![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Antosan kembali mencium Airca setelah mereka sampai di rumah
Airca merasa pusing dan menjauhkan Antosan
" Sudah" Antonsen menarik dirinya dan menatap Airca
" Ini hukuman karena kamu pergi dengan gaun sexy, aku tidak suka, tubuh kamu cuman aku yang boleh lihat "
Airca terdiam mendengar itu dan menatap Antonsen dengan bingung
" Kamu mengambil keuntungan dari ini kan? "
" Tidak ya, ini karena kamu melakukan kesalahan "
" Aku tidak merasa melakukan kesalahan"
Antonsen menyibak baju Airca hingga pahanya terihat, Airca langsung menatap kaget Antonsen
" Antosen" Antonsen tertawa pelan dan menarik Airca keranjang
Airca baru akan protes tapi Antonsen lebih dulu menciumnya
**
Airca membuka matanya dan merasakan pelukkan Antonsen ditubuhnya, Airca sungguh tidak menyangka pria yang sekarang memeluknya adalah pria yang dulu mengatakan tidak mungkin akan tertarik padanya
Antonsen juga membuka matanya dan menatap Airca dan tersenyum
" Pagi sayang "
Cup
Antonsen mencium bibir Airca, Airca menatap Antonsen dan menyentuh wajahnya
" Antonsen? "
" Ya? "
" Sejak kapan kamu menyukaiku? " Antonsen menatap Airca dengan menaikkan alisnya
" Tidak tahu"
" Tidak tahu? " Tanya Airca dengan ekspresi bingung
" Iya, tidak tahu"
" Jadi sampai sekarang kamu juga tidak tahu apa kamu mencintaiku atau tidak begitu? "
" No! "
" Jadi? " Antonsen menyentuh wajah Airca dan menciumi wajahnya
" Tidak tahu" Airca kesal dan mendorong Antonsen, Antonsen sedikit kaget dengan itu
" Kamu itu menyebalkan, jangan sentuh aku" Airca beranjak dan pergi dari sana, Antonsen tersenyum lebar dan mendudukkan dirinya
" Sejak kapan ya? " Antonsen berpikir sejak kapan dia mencintai Airca
" Aku tidak pernah seperti ini, sejak kapan aku mencintainya? " Antonsen merasa menjadi pusing sendiri
**
Antonsen turun dan melihat Airca yang sedang memasak, Antonsen berjalan mendekat dan memeberikan kode pada pelayan disana untuk pergi
Setelah kepergian pelayan, Antonsen langsung memeluk Airca dari belakang, Airca yang merasakan itu hanya diam saja mengabaikan Antonsen
Antonsen mencium Airca mencoba menggoda wanita itu, tapi Airca hanya diam saja tidak perduli dengan apa yang dilakukan Antonsen
Antonsen memeluk Airca dan menggoyangkan badan mereka
" Sayang" Airca melepaskan pelukkan Antonsen dan berjalan menjauh, Antonsen terdiam ditempat memperhatikan Airca yang sibuk dengan masukkannya
Antonsen memilih duduk dikursi makan sambil memperhatikan Airca yang menyiapkan sarapan
Airca meletakkan makanan diatas meja dan pergi dari sana dengan membawa piring makannya sendiri
" Mau kemana? " Tanya Antonsen, Airca tidak perduli dan tetap pergi dari sana, Antonsen berdecak kesal, dia berdiri dan mengikuti Airca
Antonsen memeluk Airca dari belakang
Dan langsung menciumnya, Airca menjadi kesal dan mendorong Antonsen kuat
" Jangan sentuh aku" Airca berjalan pergi tapi Antonsen menangkap pergelangan tangan Airca dan menariknya kembali ke pelukkan
" Kamu kenapa harus marah, memangnya aku salah apa? " Airca menatap tajam Antonsen mendengar hal itu
__ADS_1
" Pakai tanya lagi, sudah lepas" Antonsen tidak mengindahkan perkataan Airca dan menariknya semakin dekat
" Soal, kapan aku mencintaimu? Iya? "
Airca mengalihkan matanya merasa kesal, Antonsen tersenyum dan kembali mencium Airca, Airca menatap tajam Antonsen
" Kamu jangan marah, aku sungguh tidak tahu kapan aku mulai mencintaimu, kalau kamu? Kapan kamu mencintaiku "
" Aku tidak pernah mencintaimu " Antonsen tersentak dan langsung menangkup wajah Airca dengan kedua tangan
" Kamu jangan bohong, kamu mencintaiku"
" Tidak " Kata Airca santai
" Sayang... " Antonsen menatap sedih pada Airca yang bersikap tenang
" Kenapa? "
" Kamu mencintaiku kan? "
" Tidak " Antonsen memeluk Airca dengan erat dan menciumi wajahnya dengan kecupan yang jelas dan basah
Cup
Cup
Cup
Airca merasa geli dan juga kesal
" Antonsen " Kata Airca kesal, Antonsen tidak berhenti dan membawanya pergi dari sana dengan masih menciumnya
Antonsen mendorong Airca ke sofa dan kembali menciuminya
Cup
Cup
Cup
Cup
" Antonsen berhenti " Antonsen menatap Airca dengan serius
" Aku tidak mencintai mu"
" Airca! " Antonsen bertambah kesal dan kembali mencium Airca dengan liar, Airca sedikit tersenyum dengan itu, tapi dia tersadar mereka sedang diruang tamu, Airca mendorong pelanggan Antonsen
" Antonsen pelayan melihat kita" Antonsen menatap sekeliling dan melihat berberapa pelan berdiri tak jauh dari mereka
" Biarkan saja"
" Tapi malu tahu"
" Jangan perdulikan mereka, sekarang aku sedang kesal, beraninya kamu bilang tidak cinta padaku "
" Kamu duluan yang tidak tahu kapan kamu mencintai ku"
" Tapi aku tidak bilang aku tidak mencintaimu"
" Memangnya kamu cinta aku "
" Iyalah "
" Jadi kapan kamu mencintaiku ? "
" Tidak tahu" Airca mencibikkan bibirnya kesal mendengar itu, Antonsen mengusap wajah Airca dengan tanganya
" Kamu jangan kesal seperti itu, aku sungguh tidak tahu, waktu kita ketemu pertama kali di jalan, saat itu aku baru pulang dari hotel aku melihat Angel bersama pria lain"
" Jadi karena itu kamu marah padaku? "
" Tidak, aku kesal padamu bukan karena Angel"
" Tapi kamu yang menabrak kenapa kamu yang marah? "
" Aku tidak menabrak nya " Tolak Antonsen
" Iya kamu menabrak mobil taxi yang aku tumpangi, kamu sepertinya sangat kesal melihat tunganamu bersama pria lain" Antonsen tidak suka mendengarnya
" Aku sebenarnya tidak ingin marah waktu itu, aku hanya menjaga gengsi saja untuk mengakuinya"
" Jadi benarkan kamu yang menabrak duluan " Sudut Airca
" Iya, apalagi saat kamu bilang aku penipu, aku marah, belum pernah ada orang yang berani menghinku seperti itu"
__ADS_1
" Kamu pasti terluka saat itu" Antonsen menganggukkan kepalanya mengiyakan
" Tentu saja, harga diriku tersakiti tahu"
" Itu karena kamu bersikeras tidak mengakuinya dan meminta ganti rugi, padahal kamu bisa memperbaikinya "
" Aku tahu, aku salah "
" Iya kamu salah, karena aku yang membayar atas rusaknya mobil taxi itu" Antonsen menatap Airca mendengar itu
" Kamu yang bayar? "
" Iya"
" Kamu pasti merasa aku orang yang jahat kan? "
" Tidak "
" Kenapa? "
"Aku tahu kamu hanya orang kaya yang sombong"
" Aku tidak sombong"
" Kamu tidak ingat bagaimana perkataanmu padaku waktu itu"
" Dimana? "
" Di taman belakang rumahku " Antonsen kembali mengingat perkataan apa yang dia ucapkan
" Aku tidak berniat mengatakan hal itu, aku sangat kaget saat tahu kamu adik perempuan Angel"
" Sebenarnya setelah kepergian kamu dan kedua orang tuanya malam itu, aku harus melewati banyak hal yang menyakitkan, aku dan kak Angel tidak berhubungan baik sejak itu "
" Apa dia menyakiti mu? " Tanya Antonsen khawatir
" Itu semua karena kamu " Kata Airca kesal
" Maaf... " Kata Antonsen dengan mencium seluruh wajah Airca
" Aku awalnya ingin mengatakan semua keburukkan Angel saat pertemuan itu, tapi saat kamu datang, aku tidak tahu aku langsung mendekatimu dan mengatakan cinta, tapi sungguh itu diluar kendaliku, aku tahu kamu kaget saat aku bilang cinta padamu tapi aku juga kaget dengan tindakkanku, itu gila kan? "
" Iya kamu benar-benar gila malam itu, tapi aku penasaran saat kejadian kita malam itu, apa kamu ada memikirkan aku" Antonsen menatap Airca dengan penuh cinta dan menciumnya dalam
" Tentu saja aku memikirkanmu, setelah pulang dari rumahmu aku langsung mencari cincin untuk pernikahan kita"
" Really? "
" Iya, jadi cincin ini kamu yang pilih? " Kata Airca dengan menunjukkan cincin di jarinya
" Iya kenapa? " Tanya Antonsen melihat reaksi kaget istrinya
" Aku kira ini pilihan kak Angel "
" Iiih tidak ya, ini pilihan aku" Kata Antonsen tidak Terima
" Kamu sungguh mencari cincin untukku? "
" Iya"
" Bukannya kamu tidak menyukaiku ya saat itu"
" No! Aku suka... " Antonsen menghentikan perkataannya kaget degan jawabnnya
" Sepertinya aku sudah menyukaimu sejak malam itu"
" Malam yang mana? "
" Malam kita bertemu "
" Yang mana saat dijalan? Atau saat dirumahku? "
" Saat dirumahmu"
" Kamu nyakin? "
" Iya, aku tidak tahu tapi aku benar-benar merasa aku menikah dengan sepenuh hatiku"
" Jadi? " Kata Airca bingung, Antonsen tertawa besar hingga Airca menatapnya aneh
" Itu artinya aku mencintamu sejak awal sayang" Antonsen membaringkan Airca dan menciumi nya
" Aku mencintaimu Airca! "
" Sangat cinta!! "
__ADS_1