![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Antonsen sama sekali tidak berselera makan, Airca mendekati Antonsen yang terlihat sakit
" Antonsen, kamu mau makan apa? " Airca menyentuh kepala Antonsen dan mengusap nya lembut
Antonsen tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya, Airca menarik nafasnya pelan
" Jadi mau apa? Kamu belum sarapan "
" Aku mau pulang " Airca menatap semua orang yang memperhatikan mereka berdua dari jauh
" Baiklah, ayo kita pulang " Airca membantu Antonsen berdiri, Antonsen yang memang merasa tidak enak badan dan malas untuk bergerak saat disentuh istrinya dia semakin malas untuk bergerak, dia hanya ingin berbaring sambil memeluk istrinya
Airca dan Antonsen berjalan mendekati semua orang, Angel menatap aneh Antonsen yang terlihat tidak enak badan
" Dia kenapa? "
" Dia merasa mual, kami akan pulang duluan" Antonsen memeluk Airca dan meletakkan kepalanya di bahu Airca
Angel yang melihat Antonsen sangat manja menjadi ragu
" Dia tidak sedang berbohong kan? " Antonsen sebenarnya kesal mendengar itu tapi dia hanya diam, kepalanya pusing dia hanya ingin berbaring
Airca menyentuh punggung Antonsen dan mengusapnya
" Kakak, dia benar-benar sakit, tolong jangan mengatakan hal itu " Antonsen merasa senang mendengarnya dan mengeratkan pelukkan ditubuh Airca
" Aku mencintaimu " Bisik Antonsen pada Airca, Airca hanya diam saja mendengarnya
" Baiklah, maafkan aku" Angel meminta maaf merasa dia setidaknya memahami Antonsen yang tampak benar-benar sakit
"Antonsen, apa kita kerumah sakit saja? " Bella bersuara merasa sedikit khawatir
" Tidak, aku hanya ingin pulang "
" Baiklah"
**
Mereka sudah sampai dirumah, Airca membantu Antonsen berbaring diatas kasur,
" Kamu istirahat saja, aku akan buatkan bubur untukmu" Airca sudah akan pergi tapi Antonsen menahanya
" Tidak perlu, aku hanya butuh kamu" Airca tersenyum dan menyentuh wajah Antonsen dengan tanganya
" Kamu belum makan apa-apa " Airca melepaskan pelan tangan Antonsen dan pergi dari sana
Setelah kepergian Airca, Antonsen mendudukkan dirinya dan berlari masuk kekamar mandi, perutnya terasa mual
Antonsen kembali memuntahkan cairan bening, Antonsen menyentuh kepalanya yang sedikit pusing
__ADS_1
" Ada apa ini? Kenapa aku mual dan pusing? "
" Apa aku salah makan ya? "
Antonsen keluar dari kamar mandi dan duduk di lantai samping ranjang dengan memeluk bantal mencoba menghilangkan rasa pusing dan mualnya
Airca masuk dengan semangkuk bubur dan segelas air putih, Airca kaget melihat Antonsen yang sangat menyedihkam, tampaknya pria itu benar-benar sakit
" Sayang" Airca meletakkan bawaanya disamping Antonsen dan mengusap wajah Antonsen dengan tanganya
" Ayo kita kedokter"
" Tidak perlu... "
" Tidak ayo "
**
Antonsen sedang diperiksa dokter, Airca melihat Antonsen yang mencoba menahan mualnya, ini sangat aneh
" Apa dia baik-baik saja dokter? " Tanya Airca setelah dokter selesai memeriksa Antonsen, dokter tersebut tersenyum dan duduk di kursinya, Airca membantu Antonsen untuk duduk di sampingnya,
Antonsen menggenggam tangan Airca mencoba mencari kehangatan
" Dia baik-baik saja, itu hal yang wajar"
" Iya sepertinya suami anda mengalami Sindrom Couvade adalah dimana calon ayah ikut mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti berat badan naik, mual, insomnia dan juga mood swing"
Antonsen dan Airca saling pandang dengan raut tidak percaya
" Jadi istri saya hamil dokter? " Tanya Antonsen dengan penuh harap
" Mungkin, kalau benar-benar ingin memastikan kita harus memeriksanya dulu" Antonsen menatap Airca dan menggenggam tanganya
" Kita periksa ya sayang" Airca menatap Antonsen yang terlihat sangat berharap
" Baiklah "
**
Setelah menjalani pemeriksaan, Antonsen dan Airca duduk kembali ke kursi mereka, dokter datang dan duduk di hadapan mereka
Antonsen sangat cemas, dia memegang paha Airca dengan erat, Airca menatap Antonsen yang terlihat sangat antusias

" Selamat ya Tuan, istri anda hamil" Dokter tersebut terseyum menatap Antonsen yang tidak percaya mendengar nya
__ADS_1
" Istri saya hamil dokter? " Tanya Antonsen dengan senyum lebar
" Iya Tuan" Antonsen menatap penuh cinta Airca dan mencium pipi nya
" Kamu hamil sayang " Airca menatap dokter dan bertanya
" Tapi saya tidak merasa mual ataupun pusing dokter " Dokter tersebut tersenyum dan menatap Antonsen
" Itu hal yang bisa saja terjadi, karena suami anda sudah mengalaminya"
Airca menatap Antonsen yang dari tadi menggengam erat tanganya
" Aku hamil "
" Iya sayang " Antonsen mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir istrinya tapi Airca menghindar, Antonsen menatap tidak suka dengan itu
" Ada dokter" Kata Airca sambil tersenyum malu pada dokter tersebut, Antonsen berdehem singkat menyadari dokter tersebut memperhatikan mereka berdua
" Terima kasih ya dokter " Kata Antonsen Tersenyum tulus dengan menjabat tangan dokter tersebut
" Sama-sama"
**
Antonsen selalu tersenyum sepanjang hari semenjak pulang dari rumah sakit, Airca bahkan sempat bingung dengan kondisi suaminya, pagi tadi dia terlihat tidak sehat tapi sekarang suasana hatinya sedang baik
" Antonsen " Antonsen yang sedang duduk disamping istrinya menatap Airca dengan senyum manis
" Iya sayang"
" Kamu terlihat sangat senang"
" Tentu saja, aku sangat bahagia, karena sebentar lagi aku jadi seorang ayah" Antonsen memposisikan tubuhnya menghadap Airca, tangan Antonsen terangkat dan mengusap lembut perut Airca
Airca tersenyum dan menyentuh tangan Antonsen di perutnya
" Kita kasih tahu Mama dan Papa sekarang "
" Nanti saja, kalau mereka diberitahu sekarang mereka akan datang ke rumah dan mengganggu kebersamaan kita"
Airca menganggukkan kepalanya sambil mengusap wajah Antonsen
" Apa masih mual? " Tanya Airca, Antonsen yang melihat Airca sangat perhatian memeluk Airca cepat
" Iya masih sangat mual" Antonsen sebenarnya sudah tidak terlalu mual, hanya saja dia hanya ingin bermanja dengan istrinya
" Tidak masalah, kata dokter nanti mualnya akan hilang " Antonsen sangat senang dan mengeratkan pelukkanya
__ADS_1