AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
Extra Part lll (Leo And Mona)


__ADS_3

Mona berlari dengan gelisah dan cepat, dia bahkan tidak sadar dengan Rosa yang ketinggalan dibelakang nya


Dia sudah sampai didepan pintu ruangan bertarung dan langsung masuk dengan membuka kasar pintu tersebut


Mata Mona membesar saat melihat Leo sudah terluka tapi masih dipukuli oleh seorang pria, Mona berlari dengan cepat dan naik keatas ring


" Mona" Kata David yang kaget saat Mona tiba-tiba datang dan langsung menaiki Ring tinju


" Hentikan! " Kata Mona dengan keras, George yang akan memukul Leo menghentikan pukulannya


Mona mendekati Leo yang sudah terbaring, pria itu masih bisa membuka matanya dan tersenyum saat melihat wajah khawatir Mona yang mendekati nya


Mona bersimpuh didepan Leo dan mengangkut kepala pria tersebut kepangkuan


" Maaf" Kata Mona dengan air mata yang sudah mengalir, Leo tersenyum dan mengusap pipi Mona yang basah karena air mata


" Kamu terluka " Kata Mona menyentuh wajah Leo yang sudah membengkak


" Aku baik-baik saja " Kata Leo dengan tertawa pelan


" Dasar bodoh kenapa kamu malah tertawa " Leo terkekeh dan menatap serius Mona


" Aku gagal, aku kalah oleh kekasih adikmu, ayahmu bilang siapa yang menang mendapatkan izin untuk mendekati putri nya, dan aku kalah" Mona menggeleng dan mencoba memapah Leo untuk berdiri


" Jangan bahas itu, yang penting lukamu harus diobati"


Mona menuntun Leo dan membawa pria itu turun dari ring tinju, dia menatap tajam ayahnya yang sudah berdiri dari kursi nya


" Kalau kekasih ku mengalami luka yang serius, semua itu salah Papa " Leo yang mendengar Mona menyebutnya sebagai kekasih tersenyum sangat lebar mengabaikan rasa perih dibibir nya akibat pukulan George


David hanya diam saja melihat Mona membawa Leo keluar dari ruangan tersebut, dia juga menatap Rosa yang membantu George untuk turun dari ring


" Apa kamu baik-baik saja? " Tanya Rosa khawatir


" Aku baik -baik saja, aku menang dan mendapatkan izin untuk bersamamu " Mendengar itu Rosa langsung menatap tajam Ayah nya


" Papa sungguh kejam, kenapa Papa membuat kekasih ku dan kekasih kak Mona bertarung? "


" Papa hanya ingin kalian bersama orang yang bisa melindungi kalian "


" Aku hanya ingin bersamamu orang yang aku cintai, jika George tidak  bisa melindungi ku, aku yang akan melindungi nya" Setelah mengatakan hal tersebut Rosa dan George keluar juga dari ruangan tersebut


David menghembuskan nafasnya dengan berat

__ADS_1


" Anak-anakku sudah berubah, mereka bahkan berani melawan ku hanya demi seorang pria "


**


Mona membawa Leo kerumah sakit, sekarang Mona sedangkan berdiri didepan ruangan di mana Leo sedang diperiksa oleh dokter


Setelah berberapa lama dokter tersebut keluar bersama dua Suster dibelakangnya


" Bagaimana dokter? " Tanya Mona cepat


" Pasien baik-baik saja, hanya butuh berberapa jahitan di pelipis nya" Mendengar itu Mona menghembuskan nafasnya pelan


" Terimakasih dokter "


" Sama-sama" Dokter tersebut pergi dari sana bersama dua suster yang mengikutinya


Mona masuk kedalam ruangan Leo dan melihat pria itu memejamkan matanya, Mona mendekat dan menyentuh tangan Leo yang terpasang infus


Leo membuka matanya dan menatap Mona yang menatap sedih ke arahnya, Leo tersenyum dan hendak mendudukkan dirinya tapi Mona dengan cepat menahannya


" Lebih baik kamu berbaring saja" Leo mematuhi Mona dengan kembali berbaring


" Maaf" Kata Mona merasa bersalah, Leo menyentuh tangan Mona dan menggenggam nya


" Jika kamu gagal memperjuangkan ku, maka aku yang akan memperjuangkan mu" Leo terdiam mendengar perkataan Mona, pria itu sama sekali tidak menyangka Mona akan mengatakan hal tersebut


" Aku berdebar mendengar nya" Jujur Leo, Mona tersenyum dengan lebar dan dengan cepat mengecup bibir Leo, Leo yang mendapat kan serangan dadakan tersebut mati kutu ditempatnya


" Sekarang bagaimana ? " Tanya Mona dengan tertawa pelan


"Jika aku tahu dengan cara seperti ini bisa mendapatkan dirinya, sudah dari dulu aku menyerahkannya diri pada Paman David dan membiarkan anak buahnya memukulku hingga patah tulang"


" Mona kenapa kamu begitu mempesona? " Kata Leo menatap Mona dengan penuh cinta


Mona tersenyum dan duduk disisi ranjang, dia menyentuh tangan Leo yang memerah


" Aku tidak menyangka hubungan kita akan sejauh ini, padahal awal pertemuan kita sama sekali tidak romantis "


" Apa kamu benar-benar marah padaku saat itu? "


" Tentu saja, aku merasa dilecehkan tahu" Kata Mohon dengan kesal, Leo tertawa pelan mendengar nya


" Kalau begitu aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku"

__ADS_1


" Kamu memang harus bertanggung jawab"


Leo sangat bahagia, jika dia tidak merasakan sakit di perut dan dileher nya, dia akan turun dari ranjang dan meloncat -loncat seperti monyet yang sedang dalam musim kawin


" George itu sangat keterlaluan bagaimana bisa dia memukul mu hingga terluka sangat parah seperti ini" Mona menyentuh perban yang menempel di pelipis Leo, Leo berbunga-bunga saat Mona bersikeras perhatian padanya


" Kamu juga kenapa begitu lemah, George itu hanya anak kecil, tubuhnya sangat kurus, tapi lihat lenganmu ini, ini begitu besar apa isinya hanya lemak" Leo tertawa mendengar perkataan Mona


" Enak saja ini otot" Kata Leo mengarahkan tangan Mona untuk menyentuh lengannya


" Jadi kenapa kamu bisa kalah oleh anak kecil itu ?" Mona merasa kesal pada George yang telah memukul Leo hingga Leo harus terbaring dirumah sakit


" Aku sengaja, aku tidak tega jika harus memukulnya tapi siapa yang menduga kalau dia akan memukul ku habis-habisan" Mona menggeram marah mendengar nya


" George sialan" Umpat Mona, Leo yang mendengarnya langsung menutup mulut Mona menggunakan tangannya


Mona yang menyadari ucapannya menurunkan pelan tangan Leo


" Maaf, aku hanya terlalu kesal"


" Mona bagaimana jika Papamu menentang kita? "


" Aku akan memperjuangkan mu" Leo tersenyum dan membawa tangan Mona ke pipinya


" Papamu itu sangat keras, sangat sulit untuk meyakinkan nya"


" Kalau begitu kamu hamili saja aku"


" Kamu gila, bisa-bisa leherku dipotong oleh Papamu " Mona tertawa dan memeluk Leo yang berbaring


" Aku tahu kamu pria yang baik, Papaku tidak sekejam itu hingga harus memotong lehermu, selama aku dan Rosa hidup Papa tidak pernah memukul kami, dia akan luluh jika kami memohon padanya "


Mona mengangkat wajahnya hingga wajah mereka menjadi sangat dekat, Leo menahan debaran jantung nya saat wajahnya hanya berjarak 5 cm saja dengan wajah Mona


" Apa bibirmu sakit? " Tanya Mona


" Sedikit "


" Apa Bibir mu masih mampu untuk menciumku? " Leo dengan cepat mengangguk


" Kalau begitu buktikan " Leo memeluk pinggang Mona dan langsung menciumnya


..

__ADS_1


Terimakasih 🙏😘


__ADS_2