![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca membuka matanya dan mendudukkan dirinya, dia menatap jam diatas nakas
07:38
Airca membuka matanya besar dan menatap sisi ranjang lainnya, Antonsen dan Alfano sudah tidak ada, Airca dengan cepat turun dari ranjang dan masuk kekamar mandi
Setelah selesai dia turun dan melihat Antonsen yang menyuapi Alfano makan, Airca mendekati Antonsen dan duduk dikursi makan disamping Alfano
" Antonsen? "
" Hemm" Kata Antonsen dengan masih menyuapi Alfano
"Kenapa kamu tidak membangunkanku?"
"Sengaja"
" Apa? " Kata Airca tidak percaya, dia menghembuskan nafasnya pelan dan memperhatikan Antonsen yang menyuapi Alfano
" Biar aku saja yang menyuapi Alfano, kamu sarapan lah "
" Tidak apa-apa, ini sudah tinggal sedikit lagi" Airca tersenyum dan membersihkan mulut Alfano dengan serbet
" Nanti Alfan pulangnya Mama jemput ya? " Kata Airca dengan memakan sarapannya
" Iya, Alfan mau bilang sama Farrel kalau Alfan juga ada adik, nanti Mama jemput Alfan bawa adik ya" Kata Alfano menatap Airca, Airca menghentikan kunyahan nya, sedangkan Antonsen tertawa pelan
" Dengar sayang, Alfan sangat ingin punya adik, jadi kamu jangan menunda-nunda" Airca menatap Antonsen yang tersenyum kearahnya
" Iya, kan aku bilang malam ini"
Antonsen menganggukan kepalanya dengan tersenyum lebar
" Aku harap kamu tidak kelelahan dalam bekerja, karena malah nanti akan lebih melelehkan, aku tidak mau ya kalau malam nanti sampai gagal"
Airca menatap kesal kearah Antonsen yang makan dengan santai
" Perginya aku yang antar ya? " Kata Antonsen
" Tidak perlu, nantikan aku mau menjemput Alfan"
" Kan bisa pinjam mobil Angel" Airca menatap Antonsen yang mulai mengubah raut wajahnya
" Aku iyakan saja, kalau tidak bisa-bisa aku tidak diizinkan pergi ke perusahaaan Papa"
" Iya sayang " Airca tersenyum manis hingga matanya membentuk bulat sabit, Antonsen mengangkat alisnya melihat sikap Airca
" Kamu sedang menggodaku? " Tanya Antonsen
" Tidak, sudahlah cepat nanti Alfan telat ke sekolah "
**
Antonsen menatap istrinya yang duduk disampingnya sambil memangku Alfano di pangkuannya
" Memangnya apa yang dibahas dalam pertemuan itu? " Tanya Antonsen
" Tidak tahu, kak Angel hanya memintaku datang "
" Dan kamu mau? " Tanya Antonsen kesal
" Aku harus datang, karena aku salah satu pemegang saham disana"
" Pokoknya aku tidak mau ya, kalau kamu sampai kembali bekerja di sana"
" Iya, jangankan di perusahan Papaku, di Universitas Dorwant saja statusku tidak jelas, disana aku masih sebagai pengajar tapi tidak pernah mengajar selama 4 tahun" Airca sedikit kesal mengingat hal tersebut, Antonsen hanya melirik sekilas Airca dan fokus menyetir, Airca mengerucutkan bibirnya melihat tingkah Antonsen yang seolah-olah tidak bersalah
" Kamu bilang aku bisa kembali mengajar setelah aku melahirkan tapi sekarang sudah 4 tahun sayang" Kata Airca menekankan kata sayang disana
" Memangnya kamu tidak kasihan sama Alfan dia akan sendirian dirumah"
__ADS_1
" Alfan bisa di rumah Mama kalau aku mengajar dan kamu bekerja, Mama aku dan Mama kamu pasti senang Alfan disana"
" Memangnya Alfan mau sepulang sekolah dirumah Omma ? " Tanya Antonsen pada Alfan yang hanya memperhatikan kedua orang tuanya berdebat
" Mau" Kata Alfano, Airca merasa senang dengan jawaban Alfano, anak laki-laki nya tersebut memiliki sikap kalem dan baik hati, tapi terkadang suka berontak kalau tidak sesuai keinginannya, sepertinya sifat itu turunan dari Antonsen,
" Dengar ya, dari aku masih belum menikah, aku sudah bertekat kalau aku mempunyai istri, aku ingin dia hanya dirumah mengurus aku dan anak-anak ku" Kata Antonsen tidak mau kalah
" Aku ragu dengan perkataan mu, bukannya diawal pertemuan dan pernikahan kita kamu bilang tidak mencintaiku bagaimana kamu bisa memikirkan hal sejauh itu" Antonsen menatap tidak senang perkataan istrinya
Dia tidak suka istrinya tersebut mengingat-ngingat tentang masa itu.
Mereka sudah sampai didepan sekolah kinder garten
" Aku akan mengantar Alfan ke kelas dulu " Airca baru akan keluar tapi terhenti saat Antonsen menahannya
" Alfan tidak cium Papa dulu" Alfano mendekat dan mencium pipi Antonsen, Airca menahan senyumnya melihat hal tersebut, setelah itu Airca turun dan menggandeng tangan Alfano memasuki sekolah tersebut
Setelah berberapa lama Airca kembali dan masuk kedalam mobil
" Kenapa lama? "
" Aku berbincang sebentar dengan wali kelas Alfan"
" Pria? " Tanya Antonsen selidik
" Tidak wanita" Antonsen tersenyum kecil dan menjalankan mobilnya, Airca yang sedang memasang sabuk pengaman tidak melihat senyum tersebut
**
Antonsen menatap keluar jendela mobil saat mereka telah sampai di perushaan milik Louis, bangunan tersebut tidak terlalu besar mungkin hanya 30 tingkat saja, berbeda dengan perusahaan miliknya yang memiliki 129 lantai dengan tinggi 800 meter.
Airca membuka pintu mobil tapi tidak bisa, dia menatap Antonsen yang memperhatikan bangunan perusahaan milik ayahnya
" Antonsen " Antonsen berbalik dan menatap istrinya
" Buka kunci mobilnya, aku mau turun "
" Iya, cepat buka pintu nya"
" Cium dulu " Airca tersenyum dan mendekatkan dirinya
Cup
Airca hanya mencium berberapa detik bibir suaminya sebelum dia menarik dirinya, Antonsen sudah akan protes tapi terhenti saat Airca bebicara lebih dulu
" Maaf, aku akan menciumu lama malam nanti dan sekarang aku sudah terlambat" Antonsen mengerucut bibirnya dan membuka kunci pintu mobil dengan tidak rela, Airca keluar dari mobil dan melambaikan tangannya
" Aku akan membawa Alfan kerumah Mama setelah aku menjemputnya pulang sekolah "
Antonsen menatap punggung istrinya hingga menghilang dari pandangan, Antonsen menjalankan mobilnya dan pergi dari sana
**
Antonsen duduk dikursi kebesaran dengan menggerakkan kursi tersebut kekiri dan kekanan, tangannya menumpu dagunya sambil berpikir
Nick masuk dengan tergesa tanpa mengetuk pintu
" Tuan! " Nick berhenti dan membungkukkan badannya
" Maaf Tuan saya terlambat " Nick merasa sangat tidak nyaman takut bila Antonsen akan marah
" Tidak masalah " Nick menegakkan punggungnya sambil menatap bingung Antonsen
" Tuan tidak marah? "
" Jadi kamu mau saya marahi? " Tanya Antonsen dengan sedikit kesal, Nick tersenyum kecut dan menggeleng
" Pergilah " Nick tersenyum dan pergi dari sana, dia duduk di kursinya sambil berpikir apa yang terjadi pada tuanya
__ADS_1
" Dia tidak memarahiku karena terlambat? Ini kemajuan yang baik untukku, syukurlah bonusku bulan ini tidak dipotong"
Antonsen mengusap rambutnya setelah melihat jam ditangannya
" Apa Airca sudah menjemput Alfan ya? " Antonsen menggapai ponsel miliknya diatas meja dan menelpon istrinya, dahinya berkerut saat Airca tidak kunjung mengangkatnya
" Kemana dia? " Antonsen kembali menelpon tapi tetap Airca tidak mengangkatnya, Antonsen berdecak kesal dan menelpon nomor ibunya
" Hallo Antonsen ada apa? "
" Mama Alfan ada disana? "
" Tidak, Airca tidak ke rumah Mama"
" Tidak ada? "
" Iya? Ada apa? "
" Tidak ada, baiklah aku akan lanjut kerja "
" Iya"
Antonsen menghembuskan kasar nafasnya
" Alfan tidak ada disana, sedangkan ini sudah lewat 30 menit waktu pulang sekolah Alfan" Antonsen kembali menelpon Airca tapi masih saja tidak diangkat, Antonsen berdiri dengan kesal sambil memakai jasnya dan keluar dari ruangannya
" Awas saja bila dia sampai lupa menjemput Alfan pulang karena sibuk berkerja, aku tidak akan mengampuninya " Nick menatap kepergian Antonsen dengan bingung saat melihat wajah kesal Tuannya
Antonsen sudah dijalan menuju perusahaan milik mertuanya dan dia juga masih berusaha menelpon Airca tapi lagi-lagi tidak diangkat
Mobil Antonsen berhenti didepan perusahaan milik Louis dan dia langsung turun dari mobil, dia masuk dan berhenti didepan meja resepsionis
" Dimana ruangan rapat pemegang saham? " Resepsionis tersebut menatap kaget Antonsen yang tiba-tiba bertanya, dia menatap Antonsen dengan tersenyum manis
" Dia tampan sekali"
" Nona? " Kata Antonsen kesal karena pertanyaanya tidak dijawab
" Maaf Tuan, ruang pertemuannya ada dia lantai empat " Antonsen langsung pergi dari sana memasuki lift untuk naik ke lantai empat, setelah Antonsen memasuki Lift orang-orang mulai bergosip
" Dia sangat tampan, Kira-kira kenapa dia datang kesini ya? "
" Istrinya kan salah satu pemegang saham, aku rasa dia kesini untuk menemui istrinya "
" Aaah... Aku jadi iri, kapan ya aku bisa punya suami seperti Antonsen Carl"
" Ingat dua anakmu dirumah "
" Kenapa kamu mengingatkanku" Kata wanita itu kesal
**
Antonsen keluar dari Lift dan melihat karyawan yang lewat
" Dimana ruangan rapat pemegang saham? "
" Disana Tuan, ruangan dua pintu dengan tulisan ruang rapat didepannya "
" Baiklah, Terima kasih "
" Sama- sama Tuan "
Antonsen sudah hampir sampai di ruangan rapat pemegang saham dan terhenti saat melihat Angel keluar dari ruangan tersebut, Angel juga terhenti saat melihat Antonsen
" Dimana istriku? "
" Kenapa kamu bisa ada disini? "
Antonsen memutar matanya kesal mendengar Angel kembali bertanya, dia melewati Angel dan membuka pintu ruangan tersebut sambil memanggil nama istrinya
__ADS_1
" Airca! "