AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
Extra Part lll (Ben And Angel)


__ADS_3

Angel sudah siap dan menatap ayah dan anak yang masih tertidur dengan nyenyak


" Apa aku bangunkan atau tidak? " Angel tampak tagu untuk membangunkan Ben, dia memutuskan untuk tidak membangunkan pria tersebut dan keluar dari kamar hotel dengan membawa kopernya


Ben mengerjapkan matanya dan menatap samping tempat tidur, dia langsung bangun saat tidak menemukan Angel disamping Gloria


" Dimana dia? " Ben beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dan membukanya tapi Angel tidak ada, dia juga mencari keberadaan koper wanita itu tapi juga tidak ada


" Apa dia mau mengingkari sumpahnya?"


Rahang Ben tiba-tiba mengeras, dia menggenggam erat tangannya, matanya juga mentap penuh kemarahan


" Apa dia pikir dia bisa lari dariku"


**


Angel sudah berada didalam pesawat dengan Mike yang duduk di sampingnya, pria itu sedang mengetik sesuatu di laptop nya


" Mike kita batalkan saja kontrak itu" Mike menatap kaget Angel


" Tapi Nona, Sanksi nya besar" Angel memejamkan matanya


" Aku tahu... Tapi aku juga tidak bisa menikahi pria itu"


" Kenapa? Dia baik"


" Mike...aku sudah menjalani begitu banyak pengalaman dalam hidupku, sangat sulit bagiku untuk percaya pada orang lain, apalagi dengan pasangan, aku dulu bahkan sempat berpikir untuk melajang seumur hidup" Mike menatap Angel tidak percaya mendengar nya


" Meskipun Nona Angel selalu bersikap keras tapi sebenarnya dia sangat rapuh, Nona membutuhkan pria yang bisa melindunginya "


" Nona, kalau kita memutuskan kontak secara sepihak, kita bisa mengalami kebangkrutan karena menggunakan uang perusahaan "


" Kamu tenang saja, aku akan meminjam pada adik iparku, meskipun mungkin dia menolaknya, aku harus mencoba "


**


Angel datang ke prusahaan Antonsen seorang diri, dia ingin meminjam uang tersebut secara pribadi


Dia mendekati meja sekretaris Antonsen


" Apa Tuan Antonsen ada didalam? "


" Ada Nona"


" Kalau begitu saya akan masuk"


" Tapi didalam Tuan ada tamu "


" Tamu? "


" Iya, seorang teman" Angel menghembuskan pelan nafasnya


" Sebaiknya aku menunggu hingga teman Antonsen keluar dulu "


Angel memilih duduk dikursi tunggu sambil menunggu Antonsen selesai dengan temannya


Sekitar 30 menit masih belum ada tanda-tanda teman Antonsen tersebut akan keluar, Nick yang baru datang melihat Angel yang duduk dikursi tunggu dan mendatangi nya


" Nona" Angel menatap Nick yang mendekati nya


" Nick"


" Apa Nona kesini untuk menemui Tuan Antonsen ? "


" Iya, tapi dia lagi ada tamu " Nick merasa kasihan pada Angel, terlihat sekali kalau wanita itu sudah menunggu lama


Nick mendekati meja sekretaris dan bertanya, setelah itu dia kembali mendekati Angel


" Ayo Nona"


" Tapi... "


" Itu hanya teman lama Tuan, Tuan adalah adik ipar Nona" Kata Nick dengan bercanda, Angel tersenyum mendengar Nick menyebut Antonsen itu adik ipar nya

__ADS_1


" Baiklah " Angel berdiri dan mengikuti Nick masuk kedalam ruangan Antonsen


Antonsen dan temannya menatap dua orang yang masuk, Angel terpaku ditempat saat dia melihat siapa teman Antonsen tersebut


" Ben Daen"


Ben bahkan berdiri saat dia melihat Angel, dia sebenarnya datang ke London untuk menemui Angel menagih sumpah wanita itu, dia ingat bahwa dia juga mempunyai seorang teman di London yaitu Antonsen Carl dan sekalian mampir, tapi siapa yang menyangka kalau dia akan bertemu wanita itu disana


" Tuhan menakdirkan kita"


" Angel " Kata Antonsen dengan menatap tidak senang wanita itu, Angel tersadar dan menatap Antonsen


" Kamu seperti nya ada tamu, kalau begitu lain kali saja " Angel dengan cepat pergi dari sana, sedangkan Antonsen menatap aneh Angel yang bertingkah gugup


" Ada apa dengan wanita itu? " Kata Antonsen dengan acuh, Ben menatap Antonsen


" Siapa dia? " Tanya Ben pada Antonsen


" Kakak ipar Tuan Antonsen, Tuan " Antonsen menatap kesal Nick yang mengatakan hal tersebut


" Nick" Kata Antonsen mengingatkan asistennya tersebut


" Nona Angel kan memang kakak ipar nya, kenapa Tuan masih saja tidak menerima kenyataan "


" Kakak ipar? " Kata Ben dengan tersenyum pada Antonsen


" Kenapa kamu tersenyum? "


" Antarkan aku menemui orang tua istrimu"


**


Angel memukul-mukul bahunya yang pegal karena terlalu lama duduk didepan komputer, dia turun dari mobilnya saat dia sudah sampai didepan rumah


Dia membuka pintu rumah dan mendengar suara banyak orang dari arah ruang tamu


" Itu dia" Angel menatap semua orang yang berkumpul, dia membesarkan matanya saat melihat ada Ben yang sedang duduk di samping Ayahnya


" Ada apa lagi pria itu datang kesini? "


" Kakak dia kekasihmu ya? " Tanya Airca dengan tersenyum menggoda pada Angel, Angel menatap Ben yang terlihat tampan duduk di samping ayahnya


" Kenapa kamu ada disni? " Tanya Angel dengan datar pada Ben yang tersenyum


" Melamar mu"


Angel terdiam, sementara yang lain tersenyum tidak jelas, kecuali Antonsen yang syok mendengar nya


" Kakak, calon suamimu sangat tampan " Kata Airca dengan menyentuh tangan Angel, Antonsen yang mendengar perkataan istrinya langsung menangkup wajah Airca dengan kedua tangan hingga Airca hanya menatapnya


" Sayang, aku lebih tampan" Kata Antonsen dengan menekankan nada bicaranya, Airca tersenyum mendengar nya


" Iya kamu yang paling tampan " Antonsen menahan senyumnya mendengar pujian istrinya, Antonsen mendekatkan wajahnya dan mencium Airca, Airca yang sadar langsung menjauhkan Antonsen


" Antonsen " Kata Airca mengingat kan suaminya, Antonsen tertawa dan  berbisik pada istrinya


" Pulang dari sini, aku akan memakan mu" Kata Antonsen dengan mengecup daun telinga Airca, Airca bahkan sampai merinding mendengar nya


" Ehem.. " Kata Cintya menyadarkan Antonsen dan Airca yang sedang bermesraan


" Maaf" Kata Airca tidak enak


" Tuan Ben"


" Ya" Kata Ben dengan lembut saat Angel memanggil nya


" Anda serius? "


" Iya" Angel menarik nafasnya dan menghembuskan nya dengan pelan


" Kamu tahu aku... "


" Aku tahu, aku terima semunya, baik tidak nya kamu, aku terima, bahkan bila kamu seorang psikopat pun aku mau" Kata Ben tersenyum lebar hingga gigi putihnya terlihat,

__ADS_1


" Dia manis sekali " Kata Airca didalam hati, Antonsen yang melihat istrinya menatap Ben dengan terpesona menarik istrinya lebih dekat padanya


Angel tersenyum dan menatap semua orang disana


" Baiklah " Ben yang mendengar nya langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjongkok didepan Angel, dia mengambil tangan Angel dan menggenggam nya


" Kamu yakin? "


" Kalau kamu tidak percaya ya sudah" Kata Angel dengan melepaskan genggaman tangan Ben


" Aku percaya! " Kata Ben dengan cepat  dan menggenggam erat tangan Angel, Angel tersenyum dan mereka saling berpandangan dengan mesra


" Kalau Angel menerima nya, siapa yang akan mengurus prusahaan Papa" Antonsen, Airca, Ben dan Angel dengan cepat menatap Louis yang bicara


Angel menatap Ben yang menatap bingung kearahnya


" Apa kamu akan membawaku ke New York setelah kita menikah? "


" Ya" Angel terdiam mendengar nya


" Kenapa? " Tanya Ben


" Papa sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus perusahaan, dia mudah lelah"


" Kan ada Istri Antonsen " Mendengar itu Antonsen langsung menatap tajam Ben


" Enak saja, Airca tidak akan mengurus prusahaan lagi, itu sudah menjadi tanggung jawab Angel sebagai kakak"


Ben berdiri dan memaksa duduk di samping Angel yang sempit


" Kalian kan tetap di London, sedangkan Angel akan ikut denganku"


" Aku tidak masalah" Kata Airca


" Sayang " Kata Antonsen menolak usulan istrinya.


**


2 bulan kemudian


Angel beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon, dia menatap pemandangan kota yang sudah tampak ramai di pagi hari, udaranya juga masih segar


Angel kaget saat sebuah tangan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba


" Ada apa? " Tanya Ben dengan nada bicara masih mengantuk


" Tidak, aku hanya ingin melihat suasana pagi di New York " Ben tersenyum dibalik leher Angel dan mengecupinya disana


" Apa kamu bahagia? " Angel melepaskan pelukkan Ben dan berbalik memeluk pinggang suaminya


" Aku sangat bahagia " Kata Angel dengan meletakkan kepalanya di dada Ben yang bidang, Ben sangat senang mendengar nya


" Syukurlah dan bagaimana dengan prusahaan Papamu? Antonsen sangat menentang istrinya " Angel mengangkat wajahnya dan memindahkan tanganya memeluk leher Ben hingga pria itu sedikit menunduk karena Tubuhnya yang lebih tinggi dari Angel


" Mau tidak mau Antonsen yang akan Mengurusnya jika dia tidak ingin Airca bekerja " Ben tertawa mendengar nya


" Kenapa kamu tertawa? " Tanya Angel


" Itu sungguh lucu, dia akan kesulitan jika mengurus dua prusahaan sekaligus, kalau Airca yang mengurus salah satu bukankah itu lebih mudah"


" Bukan masalah mudah tidaknya, Antonsen hanya ingin istrinya dirumah, kalau kamu bagaimana? Apa aku boleh bekerja? "


" Tidak, aku bahkan rela mengurus 10 prusahaan sekaligus agar kamu hanya tinggal dirumah "


Angel tertawa pelan mendengar nya, Ben yang melihat itu langsung mengecup bibir Angel hingga Angel terpaku


" Sudah berhenti berbincang nya, sekarang waktunya membuat adik untuk Glory " Kata Ben dengan mengangkat Angel ke gendongan nya, Angel tersenyum dan mencium Ben dengan lembut, Ben yang merasakan itu membalas ciuman Angel sambil berjalan menuju ranjang


**


*Jika kita telah melakukan sebuah kejahatan bahkan keburukkan bukan berarti kita akan menjadi orang yang jahat selamanya


Kita bisa memilih untuk berubah dan menjadi orang yang baik, bahkan lebih baik dari orang yang tak pernah berbuat salah*

__ADS_1


Angel Salnont


__ADS_2