AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
18


__ADS_3

Antonsen dan Airca berbaring di atas ranjang sambil masing-masing menatap langit-langit kamar, Airca menatap Antonsen yang masih menatap langit kamar


"Aku akan tidur lebih dulu, kamu jangan terlalu dipikirkan, wajah kita tidak terlihat di sana, orang tidak akan mengenali kita"


Antonsen juga menatap Airca dengan pandangan berbeda, Airca yang merasakan itu berbalik membelakangi Antonsen, dia memejamkan matanya kuat-kuat dan mulai hanyut dalam mimpi


Setelah beberapa menit Antonsen hanya diam memperhatikan punggung Airca, dia menggeser tubuhnya mendekati Airca dan menelusup kan tangannya memeluk istrinya dari belakang


Airca yang merasakan kehangatan peluk kan Antonsen tersenyum dalam tidurnya


**


Antonsen bangun lebih dulu dan menatap Airca yang masih tertidur dipelukannya, dia bersyukur dia lebih dulu bangun kalau tidak entah apa yang akan Airca pikirkan nantinya, pria itu beranjak dan masuk kedalam kamar mandi,


Antonsen keluar dari kamar mendi dan melihat Airca yang baru bangun tidur


"Bagaimana tidurmu?" tanya Antonsen, Airca menatap suaminya yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya, seketika dia mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah


"Baik" jawab wanita itu singkat, Antonsen menganggukkan kepalanya dan masuk ke ruang ganti pakaian


"Dia bertanya tidurku tadi malam? Ini aneh".


**


Airca memperhatikan Antonsen yang sarapan dengan tenang


" Antonsen?"


"Ya" Airca sedikit kaget dengan nada bicara Antonsen, terkesan lembut di telinga nya


"Aku akan mengajar hari ini" Antonsen berhenti makan dan berbicara dengan nada datar


"Senin saja masuk kerjanya, besok sudah mau weekend"


"Tidak, kamu sudah berjanji padaku " Antonsen meletakkan sendok nya sedikit keras dan menatap  wanita yang duduk didepan nya dengan serius


"Aku jadi curiga padamu, kenapa kamu sangat ingin segera mengajar? apa kamu bermain di belakang ku"


"Maksudmu ?" tanya Airca dengan nada tidak senang, dia tahu maksud dari perkataan Antonsen, pria itu mencurigainya.


"Ya siapa tahu, di sana banyak mahasiswa pria" Airca berdiri dari kursi dengan kesal mendengar perkataan Antonsen yang seakan menuduhnya


"Aku memang ada main dibelakang mu, kamu puas sekarang! "Airca menepuk meja dengan keras dan langsung pergi dari sana


Antonsen menggeram marah mendengarnya dan berteriak dengan kesal


"Airca mau kemana kamu?! beraninya kamu mengatakan itu di depan ku?"


Airca tidak menghiraukan Antonsen dan naik kelantai atas.


**


"Beraninya dia mengatakan hal itu di depanku? " Antonsen memukul meja dengan keras, Nick yang baru saja masuk sampai kaget dibuat nya


" Nick?"


"Iya Tuan"


"Kosongkan jadwal ku dua jam sebelum makan siang" Nick yang bingung hanya menganggukkan kepalanya


"Baik Tuan"


Nick permisi dan keluar dari ruangan Antonsen, setelah kepergian Nick Antonsen membuka laptopnya dan mulai bekerja.


**


Airca baru saja keluar dari kelas dan kaget saat melihat Sam berdiri didepan pintu kelas


" Mr Sam"


"Aku ingin bicara" Airca mengerutkan dahinya bingung dan mengikuti Sam yang berjalan lebih dulu, pria itu berhenti di taman Universitas dan berbalik menatap Airca


"Apa yang kamu lakukan?" Airca hanya diam merasa bingung dengan pertanyaan yang diajukan padanya


"Maaf Mr Sam aku sama sekali tidak mengerti " Sam menghembuskan nafasnya pelan dan kembali bicara


" Luna, ini tentang Luna, apa yang kamu katakan padanya ?"


" Ms. Luna? Ada apa dengan dia?"

__ADS_1


"Kamu kan yang membuat dia mengikuti kencan buta?" kata Sam dengan nada kesal, Airca yang mulai mengerti menahan senyumannya merasa lucu


"Tidak, itu adalah pilihannya sendiri, aku hanya mendukungnya"


"Aku tahu Luna bagaimana, dia tidak akan melakukan kencan tidak berguna seperti itu" Airca semakin tidak bisa menahan senyum hingga dia harus mengulum bibir nya agar Sam tidak menyadari nya


" Kenapa Mr Sam harus marah dengan itu?" seketika Sam diam dan mengalihkan matanya


"Tidak ada, aku hanya tidak ingin dia bertemu pria berengsek" Setelah mengatakan hal itu Sam langsung pergi dari sana, Airca tertawa pelan melihat Sam yang salah tingkah


"Kak Sam, kamu jangan jadi pria pengecut"


**


Antonsen menatap jam ditangannya dan berdiri dari kursi kebesarannya, dia keluar dan menatap Nick yang sedang bekerja


"Nick, saya akan pergi dulu" Nick menghentikan pekerjaannya dan berdiri menatap Antonsen


"Apa perlu saya antar Tuan?"


"Tidak" kata Antonsen singkat dan masuk kedalam lift.


**


Antonsen turun dari mobil mewah miliknya dan langsung menjadi pusat perhatian para mahasiswa, dia berjalan dengan elegan seakan tatapan kagum dari para wanita di sana adalah hal yang biasa


Luna yang baru saja keluar dari Universitas kaget melihat Antonsen yang berjalan kearah nya, dia panik dan berbalik secara terburu-buru hingga tidak sengaja menabrak seseorang


Braaakkk


Luna yang menabrak tubuh orang tersebut menjadi tidak seimbang dan hampir jatuh tapi sebuah tangan menariknya dan membawanya ke peluk kan


Luna syok dengan itu, Kepalanya tertanam dalam sebuah dada bidang yang Luna tahu itu adalah seorang pria, tangannya yang ada di dada pria tersebut dapat merasakan degupan jantung yang kuat


"Apa pria ini berdebar?"


Luna ingin sekali melihat siapa pria tersebut, tapi sangat sulit karena pria itu memeluknya erat


"Apa yang kalian lakukan ? Kalian menjadi tontonan" suara milik Antonsen membuat peluk kan itu terlepas, Luna bisa melihat jelas siapa pria tersebut


" Sam"


"Huh?" kata Luna yang masih dalam masa keterkejutannya


" Airca? Dia mana ?" kata Antonsen lagi dengan nada sedikit kesal


"Dia di perpustakaan " Setelah mendengar itu Antonsen pergi dari sana, Luna menatap Sam yang hanya diam saja entah apa yang pria itu pikirkan


" Mr Sam saya...."


"Kalau jalan itu yang benar" Kata Sam dingin lalu pergi meninggalkan Luna, Luna hanya diam saja dengan mengedipkan matanya berkali-kali dan senyum terbit dibibir nya menatap punggung Sam yang berjalan menjauhi nya


" Mr Sam memelukku"


**


Airca sedang berada di perpustakaan untuk mencari buku tentang kelestarian hewan purba yang masih ada yaitu komodo yang hanya ada di negara Asia, Indonesia.


Dia sudah berkeliling tapi belum juga menemukannya, dia berhenti dan menemukan buku yang dia cari, baru wanita itu akan menggapainya seseorang lebih dulu mengambilnya, Airca mengarahkan pandangannya dan terkejut melihat Antonsen sudah berdiri dibelakang nya


" Antonsen"  Airca dengan cepat menatap sekelilingnya takut bila ada yang melihat mereka bersama dalam keadaan yang sangat dekat, dia kembali menatap Antonsen dan mendorongnya dengan pelan


"Apa yang kamu lakukan?" Antonsen menutup buku ditangannya dan menatap istri nya dengan dalam


"Hanya mampir"


"Sudah pergi sana, kalau mahasiswa atau pengajar yang lain lihat bagaimana?" Antonsen mencibikkan bibirnya kesal mendengar itu


"Kamu kenapa disini? Ikut aku" Antonsen meletakkan buku ditangannya kembali ke rak buku dan langsung menarik Airca pergi


" Antonsen!" Airca menahan tangan Antonsen yang menariknya hingga pria itu berhenti dan menatap tajam istri nya


"Jangan seperti ini" kata Airca dengan suara lemah


"Apanya yang jangan seperti ini?"


"Ini di Universitas"


" lalu?"

__ADS_1


"Jangan menarik ku sembarangan"


"Aku akan lepas, tapi janji ikuti aku"


"Aku tidak mau" tolak Airca


"Kamu sudah berani melawanku?" kata Antonsen dengan mimik marah, Airca menghembuskan nafasnya pelan melihat sikap Antonsen yang pemaksa


"Iya aku akan mengikuti mu" mendengar itu Antonsen mengangguk dan berjalan lebih dulu, Airca mengikuti pelan Antonsen didepannya dengan perasaan tidak nyaman


"Ikuti aku"


"Iya Antonsen, sekarang ini juga aku sedang mengikuti mu" kata Airca dengan nada kesal, Antonsen yang mendengar itu langsung berbalik badan menatap tajam Airca, Airca mengeluh didalam hati


"Bagaimana kalau yang lain lihat?"


"Maaf" Antonsen tidak mengubah wajahnya bahkan setelah Airca meminta maaf, dia kembali melanjutkan langkahnya diikuti Airca


Semua mahasiswa heboh dengan kehadiran Antonsen di sana, mereka sedang berjalan di lorong Universitas dan langsung menjadi pusat perhatian, Airca yang tidak ingin menciptakan sebuah rumor berjalan sedikit lebih jauh dibelakang Antonsen


Antonsen mengerutkan dahinya dan berbalik


"Mendekat" Airca mendesah didalam hati saat Antonsen menegur nya ditengah-tengah lorong yang banyak mahasiswa


"Iya Presdir" Airca dengan cepat mendekati Antonsen layaknya seorang bawahan, Antonsen menatap tidak senang mendengar panggil tersebut untuk nya


"Ada apa denganmu, panggil aku seperti biasa"


"Baiklah, cepatlah jalannya, orang-orang melihat kita" Antonsen menatap sekeliling dengan santai dan melanjutkan langkah nya


"Kita mau kemana?" tanya Airca setelah mereka keluar dari Universitas, Antonsen tidak menjawab dan terus saja melangkah


" Ms. Airca!" Airca berhenti melangkah dan menatap Sam yang berjalan cepat kearahnya, Antonsen yang melihat itu juga berhenti melangkah


"Ada apa?" tanya Airca saat Sam sudah sampai didepannya


"Ada yang ingin aku bicarakan" Antonsen tidak suka melihat itu, dia mendekat dan langsung menarik Airca kesisinya, Sam yang melihat itu hanya diam saja tidak berani untuk bertanya


Airca merasakan tidak nyaman dan mencoba melepaskan rangkulan tangan Antonsen pada pinggang nya


" Antonsen" tegur Airca agar Antonsen melepaskan nya, Antonsen hanya diam dan menatap tajam istri nya, melihat itu seketika Airca terdiam kaku tidak berani membuka mulutnya


Airca berdehem untuk menghilangkan kegugupannya


" Antonsen aku...." Antonsen kembali menarik Airca dan mendorongnya masuk ke dalam mobil meninggal kan Sam yang masih berdiri di tempat nya dalam kebingungan


"Apa hubungan antara mereka berdua? "


Didalam mobil Antonsen hanya diam saja membuat Airca juga memilih diam, pria itu mengentikan mobilnya disebuah restoran dan turun lebih dulu


"Turun"


"kita mau apa....." Belum selesai Airca bicara Antonsen sudah lebih dulu masuk kedalam restoran.


**


Airca merasa canggung, mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara, membuat suasana menjadi tidak nyaman


" Antonsen"


"Diamlah " Airca menutup mulutnya mendengar itu dan kembali melanjutkan makannya


Suasa yang canggung dan sunyi itu berlangsung hingga Antonsen menghentikan mobilnya kembali didepan Universitas


"Terima kasih " kata Airca dengan tulus, dia mencoba membuka pintu mobil tapi tidak bisa karena masih terkunci, Airca menolehkan kepalaya pada pria yang duduk disamping nya


" Antonsen pintunya...  "


"Jauhi pria itu" kata Antonsen dengan nada datar


"Pria?"  kata Airca bingung


Antonsen merasa kesal dengan lambat nya pikiran istri nya dan kembali bicara


"Sudah cepat turun, aku masih banyak pekerjaan" kata Antonsen dengan nada menjengkelkan, Airca yang awalnya memaklumi sikap Antonsen juga terbawa emosi mendengarnya


"Pintu mobilnya masih terkunci" kata Airca tak kalah kesal, Antonsen dengan kesal membuka kunci mobil, Airca membuka pintu mobil untuk keluar dan menutup pintu mobil dengan keras.


Setelah Airca keluar Antonsen langsung melajukan mobilnya dengan kencang menjauhi kawasan Universitas, Airca hanya menatap mobil Antonsen yang menjauh dengan pandangan tidak habis pikir

__ADS_1


"Dia membawaku makan siang hanya untuk mendiami ku dan setelahnya marah-marah, sebenarnya apa yang terjadi pada pria itu?".


__ADS_2