![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Antonsen melihat Airca yang baru saja keluar dari kamar mandi, mata Antonsen tidak lepas dari Airca yang hanya memakai handuk saja, rambut yang lembab menambah sexy wanita itu
Airca menatap tidak nyaman saat Antonsen tidak mengalihkan matanya, Airca berjalan cepat menuju rungan ganti tapi dia kaget setengah mati saat Antonsen menariknya ke pelukkan
" Antonsen! " Teriak Airca kaget, Antonsen tersenyum dileher Airca dan mulai menciuminya disana, Airca bergerak tidak nyaman dan mendorong Antonsen, Antonsen menatap kesal Airca yang melakukan itu tapi Antonsen tidak melepaskan pelukkannya dan malah memeluknya semakin erat
" Jangan, aku tidak pakai baju" Airca sangat malu saat ini, bagaimana Antonsen bisa bertindak sejauh itu, Antonsen malah tersenyum melihat tingkah malu-malu Airca
" Tidak apa -apa, tidak perlu pakai baju" Kata Antonsen sambil mencoba mencium bibir Airca
" Antonsen, menjauhlah " Airca sangat gugup dan mendorong kuat Antonsen hingga pelukkan tersebut terlepas, dan Airca langsung berlari masuk kedalam ruang ganti
Airca menyandarkan punggung nya dibalik pintu sambil menyentuh dadanya
" Ini gila, dia baru bilang cinta tadi pagi, dan sekarang dia semakin liar" Airca bergidik ngeri melihat perubahan sikap Antonsen, dia harus lebih berhati-hati malam ini
**
Airca keluar dengan memakai baju serba panjang, baju lengan panjang dan celana tidur panjang, dia menatap Antonsen yang menatap tajam kearahnya, Airca sedikit gugup dan berdeham untuk menutupi rasa canggung nya
Dia berjalan kemeja rias dan mengeringkan rambutnya, didalam hati Airca dia berdoa semoga Antonsen mengantuk dan tertidur
Airca sudah selesai mengerikan rambut nya dan berbalik, seketika Airca mati kutu saat Antonsen malah semakin menatap tajam kearahnya
Airca mencoba tersenyum dan berjalan pelan kearah ranjang, dia duduk disisi ranjang dan bertanya pada Antonsen
" Kamu tidak tidur? " Antonsen yang ditanya masih menatap tajam Airca, Airca jadi salah tingkah dan membaringkan dirinya
Antonsen juga ikut berbaring dan menghadap Airca, mereka saling pandang dalam diam, Antonsen mendekat dan ingin mencium Airca tapi Airca menahanya
" Jangan"
Antonsen berdecak kesal dan berbaring membelakangi Airca, dia kesal dia sudah menunggu lama wanita itu, tapi seperti nya Airca tidak peka, bukan tidak peka tetapi pura-pura tidak mengerti
Airca merasa tidak nyaman dan hanya menatap punggung Antonsen, dia menggeser tubuhnya mendekati Antonsen
" Antonsen? " Airca memeluk Antonsen dari belakang, Antonsen yang baru pertama kali dipeluk Airca dari belakang merasa kaget dan juga senang, dia membiarkan Airca memeluknya dan masih bersikap seolah kesal padahal dia senang
Setelah sekian lama Airca memeluknya Antonsen memeluk tangan Airca, dan mulai menikmati hangat pelukkan istrinya
**
Airca bangun lebih dulu dan menatap Antonsen yang memeluk nya erat, Airca mencoba menggeser tubuhnya tapi Antonsen kembali menariknya mendekat
" Antonsen " Antonsen tidak ingin bangun dan malah mencari kenyamanan ditubuh Airca, Airca menghembuskan nafasnya pelan dan mengusap rambut Antonsen
" Antonsen bangun"
" Hem... "
" Bangun sudah pagi "
__ADS_1
" Nanti"
" Kalau begitu lepaskan aku dulu"
" Tidak mau "
" Antonsen " Kata Airca putus asa, Antonsen mengangkat kepalanya dan mencium bibir Airca
Cup
Setelah itu dia memejamkan mata dengan kembali memeluk Airca
" Antonsen! " Bentak Airca, ini sudah pagi, pasti pelayan sudah menyiapkan sarapan, dia juga harus menjenguk Angel sebelum pergi mengajar
Antonsen kesal dan menjauhkan dirinya dengan cepat, dia berdiri dan meninggalkan Airca yang masih berbaring diatas kasur, Airca menatap kaget dengan reaksi Antonsen
Airca menghembuskan nafasnya berat dan mendudukkan dirinya
" Apa aku salah lagi? " Airca mengusap kasar rambutnya dan beranjak dari ranjang
**
Mereka sedang sarapan bersama dimeja makan, Airca menatap Antonsen yang memasang wajah cemberut, sejak bangun tidur yang tidak menyenangkan itu, Antonsen tidak menegurnya sama sekali
" Antonsen " Antonsen hanya diam dengan mencibikkan bibir nya kesal sambil menyuap makannya kemulut
Airca mencoba bersikap sabar, dia tahu dia juga merasa bersalah karena menolak Antonsen
" Aku akan ke rumah sakit untuk menjenguk kak Angel, setelah itu baru ke Universitas " Antonsen menyelesaikan makannya dan berdiri dari kursi
Airca menghembuskan nafasnya pelan melihat kepergian Antonsen
**
Antonsen masuk kedalam mobil dan termenung disana, entah kenapa dia merasa kesal saat Airca menolaknya pagi tadi, dia sebenarnya ingin libur saja bekerja dan memilih memeluk wanita itu Sepanjang hari
Dia mencoba memaklumi saat Airca juga menolak nya malam tadi, tapi pagi ini, dia hanya ingin memeluknya tidak lebih
" Aku hanya ingin memeluknya tapi dia bersikap seperti itu" Antonsen berbicara kesal hingga Nick menatap Antonsen dari balik kaca spion mobil
**
Airca datang kerumah sakit, dia masuk kedalam ruangan dan kaget saat melihat Angel sudah tidak memakai pakaian rumah sakit
" Kakak" Angel menoleh dan tersenyum menatap Airca, Airca mendekat dan duduk disamping Angel
" Kakak sudah boleh keluar? "
" Iya"
" Tapi... "
" Kakak baik-baik saja" Kata Angel sambil menggenggam tangan Airca
__ADS_1
" Mama sudah tahu? "
" Tidak, kakak akan pulang kerumah dan mengejutkan mereka"
" Kakak" Kata Airca tidak setuju, Angel malah tertawa pelan
" Airca " Airca menatap Angel yang menatap nya serius
" Ada apa? "
" Kamu mau kan membantu kakak? "
" Bantu apa? "
" Perusahaan milik kita sedang mengalami kerugian yang besar sejak kakak menjadi wakil Papa, jadi kakak minta kamu mau menggantikan kakak "
" Apa? Tapi... "
" Kakak tahu kamu tidak menyukai bekerja diperusahaan tapi kakak mohon, ini demi Papa demi perusahaan kita, kakak yakin kamu bisa memajukan perusahaan "
" tapi kakak bagaimana? " Angel tersenyum dan mengusap wajah Airca
" Kakak ingin dirumah untuk sementara waktu, menghabiskan waktu bersama Mama, menebus waktu yang terbuang karena kebodohan ku"
" Aku akan mencobanya tapi aku ingin kakak benar-benar beristirahat dan menikmati waktu bersama Mama"
" Iya kamu tenang saja, kakak janji "
**
Antonsen pulang ke rumah, dia merasa sangat lelah bukan cuma tubuhnya tapi juga hatinya, selama bekerja dia selalu memikirkan istrinya, dia menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak menelpon Airca
Dia akan bersikap menjadi orang yang sedang marah sehingga Airca sadar akan kesalahannya
Antonsen masuk kedalam kamar dan melihat Airca yang sudah tidur lebih dulu, Antonsen berdecak kesal melihat pemandangan itu
" Dia benar-benar istri yang tidak pengertian " Antonsen berjalan kesal menuju kamar mandi
Airca sebenarnya belum tertidur, dia juga baru saja berbaring, hari ini dia memutuskan untuk ke perusahaan ayahnya dan meminta cuti yang panjang dari Universitas
Menyelesaikan semua masalah yang ada di perusahaan membuat otak Airca hampir pecah
Antonsen keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju ruang ganti tanpa melirik Airca, tampaknya dia benar-benar marah
Antonsen keluar dari ruang ganti dan langsung naik ke kasur, dia berbalik membelakangi Airca, Airca mendekat dan memeluk Antonsen, dia mencoba untuk membujuk Antonsen agar tidak kesal padanya
Antonsen yang tidak memejamkan matanya merasakan itu, dia mencoba melawan keinginannya untuk berbalik dan mencium wanita itu, tapi Antonsen sungguh tidak bisa menahan dirinya, Antonsen berbalik dan langsung memeluk Airca
" Maaf... " Antonsen menghela nafas mendegar itu, dia mencium Airca dan menariknya semakin dekat
" aku merasa terluka saat kamu bersikap seperti itu"
" Maaf, aku hanya tidak ingin kamu terlambat bekerja"
__ADS_1
" Lain kali jangan lakukan hal itu lagi, aku tidak suka"
" Iya" Antonsen tersenyum dan mengecup seluruh wajah istrinya