![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca menatap Jane yang menatap penasaran kearahnya
" Jane aku akan ke tempat Antonsen sebentar, dia memiliki masalah dengan teman duduknya " Jane menatap Airca yang tampak khawatir
" Aku akan menemanimu " Nick yang mendengar itu dengan cepat menuntun Airca untuk pergi
" Biar aku saja" Jane mengerucut bibirnya melihat Nick yang terlihat perhatian pada Airca
" Ya sudah aku akan menunggu disini" Kata Jane dengan kembali duduk di kursinya, Airca tersenyum dan menyentuh tangan Jane
" Baiklah aku pergi dulu" Airca pergi dari sana bersama Nick, Jane memperhatikan mereka berdua yang berjalan berdampingan
**
Airca sudah sampai ditempat duduk Antonsen dan dengan cepat duduk disamping nya
" Antonsen " Antonsen dengan cepat menatap Airca dan tersenyum senang
" Say... " Belum selesai Antonsen selesai bicara, Airca lebih dulu menyela
" Mana orangnya? Kenapa kamu bisa mempunyai masalah dengan orang disampingmu " Antonsen mengerutkan dahinya bingung mendengar perkataan Istrinya, Antonsen menatap Nick yang tersenyum aneh padanya
Melihat itu Antonsen tahu kalau Nick sudah berkata yang tidak-tidak pada istrinya
" Iya, tadi hanya masalah kecil, sekarang sudah baik-baik saja" Airca menghembuskan nafasnya lega mendengar itu
" Syukurlah, kalau begitu aku akan kembali ke tempat Jane" Airca berdiri hendak pergi, Antonsen yang melihat itu dengan cepat menarik pelan istrinya untuk kembali duduk
" Jangan, kamu disini saja"
" Tidak bisa "
" Aku mempunyai masalah komunikasi dengan orang baru, kalau kamu ada disini aku akan lebih tenang" Airca menatap Antonsen yang memasang wajah manisnya
" Tapi Jane bagaimana? "
" Nick akan menemani nya... Iyakan Nick" Kata Antonsen dengan menatap penuh intimidasi pada Nick, Nick yang melihat itu tersnyum canggung dan menganggukkan kepalanya
" Iya saya akan pergi sekarang " Nick dengan cepat pergi dari sana
Antonsen tersenyum pada Airca yang menatap curiga kearahnya,
" Apa yang kamu rencanakan? " Tanya Airca, Antonsen memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Airca
" Sayang... Ini pakai" Antonsen mengalihkan pembicaraan dan memakaikan sweater berwarna Navy pada istrinya, Airca menatap penampilannya setalah memakai sweater itu
" Dari mana kamu dapatkan ini"
" Ini sweater milikku, sudah sangat lama sekali" Airca menghembuskan nafasnya pelan dan menatap cerah saat konser dimulai
" Astaga Joshua sangat tampan disana" Antonsen juga menatap Joshua yang berdiri diatas panggung dengan senyum manisnya
"Dia terlihat lebih dewasakan Antonsen?" Kata Airca pada Antonsen, Antonsen menatap Airca dan menggenggam tangannya
" Sayang aku cemburu kamu memuji pria lain" Airca menatap Antonsen yang memasang wajah cemberut
" Antonsen dia itu Joshua bukan pria lain" Airca tertawa pelan dan kembali fokus pada Joshua yang mulai bernyanyi, Antonsen mengerucut kan bibirnya kesal, dia menggenggam erat tangan Airca takut wanita itu akan pergi entah kemana
Airca sangat terpukau dengan penampilan Joshua dan suara merdunya, Airca hendak mengeluarkan ponselnya untuk memotret Joshua yang sangat bersinar tapi dia menatap tangan kanannya yang digenggam erat oleh Antonsen yang sudah memasang wajah bosan
" Antonsen " Kata Airca menegur Antonsen yang melihat entah kemana
" Huh? " Antonsen menatap Airca yang memanggilnya
" Lepas dulu " Kata Airca menggerakkan tangannya
" Untuk apa? " Tanya Antonsen
" Aku mau ambil ponselku didalam tas"
" Buat apa? "
" Ya Tuhan, Antonsen lepas iiih... Aku mau memfoto Joshua" Airca melepaskan tangannya dari genggaman tangan Antonsen dengan sedikit kasar, Airca mengambil ponselnya didalam tas dan memotret penampilan Joshua,
Sedang Antonsen, pria itu terlihat syok dengan tindakkan Airca padanya, Antonsen menatap kesal Airca yang sibuk memotret
" Aku cemburu! "
__ADS_1
Antonsen mencibikan bibirnya kesal dengan melipat kedua tangannya didepan dada
Airca sudah selesai memotret dan hendak menunjukkan hasilnya pada Antonsen tapi dia terhenti saat melihat Antonsen yang tampak jengkel
" Antonsen " Antonsen tidak menghiraukan panggilan Airca dan memilih menatap arah lain, Airca mengedipkan matanya mersa bingung dengan sikap suaminya
" Antonsen " Airca mendekatkan dirinya pada suaminya dan menyentuh tangannya, Antonsen yang merasakan itu menarik tanganya dari genggaman Airca
Airca yang melihat itu menghembuskan panjang nafasnya mengerti kenapa Antonsen bersikap seperti itu
" Jangan berwajah kesal " Kata Airca menarik wajah Antonsen hingga mereka bertatapan, Antonsen memasang wajah cemberut didepan Airca, Airca tersenyum kecil dan mencium Antonsen pelan
Cup
Antonsen menahan senyumnya saat Airca mencium dirinya tapi dia masih memasang wajah cemberut
Cup
Airca benar-benar memancing Antonsen untuk berhenti bermain-main, Antonsen sudah tidak bisa menahan senyumnya dan menarik Airca merapat padanya
" Kamu benar-benar menggodaku ya? " Kata Antonsen mencium bibir Airca lembut, Airca tersenyum dan mendorong Antonsen menjauh
" Lagian kamu pakai acara kesal begitu, kamu itu tidak berbakat untuk seperti itu"
" Aku tidak bisa marah lama-lama sama kamu sayang" Kata Antonsen menarik Airca kembali kepelukkan, Airca tertawa pelan dan menyentuh wajah Antonsen, Antonsen merasa sangat senang melihat sikap Airca yang banyak menyentuh nya
" Aku mencintaimu" Antonsen mencium Airca, Airca tersenyum dan membalas kecupan pada bibirnya
Mereka berciuman ditengah lagu romantis yang dibawakan Joshua diatas pentas, Joshua tersenyum menatap semua penggemar nya yang ikut bernyanyi, dia mengedarkan oamdangannya dan melihat dua pasangan anak manusia yang asih bercumbu dikursi penonton, disana Antonsen dan Airca berciuman mengabaikan sekelilingnya,
" Apa mereka pikir dunia ini hanya milik mereka berdua" Joshua merasa kesal melihat itu, dia merasa senang mereka menontonya tampil tapi mereka malah berciuman
" Aku merasa tidak dihargai"
**
Konser sudah selesai, Antonsen menggandeng tangan Airca keluar dari ruangan konser, Airca mencari-cari sosok Jane didepan pintu keluar tapi wanita itu tidak terlihat
" Dimana dia? " Airca mengeluarkan ponselnya dan menelpon Jane, tak lama panggilan itu diterima
" Hallo Jane kamu dimana? "
" Dengan apa? " Tanya Airca penasaran
" Apa ini! Aku bilang yang ada sayapnya bukan yang ini cari lagi " Terdengar suara Jane yang tampak kesal pada seseorang
" Jane? " Kata Airca yang semakin penasaran
" Bersama siapa dia? "
" Oh Airca maaf, aku harus pergi sekarang, dah... "
Airca menatap bingung ponselnya,
" Dia kenapa? " Tanya Antonsen dengan mengeratkan pelukkannya dipinggang Antonsen
" Tidak ada, hanya masalah wanita"
" Masalah wanita? "
" Itu sesuatu yang selalu datang setiap bulan "
" Haid" Kata Antonsen dengan sedikit keras, Airca dengan cepat menutup mulut Antonsen dengan tanganya dan menatap orang-orang yang mem perhatian mereka
Antonsen hanya mengedipkan matanya menatap istrinya, Antonsen tersenyum dibalik tangan Airca dan mengecup telapak tangan Airca, Airca yang merasakan itu menarik tanganya
" Antonsen " Kata Airca kesal, Antonsen terkekeh pelan dan memeluk Airca dengan kedua tangan
" Antonsen aku merasa panas dengan sweater ini" Antonsen melepaskan pelukkannya dan menatap kening Airca yang berkeringat
Antonsen mengelap keringat Airca dengan lengan bajunya
" Aduh! Apa tidak bisa kalian bermesraan dirumah saja" Leo datang bersama Joshua mendekati mereka berdua
Antonsen yang melihat mereka menarik Airca mendekatinya
" Kenapa kamu bisa ada disini? " Tanya Antonsen pada Leo, Leon tersenyum dan menatap perut Airca yang sudah membesar
" Seperti nya tidak lama lagi Antonsen junior akan lahir " Airca tersenyum dan mengusap perutnya pelan,
__ADS_1
"Aku bertanya kenapa kamu malah membicarakan hal lain"
" Kakak juga kenapa bisa menonton konser ku, selama enam tahun karirku baru hari ini kakak menonton konser ku"
Antonsen mengalihkan matanya merasa malu karena itu
" Benarkah? Astaga Antonsen kamu parah sekali, aku bahkan lebih baik darimu, aku sudah menonton tiga dari empat konser Joshua " Joshua yang mendengar itu menatap haru Leo
" Kakak benarkah? " Leo menganggukan kepala nya bangga pada Joshua, Mata Joshua berkaca-kaca dan memeluk Leo
" Terima kasih " Leo menepuk punggung Joshua dengan pelan
" Sama-sama" Antonsen merasa tidak enak dan melihat Joshua yang merasa sedih karena dia tidak pernah menonton konser Adiknya
" Kalian jangan drama, aku kan hari ini menonton konser Joshua" Joshua melepaskan pelukkannya pada Leo dan menatap Antonsen
" Iya tapi kakak hanya mencium Airca sepanjang konser ku, aku merasa tidak dihargai " Antonsen semakin merasa bersalah dan mendekati Joshua
" Baiklah maafkan aku, aku janji mulai sekarang aku akan menonton semua konser mu"
" Benarkah? " Kata Joshua senang
" Iya, aku bahkan juga akan membeli semua album dan mendengar kan semua lagumu" Joshua tersenyum lebar mendengarnya
" Benar ya? "
" Iya"
" Sekalian aku mau jadi model brend ambassador dari penjualan apartemen mewah milikmu" Antonsen terdiam mendengar itu,
" Baiklah" Joshua menatap bahagia pada Antonsen dan memeluknya
" Terima kasih Kak Antonsen "
" Iya-iya sudah lepas, Airca nanti cemburu " Airca menatap kesal Antonsen yang mengatakan itu, Joshua melepaskan pelukkannya dan menatap Airca
" Kakak ipar jangan cemburu, pria ini sudah cinta mati padamu, dia bahkan tidak akan melirik wanita lain" Airca tersnyum dan memeluk Joshua, Antonsen menggeram marah menatap tidak suka tindakkan istrinya
" Kamu sudah menampilan penampilan yang memukau, aku menonton kamu bernyanyi kok, aku juga memotret dan mem videokan saat kamu bernyanyi" Joshua sangat bahagia dan membalas pelukkan Airca
" Joshua lepaskan istriku " Joshua yang mendengar perkataan penuh ancaman padanya dengan cepat melepaskan pelukkannya
Antonsen menatap kesal pada Airca dan menariknya kepelukan
" Kamu ini, aku tidak suka ya kamu main peluk pria lain seperti tadi"
" Maaf" Joshua dan Leo memutar mata mereka jenuh melihat tingkah posesif Antonsen pada istrinya
" Joshua ayo kita pergi dari sini" Ajak Leo, Joshua menatap Leo kemudian menatap Antonsen dan Airca
" Kami pergi saja dari sini"
" Ya sudah pergi sana" Kata Antonsen santai
" Kakak jangan lupa dengan janji kakak ya? "
" Iya tenang saja, sudah pergi sana"
" Ck iya dah... " Kata Joshua menarik Leo pergi dari sana
Setelah kepergian mereka Airca melepaskan sweater ditubuhnya
" Sayang! " Kata Antonsen kaget melihat itu, Airca menghentikan gerakkannya melihat tingkah Antonsen, Antonsen tersadar dan menatap Airca
" Jangan dibuka"
" Tapi panas " Antonsen menghembuskan nafasnya pelan mendengar itu
" Ya sudah" Antonsen membantu Airca membuka sweater tersebut, berberapa pria yang lewat mem perhatian Airca yang melepaskan sweater, Antonsen yang melihat itu menatap tajam kearah orang-orang tersebut
" Sial berani mereka menatap istriku "
Airca sudah membuka sweater nya dan bernafas dengan lega, Airca menatap Antonsen yang menatap tajam kearah berberapa pria yang baru saja lewat
" Ada apa? " Tanya Airca
" Babe you Love me ? "
" Ya" Kata Airca dengan sedikit bingung pada pertanyaan Antonsen
__ADS_1
" Hari ini terakhir kalinya kita pergi keluar rumah".