AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
11


__ADS_3

Antonsen menatap Airca yang memperhatikan rumah yang akan mereka tempati bersama


"Selamat datang tuan" Seorang pelayan wanita dengan usia yang cukup tua datang menghampiri Antonsen dan mengambil alih jas ditangan pria tersebut.


Airca menatap Antonsen dan mendekatinya


"Aku tidur dimana?"


"Dilantai atas" Kata Antonsen lalu dia duduk disofa. Dia merasa lelah sekali


"Baiklah" Airca langsung naik kelantai atas, dia menatap kebelakang dan melihat pelayan yang berbeda mengikutinya


"Saya akan menunjukkan kamarnya Nyonya"


"Baiklah, dan jangan panggil aku Nyonya cukup Airca saja"


"Tidak Nyonya saya tidak berani" Airca menghembuskan nafasnya pelan


"Kenapa? Takut sama Antonsen?"


"Iya nyonya"


Airca mencibikkan bibirnya kesal, kenapa semua orang harus takut pada pria itu.


**


"Ini Nyonya kamarnya "


"Terima kasih "


"Sama- sama, kalau begitu saya permisi"


Airca menatap pelayan itu pergi kemudian menatap pintu kamar didepannya, Airca membuka kamar itu dan mencium bau maskulin


"Kenapa harum kamar ini seperti pria itu" Airca mendudukkan dirinya di kasur dan menatap sekeliling kamar tersebut


"Kenapa kamarnya harus warna putih dan abu abu? Ini kamar pria"


Airca membaringkan dirinya dan mendudukkan dirinya dengan cepat saat mendengar suara pintu dibuka


Mata Airca menatap kaget sosok yang masuk ke sana


"Kenapa kamu kesini?"


"Ini kamarku"


"Jadi ini kamarmu, sepertinya pelayan tadi salah menunjukkan kamar" Airca berdiri hendak keluar dari kamar tersebut, tapi terhenti ketika melihat Antonsen mengunci pintu kamar


"Hei! Apa yang kamu lakukan?" tanya Airca tidak terima


"Kamu tidur disini, jangan berpikir karena kita menikah tanpa cinta bukan berarti kamu bisa hidup seperti dulu"


"Antonsen cepat buka pintu nya!"


"Aku tidak akan meyentuh mu, bahkan aku ragu aku akan tertarik "


"Apa kamu bilang?"


"Sudah kamu terlalu berisik aku mau mandi" Antonsen masuk ke kamar mandi sambil membawa kunci itu ditangannya


Airca menggenggam tangannya erat merasa sangat kesal, dia menghempaskan dirinya di kasur


"Pokoknya kasur ini milikku"


Tok...tok...


Airca duduk dan menatap arah pintu


"Siapa ?"


"Ini saya Nyonya, saya membawakan baju ganti anda " Airca berjalan kearah pintu dan memutar handel pintu


"Aku lupa pria itu menguncinya"


"Maaf nanti saja aku mengambilnya"


"Baiklah Nyonya"


Airca menatap tajam arah pintu kamar mandi


"Dia sangat keterlaluan".


**


Antonsen keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya, dia menatap arah tempat tidur, Airca sudah tidur ditengah- tengah sambil membentangkan tangannya


Antonsen menggelengkan kepalanya merasa miris

__ADS_1


"Pria seperti apa yang menyukai wanita seperti itu?" lalu Antonsen masuk ke ruang ganti dan setelah dia selesai dia keluar dan menatap Airca yang tidur tanpa berubah posisi


Antonsen mendekati istri nya dan mendorongnya menjauh


"Menyingkirlah, kamu pikir cuma kamu yang lelah, aku juga"


Antonsen sudah kehilangan kesabaran dia mengambil selimut yang lain didalam lemari dan membentangkannya dilantai, lalu dia mengangkat Airca dan menaruhnya di sana


Antonsen tersenyum dan naik keatas kasur


"Kasur ini milikku" Antonsen berbaring dan menyelimuti dirinya


"Sial, harum wanita itu tertinggal diselimut ku ".


**


Airca bangun dan mendudukkan dirinya, tidur malam tadi sangat tidak nyaman, badannya terasa sakit dan dia juga tidur dengan gaun pengantin yang membuatnya risih, Airca membuka mata dan menatap tempat tidur nya.


"Kenapa aku tidur dibawah?" Airca berdiri dan tidak menemukan Antonsen


"Di mana pria itu?" Airca menatap jam di atas nakas


09:00


"Apa! Aku kesiangan" Airca langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah selesai dia turun kelantai bawah, dia bersyukur sudah ada pakaian ganti untuknya di dalam lemari khusus untuknya, entah kapan itu ada di sana, malam tadi tidak ada


Airca turun dan melihat Antonsen yang sudah duduk dimeja makan, dia berjalan mendekat dan duduk di depan Antonsen


"Maaf aku terlambat"


Airca baru akan mengambil sepotong Shanwick, Antonsen sudah lebih dulu bicara


"Bereskan semuanya, tidak ada makanan bagi orang yang bangun tidak tepat waktu " Antonsen berdiri dan pergi dari sana tanpa melirik istri nya, sedangkan Airca menatap bingung Antonsen hingga pria itu menghilang dari pandangan nya


Airca juga menatap bingung para pelayan yang membersihkan meja makan


"Aku belum sarapan" Salah satu pelayan melihat Airca dan meminta maaf


"Maaf Nyonya" Airca terdiam dan hanya memperhatikan para pelayan membereskan semua makanan yang masih utuh tersebut


"Makanan masih utuh, apa pria itu tidak sarapan?"


Airca menggeleng kasar kepalanya agar menghilangkan pikiran itu


Airca langsung berdiri dari kursi dan berlari menuju kamarnya


"Aku sudah telat ke Universitas ".


**


Antonsen menatap keluar jendela dengan tatapan datar, suasana hatinya tidak baik, bahkan Nick dapat melihat hal itu.


Antonsen berkali-kali menghembuskan nafas kesalnya


"Aku pasti sudah gila, duduk dimeja makan hanya menunggu wanita itu "


Flash Back


Antonsen bangun tidur, dia mendudukkan dirinya dan menatap Airca yang masih tidur dengan gaun pengantin, hati pria tersebut tidak merasa nyaman melihat itu, dia ingin mengangkat Airca dan memindahkannya di kasur, tapi perasaan gengsinya lebih tinggi, Antonsen mengusap rambutnya kasar.


"Menyebalkan"


Antonsen bangkit dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia sengaja menutup pintu dengan keras agar membangunkan Airca, tapi saat Antonsen keluar dari kamar mandi wanita itu masih tidur dengan tenang, dia menahan hatinya dan mencoba untuk tidak perduli.


Antonsen sudah duduk dimeja makan, dia hanya diam saja tanpa menyentuh makanannya, pelayan yang ada di sana bahkan sampai bingung


"Apa anda ingin sesuatu Tuan?"


"Tidak"


Antonsen menatap lantai atas entah apa yang dia cari, yang jelas mood nya sedang tidak baik


Dia sudah duduk di sana satu jam tanpa menyentuh makanan, pelayan yang ada di sana sudah merasa pegal di kaki mereka karena hanya berdiri menunggu perintah dari Tuannya


"Tuan, sudah saatnya anda pergi kekantor " kata Nick yang berdiri di samping Antonsen


"Diamlah" Nick langsung diam dan menegapkan badannya


"Kapan wanita itu akan bangun ?" Antonsen melempar sendok yang ada di atas meja dengan kesal


Dan saat itu Airca turun dari lantai atas


"Maaf aku terlambat"


"Bereskan semuanya, tidak ada makanan bagi orang yang bangun tidak tepat waktu"

__ADS_1


Antonsen berdiri dan pergi dari sana, dia sempat melirik kebelakang untuk melihat istrinya yang berbicara pada pelayan, tapi dia tetap melangkah dengan besar meninggal kan ruang makan


Flashback Of


**


Airca sudah sampai di Universitas, dan duduk di kursi nya, dia menatap Luna yang fokus dengan pekerjaannya


"Bagaimana ?"


"Hah?"


"Tentang kencan mu?"


"Baik"


"Dia tampan?"


"Ya Lumayan"


Airca melirik arah meja Sam yang berada diseberang meja miliknya, lumayan jauh tapi mungkin Sam dapat mendengar pembicaraan mereka


"Kamu terlihat lebih ceria, apa pria itu membuatmu jatuh cinta ?" Airca bertanya pada Luna tapi mataya mengarah pada Sam, Sam terlihat tidak nyaman di kursinya, ada apa?


"Tidak.... Mungkin belum " Jawab Luna dengan senyum canggung.


Airca tersenyum saat melihat Sam berdiri dari kursinya dan berlalu cepat dari ruangan tersebut, lalu dia menatap Luna dan tersenyum lebar


"Aku akan pergi ke kantin dulu, aku belum sempat sarapan di rumah" Airca berdiri dan mengusap tangan Luna, Luna menatap Airca yang masih tersenyum


"Semangat tinggal sedikit lagi" setelah berkata seperti itu, Airca pergi dari sana meninggalkan Luna dengan kebingungannya.


**


Antonsen menatap ponselnya yang bergetar di atas meja kerjanya, dia melihat siapa yang menelpon


Mama Calling


"Hallo Ma, ada apa?"


"Kamu kerja?


"Iya"


"Di hari pertama pernikahan?"


"Pekerjaanku banyak di kantor, banyak yang harus aku lakukan"


"Ok kalau kamu Mama mengerti tapi kenapa Airca juga bekerja?"


"Dia kerja ?"


"Kamu sebagai suami saja tidak tahu, Mama malah curiga kalau kalian tidak benar-benar saling mencintai"


"Kami saling mencintai"


"Kalau kalian memang saling mencintai kalian pasti sekarang sedang menikmati waktu bersama bukannya kerja, Mama tidak Mau tahu, bawa Airca pulang sekarang, Mama dan Joshua ada dirumah mu "


Tut. Tut..


Antonsen membanting pelan ponselnya di atas meja


"Beraninya dia bekerja tanpa seizin ku"


Antonsen menggeram kesal dan mengambil ponselnya menelpon Airca


"Hallo"


"Pulang " kata Antonsen dengan dalam


"Apa?"


"Aku bilang pulang"


"Tapi kenapa?"


"Berani kamu kerja tanpa izin dariku, kamu sekarang istriku"


"Jangan menyebut aku istrimu, aku bahkan tidak kamu beri makan pagi tadi, kamu sungguh suami terburuk "


"Aku tidak perduli pendapatmu, pulang sekarang atau aku akan membuatmu dipecat hari ini juga"


Terdengar suara geram Airca dari seberang telpon, Antonsen yang mendengarnya tersenyum senang


"Pulang "


"Iya, iya berisik" Airca mematikan telpon dengan kesal, sedangkan Antonsen tersenyum kemenangan

__ADS_1


" Airca...Airca kamu tidak akan pernah menang melawanku ".


__ADS_2