![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Sebuah mobil berhenti didepan rumah mewah milik Antonsen Carl, seorang wanita dengan rok pendek diatas lutut turun dari mobil tersebut
Dia berjalan kearah pintu utama tapi dia terhenti saat melihat sosok yang tidak asing
Jane menatap tidak suka Nick yang berdiri disamping mobil mewah milik Antonsen
" Hari ini sial sekali bisa bertemu denganya " Kata Jane menyindir Nick yang bersandar disamping mobil sambil memainkan ponselnya
Nick menatap Jane dan mengerutkan dahinya, dia menegakkan tubuhnya dan menatap sopan Jane di depannya
"Apakah Anda masih marah dengan peristiwa itu?"
Jane menatap tajam Nick yang mengingatkannya akan malam yang sangat dia ingin lupakan
Airca yang merasa mendengar suara mobil keluar dari rumah, dia melihat Jane yang berdiri didepan teras rumah tapi kemudian dia mengerutkan dahinya saat melihat wajah Jane yang tampak kesal
" Jane" Kata Airca setelah dia sampai didekat Jane dan Nick, Jane menatap Airca dan tersenyum
" Ada apa? " Tanya Airca
" Tidak ada, ayo kita pergi sekarang " Airca merasa aneh dengan sikap Jane sekarang
" Ya baiklah, tunggu aku mengambil tas ku dulu " Jane menganggukkan kepalanya dan Airca pergi dari sana
Airca masuk dan melihat Antonsen yang baru datang dari arah dapur
" Jane sudah datang" Antonsen mengerutkan dahinya dan mendekati istrinya
" Dia sudah datang? "
" Ya, aku akan keatas dulu " Airca sudah akan berjalan menuju kamar tapi terhenti saat Antonsen menahannya
" Nick ada didepan kan? "
" Iya" Antonsen tersenyum dan melepaskan tangan istrinya
" Kenapa? " Tanya Airca saat melihat senyum aneh suaminya, Antonsen menatap Airca dan menyentuh tanganya
" Tidak sayang, ayo aku temani bersiap-siap" Kata Antonsen sambil menuntun istrinya menuju kamar mereka
" Aku bisa jalan sendiri Antonsen "
" Aku sekarang sedang menjaga istri dan anakku " Antonsen tidak memperdulikan protes Airca dan tetap menuntunya
**
Airca keluar lebih dulu dari kamar meninggalkan Antonsen yang sibuk mencari sesuatu didalam lemari
Airca sudah sampai didepan pintu dan menatap Jane yang membuang wajahnya dari menatap Nick
" Jane ada apa dengan wajahmu? " Tanya Airca, Jane menatap Airca dan mencibikkan bibirnya
" Kamu sangat lama, ayo kita pergi sekarang " Kata Jane sambil langsung menarik Airca menuju mobil
Airca yang kaget dan merasa kesulitan dengan kehamilannya mengikuti Jane yang menariknya
Jane mendorong Airca masuk dan menutup pintunya, setelah itu dia berjalan cepat menuju kursi kemudi tapi sebelum itu dia sempat menatap tajam kearah Nick yang menatap tenang kearahnya
Jane masuk dan langsung menjalankan mobilnya pergi dari kawasan rumah mewah milik Antonsen
Setelah kepergian Jane dan Airca, Antonsen keluar dengan berlari kecil membawa Sweater di tanganya
Antonsen menatap sekeliling mencari keberadaan istrinya, Nick yang melihat Antonsen celingak-celinguk bertanya
" Ada apa Tuan? "
" Nyonya mana? "
" Sudah pergi dengan Temanya "
" Apa! " Antonsen langsung menatap cepat kearah Nick dan mendekatinya
" Dia sudah pergi? "
" Iya"
" Kenapa kamu membirkan wanita itu membawa istriku!? " Antonsen tampak gelisah dan menatap Nick yang hanya diam setelah dibentak Antonsen
" Sudah kita susul mereka " Antonsen langsung masuk kedalam mobil, Nick yang melihat itu juga dengan cepat menuju kearah mobil
Didalam mobil yang berjalan, Antonsen melihat kiri dan kanan mencari mobil yang membawa istrinya
" Yang mana mobil nya? " Tanya Antonsen cemas, Nick menatap Antonsen yang terlihat sangat khawatir
" Astaga, kenapa dia harus bersikap berlebihan seperti ini? "
__ADS_1
" Nick jawab?! "
" Eh.. Iya Tuan..ya itu Tuan... Yang warna merah" Antonsen menyipitkan matanya mem fokusnya mobil merah yang melajukan di depannya
" Salip " Nick menatap Tuanya yang memintanya menyalip mobil didepan
" Tapi didepan tikungan Tuan" Antonsen menatap Nick kesal mendengarnya
" Sudah ikuti saja mobil itu" Nick menggelengkan kepalanya melihat tingkah protektif Tuanya terhadap istrinya
" Semenjak Nyonya hamil sepertinya baru hari ini keluar rumah, sepertinya Tuan ingin mengurung istri nya hingga melahirkan, kasihan sekali Nyonya" Nick merasa kasihan pada Airca yang harus bersabar dengan suaminya yang memiliki sikap Posesif dan suka memerintah seperti Antonsen
Antonsen mem fokusnya matanya memperhatikan mobil di depannya
" Nick salip mobil itu" Perintah Antonsen, Nick menatap Antonsen kemudian menatap mobil didepan
Nick melihat kaca spion memperhatikan kendaran lain kemudian langsung menyalip mobil di depannya
" Oh ya Tuhan!! "
Jane yang menyetir dengan santai sambil berbincang mengerem mobilnya secara mendadak, Airca yang juga duduk tanpa sabuk pengaman sedikit terdorong kedepan tapi beruntung dia dapat memegang pegangan diatas hingga dirinya dan perutnya tidak terbentur
" Kamu tidak apa-apa? " Tanya Jane setelah melihat Airca yang kaget dengan tindakannya
" Aku baik" Kata Airca dengan menampilkan senyum dibibirnya agar Jane tidak perlu khawatir, Jane yang melihat Airca tampak baik menghembuskan nafasnya lega
" Ini semua karena mobil itu" Kata Jane geram sambil membuka pintu mobil bermaksud melabrak orang yang tiba-tiba menyalip mobilnya
Jane keluar dan menatap aneh Antonsen dan Nick yang keluar dari mobil tersebut
" Oh jadi kalian yang menyalip dan berhenti secara mendadak didepan mobilku " Kata Jane menatap kesal kearah mereka,
" Mana istriku? " Tanya Antonsen mengacuhkan kekesalan Jane
" Kamu ini bukannya merasa bersalah " Jane merasa sangat marah sekarang, Nick menatap Jane yang menatap tajam kearahnya
" Kenapa dia menatap seperti itu padaku?" Tanya Nick dalam hati merasa sedikit takut dengan tatapan Jane
" Kenapa kamu yang marah harusnya aku yang marah, kenapa kamu membawa istriku " Antonsen menatap tidak kalah kesal pada Jane
Airca yang memperhatikan dari mobil keluar setelah melihat ada perdebatan diantara mereka
" Ada apa? " Tanya Airca yang sudah sampai didekat mereka, Antonsen yang melihat Airca mendekat langsung memeluknya
" Sayang.." Antonsen mencium pelipis Airca dan pipi kirinya, Jane memutar matanya kesal melihat itu
" Sayang kamu Baik-baik saja kan? " Tanya Antonsen sedih sambil mengusap wajah istrinya lembut, Airca tersenyum melihat Antonsen yang bersikap begitu menggemaskan
" Aku Baik-baik saja"
" Kita tidak perlu nonton konser, kita pulang saja"
" Aku mau nonton Joshua"
" Ck.." Antonsen berdecak kesal mendengar nya
" Kenapa? kamu tidak suka? " Tanya Airca dengan sedikit kesal mendengar Antonsen berdecak
" Kalau kamu sangat ingin menonton pria siluman itu, aku bisa menyuruhnya bernyanyi didepanmu selama lima jam, hanya untuk mu sayang" Antonsen berkata sambil mengusap bibir ranum istrinya
Nick dan Jane yang melihat itu memalingkan wajah mereka malu, dan tak sengaja mereka bertatapan, dan dengan cepat mereka membuang wajah mereka
" Tidak, itu tidak seru akan menyenangkan kalau menonton dengan banyak orang" Antonsen yang mendengar itu menghembuskan nafasnya pelan
" Ya apapun untuk anak dan istriku " Kata Antonsen dengan mengecup bibir istrinya
Cup
Antonsen melumat pelan bibir Airca, Airca yang menyadari ada Nick dan Jane mendorong Antonsen menjauh, Antonsen tidak suka melihat tindakkan istrinya
" Sayang..iiih kenapa kamu... " Belum selesai Antonsen bicara Airca lebih dulu menyela
" Kamu kenapa menyalip mobil Jane, itu berbahaya tahu"
" Itu semua karena sahabatmu ini, dia membawa lari kamu dariku" Jane mencibir perkataan Antonsen yang terdengar berlebihan
" Iya tapi tidak harus menyalip mobilku juga" Sambung Jane
" Aku hanya ingin mengambil istriku apa salahnya? " Kata Antonsen menatap santai kearah Jane yang kesal
"lagian kalau tidak disalip kamu akan semakin jauh" Sambung Antonsen sambil menggenggam tangan Airca dan menatapnya penuh cinta
" Ya kan bisa klakson dulu agar aku bisa meminggirkan mobilku tidak perlu menyalip mendadak "
" Nick yang menyetir" Kata Antonsen sambil menatap Nick yang kaget dengan perkataannya
__ADS_1
" Sial, aku kena lagi " Jane menatap sinis pada Nick dan memukul perutnya
" Aaaa... " Nick sedikit berteriak sambil memegangi perutnya
" Itu balasan karena mengagetkan ku"
" Sayang ayo naik mobil ku saja" Kata Antonsen sambil menuntun Airca naik ke mobil
" Antonsen aku ingin pergi dengan Jane" Antonsen menatap Airca kemudian menatap Nick dan Jane yang berdebat
" Baiklah " Airca sedikit kaget Antonsen menginyakannya
Cup
Antonsen mencium bibir istrinya dengan melumat nya berberapa kali sebelum melepaskannya
" Nick ayo kita pergi " Kata Antonsen mengajak Nick pergi, Nick yang mendengar itu dengan cepat pergi dari sana.
"Syukur lah kalau tidak habislah aku dipukuli wanita kejam ini"
"Ya Tuan" Kata Nick menyusul masuk kedalam mobil
Mobil Antonsen pergi dari sana, Jane mendekati Airca dan menatapnya
" Suamimu itu aneh dia tadi menyalip mendadak untuk menemui kemudian dia pergi, dasar tidak jelas"
" Jane dia suamiku " Kata Airca dengan menekankan kata suami disana, Jane tersenyum dan menarik Airca masuk ke mobil
" Sorry"
**
Nick merasa kacau saat Antonsen memaksanya masuk kedalam ruangan konser
" Sudah kamu ikuti saja perintah ku " Nick menghembuskan nafasnya berat
" Saya tunggu diluar saja"
" Sudah cepat " Nick sungguh merasa tidak nyaman dia bukan penyuka musik pop dengan alunan lembut yang bercerita tentang cinta
" I like Metallica!!"
Antonsen mencari cari sosok istrinya ditempat duduk VIP
" Dimana dia? " Nick duduk disamping Antonsen dan menatap jenuh orang-orang yang membawa banyak sekali kata-kata penuh cinta dengan tulisan warna warni
" Ini semua memendekkan umurku"
" Nick kamu lihat istriku? " Nick menatap Antonsen kemudian memperhatikan segala arah
" Itu Tuan, mereka duduk dikelas C "
Antonsen berdecak kesal melihatnya, dan kemudian menatap Nick
" Kamu pergi kesana bawa istriku kesini, kamu temani Jane disana, awas bila kamu pergi, bonusmu bulan ini aku potong"
Nick terdiam mendengar itu
"Tuan Antonsen sungguh keterlaluan "
" Baik" Bagaimanapun dia hanya bisa menjalankan perintah
Nick berjalan melewati orang-orang yang sedang duduk di kursi mereka, orang-orang menatap kesal kearahnya karena sangat mengganggu
" Sorry"
Nick benar-benar mengumpat Antonsen sekarang
Nick menarik nafas lega saat sudah sampai didekat dua wanita itu
" Nyonya" Kata Nick sambil menyentuh pundak Airca, Airca sedikit kaget dan menatap Nick yang berdiri sampingnya
" Oh Nick ada apa? "
" Tuan memanggil "
" Antonsen? "
" Iya"
" Kenapa? "
" Dia sepertinya ada masalah dengan orang yang duduk disebelah nya, mereka hampir bertengkar " Airca kaget mendengarnya
" Dimana? " Tanya Airca panik, dia percaya saja dengan perkataan Nick karena Antonsen memang memiliki sikap yang buruk kalau masalah sosialiasi
__ADS_1
" Disana " Kata Nick dengan sedikit rasa bersalah karena telah berbohong pada Airca.