![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca turun dari lantai atas menuju meja makan, dia melihat para pelayan sedang menyiapkan sarapan
" Biar aku bantu "
" Tidak perlu Nyonya"
" Tidak apa-apa"
" Jangan Nyonya, nanti Tuan marah "
" Tidak, kenapa dia harus marah? " Kata Airca sambil tertawa pelan
Airca mengambil alih piring ditangan pelayan dan meletakkan nya diatas meja
" Apakah sudah semua? "
" Belum Nyonya"
" Kalau begitu biar aku saja yang menyelesaikan nya" Airca langsung pergi kedapur untuk menyelesaikan masakkan tersebut
Antonsen datang dan menatap Airca yang sedang memasak di dapur
" Apa yang kamu lakukan? Duduk saja, biar pelayan yang menyiapkan nya"
" Tidak, aku baik-baik saja "
" Dan apa ini? Kenapa kamu pakai baju kerja" Tunjuk Antonsen pada baju yang dipakai Airca
" Aku mau kerja "
" Tidak boleh " Airca tidak ingin berdebat dan memindahkan masakkan kewadahnya lalu pergi dari sana, Antonsen menatap kesal Airca yang mengabaikan dirinya
" Kamu dengar tidak boleh "
" Sarapan nya sudah siap" Airca duduk dan mulai makan dengan tenang, Antonsen juga duduk disamping Airca
" Tidak boleh" Airca tetap diam sambil memakan makannya, Antonsen kesal dan menarik sendok makan Airca
" Kamu dengar tidak? "
" Dengar"
" Tidak boleh kerja " Airca menarik nafasnya kesal dan menatap Antonsen
" Aku mau kerja" Antonsen menatap Airca yang juga menatap dirinya dengan pandangan tidak ingin mengalah
" Tidak boleh"
" Aku lelah bedebat mengenai aku pergi bekerja, kamu terlihat seprti tidak suka aku bekerja"
" Memang, tidak perlu bekerja, uang yang aku miliki lebih dari cukup untuk kita berdua"
" Itu uangmu, bukan uangku aku akan tetap bekerja"
Antonsen terdiam dan memandang Airca yang terlihat tidak ingin di bantah
" Baiklah, ini juga bagus untuk dia bekerja jadi aku bisa menyelesaikan masalah Angel"
**
Angel berjalan mondar mandir dengan gelisah sambil menggigit kuku tanganya, dia tidak tidur nyenyak semenjak dia melakukan penculikkan Airca, dia takut Antonsen mengetahui kalau dia pelakunya
" Bagaimana ini? Bagaimana kalau Antonsen tahu dan melaporkan ku kepolisi" Angel berpikir dengan keras
" Lebih baik aku pergi ke luar negeri saja, iya itu lebih baik daripada membekam di penjara " Angel menelpon asistennya Jesica
" Jessica siapakan tiket untuk aku ke Spanyol, hari ini juga, aku ingin cepat"
" Baik "
Angel mematikan telpon nya dan dengan cepat memasukkan baju kedalam koper
" Kenapa semua jadi kacau begini? Airca, wanita itu selalu beruntung, dia memiliki segalanya, semuanya, tapi kenapa aku tidak, semua orang menyukainya, tapi aku.... " Angel menghapus kasar air matanya dan membawa kopernya keluar kamar
Diluar dia tidak melihat siapa -siap, Louis tampaknya sudah pergi kekantor, dan Cintya pasti ada dikamarnya, Angel berpikir apa dia harus berpamitan pada Cintya
Angel memutuskan untuk menemui Cintya meskipun dia tahu Cintya bukan ibu kandung nya tapi dihati Angel dia menyanyangi wanita itu
Angel membuka pelan pintu dan terhenti saat mendengar suara Cintya dari dalam
" Angel sudah tahu kalau dia bukan anak kandung kita? Dari mana dia mengetahuinya? "
" Aku juga tidak tahu, dia sudah besar, aku rasa dia mencari tahunya sendiri "
" Bagaimana ini? Apa dia juga tahu siapa orang tuanya? "
" Aku tidak tahu"
" Aku takut dia kembali trauma dan menyakiti dirinya" Angel terkejut mendegar itu
" Trauma? Trauma apa yang aku miliki? "
Terdengar suara tangis dari Cintya dengan isakkan pelan tapi Angel dapat mendengarnya, mendengar tangisan Cintya membuat Angel juga menangis, dia tidak tahu kenapa, tapi dia merasa sangat sakit mendengarnya
__ADS_1
" Mama"
" Kita harus memberitahunya, sebelum dia mengetahuinya sendiri atau dari orang lain"
" Tapi aku takut dia tidak bisa menerimanya, dan kembali ingat akan tragedi yang menimpanya dulu"
" Tidak, dia sudah cukup dewasa sekarang"
" Umur tidak menjaminnya, Angel sangat rapuh bagaimana dia bisa menerima kalau orang tuanya bunuh diri di depannya, aku bahkan tidak tega hanya untuk mengingat nya"
Jantung Angel seakan terhenti mendengar itu semua, Tiba-tiba semua kenangan yang dulu pernah terjadi berputar di pikiran nya
Flash Back
* Angel kecil yang masih berusaha 7 tahun mendegar suara keributan dari dalam kamar kedua orang tuanya, dia mendekat dan mengintip dari celah pintu
" Lebih baik kamu bunuh aku dari pada aku harus keluar dari rumah ini! " Terdengar suara seorang wanita dari sana
" Kamu jangan egois, bahkan rumah ini tidak bisa melunasi hutang kita"
" Egois katamu? Kamu lihat dirimu, kamu suami tidak berguna "
" Tania! Beraninya kamu mengatakan itu didepanku! kamu lihat dirimu sendiri selalu bermain bersama teman-teman tidak bergunamu dan berfoya-foya, kamu mengunakan semua kartu kredit hingga menumpuk banyak sekali tagihan"
" Kalau kamu tidak bisa memenuhi gaya hidupku, lebih baik kita bercerai saja"
" Apa" Kata Roger dengan dengusan sinis
" Kamu ingin berpisah dariku? " sambungnya
" Iya, aku akan pergi dari sini, kamu rawat saja Angel sendiri, aku tidak membutuhkan anak itu nanti saat aku bertemu pria lebih mapan darimu" Kata Tania sambil menatap Roger dengan senyuman merendahkan
Roger menatap tajam pada Tania dan berjalan cepat menuju meja di samping tempat tidur, dia membuka laci meja itu dan mengambil sebuah pistol dari sana
Roger menodongkan pistol tersebut pada Tania, Tania kaget dengan aksi nekat Roger
" Apa yang kamu lakukan? "
" Membunuh mu"
" Roger turunkan itu, ada apa denganmu? Jika kamu membunuh ku, kamu akan membekam di penjara seumur hidup mu" Roger tersenyum santai dan mendekati Tania
" Itu tidak akan terjadi karena kita akan mati bersama"
Doorrrr
Roger menembak Tania tepat dijantungnya, hingga wanita itu langsung tersungkur di lantai dengan darah mengalir disekitar tubuhnya,
Angel menyentuh dadanya yang semakin sesak, tapi tiba-tiba Angel tersungkur ke lantai saat dia juga melihat ayahnya menembakkan pistol tersebut dikepalanya hingga Roger juga terjatuh disamping jasad istrinya
**
Louis berdiri dengan cepat dari kursi kerjanya saat menerima telpon dari polisi dia menutup laptop kerjanya dan keluar dari ruangnya
Dia dan Cintya sekarang sedang berdiri memandangi anak perempuan kecil yang terbaring diranjang rumah sakit
Angel membuka matanya dan melihat dua orang menatapnya
" Mama Papa" Louis dan Cintya yang mendengar itu saling pandangan kemudian kembali menatap Angel
" Iya sayang "
**
Semenjak kejadian yang dialami Angel dia tinggal dirumah Louis dan Cintya, Louis juga harus membayar semua hutang adik laki-laki nya, bukan hanya hutang aset dan biaya hidup mereka, tapi juga kerugian perusahaan milik Roger
Semua uang yang dia miliki, dia gunakan untuk membayar semua hutang Roger dan istrinya, bahkan Louis harus berhutang dengan rekan kerja samanya Hendry Carl*
Flash Off
Angel jatuh pingsan hingga kopernya juga tergeletak, Louis dan Cintya melihat arah pintu dan kaget saat melihat Angel sudah tidak sadarkan diri didepan pintu kamar
" Angel"
Louis dengan cepat menggendong Angel dan membawanya kerumah sakit
**
Airca sedang diruangan kelas untuk mengajar dan terhenti saat mendengar suara ponselnya
" Maaf, saya akan menerima telpon sebenar"
Airca keluar dari kelas dan melihat nama ayahnya disana
" Iya Papa, ada apa? "
" Angel masuk rumah sakit, cepatlah datang ke rumah sakit" Airca kaget dan khawatir mendengar itu
" Ya Tuhan, iya aku akan segera kesana"
Airca sekarang sedang ada didalam taxi, dia bergerak tidak sabar
" Pak tolong lebih cepat"
__ADS_1
Sopir tersebut menambah kecepatan laju mobilnya, ponsel Airca kembali berdering
Antonsen Calling
" Hallo Antonsen ada apa? "
" Kamu dimana? "
" Aku sekarang mau kerumah sakit, kak Angel masuk rumah sakit "
" Tidak perlu ke sana "
" Kamu bicara apa? Aku matikan"
Tut.. Tut..
Antonsen dengan cepat keluar dari ruang nya sesaat setelah Airca mematikan telponnya
**
Airca sudah sampai dan melihat kedua orang tuanya yang sedang menunggu didepan ruangan dimana Angel sedang diperiksa
" Mama" Cintya berbalik dan melihat Airca, Cintya langsung memeluk Airca dan menangis, Airca yang melihat itu juga ikut menangis
" Kak Angel akan baik-baik saja " Airca mencoba menenangkan Cintya yang terlihat sangat rapuh, matanya memerah karena lamanya menangis
Airca melepaskan pelukkan Cintya dan mendudukkan nya dikursi tunggu pasien, Airca menghapus air mata Cintya dan kembali memeluknya
Antonsen datang dengan berjalan cepat tapi dia memelankan langkahnya saat melihat Airca dan kedua orang tuanya yang terlihat sangat sedih
" Antonsen " Louis menatap Antonsen yang datang mendekat, Airca juga melihat Antonsen
" Antonsen " kata Airca kaget melihat Antonsen ada disana, Antonsen tersenyum dan duduk disamping Airca
" Aku mengkhawatirkan mu" Antonsen mengangkat tangannya dan mengusap wajah Airca, Airca tersenyum dan menurunkan tangan Antonsen saat menyadari tatapan kedua orang tuanya
" Keluarga pasien" Dokter keluar dari ruangan periksa Angel, Louis dengan cepat mendekati dokter tersebut
" Bagaimana keadaan putri saya dokter?"
" Dia baik-baik saja, hanya penyakit asma milik pasien kambuh dan kerena sesuatu hal yang membuat dia sangat syok hingga dia tak sadarkan diri"
" Tapi dia baik-baik saja kan dokter? "
" Iya, pasien boleh untuk dijenguk, silahkan "
" Terima kasih dokter"
Dokter tersebut tersenyum dan pamit untuk pergi dari sana, Louis dan Cintya masuk kedalam, Airca juga ingan masuk tapi tanganya ditahan Antonsen
" Antonsen lepas" Antonsen menatap Airca dan menarik nya pergi dari sana
" Antonsen " Airca menarik tanganya dan mendorong Antonsen, Airca menatap tajam kearah Antonsen dan kembali berjalan masuk kedalam kamar inap Angel
Antonsen menghela nafasnya dan menyusul Airca masuk kedalam kamar tersebut
Airca berjalan pelan mendekati Angel yang masih belum sadar kan diri, Antonsen juga masuk dan langsung memeluk pinggang Airca dengan erat, Airca menatap Antonsen dan berusaha melepaskan pelukkan tersebut
" Biar kan seperti ini, atau aku angkat kamu dan membawamu pergi dari sini" Airca terdiam dan membiarkannya
Perlahan mata Angel terbuka, dia menatap dinding rumah sakit yang berwarna putih, lalu dia menatap Louis dan Cintya, mata wanita itu tiba-tiba panas dan mulai menangis, Cintya yang melihat itu memeluk Angel menenangkan putri nya
" Sudah sayang, jangan kamu ingat terus"
" Maaf... " Angel menangis dengan sangat kuat dan memeluk erat Cintya
" Tidak sayang, kamu tidak salah"
" Maaf... " Angel menangis semakin terisak hingga membuat Airca juga menangis, Antonsen yang melihat Airca menangis menariknya kepelukan
Angel melepaskan pelukkan nya dan menatap Airca yang juga menatap nya dengan air mata di pipi
" Airca... " Airca tersenyum dan mencoba mendekati Angel tapi Antonsen menahan Airca dengan memeluk pinggangnya, Airca menatap Antonsen memohon agar Antonsen melepaskannya
" Tidak" Antonsen tidak bisa percaya pada Angel lagi setelah apa yang dilakukannya pada istrinya Airca
" Aku mohon sekali ini saja " Antonsen tidak bisa menahan Airca yang mulai memasang wajah sedihnya, Antonsen melepaskan pelan pelukkannya, karena Angel takkan melakukan sesuatu pada Airca dalam situasi sekarang
Airca memeluk Angel dan mulai kembali menangis, Angel sungguh menyesal dan memeluk erat Airca
" Maafkan aku"
" Tidak, jangan katakan itu"
" Aku pantas untuk mati saja"
" Kakak "
" Aku wanita jahat Airca "
" Tidak, kamu kakak ku dan selalu begitu"
" Terima kasih Airca, Terima kasih " Angel sungguh merasa bersalah dan kembali memeluk erat Airca
__ADS_1