Pintu kamar Parish diketuk.


Starla menyahut agar yang berada diambang pintu masuk.


Tampak Marsha, Spanish dan Kevin berada diambang pintu. Mereka bertiga masuk bersamaan.


Dengan segera para istri itu melerai pelukan mereka.


"sayang, kenapa ?" Marsha mendekat kearah Parish.


Starla dan Kesha beranjak turun dari tempat tidur, mereka memberikan ruang pada Marsha mendekati Parish.


"aku tidak apa" jawab Parish tapi dia langsung memeluk suaminya. Membuat Marsha dengan spontan mengeratkan pelukan sesekali mencium kening istrinya.


"sudah, aku tidak sanggup melihat kamu seperti ini. Kita harus kuat" kata Marsha.


"maafkan aku, ini semua karena aku" ucap Kesha lirih.


Starla mengusap lengan Kesha.


"tidak Key, tidak apa" ucapnya.


"memangnya apa yang terjadi ?" tanya Kevin.


Starla memandang Kevin dengan senyum sumringah.


"setelah makan malam nanti, kak Kevin sebaiknya beli tespack supaya besok pagi Kesha bisa langsung tes" katanya.


"maksudnya ?" tanya Kevin.


Starla menepuk jidatnya. Parish dan Marsha memandang Kevin dengan gelengan kepala. Sementara Spanish menepuk pundak Kevin.


"kemungkinan istrimu hamil bro" katanya.


Kevin tidak bisa berkata-kata saking bahagianya. Dia meraih tangan Kesha.


"beneran sayang ?" tanya Kevin.


"aku bercerita pada mereka tentang apa yang aku rasa, dan Parish bilang dia merasa begitu sewaktu mengandung Raskha" terang Kesha.


"mudah-mudahan hasilnya postif" sergah Parish.


"Aamiin" koor semuanya.


Marsha menatap Parish, "nanti kita akan program lagi setelah kamu pulih" bisiknya.


Wajah Parish memerah, dia hanya tersenyum menjawab bisikan Marsha.


"ehem ! Kalian berdua, ingat disini masih ada kami" tegur Spanish.


Marsha dan Parish tersipu malu.


"sudah, sebaiknya kita turun karena semua menunggu kita untuk makan malam" ajak Kevin.

__ADS_1


Semua mengangguk lalu mereka beranjak berjalan beriringan dengan pasangan masing-masing keluar dari kamar Parish menuju ruang makan.


***


__ADS_2