![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Antonsen membukakan pintu mobil untuk Airca agar wanita itu masuk kedalam mobil, Airca menatap suaminya kemudian berbicara
" Antonsen ayo kita jalan-jalan sebentar "
" Kemana? Sudah masuk" Kata Antonsen menyentuh punggung Airca
" banyak penjual makanan disana" Tunjuk Airca pada jalan yang dipenuhi orang-orang
Antonsen melihat para penjualan pinggir jalan yang dipenuhi para pembeli
" Kita pulang saja ya" Kata Antonsen merasa khawatir bila Airca terlalu lelah
" Aku mau kesana" Kata Airca memasang wajah memohon, Antonsen yang melihat itu menghembuskan nafasnya pelan
" Baiklah " Airca tersenyum senang dan memeluk Antonsen
" Aku mencintaimu " Kata Airca mendongakkan kepalanya menatap Antonsen, Antonsen tersenyum dan membalas pelukkan Airca
" Kalau begitu cium" Airca mendekatkan wajahnya dan mencium Antonsen, Antonsen mengeratkan peluk kanya pada Airca dan membalas ciuman istrinya
Airca lebih dulu menarik dirinya, Antonsen yang masih ingin menciumnya kembali mendekat kan wajahnya
" Antonsen sudah disini banyak orang" Antonsen terhenti dan menatap sekeliling
" Mereka tahu kita suami istri tidak masalah "
" Tidak semua berpikiran yang sama dengan kita, kadang orang tidak suka melihat pasangan yang bermesraan di tempat umum" Antonsen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukkannya pada Airca, Antonsen menutup kembali pintu mobil dan menggandeng tangan istrinya
" Ayo" Airca sangat senang dan menggenggam erat tangan Antonsen
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan melihat begitu banyak orang yang bejalan- jalan disana
" Antonsen aku mau itu" Tunjuk Airca pada pedang yang menjual cumi goreng, Antonsen menatap arah yang ditunjuk istrinya
" Kamu mau? "
" Iya"
" Baiklah " Antonsen melepaskan genggamannya dan berbalik memeluk pinggang istrinya, mereka berdua bejalan mendekat pedagang tersebut
Airca menelan salivanya melihat cumi yang masih panas, Antonsen tersenyum melihat Airca yang tampak sudah tidak sabar ingin memakannya
" Tolong dua porsi cumi" Kata Antonsen pada Paman penjual tersebut, Paman penjual tersebut tersenyum
" Tunggu sebentar ya" Antonsen menganggukkan kepalanya mengiyakan, lalu Antonsen menatap Airca
" Sabar sayang"
" Aku sangat lapar " Antonsen tersenyum dan menarik Airca semakin dekat dengannya
" Sabar ya baby boy " Kata Antonsen mengusap sayang perut Airca, mereka sudah tahu kalau bayi yang dikandung Airca berjenis kelamin laki-laki, Antonsen sangat senang hingga pria itu selalu tersenyum sepanjang hari hingga wajahnya kaku karena banyak tersenyum, mengingat itu membuat Airca tertawa pelan
" Ada apa? " Tanya Antonsen setelah mendengar tawa pelan istrinya
" Tidak ada" Kata Airca masih menahan tawanya, Antonsen mengerutkan dahinya bingung kemudian mereka tersadar saat Paman penjual memanggilnya
" Ini Tuan" Antonsen melepaskan tanganya dari perut Airca dan mengeluarkan uangnya dari dompet
" Terima kasih "
" Sama-sama" Airca merasa senang melihat Antonsen yang terlihat ramah pada orang lain
" Kamu terlihat berbeda"
" Berbeda? " Tanya Antonsen sambil menyuapi Airca cumi goreng
" Iya lebih ramah "
" Memangnya dulu tidak? "
" Iya" Antonsen yang mendengarnya mengingat bagaimana dia bersikap pada orang lain
" Memangnya pernah ya? " Tanya Antonsen pada Airca yang sibuk memakan cumi
" Cumi nya sangat enak, aku mau lagi " Airca bukannya menjawab malah mau tambah cumi goreng,
" Lagi? "
" Iya" Antonsen tersenyum dan mendudukkan Airca di kursi umum
" Baiklah kamu tunggu disini, aku akan membelikannya"
" Iya"
" Jangan ke mana-mana"
" Iya"
Antonsen meletakkan sweater yang dia bawa dipaha Airca dan mencium bibir istrinya singkat
__ADS_1
" Sudah pergi sana" Kata Airca melepaskan tangan suaminya
" Ingat jangan kemana-mana"
" Iya sayang " Kata Airca menekankan kata sayang agar Antonsen percaya, Antonsen tersenyum dan pergi dari sana
Setelah kepergian Antonsen, Airca menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan memainkan ponselnya
" Airca " Airca menatap orang yang menyapanya
" Mona" Airca berdiri dan menatap Mona yang menatap santai kearahnya
" Kenapa kamu disini? " Airca tersenyum melihat Mona yang tampak akrab
" Kamu terlihat perhatian padaku " Mona memutar matanya kesal mendengarnya
" Kamu itu sudah hamil besar, kemana suamimu? "
" Dia sedang membeli makanan, kamu kenapa disini? "
" Tidak ada hanya menonton konser Joshua "
" Kamu suka Joshua? "
" Ya Lumayan "
" Sendirian? "
" Iyalah sendirian, memangnya kamu lihat ada orang lain disamping ku? " Mona mencibikan bibirnya kesal
" Aku hanya bertanya, kamu tidak harus kesal"
" Kamu kapan mau masuk kerja? Sudah enam bulan kamu cuti"
" Tidak tahu, mungkin setelah melahirkan"
" Enak ya hamil bisa cuti selama itu, aku juga mau"
" Makanya cari pria dan menikah "
" Kamu menyindir ku " Kata Mona kesal, Airca tertawa pelan mendengarnya
" Tidak, sudah saatnya kamu move on dari Mr Sam"
" Aku tahu, aku sedang berusaha sekarang"
" Jangankan Pria , foto bersama Joshua saja tidak dapat "
" Kenapa bisa? Bukannya Joshua itu loyal ya sama fans yang minta foto"
" Bukan Joshua, ada pria berengsek.... Ah sudah lah kenapa malah membahas pria itu, aku akan pergi sekarang bye..... " Mona pergi dari sana setelah melambaikan tangan, Airca menatap bingung kepergian Mona,
" Pria mana yang dimaksud Mona? " Airca berbalik dan melihat Antonsen dari kejauhan, Antonsen tersenyum dan melambaikan tangannya, tiba -tiba Antonsen melihat seseorang yang berlari kencang kearah istrinya,
" Airca" Antonsen menatap kaget saat pria itu menabrak istrinya hingga Airca terduduk di trotoar, Antonsen berlari cepat mendekati Airca yang memegangi perutnya
" Airca!! " Pria yang menabrak Airca kaget dan melihat beberapa orang meneriaki nya
" Pencuri !!" Pria tersebut melepas tas curiannya didekat Airca dan pergi dari sana
Antonsen sudah sampai dan memeluk Airca yang kesakitan
" Sayang"
" Antonsen sakit... " Antonsen sangat khawatir apalagi dengan berberapa orang yang berlari kearah mereka
" Ayo kita kerumah sakit" Antonsen mengangkat Airca dan membawanya pergi
" Hei kamu! " Kata seorang pria menahan Antonsen, Antonsen menatap tajam orang tersebut, orang tersebut sedikit kaget dengan tatapan Antonsen
" Dimana pencurinya? " Antonsen mencoba menahan amarah didadanya, dia ingin sekali meninju wajah pria tersebut dan membuatnya patah tulang rahang agar tidak bisa lagi bicara
" Hei aku bertanya " Antonsen menendang tas kulit warna merah dijalan hingga tas itu menyentuh kaki pria yang bertanya, lalu Antonsen pergi dari sana dengan memeluk erat Airca yang meringis di gendongannya
" Hei kamu! " Kata pria tersebut memanggil Antonsen yang menjauh
" Sudah, dia bukan pencurinya, tas nya juga sudah kembali " Sambung teman pria tersebut
**
" Sabar sayang" Antonsen sungguh sangat khawatir, segala pikiran buruk hinggap dihatinya
Dia membawa mobil dengan sangat kencang, sambil menatap Airca yang menahan kesakitan
" Ya Tuhan lindungi istri dan anakku, Aamiin "
Mobil Antonsen berhenti didepan rumah sakit dan dia keluar dari mobil dengan cepat, dia kembali mengangkat Airca dan membawanya masuk kedalam rumah sakit
__ADS_1
" Dokter! "
" Dokter! " Antonsen masuk dengan memanggil nama dokter, berberapa orang memperhatikannya hingga salah satu suster mendekatinya
**
Antonsen berjalan bolak balik dengan risau didepan ruang operasi istrinya, Antonsen sangat takut terjadi apa-apa dengan istrinya
" Tuhan lindungi istri dan anakku.. Aku mohon.... " Antonsen memejamkan matanya dan berdoa
Antonsen duduk dikursi tunggu kemudian berdiri, duduk lagi dan berdiri lagi, dia tidak bisa tenang dan berjalan kesana kemari didepan ruang operasi sepeti orang yang frustasi
" Kenapa lama sekali? "Antonsen menghembuskan gusar nafasnya
" Sudah dua jam berlalu" Antonsen menatap jam ditanganya dan kembali duduk dikursi tunggu
Dia menumpu kan kepalanya ditangan mencoba untuk menenangkan dirinya
" Tuan" Antonsen dengan cepat berdiri dan mendekati dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi
" Bagaimana dokter? Anak dan istri saya..... "
" Mereka baik-baik saja" Kata Dokter tersebut menyela setelah melihat wajah khawatir Antonsen
" Baik-baik saja" Antonsen menghembuskan nafasnya lega dan menyentuh tangan dokter tersebut
" Terima kasih dokter "
" Ini memang tugas kami, istri Tuan baik-baik saja, anaknya juga... Selamat ya anaknya laki-laki dan sehat" Dokter tersebut tersenyum sambil menepuk tangan Antonsen yang menyentuh tanganya
" Anakku"
" Iya Tuan"
" Boleh saya melihatnya? "
" Nanti ya Tuan, istri anda harus dipindahkan ke ruang inap dulu "
" Baiklah"
**
Antonsen tersenyum bahagia saat suster menyerahkan anaknya ke gendongannya
" Terima kasih suster" Suster tersebut tersenyum dan pamit permisi
Antonsen mencium sayang bayi laki-laki nya, Antonsen mendekati Airca yang masih belum sadarkan diri dan duduk disamping ranjang istrinya
" Sayang, anak kita sudah lahir dia tampan" Antonsen menatap bayinya dan mengusap lembut pipi bayi tersebut dengan jarinya
**
Airca membuka pelan matanya dan menatap dinding putih rumah sakit
" Sayang.. " Airca menutup sejenak matanya sebelum membukanya kembali
" Antonsen " Kata Airca dengan suara pelan, Antonsen sangat senang dan mencium bibir istrinya
" Syukurlah kamu sudah sadar " Airca menyentuh perutnya dan menatap Antonsen
" Mana anak kita? " Antonsen tersenyum dan menunjuk box bayi disamping ranjang istrinya
" Aku mau lihat" Antonsen tersenyum dan mendekati box bayi tersebut, Airca menatap haru bayi di gendongan suaminya
Antonsen meletakkan bayi tersebut di sisi Airca dan setelahnya mengusap sayang rambut istrinya lalu dia duduk sisi ranjang
Airca menagis dan menciumi wajah bayinya,
" Sayang ini Mama.. " Airca mengusap sayang wajah anaknya dan menatap Antonsen dengan bahagia
" Aku mencintaimu " Kata Antonsen mendekatkan wajahnya ingin mencium Airca, tapi tiba-tiba terhenti saat Airca menatap sekeliling kamar
" Mama sama Papa mana? " Antonsen kaget dan menjauhkan dirinya
" Astaga sayang, aku lupa kasih tahu mereka "
" Antonsen.. " Kata Airca
" Aku terlalu khawatir sayang sama kamu dan anak kita, pikiranku sudah tidak jelas lagi, hanya keselamatan kamu dan anak kita yang aku pikirkan "
" Ya sudah telpon Mama"
" Iya"
**
Tinggal 3 chapter lagi END
dan ada juga Extra Part untuk tokoh-tokoh didalamnya
__ADS_1
Jadi kalian dukung aku ya dengan cara like, comment dan vote cerita ini
Terima kasih 😘💕