![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca menatap bingung semua orang yang sibuk dengan penampilan dan juga dengan segala kebersihan, bahkan kebersihan laci- laci meja mereka
"Ada apa?" tanya Airca pada Luna yang sedang berdandan di kaca kecil bedak nya
"Kamu tidak tahu? Oh iya kamu kan baru saja mengajar, sebentar lagi pemilik Universitas akan datang, dia selalu datang tiga bulan sekali untuk mengecek"
"Mengecek?"
"Iya, dia akan menilai dari ruangan, mahasiswa hingga kita"
"Apa aku terlihat baik?" tanya Airca yang Mulai khawatir karena dia masih baru, dia harus tampil baik didepan pemilik Universitas
Luna menatap penampilan Airca dari atas hingga kebawah dan menganggukkan kepalanya
"Cukup baik".
**
Antonsen menatap kesal Joshua yang mengikutinya kemana- mana
"Berhentilah mengikuti ku "
"Kenapa ?"
"Karena aku risih"
"Ck...padahal kan aku hanya ingin melihat- lihat perusahaan"
Antonsen menatap Joshua dan memakaikannya masker dan topi
"Pakai ini"
Joshua tersentuh dengan itu dan memeluk Antonsen
"Kamu memang kakak terbaik "
"Aku melakukan ini, agar kamu tidak menciptakan keributan di sana" Joshua yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya
"Kamu sungguh kakak yang jahat" Antonsen tersenyum melihat kekesalan Joshua.
**
Joshua menatap takjub ruangan Antonsen yang mewah
"Kenapa ruangan mu sangat mewah? kamu korupsi uang perusahaan untuk membangun ini?"
"Ini milikku, terserah aku mau aku apakan"
"Aku juga mau"
"Minta saja sama Papa, ini adalah perusahaan ku, aku yang membangunnya sendiri"
"Ya..ya kamu mulai sombong lagi dengan kesuksesanmu, meskipun kamu kaya, tapi aku lebih terkenal, aku punya banyak Fans yang mendukungku, dan kamu mungkin banya Haters yang menyumpahimu "
"Tutup mulutmu sebelum aku menjahit nya" Joshua langsung menutup mulutnya cepat
"Nick, apa jadwalku hari ini?" Nick membuka notebook nya
"Jam 11 siang ini anda ada kegiatan rutin untuk mendatangi Universitas"
"Universitas Dorwant kan?" tanya Joshua pada Nick
"Iya tuan Muda"
"Jangan panggil aku Tuan muda, panggil aku Tuan Prince"
"Baiklah Tuan....Prince"
"Bagus, oh iya jam 11 ya kalian pergi ke sana, aku ikut ya?"
"Tidak " kata Antonsen sambil memeriksa dokumen- dokumen di tas meja
__ADS_1
" kenapa? Aku juga mau ke sana, aku sudah lama tidak ke sana"
"Kalau kamu ikut, Universitas akan riuh dan aku benci itu"
"Aku akan pakai masker dan topi bisbolku "
"Aku bilang tidak ya tidak"
"Kenapa kamu begitu kejam padaku ?"
"Sudahlah, kamu jaga ruangan ku saja dan kamar itu juga terdapat Video Game jadi kamu bisa main sepuas mu, kamu bisa minta Chelsea untuk membelikan mu makanan"
Mata Joshua langsung berbinar mendengar itu
"Baiklah, aku akan disini saja" Joshua langsung masuk keruangan yang biasa Antonsen gunakan untuk istirahat
"Kita pergi sekarang" Antonsen berdiri dari kursi kebesaran nya, Nick terkejut dengan itu
"Masih satu jam lagi Tuan"
"Aku ingin ke sana sekarang, aku ingin tahu bagaimana keadaan mereka saat aku tiba lebih awal"
"Baik Tuan"
**
Airca menatap Mahasiswa yang sudah duduk dikursi- kursi mereka, ruangan aula Universitas sudah disulap menjadi sebuah panggung yang megah
"Ms Airca" Airca menatap orang yang menyapanya
"Mr Sam"
"Ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya merasa senang saja"
"Ms Airca!" Luna datang dengan tergesa, Airca menatap Luna
"Ada apa?"
"Mr Carl sudah datang?" tanya Sam
"Kamu bertanya padaku ?" Tanya Luna dengan senyum senang pada Sam
"Iya"
"Baiklah, ayo Ms Airca" Sam mengajak Airca untuk pergi, Luna terdiam ditempat melihat Sam dan Airca yang pergi lebih dulu, Airca merasa tidak enak dan berhenti berjalan
"Mr Sam pergilah dulu" Sam menatap Airca lalu menatap Luna yang sudah berwajah sedih
"Baiklah" Sam pergi lebih dulu, Airca mendekati Luna yang matanya sudah berkaca- kaca, Airca menyentuh tangan Luna dengan lembut
"Luna kamu jangan salah paham denganku"
"Tidak, ini bukan salah kamu, dia memang selalu melakukannya" Airca menatap Luna dan menariknya pergi
"Ayo, kita harus terlihat disiplin didepan pemilik Universitas".
**
"Kenapa Mr Carl datang lebih awal, aku masih belum siap"
"Untung saja aku sudah memerintahkan Semua mahasiswa untuk duduk di kursi Aula, kalau tidak akan terasa canggung saat anak- anak berlarian ke sana- kemari"
Airca dan Luna juga sudah duduk di kursi mereka, Luna menatap Sam yang berbincang dengan Mona, Airca melihat itu juga
"Sudah jangan dilihat"Luna menatap Airca dengan sedih
"Memangnya salah ya kalau aku menyukainya? aku memang tidak secantik Mona"
"Kamu cantik, Mr Sam saja yang tidak dapat melihatnya"
__ADS_1
"Tapi dia selalu bersikap acuh padaku" Airca tersenyum mendengar itu
"Sudah, aku tahu kamu mencintainya, kamu tidak salah, Mr Sam akan menyesal telah mengacuhkan mu"
"Apa aku terima saja usulan Mamaku untuk ikut kencan buta?" Airca terdiam mendengar pertanyaan Luna, lalu dia menatap Sam yang berbincang dengan sesekali tertawa pelan bersama Mona, wanita yang selalu saja berkata kasar pada Luna
"Ya, kamu harus mencobanya, terkadang seorang pria harus dikasih pelajaran untuk menyadarinya" Luna menatap Airac bingung
"Jadi kamu setuju bila aku ikut kencan buta?" Airca menatap Luna dengan senyuman lebar
"Iya, mungkin saja kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari Mr Sam"
Luna kembali menatap Sam yang masih tertawa bersama Mona, dan secara tak sengaja mata Luna dan Sam bertemu, Sam langsung membuang pandanganya kembali menatap Mona sambil tertawa pelan, Luna mendesah kecewa dengan sikap Sam.
"Baiklah, akan aku coba"
"Ini baru temanku" Airca merangkul Luna dan tersenyum, Luna juga tersenyum
"Terima kasih kamu sudah mendukungmu".
**
Kepala Universitas naik keatas panggung dan menyampaikan pidatonya, setelah itu dia mempersilahkan pemilik Universitas naik ke atas panggung
Sorak- sorak anak mahasiswi memenuhi aula saat Antonsen naik ke panggung, Airca yang tadi sibuk mengecek ponselnya menatap arah panggung
Mata Airca terbuka besar, dan hampir saja dia mengumpat
"Astaga apa ini, kenapa bisa ada dia disini"
Airca menundukkan kepalanya, dia sudah lama tidak bertatap muka dengan Antonsen, terakhir mereka bertemu adalah setelah drama panjang di rumah Airca beberapa minggu yang lalu
Airca berdoa dalam hati agar Antonsen tidak melihatnya, Berbeda dengan Luna yang menatap Antonsen antusias, dia mengambil gambar Antonsen dengan ponselnya
"Dia tampan sekali, iya kan Airca?" Luna menatap kesamping, Airca menutup wajahnya dengan buku
"Airca"
Airca melirik Luna dari balik buku
"Aku rasa aku sakit perut, aku ingin ke toilet"
"Sebentar lagi, kita tidak bisa berdiri disaat Mr. Carl menyampaikan pidatonya"
Airca hanya bisa menghembuskan nafas pasrah nya .
**
Antonsen melihat sekelilingnya, semua cukup baik sejauh ini, mahasiswa, kebersihan dan pengajar, Mata Antonsen menangkap seorang pengajar yang menutupi wajahnya dengan buku tentang penelitian hewan di sungai Amazon
"Siapa guru yang menutupi wajahnya itu dengan buku?" tanya Antonsen pada Ronald pria berusia 55 tahun kepala Universitas
"Dia guru baru disini, pengganti Mr Petter"
"Dia terlihat tidak sopan, apa dia tidak menghargai ku?" tanya Antonsen dengan dingin, Ronald tiba- tiba menjadi gugup dan menggeleng
"Tidak Tuan, Dia cukup baik selama dia mengejar disini"
"Kalau dia tidak bisa bersikap baik pecat saja"
"Baik Tuan" Ronald langsung mengiyakannya saja, dia tidak ingin terlibat pembicaraan lebih jauh dengan Antonsen, dia merasa dia harus menahan jantungnya agar tidak keluar karena takut pada Tatapan tajam Antonsen.
**
Semua mahasiswa sudah bubar dan kembali ke kelas mereka, setelah acara selesai Airca langsung meluncur ke Toilet, dia membasuh wajahnya dengan air
"Kenapa dia harus pemilik Universitas ini?"
"Airca apa kamu masih lama? kita harus mengucapkan salam perpisahan pada Mr Carl" terdengar suara Luna dari depan toilet
Airca mendesah pasrah dan menatap dirinya dari cermin
__ADS_1
"Baiklah Airca, ayo kita hadapi ini, dia hanya Antonsen Carl".