![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Luna sudah hampir dua bulan mengajar di Universitas Dorwant tapi dia belum pernah melihat pria yang baru saja masuk kedalam ruangan para pengajar
Pria dengan kacamata min dimatanya membuat pria itu terlihat pintar, Luna tidak bisa mengalihkan matanya hingga pria itu duduk di kursinya
" Mr Sam" Seorang wanita dengan rambut panjang hingga sepinggang mendekti pria yang bernama Sam dengan tersenyum sangat manis
Luna tidak suka melihatnya, wanita itu adalah Mona, Pengajar jurusan Psikologi
" Ms Mona, kamu terlihat cantik" Kata Sam memuji Mona yang baru saja mewarnai rambutnya, Mona yang dipuji oleh Sam merasa senang dan menarik salah satu kursi untuk duduk di samping Sam
" Kamu sudah cuti selama dua bulan, apa semua baik-baik saja? "
" Ya, operasinya lancar "
" Syukurlah kalau ibu Mr Sam sudah sehat, aku senang mendengar nya"
Sam hanya tersenyum sebelum dia mengalihkan matanya menatap seberang mejanya, disana duduk seorang wanita yang Sam belum pernah lihat
Luna yang ditatap oleh Sam menjadi malu dan salah tingkah
Dia mencoba tersenyum pada Sam tapi Sam hanya menatapnya datar dengan kembali berbincang dengan Luna
Melihat itu Luna menjadi sedih dan membenarkan posisi duduknya
" Dia sangat dingin, apa senyumku sangat tidak indah hingga dia mengalihkan matanya? "
Luna mencoba untuk mengabaikan perasaan nya dan juga matanya, Mona sudah keluar lebih dulu karena dia ada jam mengajar, beberapa pengajar juga sudah pergi mengajar hanya berberapa saja yang masih tinggal termasuk Sam dan Luna
Luna mencoba mengangkat wajahnya untuk menatap Sam dan saat itu juga Luna menjadi Nervous karena Sam juga sedang menatapnya, Luna dengan cepat mengalihkan matanya
" Sial.. Aku ketangkap basah memperhatikannya "
" Kamu pengajar baru di sini? " Luna menatap Sam yang bertanya, Tiba-tiba jantung Luna berdebar dengan kencang saat pria itu bertanya padanya
" Iya, Pengganti Mr Ruben"
" Ooh" Hanya itu yang dikatakan Sama dan dia kembali membuka bukunya
" Ooh? Hanya itu? Aku butuh lebih, tanya siapa namaku? dimana tempat tinggal ku? atau tanya apa aku punya kekasih? Dia terlalu cuek padaku "
Luna mencibikkan bibirnya kesal dan berdiri dari kursinya, dia keluar dari ruangan tanpa menatap Sam, dia sungguh kesal
**
1 bulan kemudian
Luna menatap kesal Mona yang selalu menempel pada Sam saat tidak ada jam mengajarnya
" Mr apa kamu mau makan malam bersamaku malam ini? "
Luna masih memperhatikan Sam menunggu apa yang akan dijawab oleh pria itu
" Jangan mau" Kata Luna didalam hati
" Bagaimana? " Tanya Mona lagi
" Jangan mau"
" Baiklah " Mendengar itu membuat Luna menghembuskan kasar nafasnya
__ADS_1
" Benarkah! " Kata Mona sangat senang
Mona menatap Luna yang memperhatikan dirinya dan Sam
"Ms Luna, kami akan berkencan malam ini" Luna ingin sekali menarik rambut panjang Mona yang membuat gerah dirinya
" Apa dia sekarang sedang pamer padaku?"
" Benarkah? Selamat kalau begitu" Kata Luna sambil berdiri dari kursi nya, dia memilih keluar daripada melihat pemandangan yang membuat nya sakit hati
**
Luna membanting dirinya di kasurnya yang empuk
" Setiap hari selalu saja membuatku kesal, Mr Sam itu juga terlalu cuek dan tidak peka" Luna mendudukkan diri nya
" Meskipun aku tidak pernah bilang menyukainya, tapi dari pandangan seharusnya dia sudah tahu kalau aku menyukai nya tapi dia seperti sengaja membuatku selalu cemburu " Luna menepuk kasur nya dengan kesal
**
Luna datang dengan sedikit malas ke Universitas, bukan karena enggan untuk mengajar tapi tidak ingin melihat Sam dan Mona bercerita tentang makan melam mereka, Luna tidak ingin mendengar nya
Luna masuk kedalam ruangan dan dia tidak melihat Sam disana hanya Mona dan beberapa pengajar
Luna duduk di kursi nya dan memilih menyelesaikan tugas bagi mahasiswa nya, tak berberapa lama Sam masuk bersama seorang wanita,
" Siapa dia? " Tanya Luna di dalam hati, ada rasa cemburu dihatinya saat melihat Sam tampak dekat dengan wanita tersebut
Sam memperkenalkan wanita itu sebagai pengganti dari Mr Petter, Luna memperhatikan Sam yang menjelaskan siapa wanita itu
" Airca dan Salnont"
" baiklah Airca, aku ada kelas sekarang, jadi kamu bisa tanya wanita yang duduk disana" tunjuk Sam pada Luna yang duduk di kursi dengan mengetik sesuatu di Laptopnya, Luna sedikit kaget saat Sam meminta Airca untuk bertanya padanya
" baiklah, terima kasih Mr.Sam
" sama- sama Ms. Airca"
Setelah itu Sam pergi, Airca mendekati meja Luna
" Hai" sapa Airca pada Luna, tapi Luna hanya diam seakan tidak mendengar Airca menyapanya
Airca menarik kursi dan duduk disamping Luna
" namaku Airca " Luna membalikkan badannya cepat dan menatap Airca dengan memicingkan matanya
" apa hubunganmu dengan Mr. Sam?" Airca terlihat bingung dengan pertanyaan Luna
" maksudnya ?"
" maksudku, kamu siapanya Mr. Sam?" Tanya serius Luna
" tidak ada, hanya sebatas teman saja"
" bohong "
" memangnya kenapa ?" mendengar itu membuat Luna menjadi gugup dan mengalihkan matanya
Airca mendekatkan wajahnya dan berbicara pelan
" kamu suka sama Mr. Sam ya?"
" tidak! Siapa yang suka dengannya " Tolak Luna dengan sedikit keras, Airca tersenyum dan menjulurkan tangannya
__ADS_1
" aku Airca, pengajar pengganti Mr Peter"
Luna hanya memandangi tangan Airca dan kemudian memandang wajah Airca, Airca mengedipkan matanya
" aku sudah akan menikah bulan depan , jadi aku dan Mr. Sam tidak mempunyai hubungan seperti yang kamu pikirkan "
Mendengar perkataan Airca membuat Luna tersenyum cerah, dan membalas jabat tangan Airca dengan erat
" Aku Luna, pengajar Mata Kuliah Kimia"
Airca tersenyum dan memeluk Luna, Luna kaget dan membalas pelukan Airca, Airca yang menyadari kecanggungan diantara mereka melepaskan pelukannya
" Maaf....aku terbiasa memeluk orang "
" tidak masalah, mulai sekarang, kamu bisa bertanya padaku, Ok"
" Ok, tapi jujur dulu, kamu suka Mr. Sam kan?"
" Hush....diam nanti ada yang dengar "
" semua orang diruangan ini juga tahu, kalau kamu menyukai Mr. Sam" Airca dan Luna menatap orang yang berbicara tersebut
Mona tersenyum miring pada Luna
"lebih baik kamu diam saja" Luna berbicara dengan nada tidak senang
Mona berjalan dengan elegan mendekati Airca dan Luna
" lebih baik, kamu jauh- jauh dari nya, dia hanya tahu meracik racun saja" setelah berkata seperti itu, Mona pergi dari sana
Luna memegang pulpennya dengan erat hingga terbelah jadi dua, Airca yang melihat itu menatap Luna dengan sedikit takut
" kamu, aku kasih tahu ya, jauh- jauh dari wanita itu, dia sangat berbisa" Luna berbicara dengan nada yang sangat kesal
" memangnya dia siapa ?"
" dia itu dosen Psikologis, tapi otaknya sendiri terganggu "
Airca tersenyum dan mencoba menenangkan Luna
" sudah, jangan terlalu emosi, kamu bisa meracik racun untuk membuhunya " Luna menatap Airca yang berbicara dengan santai, Airca tersenyum dengan mengangkat alisnya, Luna tersenyum dan mulai tertawa
" Astaga...aku tidak menyangka, aku akan menemukan teman yang cocok denganku"
**
Luna merasa frustasi saat Ibunya meminta dia untuk ikut kencan buta
" Mau ya? "
" Tidak"
" Kamu datang saja dulu, siapa tahu kamu akan suka, dia sangat tampan dan juga mapan " Luna menarik nafasnya dengan panjang
" Akan aku pikirkan " Luna berdiri dan berjalan kearah kamarnya
Luna duduk didepan meja rias sambil menatap pantulan dirinya disana
" Bagaimana aku bisa untuk menyukai pria lain disaat aku sudah menyukai Mr Sam" Luna menjatuhkan kepalanya diatas meja rias dengan kesal
**
Ditunggu Extra Partai ll dan lll ya kak💕
__ADS_1