AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
34


__ADS_3

Mereka sudah makan malam dan duduk bersantai diruang keluarga sambil berbincang, Airca menatap Antonsen yang berdebat dengan Joshua yang baru tiba, Airca mengangkat tanganya saat melihat bulu mata Antonsen jatuh



Antonsen menatap Airca yang tersenyum


" Ada apa? "


" Bulu matamu jatuh "


" Jadi? "


" Kata orang kalau bulu mata kita jatuh berarti ada yang merindukan kita"


" Benarkah? Aku rasa semua orang ada disini siapa yang masih merindukanku" Kata Antonsen sambil mendekatkan wajahnya pada Airca



" Itu mungkin selingkuhanmu " Angel berkata dengan tersenyum sinis pada Antonsen, Antonsen menatap kesal Angel yang mengatakan dia mempunyai selingkuhan


" Tidak ya, wanita dalam hidupku hanya istriku" Kata Antonsen tersenyum manis pada Airca dan mencium tangannya



" Jadi Mama sama Mama Cintya tidak ada dalam hidupmu " Tanya Bella dengan geli atas sikap anaknya, Antonsen tersenyum dan menarik Airca kepelukkan


" Mama dan Mama Cintya wanita yang ada dalam hidupku juga, tapi Airca adalah istriku dia ratu dalam hidupku "


Joshua dan Angel memutar bola mata mereka Merasa jenuh mendengarnya


" Alaaaah bulshit " Kata Joshua dengan mencibikkan bibirnya tidak percaya


Airca hanya diam saja melihat semua orang memfokuskan mata mereka pada dirinya dan Antonsen


" Sayang" Airca menatap Antonsen yang memanggilnya


Cup


Antonsen mencium Airca dan melumat nya dengan lembut, sengaja untuk memperlihatkan kalau dia serius dengan perkataannya


" Aduhhh kalian ini, disini tidak hanya kalian berdua " Airca menarik bibirnya dan menatap malu semua orang, berbeda dengan Antonsen pria itu bersikap santai dengan kembali mencium pipi istrinya


" Aku ingin berkumpul bukan untuk melihat adegan ini" Joshua menatap kesal Antonsen yang tidak tahu dengan tempat


**


Antonsen menatap Airca yang bingung mau tidur dimana


" Sayang, ada apa? "


" Tidak ada, aku rasa aku akan tidur dengan kak Angel jadi kamu bisa tidur bersama Joshua" Antonsen menatap tidak suka perkataan Airca


" Kita tidur di kamarku"


" Kamar itu dipakai Joshua, kamar Joshua dipakai kak Angel "


" Kamar tamu? "


" Dipakai Mama sama Papa " Ck Antonsen berdecak kesal mendengarnya


Rumah itu begitu besar tapi kamar saja tidak cukup


" Ya sudah kita pulang saja"

__ADS_1


" Jangan tidak enak sama yang lain "


" Lalu bagaimana tidur dikamar Bibi Yolla? "


" Jangan, dia pasti sedang istirahat, aku akan pergi tidur dengan kak Angel" Airca berjalan untuk pergi tapi Antonsen menahanya, Airca menatap Antonsen dengan bertanya


" Ada apa? " Antonsen tidak menjawab dan langsung menarik Airca dari sana, dia membawa Airca menuju ruang keluarga dan mendorong Airca untuk berbaring disana, Airca sempat kaget tapi lebih kaget saat Antonsen langsung menindihnya


" Kita tidur disini"



Airca menatap sekeliling merasa takut kalau ada yang melihat


" Nanti ada yang lihat "


" Apa salahnya, kitakan suami istri, sudah tidur " Antonsen memeluk erat Airca dan menelusupkan wajahnya ketubuh Airca, Airca hanya menarik nafasnya pelan


**


Angel keluar dari kamar saat tidak melihat Airca masuk kedalam kamar, dia berjalan kearah ruang tengah


" Tidak mungkin mereka tidur bertiga kan? " Angel berjalan kearah ruang keluarga dan kaget saat melihat sepasang suami istri yang tertidur dengan tidak etis


" Antonsen, pria ini sangat tidak bisa melepas adikku hanya sebentar, aku rasa dia sudah mengindap sindrom Airca Salnont" Angel menghembuskan nafasnya pelan setelah itu kembali berjalan kearah kamarnya


**


Airca bangun lebih dulu dan merasakan tubuhnya sangat sakit karena Antonsen tertidur setengah menindih tubuhnya, Airca menyentuh rambut Antonsen dan mengusapnya lembut


" Antonsen " Antonsen menggerakkan tubuhnya tapi tidak membuka matanya


" Antonsen bangun sudah pagi "


" Bangun, nanti ada yang lihat "


" Biarkan saja" Airca menghembuskan nafasnya berat


" Antonsen punggungku sakit" Antonsen mengangkat wajahnya dan menatap Airca yang menatapnya dengan polos


" Apa sangat sakit? "


" Lumayan" Antonsen tersenyum kecil kemudian Airca kaget saat Antonsen membalik posisi mereka


" Sekarang bagaimana? " Tanya Antonsen dengan mencium bibir Airca, Airca kesal melihat tingkah Antonsen, dia mendorong wajah Antonsen dengan tangannya


" Aku ingin kita bangun bukannya seperti ini" Antonsen tidak terpengaruh dengan kekesalan Airca dan kembali menciumnya, Airca semakin kesal dan menekan hidung Antonsen, Antonsen bahkan sampai kaget


" Sayang! "


Setelah puas memberikan pelajaran pada Antonsen, Airca beranjak dan bediri didepan Antonsen dengan pandangan tajam


Antonsen menatap sedih Airca yang telah menyiksanya


" Sayang kamu sangat kejam, aku ini suamimu "


" Itu salah kamu sendiri" Antonsen juga beranjak hendak mendekati Airca yang berdiri di depannya, tapi terhenti saat melihat Angel datang


" Ada apa? "


" Bukan urusanmu" Kata Antonsen dengan tidak suka, seketika Airca langsung menatap tajam Antonsen yang berbicara kasar pada kakaknya, Antonsen yang kembali melihat kekesalan Airca menjadi takut dan mendekatinya


" Sayang... "

__ADS_1


" Berhenti disana" Tangan Antonsen yang sudah hampir memeluk Airca terhenti saat Airca melarangnya


" Minta maaf dengan kak Angel " Antonsen mengedipkan matanya tidak percaya dengan permintaan istrinya


" Sayang" Kata Antonsen dengan manja, Airca menjauhkan tangan Antonsen yang mulai bergerak kemana -mana ditubuhnya


" Minta maaf atau tidak boleh lagi menyentuhku" Antonsen menatap Angel yang mengangkat dagunya percaya diri siap menerima permintaan maaf Antonsen, kemudian Antonsen menatap Airca yang menatap kearahnya dengan serius


" Kamu nyakin sayang? "


" Iya" Antonsen menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan berat


" Aku minta maaf" Kata Antonsen dengan menatap arah lain, Airca menyentuh tangan Antonsen


" Yang benar " Antonsen menatap melas pada istrinya tapi Airca menggelengkan kepalanya


" Pegang tangan kak Angel dan minta maaf"


" Tidak mau, aku lebih tua dua tahun darinya" Tolak Antonsen dengan sedikit tegas


" Ya sudah " Airca meninggalkan Antonsen di sana dan menarik Angel pergi bersamanya, Antonsen kaget dan langsung mengikuti istrinya


" Sayang! "


" Sayang" Antonsen mengikuti mereka hingga kemeja makan, semua orang sudah duduk disana dengan menatap bingung Antonsen yang berwajah frustasi


" Baiklah" Antonsen menarik Airca kesisinya lalu menyentuh tangan Angel


" Aku minta maaf" Antonsen menatap Angel dengan raut merasa bersalah, Angel yang melihat itu tersenyum bangga


" Tidak apa -apa adik ipar " Meskipun wajah Antonsen terlihat baik didepan di dalam hatinya dia merasa kesal mendengar itu,


Antonsen melepaskan tangan Angel kemudian menatap Airca yang tersenyum kearahnya


" Aku sudah minta maaf" Kata Antonsen dengan mengaitkan tanganya pada jari Airca



" Itu baru benar " Antonsen menarik Airca dan memeluknya


" Aku tidak bisa untuk jauh darimu" Semua orang disana menatap jenuh sikap manja Antonsen pada Airca


" Baiklah apa sekarang kita bisa sarapan" Antonsen melepaskan pelukkannya dan membawa Airca untuk duduk


Antonsen menatap makanan diatas meja, seketika perutnya bergejolak merasa mual melihat pasta yang sudah dilumuri saos didepannya


" Huek... " Antonsen menutup mulutnya dan berlari menuju wastafel, semua orang kaget melihat itu, Airca berdiri dan mendekati Antonsen


Antonsen mencoba memuntahkanya tapi tidak ada yang keluar, Airca datang dan mengusap punggung Antonsen


" Kamu baik-baik saja? " Antonsen mengangkat wajahnya dan menatap memelas pada Airca


" Sayang" Antonsen langsung memeluk Airca dan menelusupkan wajahnya di ceruk leher Airca menghirup aroma istrinya yang membuatnya tenang


" Ada apa?" Tanya Airca dengan mengusap punggung suaminya


" Mual sayang "


" Mual? "


" Iya, Pasta itu membuatku mual "


**

__ADS_1


Antonsen itu lebih bucin dan lebih cemburuan dari pada Arnold ( ͡ ͜ʖ ͡ )


__ADS_2