![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
4 tahun kemudian
Antonsen menatap istrinya yang sedang menidurkan Alfano, dia berjalan mendekati Airca yang masih membacakan cerita dongeng untuk anaknya
" Sayang " Antonsen duduk disamping Airca dan meletakkan kepalanya dibahu istrinya
" Ada apa? " Tanya Airca sambil mengusap rambut suaminya
" Kapan dia akan tidur? " Kata Antonsen menatap Alfano yang juga menatap kearahnya
" Dia tidak mau tidur" Alfano mendudukkan dirinya dan menyentuh tangan ibunya
" Alfan mau tidur sama Mama" Antonsen kaget dan memeluk istrinya dari belakang
" Malam ini Mama tidur sama Papa" Kata Antonsen mencium pipi istrinya dari samping
" Alfan tidak bisa tidur, Alfan mau Mama peluk Alfan" Kata Alfan dengan menarik tangan Airca yang sedang memegang buku cerita anak-anak
" Ya sudah kita tidur bertiga saja " Antonsen langsung menatap tidak terima pada istrinya
" Ayo Alfan kita tidur dikamar Mama " Kata Airca mengabaikan tatapan suaminya dan menggendong Alfano keluar dari kamar
Antonsen tidak terima dan mengikuti anak dan istrinya
Airca menurunkan Alfano dikasur
" Alfan tunggu disini ya, Mama mau gosok gigi dulu " Kata Airca mengusap rambut putranya
" Iya" Airca tersenyum dan pergi dari sana, dan setelah Airca masuk kedalam kamar mandi, Antonsen masuk dan melihat Alfano yang berbaring sambil memainkan ponsel Airca diatas ranjang
" Alfan" Kata Antonsen memanggil Alfano yang sibuk dengan ponsel ibunya
" Iya Papa "
" Mama mana? "
" Mama lagi gosok gigi" Antonsen menatap kamar mandi setelah mendengar perkataan putranya
" Alfan sudah gosok gigi? "
" Sudah " Kata Alfano mendekati Antonsen yang berdiri disisi ranjang
" Papa" Kata Alfano menatap Antonsen yang menatap bingung kearahnya, Alfano menjulurkan tangannya minta digendong, Antonsen tersenyum dan membawa Alfano ke pelukkan nya
" Ada apa? " Kata Antonsen sambil menatap Alfano yang tampak berbeda
" Kemarin waktu Mama terlambat jemput Alfan pulang, Alfan lihat Farrel pulang dijemput sama adiknya"
" Adik? "
" Iya, adiknya perempuan yang cantik"
" Jadi Alfan mau adik? " Tanya Antonsen dengan senyum bahagia
__ADS_1
" Mau tapi Alfan mau yang laki-laki biar bisa diajak main bola" Antonsen tersenyum dan mencium pipi putranya kiri dan kanan
" Kalau mau minta sama Mama"
" Sama Mama? "
" Iya"
" Apanya yang sama Mama? " Tanya Airca yang baru keluar dari kamar mandi, dia berjalan menuju cermin rias dan duduk disana, Antonsen mendekati Airca dengan Alfano di gendongannya
" Antonsen besok aku mau ke perusahaan Papa sebentar ya? "
" Buat apa? " Tanya Antonsen yang berdiri disamping istrinya
" Ada rapat pemegang saham, aku memiliki 40% saham disana"
" Berikan saja sama Angel, uangku lebih dari cukup untuk kita"
" Ini bukan masalah uang"
" Kalau kamu pergi Alfan sama siapa? "
" Nanti aku jemput dia sekolah, setelah itu aku bawa dia kerumah Mama"
Antonsen sebenarnya tidak suka Airca masih mengurus perusahaan ayahnya, Antonsen ingin istrinya itu dirumah saja mengurus dirinya dan Alfano
" Tidak apa-apakan? " Tanya Airca setelah tidak mendengar jawaban Antonsen
" Hanya besok hari saja Antonsen, aku tidak kesana setiap hari" Airca berdiri dari kursi didepan cermin mendekati Antonsen dan Alfano yang sudah berbaring
Airca menatap Antonsen yang berbaring menyamping menghadap Alfano yang berbaring ditengah ranjang
" Memangnya kamu mau apa sebagai bayarannya? "
" Bukan aku tapi Alfan" Airca duduk disisi ranjang yang kosong mendekati Alfano yang berbaring
" Alfan mau apa sama Mama? " Tanya Airca pada Alfano
" Alfan mau adik laki-laki" Antonsen menenggelamkan wajahnya kebantal menutupi senyumnya dibalik bantal setelah mendengar permintaan putranya
Airca membuka mulutnya tidak percaya mendengar hal tersebut
" Ini pasti ide kamu kan? " Kata Airca menarik Antonsen agar menatapnya, Antonsen mengubah serius wajahnya
" Tidak ya, kamu bisa tanya sendiri sama Alfan" Airca menatap Alfano dan mengusap rambutnya sayang
" Alfan jujur sama Mama, dari mana Alfan bisa bicara seperti itu? "
" Farrel punya adik, Alfan juga mau" Airca terdiam dan menghembuskan nafasnya pelan
" Alfan mau adik laki-laki" Kata Alfano mendudukkan dirinya, sedangkan Antonsen masih berbaring menonton aksi keren anaknya
Airca berdecak pelan mendengar permintaan Alfano
__ADS_1
" Memangnya Alfan mau nanti Mama lebih sibuk mengurus adik daripada Alfan? " Tanya Airca
" Tidak apa-apa, kan itu adik Alfan nanti Alfan bantu Mama merawat adik, ya Ma... Alfan mau adik laki-laki" Kata Alfan menatap Airca dengan mata imutnya, Airca meringis dan menatap Antonsen yang Airca tahu senang mendengarnya
" Antonsen kamu mau punya anak lagi? "
" Mau! " Kata Antonsen cepat, Airca menatap kesal Antonsen yang tersenyum lebar
" Iya, Alfan tidur dulu ya" Kata Airca membaringkan Alfano kembali
" Janji ya? " Kata Alfan menunjukkan jari kelingking nya, Airca tersenyum dan mengaitkan jari kelingking nya pada kelingking Alfano
Alfano tersenyum dan memejamkan matanya, Airca menatap Antonsen yang menatap kearahnya
" Kamu juga tidur" Kata Airca
" Kan tadi Alfan minta adik" Kata Antonsen menatap menggoda pada Airca, Airca merasa tidak percaya atas sikap suaminya
" Kamu jangan bicara sembarangan disini ada Alfan "
" Dia tidak akan mengerti "
" Aku besok harus ke perusahaan Papa, kamu juga harus kerja jadi lebih baik kamu tidur " Antonsen mengerucutkan bibirnya kesal mendengar perkataan istrinya
" Jadi kapan? " Tanya Antonsen dengan kesal
" Kenapa malah kamu yang semangat? " Tanya Airca, Antonsen merubah raut wajahnya
" Tidak, maksudku kasihan Alfan diakan juga mau adik"
" Iya besok malam, sekarang tidur dulu" Airca berbaring dan memeluk Alfan yang sudah terlelap, Antonsen masih menatap istrinya yang memejamkan matanya
" Entah kenapa wanita ini selalu membuatku ingin menyentuhnya? Rasanya aku tidak bisa sehari saja hidup tanpanya " Antonsen membalikkan badannya menatap langit-langit kamar
" *Sudah hampir lima tahun kami menjalani biduk rumah tangga, tapi aku sama sekali tidak pernah merasa bosan padanya malah aku semakin mencintainya"
" Aku tidak tahu Tuhan apa ini sebuah anugrah atau suatu hukuman untukku karena jauh dari wanita ini adalah hal terakhir yang akan aku lakukan didunia ini dan didekatnya membuatku ingin selalu menyentuhnya kenapa cinta ini membuatku gila*"
Antonsen kembali berbalik dan mengangkat tangannya mengusap rambut istrinya yang memejamkan matanya
" Airca aku sangat mencintaimu, sangat cinta hingga aku rasanya ingin mati, menatap wajahmu membuatku bahagia tawamu membuatku merasa menjadi orang yang paling beruntung didunia dan hidup bersamamu membuatku memiliki isi dunia"
" I love you my Wife " kata Antonsen dengan suara pelan
" I love you to my Husband " Kata Airca dengan mata yang terpejam, Antonsen tersenyum bahagia mendengar hal tersebut
Antonsen mencium kening Airca kemudian mencium Alfano yang tertidur nyenyak dipeluk kan Airca
" Aku tidak butuh apa-apa lagi didunia ini, cukup kamu dan anak-anak kita itu sudah lebih dari cukup untukku "
*
2 chapter lagi ya END 😘
__ADS_1