AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
Extra Part ll (Leo And Mona)


__ADS_3

Leo seperti orang gila tertawa-tawa sendiri hingga membuat Antonsen menatap kesal Kearahnya


" Berhenti lah tertawa atau pergi dari sini"  Leo menghentikan tawanya dan menatap Antonsen


" Aku datang kesini untuk curhat"


" Tapi kamu dari tadi hanya tertawa seperti orang stres" Leo mencibikkan bibirnya kesal mendengar itu


" Kenapa mulutmu itu begitu berbisa? "


" Sudah cepat mau cerita apa? Aku masih ada meeting sebentar lagi"


" Apa tidak bisa kamu meluangkan waktu untuk ku sehari saja" Mendengar itu Antonsen langsung menatap tajam Leo, Leo yang ditatap seperti itu langsung terdiam


" Antonsen bantu aku untuk bisa medekati seorang wanita "


" Kasih saja mereka berlian "


" Apa Airca juga kamu dapatkan menggunakan berlian? "


" Tidak, karena dia mencintaiku "


" Itu dia, bagaimana cara agar dia mencintaiku? " Antonsen tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Leo


" Menempelah padanya setiap saat" Leo langsung menatap Antonsen mendengar nya


" Apa itu akan berhasil "


" Tentu saja, bersikap agresif dan mendekatinya secara intensif akan membuat nya luluh "


" Nanti dia malah akan ilfeel padaku"


" Lakukan dengan manis dan romantis "


" Dari mana aku memulainya? "


" Kamu bisa mengantar dan jemput dia" Leo berdiri dengan cepat mendengar nya


" Kamu benar, kalau begitu aku akan menjemput nya sekarang! Terimakasih Antonsen kamu adalah Shifu dalam percintaan "


Setelah itu Leo langsung berlari keluar dari ruangan Antonsen, melihat itu membuat Antonsen menggelengkan kepalanya merasa kasihan


" Dasar Budak cinta"


**


Leo tersenyum di sepanjang jalan, dia akan mengejutkan Mona dengan menjemput wanita itu sepulang dari mengajar


" Dia pasti senang saat melihat aku menjemput nya" 


Leo yang sedang asik dengan hayalan nya mengerem mendadak saat sebuah mobil menyalip mobilnya dan berhenti di depan nya


Tiga orang keluar dari mobil hitam tersebut dan mengetuk kaca mobil Leo


" Siapa mereka? Apa mereka perampok?" Leo menelan salivanya dengan susah payah, dia merasa takut saat melihat tubuh tiga orang tersebut yang sangat besar

__ADS_1


" Hei! Turun! " Leo tidak ingin membuka mobilnya dan memilih memundurkan mobilnya tapi...


Brakk


Leo mengerem kembali, dan dia menatap belakang mobilnya, disana dia menabrak sebuah mobil


" Sial aku dikepung "


Tok... Tok...


Beberapa orang mulai memukul dengan keras kaca mobilnya


" Buka! "


" Mau apa kalian?! " Kata Leo dengan keras


" Kamu mau keluar atau saja tembak?! " Kata salah satu pria dengan mengangkat pistolnya, Leo ketakutan dan dengan spontan membuka kunci mobilnya


Salah satu pria membuka pintu mobil dan menari Leo keluar


" Ampun... Jangan sakiti saya... Saya belum menikah!" Leo ditarik dan dibawa masuk kedalam mobil


" Kalian mau apa?! " Leo sangat takut saat beberapa pria membawanya masuk kedalam mobil milik mereka


" Diamlah atau kamu aku pukul! " Leo langsung terdiam dan mobil pergi dari sana, Leo menatap mobilnya yang juga sudah dibawa oleh salah satu teman perampok tersebut


" Jika mereka ingin mobil ku, mereka bisa mengambil nya kenapa mereka harus membawaku juga"


**


Leo memejamkan matanya saat dia memasuki ruangan yang sangat terang sekali, dia dibawa oleh dua orang pria bertubuh kekar dan mendudukkan nya disalah satu kursi


" Paman David" David menatap datar Leo yang terlihat kaget dengan kehadirannya


" Mana yang satunya? " Tanya David pada anak buahnya


" Mereka akan datang sebentar lagi" Tak berapa lama seorang pria masuk dengan dikawal oleh dua pria lainnya


" Itu dia Tuan" David menatap seorang pria yang dibawa mendekat dan mendudukkan nya disamping Leo


Leo mengerutkan dahinya tidak mengenali pria tersebut, pria yang duduk disamping nya terlihat lebih muda darinya


" Kalian berdua Leo dan George, pria yang berani mendekati putri-putriku" Kata David dengan tersenyum miring pada Leo dan George


" Paman aku sungguh mencintai Rosa tidak ada niat yang buruk padanya " Kata Georgia dengan berani, Leo menatap George yang bicara


" Paman aku juga mencintai Mona dengan tulus " Kata Leo dengan berani, dia tidak akan kalah oleh anak kecil seperti George


David mendengus sinis mendengar nya


" Cinta saja tidak cukup.... "


" Saya punya pekerjaan! " Kata mereka berbarengan


" Cinta dan uang masih tidak cukup, pria yang menyukai putriku harus kuat" Leo dan George terdiam mendengar nya

__ADS_1


" Bob bawa dua pria ini ke ring tinju" Leo membuka matanya besar saat mendengar hal tersebut


" Baik Tuan" Beberapa pria membawa Leo dan George pergi dari sana


Sekarang mereka sudah berada di sebuah ring, Leo disebelah kiri dan George disebelah kanan


Dua orang pria naik dan memakai kan sarung tinju pada Leo dan George, sedangkan David duduk dibawah dengan kursi kebesarannya yang besar


" Kalian bertarunglah, yang menang boleh untuk mendekati putriku " Leo dan George menatap David yang bicara


" Ternyata perkataan Mona waktu itu benar, ayahnya seorang ketua gangster " Leo merasa menyesal karena tidak mempercayai Mona, dia juga tidak menyangka pria ramah yang dia temui beberapa hari yang lalu tersebut ternyata seorang ketua Gengster


Leo menatap George yang juga menatap nya, mereka saling tatap dengan intens, George lebih dulu mendekati Leo dengan sudah memasang ancang-ancang


" Maaf kan aku, ini semua demi Rosa" Kata George dengan memukul wajah Leo, Leo yang tidak menyangka dengan serangan tersebut sedikit menoleh ke kanan akibat pukulan tersebut


Leo memilih diam dan George kembali memukul nya


" Aku tidak mungkin memukul pria kecil ini" Kata Leo didalam hati merasa tidak tega jika harus membalas George


**


Rosa yang baru pulang dari sekolah kaget saat asisten rumah tangganya mendekat


" Nona muda"


" Ada apa? " Tanya Rosa


" Tuan Besar menculik kekasih Nona Rosa dan Nona Mona"


" Bagaimana mungkin? " Tanya Rosa dengan kaget


" Tadi Bob datang kerumah dan bertemu Tuan David, Bibi sempat mendengar pembicaraan mereka" Mendengar itu Rosa dengan cepat menelpon kakaknya


" Hallo kakak"


" Ada apa? " Tanya Mona


" Kekasihmu sedang berada di markas Papa"


" Apa?! "


" Kamu cepat lah kembali kita menyusul kesana" Rosa langsung mematikan ponsel nya dan menatap asisten rumah tangga nya


" Terimakasih Bibi, kalau begitu akan akan pergi sekarang" Rosa dengan cepat berlari keluar rumah


Dia berdiri didepan gerbang dengan gelisah sambil menunggu Mona menjemput nya, sekitar 15 menit mobil Mona tiba disana


" Cepat masuk! " Rosa dengan cepat masuk kedalam mobil, Mona langsung menjalankan mobilnya dengan kencang, Rosa menatap kakaknya yang terlihat khawatir


mobil Mona berhenti didepan sebuah gedung yang bercat putih, mereka turun dengan cepat dan langsung masuk kedalam gedung tersebut


Mona menatap salah satu anak buahnya ayahnya dan mendekati nya


" dimana kalian membawa Kekasih ku?! " kata Mona dengan kesal, pria yang ditanya merasa bingung untuk menjawab

__ADS_1


" cepat! "


" Di ruangan tinju Nona" mendengar itu Mona dan Rosa dengan cepat pergi dari sana menuju ruangan yang dimaksud pria tersebut.


__ADS_2