AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
Extra Part (Leo And Mona)


__ADS_3

Mona termenung di jendela kamarnya sambil menatap pohon camar yang tumbuh di samping rumahnya, melihat tupai meloncat naik kedahan dengan membawa makanan


Hatinya sedang sedih sekarang karena pria yang selama ini dia dekati memilih wanita lain, dia tahu dia tidak lebih baik dari Luna tapi dia juga tidak kalah cantik dari Luna


" Apa ini adalah karma karena aku selalu bersikap kasar pada Luna dan mencampakkan semua mantan-mantanku dulu" Mona mengacak rambut panjangnya hingga berantakan


"Hari weekend seperti ini harusnya aku berkencan bukannya mengurung diri dikamar seperti wanita kesepian... " Mona berdiri dan menatap pantulan dirinya dicermin


" Aku memang wanita kesepian! "


" Kakak" Mona memalingkan wajahnya dan menatap Rosa adik perempuannya masuk kedalam kamar


" Ada apa? " Tanya Rosa setelah melihat kakaknya yang tampak frustasi


" Aku patah hati"


" Hahahhahah, bagaimana mungkin seorang Mona patah hati bukannya kamu yang mematahkan hati" Mona memutarkan matanya kesal mendengar hal tersebut


" Kenapa kamu kesini? Membuatku semakin stres saja "


" Kakak mau tidak pergi kekonser denganku? "


" Konser apa? "


" Joshua"


" Malas"


" Kenapa? "


" Nanti aku malah tambah galau melihat banyaknya pasangan disana apalagi mendengar lagu romantis nanti aku malah menagis di sana "


" Tidak akan kakak kan perginya denganku "


" Memangnya pacarmu kemana? "


" Itu masalahnya kami beli tiket konser dua tapi dia ada kerja hari ini jadi tidak bisa"


" Makanya cari pengusaha kaya jangan tukang pengantar barang"


" Walaupun dia hanya bekerja sebagai pengantar paket dia tulus mencintaiku" Mendengar hal tersebut Mona semakin merana


" Kamu benar, sepertinya kakak harus mengubah pemikiran kakak tentang seorang pria "


" Jadi? " Tanya Rosa


" Baiklah "


**


Mona sedang menunggu Rosa yang pergi ke toilet, tak lama Rosa datang dengan berlari kecil


" Kakak" Kata Rosa setelah dia sampai didekat Mona


" Ada apa? "


" George ada didepan dia menungguku, dia menyelesaikan pekerjaannya agar bisa jalan denganku hari ini dia romantis sekali kan? " Kata Rosa dengan bahagia, Mona menatap Rosa yang sangat bahagia


" Jadi kita tidak jadi nonton konsernya? "


" Kakak pergilah sendiri ya, George bilang biar kakak saja yang menonton dia merasa tidak enak kalau malah kami yang pergi menonton"


Mona tersenyum mendengar hal tersebut


" Tidak apa-apa, kalian pegilah "


" Tidak bisa, pacarku itu tidak akan mau, kakak pergilah sendiri tidak masalahkan? "


" Tidak, bilang pada pacarmu kakak menyukainya "


" Kakak" Kata Rosa kesal


" Bukan... Bukan suka yang itu, maksud kakak, kakak merestui nya menjadi adik ipar " Rosa tersenyum senang dan memeluk kakaknya


" Baiklah aku pergi dulu, bye "


" Bye"


Mona tersenyum menatap kepergian Rosa


" Ternyata bahagia itu sederhana cukup melihat orang yang kita sayangi bahagia, seharusnya aku juga bahagia saat melihat Sam bersama Luna yang dia cinta"


**


Mona masuk kedalam gedung konser dan duduk di salah satu kursi, dia menatap satu kursi konser disampingnya


Karena dia memiliki dua tiket konser


" Nasib Jomblo"


Mona membenarkan posisi duduknya dan konser dimulai, dia merasa cukup terhibur dengan Joshua yang tampan dan bernyanyi dengan sangat baik


" No Bad"


Konser sudah selasai dan Mona berdiri dengan cepat untuk bisa berfoto dengan Joshua, dia memesan tiket dikelas VIP pasti mudah baginya untuk meminta foto bersama


Mona melihat Joshua yang melayani berberapa fansnya untuk foto bersama, Mona tersenyum dan berjalan cepat mendekati Joshua


" Joshua bisa kita Foto bersama? " Kata Mona penuh harap


" Ya" Mona tersenyum senang dan mendekatkan dirinya pada Joshua tapi dia tersentak saat merasakan seseorang menyentuh pantatnya, Mona berbalik dan melihat seorang laki-laki yang baru bangkit dari menundukkan wajahnya

__ADS_1


" Berengsek! " Kata Mona memukul berkali - kali Leo dengan tas nya


" Ampun... Ampun... Ampun... " Joshua yang melihat hal tersebut menjauh tas tersebut dari Leo


" Kakak hentikan dia temanku " Mona menurunkan tasnya dan menatap tajam Leo yang mengusap wajahnya yang memerah karena pukulan Mona


" Dia ini temanmu? "


" Iya"


" Dengarnya dia telah menyentuh pantatku yang sexy ini, sialan " Kata Mona ingin kembali memukul Leo, Leo sudah memasang pertahanan dengan menyilangkan tangan didepan wajahnya, Joshua yang melihat itu menahan kembali tas Mona


" Kakak dengarkan dulu penjelasan temanku " Joshua menatap Leo yang menatap ngeri pada Mona


" Kak Leo jelaskan, apa benar kamu menyentuh pantatnya ?"


" Tidak aku berani sumpah, Aku tadi hanya ingin mengambil ponselku yang terjatuh ke lantai karena dorongan fansmu ini saat aku mau mengambilnya wanita itu tiba-tiba berdiri didepanku alhasil kepalaku menyentuh pantatnya"


" Apa! " Kata Mona tidak percaya, ternyata bukan tangan tapi kepalanya, Mona merasa kesal sekaligus malu, dia memukul Leo untuk terakhir kalinya


" Aggrghh... " Teriak Leo kesakitan, Mona dengan cepat pergi dari sana


**


Mona membanting tasnya diatas ranjang merasa sangat kesal


" Pantatku sudah tidak perawan karena pria itu" Mona duduk disisi ranjang merasa sangat frustasi hari ini, meskipun dia bisa dibilang playgirl waktu masa sekolah dan kuliah tapi dia tidak pernah ingin disentuh oleh pacar-pacarnya


Mona berdiri dan masuk kedalam kamar mandi, dia rasa dia perlu untuk mendinginkan pikirannya


**


Leo tidak menyangka dia akan dipukul habis-habisan oleh seorang wanita yang tidak dia kenal, dia berdiri dari ranjang dan menatap pantulan dirinya didepan cermin, Leo menyentuh keningnya yang memerah akibat pukulan wanita tersebut


" Lihat saja kalau aku sampai bertemu dengannya lagi aku akan menciumnya didepan banyak orang dan bilang kalau dia itu istriku, biar dia tahu rasa"


" Auuu... " Leo mengernyit saat dia menekan memar tersebut


" Sial... Ini benar-benar sakit"


**


Mona sedang berdandan didepan cermin hari ini adalah hari yang ditunggu oleh semua mahasiswa yaitu hari kelulusan atau wisuda, dia harus tampil memukau sehingga semua mata tertuju padanya


" Aku harus tampil cantik, siapa tahu aku bertemu jodohku hari ini"


**


Leo menatap kesal Sunny yang menatap memohon padanya


" Pelase "


" Aku mohon, hari ini aku wisuda Papa sama Mama lagi di Swiss mereka tidak bisa pulang karena pengunduran jadwal terbang pulang ke Inggris ditunda oleh pihak maskapai "


" Mereka kan bisa menyewa jet pribadi untuk pulang "


" Kakak di sana ada badai salju semua penerbangan ditunda lagian apa salahnya, memangnya kakak tega aku hanya sendiri disana" Kata Sunny memasang wajah sedih


" Ck" Leo berdecak kesal mendengar nya


" Mau ya? " Kata Sunny dengan senyum manisnya


" Ya sudah cepat! " Kata Leo berjalan menuju pintu keluar dengan kesal, Sunny tersenyum dan mengejar kakaknya


" Terima kasih Kak Leo yang tampan! " Mereka sedang didalam mobil menuju Universitas Dorwant tempat Sunny kuliah, sebenarnya bukan Leo tidak ingin menemani Sunny untuk keacara wisudanya tapi Leo merasa tidak suka dengan teman-teman Sunny yang selalu menempel padanya


Meraka sudah sampai di depan Universitas dan Sunny langsung menarik kakaknya untuk turun, Teman-teman Sunny yang sedang menunggu wanita itu berteriak senang saat melihat Leo


" Kak Leo kamu sangat tampan" Kata Via yang sudah mencubit-cubit pipi Leo, dan yang lainya menggandeng tangan Leo kiri dan kanan, Leo sebenarnya ingin marah dan mengusir teman-teman adiknya menjauhinya tapi Leo terlalu takut untuk membuat wanita-wanita muda itu berpikir dia pria yang jahat, tak sengaja mata Leo menatap wanita yang kemarin malam memukul wajahnya menggunakan tas wanita itu


" Astaga apa aku sekarng harus menunaikan janjiku pada wanita itu"  Leo tersenyum tidak jelas saat dia mengingat tentang janjinya untuk mencium wanita itu didepan umum dan mengatakan kalau wanita itu istrinya


Dan tak sengaja mata mereka bertemu, mona membesarkan matanya dan dengan cepat memalingkan wajahnya tidak ingin bertatapan dengan Leo, Leo yang melihat hal tersebut hanya tertawa pelan hingga Sunny dan teman-temannya menatap bingung Leo


" Ada apa kak? Kenapa kamu tertawa seperti orang gila "


" Dia siapa? " Tunjuk Leo pada Mona yang sedang berbincang bersama Gia sesama pengajaran disana


" Wanita yang memakai baju warna Navy? " tanya Sunny memastikan


" Iya siapa dia? "


" Dia Ms Mona pengajar bidang psikologi di sini"


" Ooh jadi dia pengajaran disini, berarti dia sama dengan Airca istri Antonsen, ternyata kami memiliki selera yang sama dalam hal wanita"


" Kakak jangan coba-coba mendekatinya ya, dia itu killer dan kejam"


" Iya temanku yang mengambil jurusan Psikolog setiap hari harus menahan tekanan batin setiap kali bertemu Ms Mona dikelas " sambung teman Sunny


" Kamu ini dia itu pacarku tahu" kata Leo bercanda


" Apa!! " Teriak Sunny dan ketiga temannya, Leo menahan tawanya saat dia mengatakan hal tersebut, dia tidak tahu kenapa dia mengatakan hal tersebut itu keluar begitu saja dari mulutnya


" Kakak jangan bercanda " Kata Sunny dengan tersenyum lucu


" Tidak, sekarang aku akan mendekatinya" Leo melelaskan rangkulan teman Sunny dari lengannya dan berjalan mendekati Mona


" Sayang " Mona menatap Leo yang tersenyum padanya, Mona mengerutkan dahinya dan berpamitan untuk pergi pada Gia, tapi Leo tidak membiarkannya dan menarik Mona mendekat, Mona membesarkan matanya saat wajahnya hampir menyentuh dada bidang Leo, Leo mengangkat wajah Mona dan mengecup cepat bibir Mona terlalu cepat hingga Mona tidak menyadarinya


Leo mendekatkan wajahnya pada telinga Mona dan berbisik di telinga Mona

__ADS_1


" Apa sekarang kamu akan memukulku lagi karena menyentuhmu " Mona menelan salivanya dan menatap Leo, Tiba-tiba jantung Mona berdebar saat mata mereka bertemu, Leo tersenyum dan menyentuh wajah Mona


" Kenapa? kamu terpesona? " Mona tersadar dan mendorong Leo menjauh


" Kamu menyingkirlah, disini banyak orang " Leo tidak perduli dan menatap orang-orang yang memperhatikan mereka


" Maaf ya, kekasihku ingin buang air kecil " Mona menatap tidak percaya Leo yang mengatakan hal tersebut, Leo tersenyum melihat wajah kaget Mona dan menariknya pergi dari sana


Mona mengikuti saja langkah Leo daripada dia lebih mempermalukan dirinya, Leo melewati Sunny dan teman-temannya


" Kakak" Tegur Sunny, Leo berhenti dan menatap Sunny


" Dia calon kakak iparku " Mona menatap kesal Leo dan mencoba menarik tangannya dari genggaman tangan Leo tapi Leo mengeratkan genggaman tangannya dan kembali menarik Mona pergi dari sana meningggalkan Sunny dan teman-temannya dalam keterkejutan


Mona menghempaskan tangan Leo saat mereka sudah keluar dari gedung wisuda, Leo tersenyum dan menarik Mona mendekat, Mona menolak dan mendorong dada Leo menjauh


" Bersikap lembutkan, Hari ini kamu bertemu Mama sama Papaku ya" Mona menatap kesal Leo dan menampar wajahnya, Leo kaget dan melepaskan pelukkan nya


" Aauhh sayang sakit... " Kata Leo mengusap pipinya, Mona berdiri tegap didepan Leo sambail melipat tangannya didepan dada


" Jadi kamu mau membawa aku bertemu orang Tuamu? "


" Iya"


" Temui dulu Papaku "


" Kamu serius? " Kata Leo tersenyum semangat


" Memangnya kamu berani? "


" Berani"


" Dia ketua gengster dikota ini"


" ...... "


" Kenapa? Takut? "


" Tidak, kalau begitu ayo, tapi setelah aku bertemu Papaku kamu harus mau ya sama aku, tidak boleh menolak "


" Kita lihat saja "


**


Mona tidak menyangka Leo akan benar-benar datang menemui ayahnya, Mona menatap tajam Leo yang tersenyum manis padanya


" Kamu benar kekasih anak saya? "


" Iya Paman, saya datang kesini untuk melamar anak anda" Mona merasa tercekik ditenggorokan mendengarnya


Ayah Mona menatap anaknya mencoba mencari tahu apakah benar perkataan pria tersebut


" Mona apa benar? "


Mona menyadari tatapan ayahnya dan menggelengkan kepalanya


" Sayang " Kata Leo menghentikan Mona yang Leo tahu ingin menyangkalnya, Mona menatap Leo yang menatap serius padanya


" Kamu sudah berjanji" Mona tidak menyangka Leo akan serius dengan perkataannya waktu itu yang Mona pikir Leo akan menjauh karena tidak mungkin  bisa semudah itu


Mona menarik nafasnya dan menatap lurus pada Leo


" Aku ingin bicara " Mona berdiri dan pergi dari sana, Leo juga berdiri, dia tersenyum pada ayah Mona sebelum dia menyusul wanita itu


Mona berhenti didepan taman rumahnya dan berbalik menghadap Leo,


Belum Mona bicara Leo lebih dulu berbicara


" Kamu bilang ayahmu ketua gengster tapi dia tampak lembut dan ramah"


Mona hanya diam menatap lurus Leo yang mengangkat alisnya bingung dengan pandangan wanita tersebut


" Ada apa? "


" Berapa mantanmu? "


" Huh? " Kata Leo bingung


" Mantanmu ada berapa? "


" Banyak"


" Banyak itu berapa? " Leo mencoba menerawang berapa banyak mantannya


" Mungkin puluhan " Mona membuka mulutnya mendengar hal tersebut, dia tidak menyangka pria tersebut playboy juga


" Kenapa? "


" Apa kamu selalu melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan pacar-pacarmu dulu dengan datang ke rumahnya dan mengatakan ingin melamarnya?"


" Tidak, tidak pernah, aku serius denganmu " Mona menatap Leo yang serius dengan perkataannya


" Buktikan " Leo menggaruk keningnya yang tidak gatal merasa bingung


" Bagaimana caranya? "


" Tidak tahu" Mona meninggalkan Leo yang masih bingung dengan cara bagaimana untuk membuktikan keseriusannya


" Mona! " Teriak Leo yang melihat Mona meninggalkannya, Leo berlari mengikuti Mona dan tidak sadar didepan ada tiang lampu taman, alhasil Leo terbentur tiang tersebut


" Sayang! " Mona menahan senyumnya saat melihat Leo yang terduduk ditaman sambil mengusap keningnya yang memerah.

__ADS_1


__ADS_2