AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
Extra Part (Nick And Jane)


__ADS_3

Nick baru saja mendapat telpon dari Antonsen untuk mencari nomor ponsel sahabat Tuanya yang bernama Jane, Nick menghembuskan panjang nafasnya dan menelpon seseorang


" Hallo"


" Harley bisa kamu carikan nomor ponsel Wanita bernama Jane, dia teman dari istri Tuan Antonsen Carl"


" Apa ini sangat penting? "


" Kurasa tidak, sepertinya Tuan hanya tidak bisa menghubungi istrinya dan merasa galau karena kehilangan istri" Terdengar tawa dari Harley dari Seberang telpon


" Aku rasa Tuan akan mencabut semua bulu hidungmu hingga habis seperti yang dia lakukannya pada Mr Leo sahabat nya"


" Harley tolong bersikap serius"  Kata Nick dengan nada serius, tapi dalam hatinya dia juga takut Antonsen akan benar-benar mencabut semua bulu hidungnya


" Ya baiklah, tunggu aku melacaknya dan mengrimkan nomornya"


" Ya segara, dan jangan sampai Tuan tahu apa yang aku katakan tadi"


" Kenapa ?kamu takut? " Kata Harley dengan nada geli merasa lucu


" Harley! " Kata Nick kesal


" Yaya baiklah, Tuan akan marah kalau kamu memperlambat semunya" Nick menghembuskan pelan nafasnya mendengar itu


" Ya sudah aku matikan"


Tut..tut..


Nick mematikan ponselnya dan sekitar berberapa menit masuk pesan dari Harley, Melihat Itu Nick langsung mengirimkan nomor ponsel Jane pada Antonsen


Setelah mengirimkannya, Nick menimbang apa dia menyimpan nomor ponsel wanita itu atau tidak


" Lebih baik aku simpan saja, mungkin nomor ini akan diminta Tuan lagi"


Nick menyimpan nomor Jane dikontak ponselnya dengan nama kontak


Teman istri Tuan


**


Nick baru pulang dari kantor, dia merasa sangat lelah dengan semua pekerjaan yang diberikan Antonsen padanya, apalagi saat Tuanya tersebut sibuk dengan istrinya Airca


Nick menjalankan pelan mobilnya dan melihat sebuah Bar yang tampak ramai di waktu hampir tengah malam


" Aku rasa aku butuh minuman " Nick turun dari mobil dan masuk kedalam Bar tersebut, dia melihat banyak orang menari dilantai dansa, Orang-orang menari dengan bebas seakan tidak punya beban, Nick menghembuskan nafasnya berat dan duduk didepan bartender yang menyiapkan minuman


" Tolong satu gelas Vodka " Bartender tersebut menatap Nick yang tampak sedikit kacau


Nick kembali menatap lantai dua Bar Tersebut disana duduk pria-pria dengan setelan jas di tubuh mereka, hanya sekali lihat saja Nick tahu mereka orang kaya


" Meskipun Tuan Antonsen sedikit semena-mena denganku, menyuruhku ini dan itu sesuka hati tapi dia tidak pernah mabuk di bar dan main wanita malam"


Melihat pemandangan itu menyadarkan Nick bahwa Tuanya tersebut tidaklah terlalu buruk


" Ini Tuan" Nick menatap minuman yang telah siap diminum didepannya, Nick masih menatap minuman itu dengan bimbang, dia ingin pergi dari sana tapi minuman itu telah siap


" Birlah kapan lagi aku akan merasakan ini, bisa jadi besok akan lebih sibuk" Nick mengambil minuman tersebut dan meminumnya, Nick mengerucutkan bibirnya setelah merasakan minuman tersebut, memang sedikit pahit tapi rasanya selalu ingin lagi dan lagi


Nick semakin menjadi, sudah tujuh gelas kosong di sampingnya


" Satu gelas lagi" Nick tertawa pelan dan berbicara tidak jelas sambil melihat wanita-wanita malam yang melintas di depannya


" Hei wanita dadamu itu balon? kenapa sangat besar? " Wanita yang dikatai tersebut merasa tersinggung dan memukul Nick dengan tasnya,


" Aaaa... " Nick berteriak pelan sambil mengusap kepalanya yang tadi dipukul wanita itu


" Kamu tahu apa? semua pria menyukai dada besar " Kata wanita tersebut dengan tatapan tajam sebelum meninggalkan Nick


" Dasar wanita gila! " Nick benar-benar sudah mabuk berat, Nick menjatuhkan kepalanya diatas meja sambil meminta kembali minuman, Bartender yang melihat itu menarik temannya mendekat


" Pria itu sudah minum sangat banyak"


" Suruh saja dia pulang " Bartender tersebut menatap Nick dan menyentuh tanganya


" Tuan"


"........ " Tidak ada jawaban dari Nick


" Tuan"


"........ " Masih tidak ada jawaban, Teman bartender tadi berdecak kesal melihatnya


" Lebih baik dia pergi bersama wanita ke hotel saja, daripada mabuk hingga tertidur di sini " Kata Teman Bartender tersebut dengan kesal


" Tidak akan ada yang mau dengannya, dia baru melihat satu wanita dan sudah mengatakan dadanya terbuat dari balon, alhasil dia kena pukul tas wanita itu" Kata Bartender tersebut sambil tertawa pelan, dia juga melihat kejadian itu dan itu cukup lucu


" Ya sudah ambil ponselnya dan telpon siapa saja, kalau bisa wanita, biar dia bisa melewati malam yang indah " Kata teman Bartender tersebut dengan senyum jail, bartender tersebut tersenyum dan menganggukkan kepalanya


Dia berjalan kearah Nick dan mengambil ponselnya dari saku Jas


Bartender tersebut memeriksa kontak Nick dan mengerutkan dahinya

__ADS_1


" Harley "


" Tuan Antonsen Carl"


" John"


" Harry"


" Steven"


" Adam" Bartender tersebut menyebutkan nama dari daftar kontak Nick


" Semua nama kontaknya pria "


" Cari lagi " Kata temanya Bartender tersebut, Bartender tersebut kembali memeriksa dan melihat kontak


" Teman istri Tuan"


"Bagaimana? " Tanya teman Bartender tersebut


" Ada Nama kontaknya Teman istri Tuan"


" Teman istri Tuan? "


" Iya tampaknya ini wanita"


" Ya sudah telpon " Bartender tersebut menelpon nomor tersebut tak berapa lama Jane menerimanya


" Hallo"


" Iya dengan siapa? "


" Nona ini dari Bar Dorris,  pacar Nona mabuk disini tolong jemput dia"


" Pacar? Maaf ya Tuan saya tidak punya pacar"


" Nona pria ini dari tadi menyebut nama Nona terus menerus" Jane merasa curiga kalau ini penipuan


" Siapa nama yang dia sebut?" Mendengar itu bartender tersebut merasa bingung kemudian dia melihat mantan pacarnya yang baru masuk kedalam Bar


" Jane, dia menyebutkan nama Jane" Bartender tersebut menyebutkan nama mantan pacarnya, dia tidak perduli benar atau tidak, setelah tidak ada jawaban dari Seberang telpon Bartender tersebut memanggilnya


" Nona? "


" Saya akan kesana" Jane mematikan ponselnya dan Bartender tersebut menatap temannya


" Dia percaya dan akan datang kesini"


" Benarkah? "


" Kamu benar-benar gila itu kan nama mantan pacarmu"


" Hahahha ini sungguh kebetulan yang ajaib"


**


Jane mengendari mobilnya dengan kencang, dia merasa khawatir


" Ini pasti Kak Sam, dia memang bertingkah aneh akhir-akhir ini, dia juga belum pulang padahal jam sudah lewat tengah malam dia tidak pernah pulang telat " Jane mengira Pria yang mabuk di Bar tersebut adalah Sam


Mobil Jane berhenti dan dia langsung masuk kedalam Bar tersebut dengan mata memantau kemana-mana, dia melihat Bartender yang sedang menyiapkan minuman dan mendekati nya


" Permisi saya Jane" Bartender tersebut menatap Jane dan tersenyum


" Ada sudah sampai "


" Ya dimana pria itu? "


" Disana" Tunjuk bartender tersbeut pada kursi yang tidak jauh dari tempat berdiri Jane


" Terima kasih " Jane mendekati pria yang menjatuhkan kepalanya diatas meja, dilihat dari pakainya dia terlihat seperti Sam


" Kakak" Kata Jane sambil menyentuh tangan Nick, Nick mengangkat kepalanya dan menatap Jane yang kaget dengan dirinya


" Siapa kamu? " Tanya Jane risau, Nick tidak bicara hanya menatap Jane yang tampak sedikit takut dengannya


" Tolong antarkan aku pulang " Kata Nick sambil menggenggam tangan Jane, Jane merasa takut dan mencoba menarik tangannya


" Lepas! "


" Aku mohon, bawa aku pulang " Jane masih mencoba melepaskan tangan Nick dari tangannya tapi sulit karena tenaga pria itu lebih kuat


" Nona" Jane menatap Bartender disana mendekatinya


" Tolong bawa dia pulang, dia sudah sangat mabuk dan belum membayar minuman"


" Aku tidak kenal pria ini" Kata Jane dengan suara tidak ingin membantu Nick


" Tapi aku menelpon nomor diponsel pria tersebut " Jane menatap Nick dan melihat wajahnya, Jane sama sekali tidak kenal siapa pria tersebut


" Mana ponselnya? " Tanya Jane, Bartender tersebut menunjuk ponsel yang ada diatas meja, Jane mengambil ponsel tersebut dengan tangan kiri karena tangan kanannya sedang digenggam Nick dengan erat

__ADS_1


Jane memeriksa ponsel Nick dan kaget melihat ada nama Antonsen Carl dikontak ponselnya, Jane menatap Nick dan menghembuskan nafasnya berat


" Pria ini pasti salah satu tangan kanan Antonsen " Jane menatap Bartender tersebut


" Aku akan membawanya pulang "


**


Jane tidak tahu kenapa dia harus kembali bertemu dengan pria yang menyusahkannya malam itu, sedangkan Nick hanya bersikap santai dengan sikap sinis Jane padanya


" Sial sekali hari ini bertemu dengannya" Kata Jane menyindir Nick


" Apa anda masih marah dengan kejadian malam itu? " Jane sungguh kesal  sekali mendengar hal tersebut sehingga membuat dia kembali mengingatnya


**


Jane menunggu Airca sambil menonton Joshua yang mulai bernyanyi, Jane kaget saat melihat Nick duduk disamping nya


" Mana Airca? "


" Bersama suaminya "


" Jadi kenapa kamu duduk di sini pergi " Usir Jane dengan mendorong Nick menjauh


" Aku akan menemanimu "


" Tidak perlu! " Kata Jane dengan suara sedikit keras, penonton yang ada disamping nya merasa terganggu dan Menegurnya


" Jika kalian hanya bertengkar disini lebih baik pergi " Jane terdiam mendengar hal tersebut, wajar saja orang terganggu karena Joshua bernyanyi dengan nada slow dan romantis semua orang mencoba menikmatinya lagu tersebut


Nick tersenyum sedangkan Jane menatap tajam kearahnya


Setelah berberapa jam konser selesai, Jane berdiri dengan cepat agar bisa pergi jauh dari pria yang membuat darah tingginya naik


Nick kaget saat melihat pantat Jane, dia menarik Jane mendekatinya dan menutupi pantat Jane dengan jaketnya, Jane kaget sekali marah dengan hal tersebut


" Kamu!! "


" Kamu datang bulan" Kata Nick yang berisik pelan


" Apa... " Jane menatap sekeliling nya khawatir ada yang melihatnya


" Apa ada yang melihatnya? "


" Tidak" Kata Nick mengaitkan jaket miliknya dipinggang Jane untuk menutupi bercak tersebut


" Aku sangat malu " Kata Jane


" Kita keluar dulu dari sini " Jane mengangguk dan Nick membawanya pergi dari sana


Merek berhenti di sebuah mimi market, Jane memeluk tangan Nick dengan erat merasa takut orang akan melihat nya


" Sudah lepas masuk dan cari yang kamu butuhkan "


" Tidak mau, kamu yang masuk carikan aku pembalut "


" Apa! Enak saja cari sendiri " Tolak Nick tegas


" Tolong " Kata Jane memasang wajah memohon dan menggoyangkan tangan Nick, Nick berdecak kesal dan masuk kedalam mini market, Jane sangat senang melihat hal tersebut


" Astaga dia pria yang baik"


Nick kembali dan melihat Jane yang sedang ber telponan


" Ini" Kata Nick dengan menyerahkan pembalut tersebut, Jane memutuskan panggilannya dan menatap kesal kearah Nick


" Aku kan bilang yang ada sayapnya kenapa yang ini cari lagi! "


" Apalagi itu aku tidak mengerti, apa dia bisa terbang? " Tanya Nick, Jane menggelengkan kepalanya mendengar hal tersebut


" Iya pembalutnya ada sayap sehingga aku bisa terbang saat memakainya " Nick tertawa mendengarnya dan memeluk Jane, Jane kaget dan ingin mendorong Nick tapi dia urungkan dan memilih membalas pelukkan Nick


" Terima kasih " Kata Jane


" Untuk apa? " Tanya Nick dengan masih memeluk Jane


" Karena mau membantuku dan melindungiku dari orang-orang yang akan mengejekku jika aku tidak menutupi nya" Nick tersenyum  mendengarnya


" Kamu mau menjadi pacarku? "


" Apa? " Nick menjauhkan wajahnya dan menatap dalam Jane


" Aku menyukaimu sejak malam itu aku sudah suka" Jane terdiam mendengarnya, dia syok mendengar hal tersebut


" Jangan pacar aku tidak mau"


" Jadi? "


" Kakaku sudah akan menikah dua bulan lagi, jika kamu serius lamar aku disana"


Nick terdiam mendengarnya, dia tidak tahu apa dia sudah siapa apa belum untuk menikah, Jane yang melihat wajah ragu Nick tertawa pelan

__ADS_1


" Tidak aku hanya bercanda, kenapa kamu harus seserius itu" Nick tidak tertawa dan menarik Jane kembali ke pelukkan


" Kamu sudah bilang, maka akan aku lakukan "


__ADS_2