AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
17


__ADS_3

Airca pulang hampir tengah malam, dia membunyikan bel rumah dan tak lama pelayan membuka pintu


"Terima kasih" Airca sungguh tidak enak karena pulang sangat malam, ini karena dia terlalu asik menonton konser


Pelayan tersebut tersenyum dan berbicara pelan


"Tuan marah saat Nyonya tidak kunjung pulang"


"Benarkah ?"


"Iya, Nyonya tidak pulang bersama Nick?"


"Tidak, sebenarnya Nick sudah akan mengantar pulang tapi aku kabur dari sana pergi naik mobil Jane"


"Astaga Nyonya pantas saja Tuan sangat marah, nampaknya Nyonya harus membujuknya sekarang"


Airca hanya tersenyum kecil dan pergi naik kelantai atas, dia sudah sampai didepan kamar dan menarik nafas panjang sebelum membuka pintu


Saat Airca masuk suasana sunyi dengan lampu temaram hanya lampu tidur saja yang menyala, dia berjalan pelan-pelan takut bila Antonsen terbangun


"Bagus jam segini baru pulang" Airca terhenti saat mendengar suara dari belakang, dia berbalik dan melihat siluet seseorang yang Airca tahu itu Antonsen


Tiba-tiba lampu menyala terang, dan Airca bisa dengan jelas melihat kemarahan di wajah Antonsen


"Kalau jam tangan mati jangan dipakai" kata Antonsen dengan kata menyindir, Airca menghembuskan nafasnya pelan


"Kamu kan tahu aku kemana"


"Aku sudah bilang jangan pergi tapi kamu tetap pergi "


"Aku pergi karena Joshua yang mengundangku "


"Alasan saja"


"Kamu kenapa harus marah-marah? Nonton konser itu bukan sebentar tahu"


"Kamu pergi dari siang pulang malam hari, kamu bahkan tidak menyediakan ku makan, kamu itu sekarang istriku jadi jangan bertindak seperti seorang wanita yang tidak menikah"


"Iya iya aku minta maaf"


"Dan juga kenapa kamu kabur dari Nick yang ingin mengantarmu pulang ?" sudut Antonsen


"Tidak ada, dia selalu mengikuti ku, aku merasa tidak nyaman"


"Mulai sekarang kamu tidak boleh pergi tanpa seizin ku, kamu mengerti "


"Iya" Antonsen masih menatap kesal Airca yang berdiri didepannya,


"Mandi sana ganti baju" Airca menunduk patuh dan masuk kedalam kamar mandi, setelah kepergian Airca, Antonsen berbaring di atas kasur


"Wanita itu sekarang mulai menunjukkan sikap aslinya, ternyata adik dan kakak sama saja".


**


Airca keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi ditubuhnya, dia melihat Antonsen yang berbaring menatap langit-langit kamar


"Baju gantimu ada di sofa" Airca melirik sofa didekat jendela, di sana ada baju piama berwarna biru muda, dia mengambil baju itu dan masuk kembali kedalam kamar mandi


Dia keluar dengan piama tersebut dan berdiri didepan cermin


"kamu membelikan ku?"


"Itu baju bekas" Airca mengerucutkan bibirnya kesal mendengar itu, dia tahu itu baju baru


Airca mengeringkan rambutnya dengan haydrayer dan setelah dia selesai dia mengambil selimut dari dalam lemari sebagai alas tidur


"Tidur di atas "


"Apa?"


"Cepat tidur di kasur"


"Tidak, aku...."


"kamu berani membangkang!"


"Tidak, baiklah " Airca meletakkan kembali selimut tersebut kedalam lemari dan berjalan pelan menuju ranjang


Disudah duduk disisi ranjang, Antonsen yang melihat itu membalikkan badannya membelakangi Airca


Jantung Airca tiba-tiba berdebar memikirkan dia akan tidur seranjang dengan Antonsen, dia membaringkan dirinya dan memakai selimut


"Aku tidur seranjang dan satu selimut dengannya? Ini gila"


Airca mencoba memejamkan matanya dan mulai tertidur, karena dia merasa lelah seharian berjalan - jalan bersama Jane.


**


Airca dan Antonsen sedang sarapan bersama, Airca menatap penampilan Antonsen didepannya


"Kamu masuk kerja ?" tanya Airca

__ADS_1


"Iya"


"Aku juga kerja ya?"


"Tidak"


"Kamu saja kerja kenapa aku tidak boleh? Ini sudah dua minggu aku libur "


"Besok saja"


"Kamu yang bilang ya, besok aku akan kerja, kamu tidak boleh melarang ku"


Antonsen sudah selesai dan berdiri dari kursi


"Aku akan pergi sekarang"


"Ya hati-hati" kata Airca sambil memakan sarapannya


"Kamu tidak memberiku ciuman"


"Apa?" Antonsen jadi salah tingkah dan memalingkan wajahnya


"Tidak ada aku akan pulang larut malam" setelah mengatakan hal tersebut Antonsen pergi dari sana


Sebenarnya Airca mendengar perkataan Antonsen soal ciuman, dia tiba-tiba jadi gugup hingga tersedak makanan karena memikirkan perkataan Antonsen 


Diluar Antonsen memukul pelan kepalanya


"Bagaiman mungkin aku mengatakan hal memalukan itu?" Pria itu menggeleng keras mencoba menghilangkan pikiran tersebut dan masuk kedalam mobil yang sudah ada Nick di dalam.


**


Airca berdiri didepan kolam renang, dia menoleh kebelakang saat mendengar seseorang memanggilnya


Di Sana berdiri Joshua dengan bungkus makanan ditangannya


"Ayo makan siang " Airca tersenyum lebar dan berjalan cepat mendekati Joshua


"Joshua kamu baik sekali"


" Aku hanya mencoba menjadi adik ipar yang baik"


"Kamu sudah menjadi adik ipar yang baik"


"Benarkah? Tapi kak Antonsen selalu mengatakan aku adik terburuk "


"Mangan dengarkan dia, dia hanya terlalu gengsi untuk mengatakannya"


Airca tersenyum mendengar itu dan menggandeng Joshua untuk masuk kedalam


Joshua duduk dimeja makan menunggu Airca menyalin makanan kepiring, Joshua mengambil ponselnya dan memfoto punggung Airca yanh sedang menyiapkan makanan


Joshua tersenyum melihat hasil fotonya lalu mengirim foto tersebut pada Antonsen


"Ayo tebak ini punggung siapa ?"


Tak lama pesan balasan dari Antonsen muncul


"Apa yang kamu lakukan di rumahku?! pergi dari sana!!!"


Joshua tersenyum melihat pesan penuh emosi dari Antonsen


"Aku akan pergi setelah makan siang bersama kakak iparku yang cantik"


Joshua menutup ponselnya saat Airca meletakkan makanan diatas meja


"Mari makan"


**


Antonsen menggeram marah melihat pesan balasan dari Joshua


"Aku kasih kamu waktu 20 menit pergi dari sana, sebelum aku melakukan sesuatu yang tak pernah kamu bayangkan"


Antonsen mengirim balik pesan penuh ancaman tapi tampaknya tidak berpengaruh karena Joshua malah mengirim foto Airca yang sedang makan


"Sial, Joshua.... kamu ternyata ingin bermain-main denganku" Antonsen menekan nomor pada ponsel  dan langsung menelpon istrinya


"Hallo"


"Kamu lagi apa_?"


"Lagi makan sama Joshua"


"Buat apa dia makan siang di sana ?" kata Antonsen kesal


"Memangnya salah?"


"Salah Salah besar, suruh dia pulang"


"kamu bicara apa sih tidak jelas, aku lagi makan, jadi aku matikan ya"

__ADS_1


Tut...tut...


Antonsen melampar pelan ponselnya di atas meja


"Kalian berdua tunggu saja saat aku pulang" Antonsen menatap tajam pada ponselnya di atas meja, seakan sedang menatap pada Airca dan Joshua.


***


Antonsen pulang dan langsung berteriak memanggil nama Istrinya


"Airca!"


"Airca!!"


"Tuan mencari Nyonya?" tanya pelayan yang datang dari arah dapur


"Iya dimana dia?"


"Nyonya di dapur sedang memperbaiki lampu Tuan"


"Memperbaiki lampu ?"


"Iya"


"Lalu apa yang kalian lakukan? bagaimana bisa kalian membiarkan dia melakukannya?" kata Antonsen kesal


"Maaf Tuan, kami sudah melarangnya tapi Nyonya memaksa"


"Ck... Wanita itu memang keras kepala "


Antonsen berjalan cepat dan melihat Airca yang berusaha memperbaiki lampu, Antonsen merasa kesal melihat itu tapi perasaan khawatir hinggap dihatinya saat Airca berjinjit untuk menggapai lampu


Antonsen berjalan dengan cepat dan langsung memeluk pinggang Airca


Airca sedikit kaget dan menolehkan kepalanya, jantungnya berdegup melihat Antonsen yang memeluk erat pinggangnya


Dia mencoba menahan debaran jantungnya dan bicara


"Antonsen...." Antonsen menatap tajam pada Airca membuat wanita itu terdiam seketika


"Pasang lampu itu cepat" kata Antonsen dingin, Airca dengan cepat memasang lampu tersebut, dia agak kesulitan memasang lampu tersebut


Dia menjinjit kan kakinya tapi masih belum juga bisa memasangnya, Airca kembali berusaha, dia yang terlalu menjijit tidak lagi memiliki keseimabangan hingga kursi yang menjadi pijakannya terjatuh


Antonsne yang memeluk Airca keget dengan itu dan berusaha menahan Airca tapi karena berat badan Airca tidak seimbang dipelukannya, mereka terjatuh secara bersamaan dengan Antonsen yang menindih tubuh Airca.


Airca membuka matanya besar begitu juga dengan Antonsen mereka sama-sama kaget dengan kejadian tersebut, mereka hanya diam ditempat dengan bibir mereka menyatu.


Crek...creeekkk


Antonsen dan Airca menatap arah suara, di sana Joshua berdiri sambil memegang ponselnya


Crekkkk...


Joshua mengambil sekali foto kemudian tersenyum lebar,


Antonsen berdiri dari tubuh Airca dan membantu wanita itu bangun dari lantai, Airca hanya diam menahan malu


"Hapus foto itu"


"Tidak akan" Joshua langsung lari dari sana


"Joshua!" teriak Antonsen kesal, Antonsen menatap Airca yang berdiri kaku disampingnya


"Kamu juga, kenapa kamu harus menyusahkan diri untuk menggantinya? sekarang lihat lampu itu pecah" tunjuk Arnold pada bohlam lampu yang pecah dilantai


"Maaf" Antonsen menatap sejenak Airca sebelum dia pergi dari sana


Setelah kepergian Antonsen, Airca menyentuh jantungnya yang berdetak cepat


"Aku...." Airca menyentuh bibirnya dengan tidak percaya.


***


Joshua sudah pergi dari rumah Antonsen sejak dia mengambil foto Antonsen dan Airca di dapur


Antonsen turun dari lantai atas dan pergi menuju dapur untuk mengambil minum tapi kakinya terhenti saat mendengar suara televisi dari ruang keluarga


Antonsen mendekat dan melihat Airca yang sedang menonton


"Hai..." Airca tersentak dam berteriak kaget


"Aaaaa!" Antonsen duduk disamping Airca dan menutup mulut Airca dengan tangannya


"Diamlah, hari sudah malam" Airca yang melihat Antonsen lega dan menganggukkan kepalanya


Antonsen melepaskan tangannya dari mulut Airca dan menatap layar televisi, tiba-tiba mata Antonsen terbuka lebar, Airca juga melihat layar televisi


'Seorang aktor sekaligus penyanyi Joshua Carl baru saja menggunggah status yang membuat penggemarnya heboh, bagaimana tidak? Dia mengunggah sebuah foto dimana seorang pria dan wanita berciuman, tidak jelas siapa mereka, karena Joshua menutupinya wajah dua orang tersebut dengan Emoji cium'


Di sana terpangpang status Instagram Joshua, meskipun wajah dua orang tersebut ditutupi dengan emoji cium Antonsen dan Airca tahu itu mereka.

__ADS_1


__ADS_2