![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca dan Luna juga sudah duduk di kursi mereka, Luna menatap Sam yang berbincang dengan Mona, Airca melihat itu juga
" sudah jangan dilihat"Luna menatap Airca
" memangnya salah ya kalau aku menyukainya? aku memang tidak secantik Mona"
" kamu cantik, Mr Sam saja yang tidak dapat melihatnya"
" tapi dia selalu bersikap acuh padaku" Airca tersenyum mendengar itu
" sudah, aku tahu kamu mencintainya, kamu tidak salah, Mr Sam akan menyesal telah mengacuhkanmu"
" apa aku terima saja usulan Mamaku untuk ikut kencan buta?" Airca terdiam mendengar pertanyaan Luna, lalu dia menatap Sam yang berbincang dengan sesekali tertawa pelan bersama Mona wanita yang selalu saja berkata kasar pada Luna
" ya, kamu harus mencobanya, terkadang seorang pria harus dikasih pelajaran untuk menyadarinya" Luna menatap Airca bingung
" jadi kamu setuju bila aku ikut kencan buta?" Airca menatap Luna
" iya, mungkin saja kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari Mr Sam"
Luna kembali menatap Sam yang masih tertawa bersama Mona, dan secara tak sengaja mata Luna dan Sam bertemu, Sam langsung membuang pandanganya kembali menatap Mona sambil tertawa pelan, Luna mendesah kecewa dengan sikap Sam
" baiklah, akan aku coba"
" ini baru temanku" Airca merangkul Luna dan tersenyum, Luna juga tersenyum
" terima kasih kamu sudah mendukungmu"
**
Luna suka sudah rapi dengan gaun putihnya, malam ini dia akan bertemu dengan pria kencan buta nya, ibu Luna masuk kedalam kamar dan tersenyum saat melihat Luna sudah sangat cantik
" Kamu cantik sekali " Luna tersenyum mendengar nya
" Kalau kami tidak cocok bagaimana? "
" Tidak akan, kamu akan menyukainya, bahkan bila tidak Mama akan mencarikan pria yang lain untuk mu" Luna menghela kasar nafasnya
"Apa aku sebegitu tidak lakukannya hingga harus melakukan kencan buta? "
" Baiklah kamu pergilah sekarang " Luna mengangguk dan menyandang tasnya
*
Luna sudah sampai disalah satu restoran, dia menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya yang tiba-tiba gugup
" Ayo Luna kita lakukan ini" Luna masuk dan mencari sosok pria yang dikatakan ibunya memaki baju berwarna biru, Luna melihat seorang pria yang duduk di dekat jendela dengan baju kemeja berwarna biru dan mendekati nya
" Hai" Luna menyapa pria tersebut
" Hai" Luna duduk di depan pria tersebut, Luna menatap bingung pria itu yang menatap penampilan nya
" Apa kamu yang bernama Luna? "
" Ya"
" Apa kamu selalu berpakaian seperti ini? " Luna menatap penampilan nya saat pria itu menanyangkan penampilan nya
" Ya" Pria itu berdecak kesal mendengar nya
" Aku suka wanita yang sexy dan modis, aku sama sekali tidak menduga kalau wanita cupu yang datang " Luna hanya diam saja, dia tidak menyangka teman kencannya akan bermulut kasar seperti itu
**
__ADS_1
" Bagaimana? " Tanya Ibu Luna saat Luna baru sampai dirumah nya, Luna hanya diam saja dan masuk kedalam kamar mengabaikan pertanyaan ibunya
Besoknya
Luna sedang mengetik sesuatu di laptop dan terhenti saat Airca bertanya
" bagaimana ?"
" hah?"
" tentang kencanmu?"
" baik"
" dia tampan?"
" ya Lumayan" Kata Luna dengan lemah, mendengar pertanyaan itu mengingat kan Luna dengan pria yang selama satu jam hanya membahas penampilannya yang kuno
" kamu terlihat lebih ceria, apa pria itu membuatmu jatuh cinta ?" Luna menghembuskan pelan nafasnya, dia sangat tidak ingin membahasnya
" tidak....mungkin belum " Kata Luna dengan mengalihkan matanya dan tak sengaja dia menatap Sam yang duduk dikursinya
" aku akan pergi kekantin dulu, aku belum sempat sarapan dirumah" Airca berdiri dan mengusap tangan Luna
" semangat tinggal sedikit lagi" setelah berkata seperti itu, Airca pergi dari sana meninggalkan Luna yang tidak mengerti dengan perkataan Airca
" Apa yang dia bicarakan? " Luna kembali mengalihkan matanya menatap Sam, Luna sedikit tersentak saat Sam menatap kesal kearahnya
" Apa aku salah lihat? Mr Sam tampak marah padaku " Luna memalingkan wajahnya kebelakang, kekiri dan kekana mencoba melihat apa ada orang lain disamping nya tapi tidak ada siapapun didekatnya
" Dia benar-benar menatap kesal kearahku "
**
Luna memejamkan matanya saat dia harus kembali mengikuti kencan buta yang telah ibunya siapkan
" Iya, dia seorang dokter, Mama yakin kamu akan menyukai nya"
" Mama juga berkata seperti itu dulu tapi pada akhirnya pria itu hanya menghinaku saja "
" Tidak akan, cepat pergi " Luna menghembuskan kasar nadanya dan pergi dengan kesal dari sana
**
Luna sudah sampai didepan restoran yang sama
" Kenapa Mama harus membuat aku bertemu mereka di restoran yang sama? Ini sangat memalukan jika orang melihat aku datang kesana menemui pria yang berbeda"
Luna mencoba menenangkan dirinya dan masuk kedalam restoran dengan pelan
Dia menatap seorang pria yang duduk dengan elegan disalah satu meja, Luna memberanikan dirinya dan menyapa pria tersebut
" Hai... Apa kamu yang bernama Teo? " Pria tersebut mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Luna
" Ya, apa kamu Luna? "
" Ya"
" Duduklah " Luna tidak menyangka pria itu akan bersikap sangat sopan, Luna mendudukkan dirinya didepan Teo
" Apa kamu sudah menunggu sangat lama? "
" Tidak aku baru saja sampai " Kata Teo dengan tersenyum manis, Luna menjadi gugup melihat Teo yang menatap intens kearahnya
__ADS_1
**
Sam memutar musik dengan sangat kencang di dalam kamar, dia tidak tahu kenapa hatinya merasa tidak tenang sama sekali malam ini
Sam duduk disalah satu sofa dan menambah volume musiknya
" *kamu terlihat lebih ceria, apa pria itu membuatmu jatuh cinta ?"
" tidak....mungkin belum* "
Pembicaraan Luna dan Airca tadi pagi benar-benar mengganggunya
Tok... Tokk...
" Kakak! Kakak!! " Jane menggedor pintu Sam, karena dia merasa terganggu dengan musik yang diputar Sam dengan sangat keras
" Kak Sam!! " Sam tersadar dan mendekati pintu, dia membukanya dan disana berdiri Jane yang sudah berwajah kesal
" Ada apa? " Jane langsung masuk kedalam kamar dan langsung mematikan musik tersebut
" Kalau kenapa sih kak? Kamu sudah gila ya? " Sam tidak menjawab dan memilih menjatuh nya dirinya dikasur, Jane mantap bingung Sam yang tampak gelisah
" Ada apa? " Tanya Jane dengan pelan, dia sungguh penasaran apa yang membuat kakaknya yang cuek itu frustasi
" Jane? "
" Ya" Kata Jane dengan duduk disamping Sam yang berbaring sambil menatap Langit-langit kamarnya
" Menurutmu apa kakak ini pria yang bodoh? " Jane mengerutkan dahinya bingung mendengar pertanyaan kakaknya
" Tidak, kamu pria yang pintar, buktinya kamu peraih nilai terbaik di hari kelulusanmu" Sam memejamkan matanya mendengar nya
" Bukan soal itu tapi soal cinta? " Jane menahan senyum nya
" Ini hal yang luar biasa, dia tidak pernah berbicara tentang ini seumur hidupnya "
" Mungkin" Sam mendudukkan dirinya dan menatap serius Jane
" Kalau kakak menyukai seorang wanita bagaimana menurut mu? "
" Ya katakanlah padanya kalau kakak mencintanya"
" Tapi malam ini dia akan kencan buta bersama seorang pria "
" Bagaimana bisa? Apa dia menolak kakak? "
" Tidak"
" Jadi? "
" Kamu tahu kan kalau kakak tidak pernah menjalin hubungan apa pun dengan wanita selama ini"
" Lalu? "
" Aku sungguh tidak tahu bagaimana untuk mengatakan nya "
" Dasar bodoh, jadi sampai sekarang kakak tidak pernah bilang menyukai nya" Sam mengangguk kan kepalanya lemah
" Apalagi pergilah sekarang dan katakan kalau kakak mencintainya " Sam mengangkat wajahnya menatap Jane
" Apa kakak mau dia benar-benar bersama pria lain"
" Tidak"
__ADS_1
" Kalau begitu bawa wanita itu pergi dari pria kencan buta nya" Sam menatap jam ditangannya dan dengan cepat berdiri dari ranjang
" Kamu benar, kakak harus memperjuangkan dirinya "