![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca sedikit kaget saat bangun dari tidurnya, bagaimana tidak? Antonsen memeluknya sangat erat seakan takut Airca akan meloncat pergi
Belajar dari pengalaman dan nasihat dari suaminya, Airca memeluk kepala Antonsen dan memanggilnya pelan
" Antonsen " Antonsen tidak bergeming dan mengelus dada Airca dengan kepalanya, Airca merasa malu saat Antonsen melakukan itu, dia masih belum siap
" Antonsen " Antonsen masih diam, Airca semakin berpikir cara untuk membangunkan Antonsen, Airca ingat ketika Antonsen bangun tidur dia pasti meminta dicium, iya Airca ingat
" Sayang " Airca merasa geli saat dia mengucapkannya, tapi sepertinya sedikit berhasil karena Antonsen tertawan pelan karena itu
Cup
Airca mengecup kepala Antonsen dan mengusapnya sayang
" Bangun sayang " Seketika Antonsen mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar
" Kamu sekarang sudah berani ya, tapi aku suka, cium lagi sayang, tapi disini " Tunjuk Antonsen pada bibirnya
Cup
Antonsen sangat senang Airca menciumnya, dia tersenyum lebar hingga gigi putihnya terlihat
" Kamu menggemaskan " Antonsen mencium seluruh wajah Airca hingga Airca merasa kegelian
" Antonsen sudah" Antonsen tidak berhenti dan menatap dalam Airca, Airca juga terdiam menatap Antonsen
" Ayo kita lakukan " Airca kaget, dia bukannya tidak mengerti dengan perkataan Antonsen, Airca menggeleng kan kepalanya menolak
" Kenapa? Kamu tidak ingin melakukannya denganku? " Tanya Antonsen dengan wajah tidak senang, Airca tidak enak menolaknya tapi melakukannya sekarang? Sepertinya tidak tepat
" Pagi ini? "
" Memang nya salah? " Tanya Antonsen menusuk
" Kamukan harus kerja "
" Kamu tidak Perlu mengakhawatirkan hal itu " Airca terdiam mencari alasan yang tepat untuk itu
" kamu bisa tidak pergi kekantor, tapi aku harus ke prusahaan Papa apalagi dengan keadaan perusahaan yang sekarang sedang kacau" kata Airca didalam hati
Antonsen masih diam menunggu jawaban dari istrinya, selagi dia menunggu Airca berpikir dia mengusap Bibir Airca mencoba menggoda wanita itu
Airca menelan salivanya saat melihat tatapan Antonsen padanya, suaminya itu bahkan siap menerkam jika dia menganggukkan kepalanya saja
" Malam nanti saja, aku harus kerja" Kata Airca sambil sedikit menjauhkan diri, Antonsen tidak ingin Airca pergi dan menahannya
" Kamu cuti saja hari ini, biar aku yang bilang pada kepala Universitas " Antonsen kembali mendekatkan dirinya untuk mencium Airca
" Antonsen, aku janji malam ini, aku mohon" Antonsen menatap Airca mencoba menimbang, Airca menatap Antonsen berharap bisa lepas pagi ini, Antonsen berpikir dengan keras kemudian dia menjauhkan dirinya
" Baiklah, tapi kamu tidak boleh ingkar janji"
" Iya" Airca tersenyum lebar dan beranjak dengan cepat masuk kedalam kamar mandi, Antonsen hanya menatap Airca dengan senyuman dibibir nya
" Sepertinya aku harus bersabar hingga malam nanti "
**
Antonsen turun dari lantai atas menuju meja makan, dia melihat Airca yang sudah duduk lebih dulu disana
Antonsen mendekat dan langsung mencium Airca, Airca bahkan sampai kaget dibuatnya

Pelayanan yang ada disana malu dan memalingkan wajah mereka, Airca tersadar dan menarik dirinya
" Sudah, malu dilihat Bibi Corny" Corny adalah kepala pelayan disana, Antonsen tersenyum dan kembali mencium Airca
" Biarkan saja"
**
" Aku akan mengantarkan mu ke Universitas "
" Tidak perlu " Airca menolak tawaran Antonsen, entah kenapa dia tidak ingin Antonsen tahu kalau dia bekerja di perusahaan ayahnya bukan di Universitas
Antonsen tidak suka mendengar nya dan menatap terang-terang pada Airca dengan wajah cemberut
" Lain kali saja, aku pergi dulu" Airca pergi lebih dulu dan masuk kedalam taxi yang sudah dia pesan, sedangkan Antonsen hanya menatap datar Airca
" Dia bertingkah aneh"
**
Antonsen masuk kedalam ruangnya dan duduk dikursi kebesarannya, jika dipikirkan lagi sudah dua kali dia gagal untuk melakukan itu bersama Airca
Antonsen sungguh tidak bisa menahanya, apalagi jika Airca sudah sangat dekat dengannya, Antonsen selalu ingin memeluk dan mencium wanita itu, seakan tubuh Airca menarik dirinya untuk selalu mendekat
Nick masuk dan meletakkan jadwal kegiatan Antonsen hari ini, Antonsen mengambil daftar itu dan membacanya, dia mengernyit tidak suka saat melihat jadwal sesudah jam makan siang
" Hapus saja jadwal peremuan ku dengan perusahaan Salnont " Antonsen tidak ingin bertemu Angel, karena dia tahu setiap kali pertemuan antara perusahaan mereka selalu saja Angel yang datang
Nick menatap bingung Antonsen yang tidak ingin melakukan pertemuan dengan perusahaan milik ayah mertua nya
" Tapi Tuan, kita benar- benar harus bertemu, karena pembangunan yang ada di Kanada itu sudah hampir rampung "
Antonsen menghela nafasnya pelan menatap Nick
__ADS_1
" Baiklah, tapi aku hanya ingin bertemu selama 30 menit tidak lebih" Nick terdiam mendengar itu, itu adalah waktu yang sangat sedikit dalam pertemuan bisnis yang mencakup cukup besar tersebut
" Baik Tuan" Dan bagaimanapun Nick hanya bisa menjalankan perintah
**
Airca menatap Mike yang sedang menunggu keputusan nya
" Bagaimana? "
" Apakah aku harus pergi ke pertemuan itu? "
" Iya, biasanya Nona Angel yang mewakilinya "
" Bagaimna kalau kamu saja" Mike tertawa pelan mendengar itu
" Tidak bisa, saya hanya sekretaris baru yang menggantikan sekretaris lama "
" Kenapa sekretaris lama harus berhenti? Kalau kalian berdua, kan bisa jadi lebih mudah"
" Karena Nona Angel mengambil cuti, dia sudah bekerja selama 6 tahun pada Nona Angel, tampaknya dia hanya ingin bekerja pada Nona Angel"
" Baiklah aku akan pergi ke pertemuan itu" Airca harus benar-benar menyiapkan mentalnya untuk bertemu Antonsen, suaminya itu pasti akan sngat kaget dan terkejut
**
Antonsen melangkah sangat malas menuju ruang pertemuan, Nick bahkan dapat melihat keengganan Antonsen untuk masuk kedalam ruangan
Nick membukakan pintu untuk Antonsen, Antonsen masuk dan langsung terpaku saat melihat istrinya duduk disana

Antonsen berjalan dengan tidak percaya menuju kursinya, sedangkan Airca tersenyum layaknya rekan bisnis
Antonsen tidak melepaskan pandangannya dari Airca, Airca merasa sedikit tidak nyaman karena bukan hanya dia dan Antonsen disana
" Siang Tuan Antonsen, saya Airca Salnont wakil direktur perusahaan Salnont " Airca menjulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan Antonsen
Antonsen melihat itu dan menerima jabatan tangan Airca, Antonsen menggenggam erat tangan Airca dengan sesekali mengelus nya
Airca mencoba menarik tanganya tapi Antonsen semakin mengeratkan genggaman nya
" Tuan " Kata Airca dengan senyum manis, Antonsen tersadar dan melepaskan pelan tangan Airca
" Ya"
Mike yang duduk disamping Airca mendekati Airca dan memberikan Airca dokumen kerja sama mereka
" Ini Nona " Airca melirik Mike dan membuka dokumen tersebut, Airca masih belum terlalu mengerti dan bertanya pada Mike
Antonsen yang masih terkejut dengan kahadiran istrinya tersadar saat melihat Airca yang terlihat akrab dengan pria disamping nya
" Saya sekretaris baru pengganti sekretaris lama" Antonsen tidak suka dengan cara senyum pria itu,
Antonsen juga tidak suka melihat jarak duduk Airca dan pria itu, meskipun masih ada celah tapi bagi Antonsen itu sangat dekat, dia tidak suka istrinya terlalu dekat dengan pria selain dirinya
Antonsen menatap tidak suka pada Mike, hingga membuat Mike yang melihatnya menjadi tidak nyaman
" Dia terlihat tidak menyukai ku"
Antonsen mengalihkan matanya menatap Airca yang memperhatikan dirinya dan Mike
" Sayang, aku ingin kita bicara, hanya berdua diruanganku"
Semua orang kaget disana, mereka mengusap kuping mereka Masing-masing merasa pendengaran mereka terganggu
Airca mengeluh didalam hati, kenapa Antonsen harus membuat rumit segalanya, dia hanya perlu bersikap profesional
Antonsen berdiri dan menarik Airca pergi dari sana
" Nick kamu selesaikan semuanya, Terima semua persyaratan yang mereka minta"
Setelah mengatakan itu Antonsen membawa Airca masuk kedalam ruangan nya, Airca pasrah mengkuti Antonsen yang menariknya meskipun mendaptkan tatapan penasaran dari para karyawan disana
Airca sedikit kaget dengan ruangan milik Antonsen, ruangan itu sangat mewah dan berkelas, sofa panjang dengan warna Hitam yang terlihat mahal, lantai yang terlihat mengkilap entah terbuat dari apa
Antonsen menarik Airca dan mendudukkan nya disofa
" Apa ini? Kenapa kamu yang menggantikan Angel? " Airca menatap Antonsen yang menatap penuh intimidasi padanya
" Kak Angel butuh waktu untuk liburan"
" Sejak kapan kamu menggantikan dia? "
" Sudah berberapa hari ini"
" Kamu tidak bilang padaku kalau kamu bekerja di perusahan ayahmu, aku kira kamu mengajar" Kata Antonsen dengan wajah kesal
" Aku minta maaf"
" Berhenti, aku tidak mengizinkan kamu berkerja disana apalagi dengan pria itu menjadi sekretaris mu"
" Siapa Mike? "
" Entah siapa namanya, aku tidak suka"
" Dia baik, dia yang sudah membantu ku selama ini " Antonsen berdecak kesal mendengarnya
__ADS_1
" Memangnya untuk apa wanita itu libur? menyusahkan saja"
" Dia masih sakit, dia butuh waktu untuk istirahat " Antonsen mencibikkan bibir nya tidak suka dan menarik Airca kepelukan
" Aku senang kamu ada disini, tapi aku tidak suka pria itu, cari sekretaris wanita saja"
Airca menarik dirinya dan menatap Antonsen
" Tidak bisa "
" Bisa, aku yang akan mencarikannya untuk mu"
" Antonsen "
" Sudah mendekatlah, aku ingin memelukmu" Airca mendekat dan Antonsen langsung menarik nya kuat hingga Airca jatuh dan Antonsen dengan cepat menindih Airca
" Antonsen " Kata Airca kesal sambil memukul pelan dada Antonsen,
" Menjauhlah"
" Tidak "
" Antonsen ini kantor "
" Aku tahu, aku hanya ingin menciummu saja"
Antonsen tersenyum dan mencium bibir Airca

Airca hanya diam membiarkan Antonsen mencium nya, Antonsen menarik Airca semakin dekat dan menciumnya semakin dalam, sekian lama mereka berciuman Airca mencoba menarik bibir nya, tapi tampaknya Antonsen enggan untuk berhenti
" Aku harus kembali ke perusahaan "
Airca mencoba mendorong dada Antonsen dengan pelan tapi Antonsen sama sekali tidak bergerak dan tambah melumat semakin dalam bibir Airca
Airca mengeluh didalam hati, pasti bibir nya sudah memerah Antonsen sungguh keterlaluan dan bagaimana dengan orang yang melihat nya nanti
" Antonsen " Airca mencoba berbicara disela ciuman mereka, Antonsen menggeram dan kembali mencium Airca
" Tuan" Pintu dibuka dari luar, Nick masuk dan terpaku ditempat saat melihat Tuannya sedang berciuman dengan istrinya
Airca dengan kuat mendorong Antonsen hingga pria itu terduduk disisi sofa lainnya, Antonsen menatap tidak suka Airca yang mengakhiri ciuman secara tiba-tiba
" Kenapa kamu mendorongku, aku masih mau menciummu " Antonsen mengabaikan Nick yang masih berdiri di depan pintu, Airca melirik tidak enak pada Nick, Airca langsung berdiri dengan cepat saat merasakan Antonsen ingin kembali mendekatinya
" Aku harus segera kembali ke perusahaan, dadah Antonsen " Airca dengan cepat keluar dari ruangan Antonsen melewati Nick yang masih berdiri di depan pintu, Antonsen menatap kesal Airca dan mengejarnya, dia menangkap pergelangan tangan Airca

" Kamu tidak boleh kerja "
" Antonsen please jangan seperti ini" Airca mencoba menarik tanganya dari genggaman Antonsen, Antonsen menatap tajam kearah Airca
" Kamu... "
" Antonsen! " Antonsen dan Airca menatap orang yang memanggil nama Antonsen, Airca yang melihat Antonsen memalingkan matanya menarik dengan cepat tangannya, Antonsen yang tidak fokus pada Airca kaget saat Airca berhasil lepas darinya
" Kamu sepertinya ada tamu, aku akan pergi dulu, dadah" Airca melambaikan tanganya dan pergi dari sana meninggalkan Antonsen yang tidak percaya atas sikap istrinya
" Antonsen " Antonsen langsung menatap tajam Leo yang sudah berdiri di sampingnya, Leo mengenyit takut hingga dia mundur satu langkah
" Ada apa? Kamu menakuti tahu" Kata Leo dengan wajah kesal
" Karena kamu istriku jadi pergi " Kata Antonsen dengan nada tidak kalah kesal
" Wanita tadi istrimu? Tadi aku kira dia model baru untuk perusahaan mu, dia sangat menarik, wajahnya yang lembut, kulitnya yang putih, tubuh idealnya... "
" Leo kamu mau mati ditanganku, beraninya kamu menatap istriku " Antonsen mendekati Leo dan menarik Leo untuk masuk kedalam ruangannya
"Antonsen ampun, tolong jalan lakukan hal itu lagi" Leo berontak tapi tidak bisa
" Tidak, kamu harus dihukum, aku akan mencabut bulu hidungmu hingga habis "
" Kamu sangat kejam! "
**
Airca masuk kedalam kamar dan melihat Antonsen yang sudah berbaring diranjang, Airca melawati Antonsen dalam diam dan masuk kekamar mandi
Airca keluar dari ruang ganti dan ikut berbaring disamping Antonsen, Antonsen tidak membelakangi Airca dan Terang-terangan menatap kesal pada wanita itu
" Bagus pergi meninggalkan suami begitu saja"
Airca menarik nafasnya pelan dan menyentuh tangan Antonsen
" Maaf, itu karena kamu tidak akan membiarkan ku pergi jika aku tidak lari dari sana"
" Tapi setidaknya beri aku ciuman baru pergi dari sana" Airca tersenyum dan mendekatkan dirinya
" Akan aku lakukan sekarang "
**
Aku bayangkan Antonsen itu Lee Min Ki
dan Airca itu Jung So min dalam drama Korea
__ADS_1
BECAUSE THIS MY FIRST LIFE( ͡°з ͡°)