AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
33


__ADS_3

Antonsen dan Airca masih tidur dengan Antonsen yang memeluknya dari belakang, Antonsen bangun lebih dulu dan menatap punggung terbuka Airca


Dia kembali memejamkan matanya dan menelusupkan wajahnya di leher belakang Airca menghirup aroma Airca yang sudah menjadi candu baginya



Mereka sedang ber santai diruang tamu, dan saat itu ponsel Antonsen berdering


Mama videocall


Antonsen langsung mengangkatnya, Airca yang melihat itu memeluk Antonsen, Antonsen yang merasakan itu menyentuh istrinya dengan sayang dan mencium pipi nya


" Mama"



Tampak wajah Bella yang Ceria dari layar ponsel, dia menatap jahil Antonsen dan Airca yang terlihat mesra


" Kalian terlihat bahagia? Apa ada berita gembira? "


" Tidak "


" Kalian tidak bekerja? "


" Tidak "


" Jawabnya singkat -singkat terus, datang  ke rumah Mama sekarang, ada hal yang ingin Mama sampaikan "


" Berita apa? " Tanya Antonsen


" Datang saja, Ok" Antonsen dan Airca saling pandang dan mengiyakan


" Baiklah "


" Bye sayang sampai jumpa "


" Bye Ma"


**


Airca dan Antonsen sedang ada didalam mobil menuju rumah Orang tua Antonsen,


" Kira-kira apa yang akan disampaikan sama Mama ya? " Antonsen melirik istrinya dan mengambil tangan Airca


" Mungkin itu hanya alasan Mama agar kita datang ke sana " Airca menatap Antonsen sambil berpikir


" Tapi Mama tampak serius " Antonsen tersenyum dan mencium tangan Airca



Airca merasa malu dan menarik tanganya, Antonsen menatap bingung Airca yang memalingkan wajahnya keluar jendela


**

__ADS_1


Mereka telah sampai dirumah orang tua Antonsen, Antonsen turun lebih dulu disusul Airca, Antonsen dengan cepat menarik tanga Airca dan menggenggamnya, terlalu cepat hingga Airca sedikit kaget


" Antonsen "


" Ada apa? "


" Kamu membuatku kaget "


" Benarkah? " Airca menganggukkan kepalanya, Antonsen tersenyum dan memeluk pinggang istrinya


" Maaf, aku hanya tidak ingin kamu menjauh "


" Aku tidak kemana-mana Antonsen " Kata Airca, Antonsen mencium Airca dengan dalam


" Aku tahu, kamu sangat mencintaiku" Airca hanya menatap miris melihat ekspresi bangga diwajah Antonsen


Antonsen langsung menarik Airca dan mengetuk pintu rumah, pintu terbuka, Antonsen dan Airca kaget melihat ada Angel disana


" Airca" Angel mendekati Airca dan ingin memeluk nya, tapi Antonsen dengan cepat menarik Airca ke pelukkan


" Jangan sentuh istriku " Angel menatap kesal Antonsen yang bersikap berlebihan


" Aku hanya ingin memeluk adikku"


" Tapi aku tidak mau kamu peluk dia" Angel berdecak kesal mendegar itu


" Airca, suamimu ini sangat kekanak-kanakan, ceraikan saja cari yang dewasa " Antonsen menggeram marah


" Airca itu cantik dan pintar, dia punya banyak pilihan" Antonsen menatap Airca dan menyentuh wajah Airca dengan tanganya hingga mereka bertatapan


" Sayang, kamu cinta aku kan? " Airca menganggukkan kepalanya, Antonsen tersenyum senang dan menatap angkuh pada Angel


" Kamu lihat kan, dia mencintaiku" Angel memutar matanya kesal


" Kamu jangan lupa aku kakak iparmu" Angel masuk kedalam dengan kesal meninggalkan Antonsen dan Airca


" Kak Angel benar, kamu harus menghormatinya, bagaimanapun dia kakakku" Antonsen menghembuskan berat nafasnya


" Baiklah, tapi cium aku dulu sayang, aku butuh kekuatan " Antonsen memajukan bibirnya minta dicium, Airca tersenyum dan mendorong bibir Antonsen menjauh dengan tanganya lalu dia masuk kedalam rumah


" Sayang! " Antonsen yang melihat itu mengejar Airca


**


Antonsen dan Airca duduk disofa menatap bingung semua orang yang sedang berkumpul


" Ada apa ini kenapa semua orang berkumpul? " Tanya Antonsen dengan memeluk pinggang Airca,


Cintya dan Louis saling pandang, Bella dan Hendry menatap Antonsen dengan bingung


" Kalian tidak tahu setelah kejadian dipesta itu banyak gosip tentang Airca " Lanjut Bella, Airca yang mendengar itu menjadi sedih, Antonsen dapat melihat kesedihan itu dan memeluk sayang istrinya


" Tidak apa-apa sayang, aku selalu ada untukmu " Antonsen mengatakannya dngan penuh perasaan tapi tidak dengan orang yang mendengarnya mereka memutar mata mereka jenuh

__ADS_1


" Kamu jangan berlebihan, semua baik-baik saja, tampaknya kalian tidak melihat berita" Airca melepaskan pelukkan Antonsen, Antonsen sebenarnya tidak suka atas tidakkan Airca tapi dia mencoba memahami kalau mereka sekarang berada di rumah Bella


" Aku tidak mengizinkan Airca bekerja dan menonton televisi, aku tidak ingin dia merasa sedih" Kata Antonsen


" Semuanya baik-baik saja, Angel sudah memberikan klarifikasi pada awak media"


" Klarifikasi? " Kata Antonsen dan Airca berbarengan, Bella mengagguk, dia menghidupkan televisi


*Disana Angel duduk didepan semua wartawan yang haus akan informasi tentang hubungan Antonsen dan Airca


" Nona Angel bagaimana perasaan anda saat melihat tunangan anda bersama adik perempuan anda? "


" Apa terjadi perselingkuhan antara Tuan Antonsen dan adik anda yang bernama Airca? "


Angel menatap semua dengan senyum manisnya, dia mengangkat tangan agar semua wartawan berhenti bertanya


" Kalian diamlah, saya akan menjelaskannya" Semua orang diam meski masih terdengar bisik-bisik suara


Airca menarik nafasnya pelan dan menatap penuh percaya diri


" Tidak ada perselingkuhan antara Antonsen Carl dan Airca Salnont"


" Jadi bagaimana Tuan Antonsen bisa mencium Adik perempuan anda di pesta para pengusaha seminggu yang lalu? " Angel menatap kesal wartawan tersebut yang menyela perkataannya


" Saya sedang menjelaskan bisakan anda diam! " Semua wartawan diam meski mereka sedikit kaget


" Saya tahu dengan hubungan mereka sangat tahu, mereka tidak berselingkuh atapun menjalin hubungan yang terlarang, mereka adalah sepasang suami istri" Semua orang kaget tapi mereka ingat untuk tidak bertanya


" Terjadi kesalahan antara hubunganku dan Antonsen Carl, saya bukan anak kandung dari Tuan Louis Salnont dan Cintya Salnont saya adalah anak adik laki-laki Louis Salnont " Para wartawan merasa terkejut dan mencatat serta merekam dengan semangat


" Perjodohan yang terjadi antara saya dan Antonsen itu sebuah kesalahan bukan saya yang harusnya dijodohkan tapi adik saja Airca Salnont"


" Mereka saling mencintai bahkan tanpa adanya perjodohan ini, saya mencintai adik perempuan saya, Airca Terima kasih masih menganggpku sebagai kakak meski setelah apa yang terjadi "


" Saya tidak ingin membicarakan alasan kenapa bisa seperti itu tapi harapan saya adalah kalian tidak membuat berita buruk  tentang adikku"


" Aku berterima kasih pada Mama dan Papa yang telah mau merawatku dan membuatku bisa menemukan kebahagiaan dan menciptakan mimpiku lagi*"


Bella mematikan televisi, Airca sudah menagis dan memeluk Angel yang duduk disampingnya


" Kakak " Angel terseyum dan membalas pelukkan Airca


" Kakak menyanyangi mu"


" Aku juga hiks... Hiks.. " Antonsen tidak suka melihat istrinya menangis dan menarik Airca ke pelukkannya hingga membuat Airca dan Angel kaget


" Sudah jangan menagis lagi" Antonsen memeluk Airca dan menghapus air matanya


" Dia sudah tidak menangis lagi karena sikap agresif mu" Angel berkata dengan santai sambil meminum air tehnya


Antonsen menatap Airca yang sudah tidak menangis lagi, Airca melepaskan pelukkan Antonsen dan menatap semua orang di sana


" Terima kasih "

__ADS_1


__ADS_2