![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Mereka berbaring diatas ranjang, Setelah Airca menangis dengan sangat lama, Antonsen membaringkannya diatas kasur dan kerena lelahnya menangis Airca langsung tertidur, lalu Antonsen juga berbaring disana,
Antonsen menyingkirkan rambut Airca yang menutupi wajahnya lalu mencium keningnya dalam

"Kenapa aku merasa sakit saat melihat kamu begitu terluka?"
**
Antonsen membuka matanya dan tidak melihat Airca disisinya, Antonsen turun dari ranjang dan mengetuk pintu kamar mandi
" Airca, kamu didalam?" setelah tidak mendapat jawaban Antonsen membuka pintu tersebut, kosong
" dimana dia?" Antonsen masuk kekamar mandi dan membersihkan diri, setelah itu dia turun untuk mencari istrinya
Antonsen melihat Airca yang sedang menyiapkan sarapan dibantu pelayan, Antonsen berjalan dengan cepat dan menarik Airca menjauh dari dapur
" Antonsen"
" apa yang kamu lakukan? Kamu masih belum sehat"
" aku sudah sehat, lihat....aku baik-baik saja" Antonsen menyentuh kening Airca memeriksa suhu tubuhnya kemudian mengusap wajah Airca
" baiklah, tapi kamu tidak boleh menyiapkan sarapan, sudah ada pelayan" Airca tersenyum mendengar itu
" aku sudah sehat"
" Airca! Aku bilang jangan ya jangan, kenapa kamu bersikeras" Antonsen menaikkan nada bicaranya hingga pelayan yang ada didapur menatap kearah mereka, Airca terdiam dan menatap Antonsen
" baiklah" mendengar itu Antonsen mengusap rambut Airca dan membawanya duduk dimeja makan
" kamu sudah minum obatnya?"
Tanya Antonsen setelah dia duduk disamping Airca
" belum, aku baru akan meminumnya"
Antonsen berdecak kesal mendengar jawaban Airca, dia mengambil botol obat diatas meja dan meminta air putih pada pelayan, Antonsen mengarahkan obat itu ke mulut Airca
" aku bisa sendiri"
" cepat " Airca membuka mulutnya, setelah itu Antonsen mengarahkan gelas minuman padanya, Airca sedikit gugup dan aneh, kenapa Antonsen sangat perhatian padanya
Setelah Airca meminum obatnya, sarapan juga sudah siap diatas meja,
" aku akan panggil Mama sama Papa dulu" Airca baru akan berdiri Antonsen menariknya hingga duduk kembali
" biar pelayan saja" Antonsen meminta pelayan untuk memanggil Louis dan Cintya
Tak lama Cintya turun bersama Louis
" selamat pagi" kata Cintya sambil mencium kepala anaknya, Airca tersenyum melihat Cintya
" pagi Mama"
Louis kaget saat dia melihat Antonsen ada dimeja makan
" Antonsen, kamu disini?" Antonsen menatap Louis dan tersenyum
" ya, saya menginap disini malam tadi"
" Papa sungguh tidak tahu, Papa tidak melihat kamu malam tadi"
" Antonsen menjaga Airca semalam " sahut Cintya, Louis yang mendengar itu tersenyum
" Papa senang mendengarnya, kamu sudah menjadi suami yang baik untuk Airca" Antonsen senang mendengar itu dan menatap istrinya
" kamu lihat sayang, Papa memujiku" Airca melihat Antonsen dengan cepat, setelah dia mendengar Antonsen memanggilnya sayang
" mana Angel?" tanya Louis
" aku disini Papa" Angel datang dengan pakaian rapi, dia tersenyum dengan sangat manis dan duduk didepan Antonsen, Antonsen mengalihkan matanya dari Angel dan menatap istrinya
" kamu mau makan apa sayang?" tanya Antonsen saat melihat Airca yang hanya menatap diam Angel
"Huh?"
" mau makan apa?"
__ADS_1
" apa saja" Antonsen tersenyum dan mengambilkan Airca makanan, Cintya dan Louis tersenyum melihat itu, tapi tidak dengan Angel dia menatap kesal pemandangan itu
" Airca terlihat baik-baik saja, aku rasa dia bisa mengambil makannya sendiri " Antonsen meletakkan makanan didepan Airca
" apa perlu aku menyuapimu?" Angel kesal, Antonsen mengabaikan diri nya
" Tidak, aku bisa makan sendiri" Airca mengambil alih sendok ditangan Antonsen, dia juga merasa lega, Antonsen tidak menghiraukan perkataan Angel, meskipun dia tadi dapat mendengar geraman kesal dari Antonsen
Angel menyelesaikan makannya lebih dulu dan berdiri dengan cepat
" Aku pergi dulu" Angel menggeser kursi dngan decitan kuat, dan langsung pergi dari sana
Antonsen tidak ingin memperdulikan Angel dan makan dengan santai, Louis dan Cintya saling pandang khawatir tindakkan Angel membuat Antonsen terganggu, tapi tidak, Antonsen terlihat tenang
**
Airca menatap Antonsen yang mengikuti nya kemana-mana
" Kamu tidak kerja? " Antonsen melihat Airca dan duduk di samping nya
" Ayo kita pulang "
" Kenapa? Kamu merasa tidak nyaman disini? Kamu bisa pulang kerumah"
Antonsen menatap kesal Airca
" Maksudku kita, bukan hanya aku" Airca menghembuskan nafasnya pelan
" Baiklah, aku juga sudah sehat" Antonsen tersenyum, dia berdiri dan langsung memakaikan Airca mantel tebal, Airca sedikit kaget dengan reaksi Antonsen yang memakaikannya mantel
" Sekarang? "
" Ya" Antonsen membantu Airca berdiri dan membawanya keluar kamar, Airca hanya mengikuti Antonsen yang menariknya, Antonsen tersenyum saat melihat Cintya yang duduk diruang keluarga
" Mama" Cintya menolehkan kepalanya dan menatap Antonsen dan Airca
" Kalian mau kemana? " Tanya Cintya saat melihat Airca memakai mantel tebal, sebenarnya Airca juga tidak nyaman memakai itu, karena dia tidak kedinginan, dia baik-baik saja
" Kami akan pulang ke rumah kami"
" Hari ini juga? Kalian kan baru dua hari disini"
" Airca sudah sembuh, aku harus bekerja, aku merasa tenang kalau dia dirumah kami"
" Mama akan menjaga Airca, kamu tenang saja" Antonsen terdiam mendengar itu dan menatap Airca, Airca yang menyadari tatapan Antonsen padanya menatap ibunya
" Aku sudah sehat Ma "
" Baiklah, kalau begitu, Mama tidak bisa menahan kalian"
**
Setelah sampai dirumah mereka, Antonsen membaringkan Airca diatas ranjang, Airca merasa tidak nyaman, karena dia sudah sembuh, Airca bangun dan Antonsen yang melihat itu kembali membaringkan Airca
" Istirahatlah"
" Antonsen aku baik-baik saja" Airca beranjak dari ranjang dan berdiri didepan Antonsen
" Kamu masih sakit"
" Tidak, aku berterima kasih dengan kebaikanmu padaku, mungkin aku menyusahkan kamu"
" Apa yang kamu katakan? Ini sudah tugasku seorang suami" Airca terdiam mendengar itu, Antonsen yang sadar akan perkataanya juga terdiam
" Kamu istirahat saja, aku akan kebawah"
Antonsen pergi dari sana dengan perasaan gugup
" Sial, kenapa aku jadi gugup begini? "
Antonsen turun dan berjalan menuju dapur, dan saat itu juga ponselnya berdering
" Sayang" Antonsen mengumpat dalam hati, dia sudah memblokir nomor ponsel wanita itu, Angel menelpon menggunakanNomootapii sialnya Antonsen mengangkat nya,
" Berhentilah menghubungi ku"
" Kamu kenapa begitu jahat padaku? Aku mencintaimu Antonsen" Antonsen sudah dari tadi menahan perasaan marahnya pada Angel, dan kalau bukan karena Airca, sudah dari malam tadi wanita itu membekam dipenjara
" Aku peringatkan kamu, jika sekali lagi kamu menyentuh istriku, kamu akan mati ditanganku"
__ADS_1
Tutt.. . .
Angel yang sedang berdiri dibalkon kamarnya terdiam kaku mendengar kalimat terakhir dari Antonsen
" Dia tahu kalau aku yang meracuni Airca, Sial tampaknya aku harus lebih berhati-hati"
*
Antonsen masuk kedalam kamar dan melihat Airca yang sedang mengetik pada Laptop
" Apa yang kamu lakukan kan? " Airca mengalihkan matanya menatap Antonsen
" Aku harus menyelesaikan kan soal ulangan anak muridku " Antonsen berdecak kesal mendengarnya, Antonsen mengambil laptop dipangkuan Airca dan menutupnya
" Antonsen" Sahut Airca
" Aku tidak bekerja demi kamu, kenapa kamu malah bekerja "
" Antonsen please, aku sungguh harus menyelesaikan itu segera, aku baik-baik saja"
" Kamu masih belum sehat"
" Ya Tuhan Antonsen, bagaimana agar kamu percaya kalau aku sudah sehat? benar- benar sehat "
Antonsen tersenyum dan duduk di samping Airca, Airca hanya menatap bingung Antonsen
" Kamu serius mau buktikan padaku? "
" Iya, memangnya apa? "
" Cium aku"
" Kamu gila? " Tanya Airca sambil tertawa pelan
" Tidak, aku serius" Seketika Airca terdiam menatap Antonsen
Antonsen mendekatkan wajahnya pada Airca, Airca yang melihat itu menjadi gugup
" Antonsen jangan bercanda " Antonsen menatap Airca dengan mencibikkan bibirnya kesal
" Aku serius "
" Aku bisa menyelesaikan tugas ujian? "
" Ya"
" Aku bisa bekerja mulai besok"
" Ya" Airca tersenyum dan menangkup wajah Antonsen, Antonsen yang merasakan itu tersenyum senang
" dia benar-benar akan mencintaiku ?"
" Kamu sudah berjanji, jadi jangan mengingkarinya? " Antonsen mengangguk sambil matanya tak lepas dari Airca
" Baiklah " Airca mendekatkan wajahnya dan
Cup

Airca mencium mata Kiri Antosan, Antonsen membuka matanya dan menatap Airca yang pipinya sudah memerah karena malu, Antonsen masih diam menatap Airca membuat wanita itu jadi salah tingkah
" Antonsen"
" ... .. . . "
" Antonsen"
" Huh? "
" Mana laptopku, kamu sudah berjanji "
" Ah, iya" Antosan meletakkan kembali laptop milik Aircaa di pangkuannya
" Terima kasih" Airca kembali mengetik pada laptopnya sedangkan Antonsen menatap wanita itu dengan hati yang berbunga-bunga
" Kenapa dia sangat manis?"

__ADS_1