![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca merasa kebingungan saat tidak ada taxi yang lewat, dia harus segera kembali ke Universitas
"Bagaimana ini?"
Airca mengeluarkan kotak cincin dari tasnya, dia mengusap dua pasangan cincin dikotak kecil itu dengar sedih
"Walaupun aku tahu bahwa aku hanya pengganti kakakku, kenapa aku merasa sakit setiap kali mengingat itu, cincin ini pasti pilihan Kak Angel"
"Hei Nona butuh tumpangan?" Airca mengalihkan matanya menatap orang yang menyapanya, orang itu memakai helm, tapi dilihat dari postur tubuh dan jaket kulit hitamnya, dia seorang pria
"Tidak" Airca tentu saja menolak, zaman sekarang kita harus lebih hati- hati, bisa saja itu hanya motif sebuah kejahatan
Pria itu tersenyum dibalik helmnya dan membuka kaca helmnya, melihat itu mata Airca membesar dan kaget setengah mati
"Joshua!!" Aircs berteriak kaget dan mendekati Joshua
"Kamu benar Joshua kan?" Airca menyentuh tangan Joshua dengan senang, Joshua tersenyum menatap geli reaksi wanita tersebut
"Sekarang kamu percayakan sama aku?"
"Percaya" kata Airca cepat, Airca langsung naik kejok belakang motor Joshua
"Tolong antarkan aku ke Universitas Dorwant"
"Kamu mahasiswa disana?" tanya Joshua sambil menghidupkan motornya
"Tidak, aku pengajar di sana"
"Seriously?"
"Iya"
**
Airca turun dengan cepat dan menatap kagum pada Joshua
"Terima kasih, astaga kamu tampan sekali, aku selalu mendengar lagu dan menonton Film- film mu" Joshua menatap Airca dengan senyum yang lebar
"Kamu jangan senyum terus, kamu terlalu manis, aku sebenarnya ingin minta fotomu, tapi lebih baik kamu pergi sekarang, nanti Universitas malah ribut gara- gara kamu"
"Baiklah ibu guru, sampai jumpa"
"Sekali lagi terima kasih my Prince"
Joshua tersenyum manis pada Airca dan pergi dari sana
"Kenapa dia begitu manis?" Airca tersadar dan langsung masuk ke dalam Universitas.
**
Antonsen pulang kerumahnya dan langsung menatap kesal pada pria tampan yang sedang asik bermain Game diruang tamu nya
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Antonsen
pria itu menatap Antonsen dan langsung berlari memeluk Antonsen, Antonsen langsung melepaskan peluk kan itu, tapi pria tampan itu tidak tersinggung sama sekali dan malah tersenyum ceria
"Aku merindukanmu"
"Kenapa kamu tidak pulang ke rumah Mama saja?" Antonsen melepaskan Jasnya dan menggulung lengan kemejanya hingga ke siku, dia terlihat sangat tampan
"Aku sudah ke rumah, tapi tidak ada siapa - siapa. Kata Yolla, Mama sedang shopping dan ke salon" Yolla ada wanita paruh baya yang bekerja di rumah orang tua Antonsen dari Antonsen masih kecil
Antonsen menghembuskan nafas kasar dan duduk di sofa, Joshua juga duduk dengan cepat di samping Antonsen
"Kamu terlihat kesal, ada apa?"
"Kenapa kamu kemari? bukannya kamu masih ada syuting Film?"
"Aku juga ada titik jenuh, aku butuh suasana damai jauh dari kamera, aku sudah terlalu jenuh menjadi pusat perhatian, aku akan memberikan sedikit ketenaran ku untuk Aktor lain"
Antonsen mencibikkan bibirnya kesal mendengar kesombongan adiknya
"Kakak bagaimana dengan rencana pernikahanmu dengan kak Angel? "
__ADS_1
"Berhenti menyebut namanya"
"Kenapa?"
"Aku tidak akan menikah dengannya"
"Maksudmu kamu batal menikah, yang benar saja seorang Antonsen Carl batal menikah itu adalah aib"
"Aku lebih baik sendiri seumur hidup dari pada aku harus hidup bersama wanita itu"
"Ada apa kak? Apa yang sudah terjadi?"
"Aku akan tetap menikah tapi tidak dengannya"
"Apa! Kamu berselingkuh"
"Hei jaga ucapan mu! Aku tidak serendah itu"
"Ya ya aku percaya kakakku adalah pria baik, jadi dengan siapa kakak....."
Dreeet...
Antonsen menatap ponselnya
Wanita menyebalkan Calling
Antonsen mengganti nama Airca di ponsel nya setelah kesal karena Airca tidak bisa dihubungi
"Siapa yang menelpon?"
"Calon kakak ipar mu" Antonsen langsung mengangkat panggilan telpon tersebut
"Antonsen maaf aku tidak mengangkat panggilanmu, aku sedang sibuk jadi aku men sailent ponselku "
"Memangnya sesibuk apa kamu? aku lebih sibuk darimu, kamu jangan bermain - main denganku"
"Tidak, aku serius, aku sedang bekerja "
"Sesibuk itu sampai tidak sempat mengangkat panggilanku?"
"Yang aku bicarakan adalah kenapa kamu mengabaikan panggilanku, aku adakah orang sibuk, waktuku sangat berharga"
Joshua menggelengkan kepalanya melihat sikap Arnold
"Dia sangat berlebihan, hanya karena sebuah panggilan"
"Aku kan tadi sudah bilang kalau aku kerja"
"Oh jadi aku yang salah begitu"
Terdengar suara hembusan kesal Airca dari seberang telpon
"Aku menelpon mu untuk bertanya ada apa kamu menelopon ku?"
"Tidak ada, sekarang sudah tidak ingin membahasnya"
Joshua rasanya ingin mengabadikan momen didepannya
"Ini sebuah kemajuan, dia tidak pernah berbicara tidak penting dan membuang waktunya untuk berbicara tidak jelas"
"Ya sudah kalau begitu, aku masih ada kelas"
Tuttt ..
Telpon diputuskan Airca, Antonsen ternganga dan menatap tidak percaya pada ponselnya
"Dia memutuskan telponnya? Aku tidak percaya ini, dia sungguh - sungguh memutuskanya?" Antonsen mengecek ponselnya dengan tidak percaya
"Iya dia memutuskannya" Joshua menatap kakaknya, Antonsen menatap Joshua
"Tampar aku"
Plakkk
__ADS_1
Joshua menampar Antonsen dengan keras hingga terdengar jelas tamparan tersebut, Antonsen menatap marah Joshua dan memukul perut adiknya tak kalah kuat
"Kenapa kamu memukulku?" tanya Joshua kesakitan sambil memegangi perutnya
"Aku bilang tampar, bukan berarti kamu melakukanya dengan sekuat tenaga"
Joshua menatap kesal Antonsen, kenapa malah dia yang salah, bukannya pria itu sendiri yang minta ditampar, dia hanya mengikuti keinginan kakaknya.
"Memangnya kenapa kalau dia memutuskannya? Itu karena dia jenuh mendengar kamu bicara tidak jelas, dan kekanak- kanakkan" Antonsen menatap Joshua dengan permusuhan, tentu saja dia merasa marah dan tidak percaya, harga dirinya sedang direndah oleh wanita yang tidak ada lebihnya sama sekali
Joshua menatap intens kakaknya
"Aku malah curiga apa kamu benar- benar kakakku?"
"Apa maksud dari perkataan mu?"
"Kamu tidak sadar ya, kalau kamu tadi berbicara seperti seorang pria yang kesal saat kekasihnya mengabaikannya"
"Apa Yang kamu bilang?! Aku kesal padanya karena dia tidak mengangkat panggilanku?! Aku marah karena dia sengaja melakukan itu" Kata Antonsen menyangkal dengan keras
"Tapi tadi aku dengar dia sedang sibuk bekerja dan tidak sempat mengangkat panggilan mu"
"Kamu tahu apa? Dia itu berbohong, mana mungkin dia bekerja, dia baru pulang dari Paris 5 hari yang lalu"
"Kamu mungkin yang tidak tahu apa- apa, mungkin saja dia bekerja dan kamu tidak tahu"
"Hei! Penyedot debu pergi kamu dari rumahku" Antonsen kesal Joshua seakan mengejeknya
"Tidak! kakak jangan lakukan itu, Please biarkan aku disini" Joshua menatap Antonsen dengan mata memelas membutuhkan belas kasihan
"Baiklah dengan satu syarat, kamu harus menarik kata- katamu"
"Kata- kata yang mana?"
"Yang kamu bilang kalau aku tidak tahu apa- apa tentangnya"
"Kamu serius ?"
"Iya"
" Kekanak- kanakkan"
"Baiklah.. Kamu adalah pria yang tahu segala tentangnya, aku yang tidak tahu apa- apa" Antonsen tersenyum puas dan berdiri dari sofa
"Kerja bagus" Antonsen langsung meninggalkan Joshua naik kelantai atas, Joshua menatap tidak percaya dengan sikap kakaknya
"Aku sungguh kasihan dengan calon kakak ipar ku".
**
Airca sedang berada didalam taxi menuju pulang, dia merasa kesal mengingat pembicaraannya dengan Antonse
"Mau pria itu sebenarnya apa? Dia sungguh menyebalkan"
Airca turun dari taxi setelah dia sampai di rumah nya, dia masuk dan melihat Mama Antonsen duduk diruang tamu
" Airca kamu sudah pulang, sini sayang"
Mama Antonsen menarik Airca agar duduk di sofa, Airca hanya bisa tersenyum dengan canggung
"Coba kamu lihat sayang, Mama sudah pilihkan gaun yang cantik untukmu "
Airca menatap ngeri gaun tersebut,
"Ya Tuhan itu sangat terbuka"
"Bagaimana sayang, cantik kan? kamu akan jadi pusat perhatian di hari pernikahanmu"
"Tapi bukankah itu terlihat sangat terbuka?" tanya Airca dengan sopan, sumpah Airca sama sekali tidak ingin memakainya
"Tidak, ini bagus, coba kamu lihat, Mama sudah pesan ini dari disainer terkenal langganan Mama"
Airca menatap Mamanya dengan pandangan memohon bantuan, Mama Airca juga hanya tersenyum pasrah.
__ADS_1
"Baiklah jadi sah ya sayang, kamu bakalan pakai gaun ini" Airca hanya tersenyum tidak nyaman.