![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Hari sudah pagi, Airca membuka matanya dan menatap Antonsen yang masih tertidur disebelahnya, setelah kejadian ciuman tersebut, Airca pergi dari kamar dan menunggu beberapa jam untuk masuk ke kamar, agar Antonsen tertidur lebih dulu
Dia bangun dengan cepat dan berjalan pelan menuju kamar mandi, tidak ingin membangunkan Antonsen dan bertatapan dengan canggung, mengingat itu membuat wajah Airca memerah
Sekitar 15 menit Airca keluar dan tidak menemukan Antonsen, dia berlari kecil dan masuk keruang ganti, dan saat dia keluar Antonsen juga tidak kelihatan
"Dimana dia?" Airca berjalan santai dan duduk dimeja rias, tiba-tiba pintu kamar terbuka, Antonsen masuk kedalam kamar dengan wajah kesal dan duduk disisi ranjang, Airca hanya menatap pria itu dari pantulan cermin didepannya
"Aku mau kita pergi dari sini secepatnya" Airca berbalik dan menatap Antonsen
"Kenapa ?"
"Aku sudah tidak tahan lagi dengan wanjta itu, dia tadi hampir saja mencium ku saat aku turun mengambil air minum, aku tidak bisa membayangkan jika lebih lama disini" Antonsen menatap istrinya melihat dan menunggu reaksi wanita itu.
Airca hanya diam saja dan kembali berbalik menghadapi cermin didepannya, Antonsen yang melihat reaksi biasa dari Airca kesal dan berdiri dari ranjang berjalan kearah kamar mandi
dukkk...
Antonsen menutup keras pintu kamar mandi hingga Airca terperanjat kaget, didalam kamar mandi dia membasuh wajahnya dengan air, lalu menatap dirinya dari cermin di sana
"Dia tidak marah atau cemburu saat wanita lain ingin mencium suaminya? Ahhh.....kenapa ini terasa menyebalkan".
**
Antonsen hanya diam saja memperhatikan istrinya berbincang bersama Cintya, dia tidak mengalihkan matanya dari televisi meskipun dia tidak terlalu suka menonton, itu dia lakukan karena ada Angel yang duduk didepannya
Airca mengalihkan pandanganya dan menatap Antonsen yang terlihat serius menonton tapi Airca tahu saat ini suaminya itu sangat kesal dengan Angel.
Dia mendekatkan dirinya pada Antonsen yang berbisik pelan
"Kita pulang sekarang" Antonsen menoleh menatap Airca setelah wanita itu bicara, dia tersenyum melihat wajah istrinya dari dekat
"Dia sangat wangi"
Antonsen menganggukkan kepalanya tanda setuju, Airca tersenyum dan mengusap tangan suaminya, Antonsen yang merasakan itu menjadi berdebar, jantungnya tiba-tiba berpacu dan telinga nya memerah karena malu, Angel yang melihat interaksi antara Antonsen dan Airca menjadi kesal
"Antonsen, besok aku akan kekantor mu untuk membawa surat kerja sama antara perusahaan mu dan perusahaan kami"
Antonsen menatap Angel dan hanya menganggukkan kepalanya, Angel merasa tidak suka atas anggukan kepala Antonsen padanya, terasa berbeda dengan Anggukkan yang diberikan Antonsen pada Airca
"Mama, kami akan pulang sekarang, kami juga akan ke rumah Mama Bella" Airca berdiri dan memeluk Mamanya, Cintya tersenyum dan membalasa nya
"Iya, titip salam ya buat Bella"
"Iya nanti Airca sampaikan" Antonsen juga berdiri dari sofa, Angel yang melihat itu juga berdiri
"Nanti kapan -kapan kami kesini lagi Ma"
"Mama tunggu" Airca dan Antonsen berjalan menuju pintu dengan diikuti Cintya dan Angel
Mereka sudah sampai didepan pintu, Airca berbalik menatap Angel
"Kakak aku pulang dulu ya" Angel hanya mencibikkan bibirnya tidak suka kemudian tersenyum menatap Antonsen
"Aku bolehkan kalau mau main ke rumah kalian?" Airca sedikit kaget mendengar itu dan menganggukkan kepalanya, Antonsen yang melihat Airca mengiyakan Angel menjadi kesal pada Airca yang semudah itu mengiyakan
"Kalau begitu kami pulang Mama, dah..." Antonsen yang mengakhiri pembicaraan itu dan membawa istrinya pergi dari sana.
**
Didalam mobil Antonsen menatap kesal Airca dengan terang -terangan, Airca yang ditatap seperti itu menatap bingung Antonsen
"Ada apa?"
"Beraninya kamu mengiyakan Angel soal datang ke rumah, rumah itu milikku "
__ADS_1
"Aku tahu"
"Kalau kamu tahu kenapa masih kamu lakukan"
"Aku hanya repleks saja, lagian terasa aneh kalau aku menolaknya"
"Pokoknya kalau dia datang ke rumah, aku tidak ingin dia mengganggu ku "
"Dia sangat sibuk di perusahaan, dia tidak akan punya waktu untuk mampir ke rumah"
"Wanita itu sudah lebih licin dari ular" Airca mengerutkan dahinya bingung mendengar perkataan Antonsen.
**
Airca menatap Antonsen yang berhenti di rumah orang tuanya
"Kita langsung kesini?"
"Iya"
"Kenapa tidak besok saja, atau malam nanti"
"Sudah cepat turun, mau ke rumah mertua saja banyak pikir" Antonsen turun lebih dulu meninggalkan Airca yang sedikit kesal mendengar perkataan nya.
Antonsen membunyikan bel rumah dan tak lama pelayan membukakan pintu
"Tuan" Antonsen masuk lebih dulu di susul istrinya, Bella yang baru turun dari lantai atas dengan cepat mendekati Antonsen dan Airca
" Airca sayang...." Bella langsung memeluk Airca dan menariknya duduk di sofa, Antonsen juga menyusul duduk
"Mana Papa?" tanya Antonsen
"Di Kantor"
Airca tersenyum lebar saat melihat Joshua datang mendekat, Antonsen hanya diam saja memperhatikan istrinya yang mulai bertingkah menjengkelkan baginya
"Iya" kata Airca sambil menatap kagum Joshua, bella yang melihat itu tersenyum
"Kamu kenapa sayang melihat Joshua seperti itu?"
"Dia tampan " kata Airca dengan mata berbinar, Joshua yang mendengar itu tersenyum malu-malu, sedangkan Antonsen ingin sekali menarik rambut adik nya tersebut
"Bukannya Antonsen lebih tampan ?" Antonsen yang dipuji ibunya tersenyum bangga
Airca yang mendengar itu menatap Antonsen dan menggeleng
"Aku salah satu fans Joshua, aku suka menonton film dan lagu-lagunya "
"Benarkah?!" kata Joshua semangat, Joshua menaikkan alisnya bangga pada Antonsen, Antonsen yang melihat itu berdiri dan pergi dari sana
"Kamu mau kemana?" tanya Bella
"Ke dapur, haus" Antonsen hanya menjawab singkat dan melanjutkan langkah nya
"Terima kasih kakak sudah suka sama film dan lagu-laguku, di rumah ini tidak ada yang menghargai ku, aku senang mempunyai kakak ipar yang cantik dan mendukung karirku"
"Suaramu sangat bagus, akting mu juga" Airca bertingkah seperti fans yang sedang memuji idolanya, terlihat natural, bahkan Bella hanya diam saja memperhatikan anak bungsu dan menantunya.
"Kalau begitu, apa kakak mau pergi ke konserku minggu depan? kakak akan menjadi Tamu VIP ku"
"Mau!" Airca menjawab dengan semangat dan menyentuh tangan Joshua,
"Ya Tuhan, dia tampan sekali" Airca sudah akan meleleh karena ketampanan Joshua, tapi tiba-tiba dia terperanjat dan menarik tangannya
"Sudah ada suami masih pegang-pengan pria lain" kata Antonsen duduk kembali sambil minum jus jeruk dinginnya, Airca yang melihat itu menelan salivanya, dia juga haus
__ADS_1
"Jangan perduli kan dia kakak ipar, dia hanya iri saja sama ketampanan ku" Airca tersenyum mendengar itu kemudian dia kembali menatap Antonsen yang minum dengan santai, Antonsen melirik Airca yang menatap gelas minumannya
"Kamu mau?" tanya Antonsen, Airca tersenyum kecil dan menggeleng
"Maaf ya sayang, Mama tidak membuatkan kamu minuman, Mama akan panggil pelayan dulu, sekalian minta mereka membuat makan siang buat kalian" Bella berdiri dan pergi dari sana
"Minum" Antonsen menyodorkan gelas minuman itu pada Airca
"Tidak, nanti minumanku juga sampai "
"Kamu kenapa tidak mau? Tidak mau minum di gelas yang sama denganku?" kata Antonsen dengan wajah kesal, Airca menggaruk keningnya yang tidak gatal merasa bingung dengan reaksi pria tersebut
"Tidak bukan begitu...."
"Alasan" Belum selesai Airca menjawab Antonsen sudah ngegas, dia kesal dan menarik gelas tersebut dari tangan Antosnen dan meminumnya hingga tandas, dia benar-benar haus, Antonsen mengedipkan matanya berkali-kali melihat tindakan istrinya, Airca meletakkan gelas tersebut di atas meja dan menatap Antonsen yang masih dalam keterkejutan nya
"Jangan salah kan aku kalau minuman mu habis, kan kamu yang minta" Airca mengalihkan matanya menatap Joshua dan tersenyum, Joshua hanya diam saja dengan senyum aneh dibibir nya
"Ada apa dengan mereka?".
**
Airca kesal pada Antonsen yang membawanya ke sebuah restoran, setelah mereka makan siang di rumah orang tau Antonsen mereka berbincang hingga sore hari
"Kenapa berhenti disini?"
"Makan apa lagi"
"Aku lelah, kita pulang saja"
"Cepat turun, selagi aku berbuat baik padamu " Antonsen turun lebih dulu dan masuk kedalam restoran, Airca dengan berat hati melangkah masuk kedalam restoran
"Selamat datang" Airca terhenti, dan menatap pelayan laki-laki dengan dasi kupu-kupu tersenyum manis memberikannya setangkai bunga mawar putih
"Sekarang adalah hari ulang tahun restoran kami yang kelima tahun" Airca membalas senyum pria itu dan menerima bunga tersebut
"Terima kasih "
"Sama-sama nona cantik" Airca tersipu malu dan berjalan menuju Antonsen, Airca sedikit takut saat bertatapan dengan Antonsen, pria itu menatapnya tajam dengan raut kemarahan
Dia duduk didepan Antonsen dan meletakkan setangkai bunga tersebut di atas meja, Antonsen berdiri dan menarik Airca pergi dari sana, Airca yang ditarik oleh Antonsen mengambil cepat bunga tersebut
Antonsen membawa wanita itu keluar restoran, Airca menarik tangannya dari genggaman Antonsen
"Kamu kenapa? Sakit tahu"
Antonsen melirik bunga ditangan istrinya dengan tajam dan mengambilnya dari tangan Airca, dia langsung membuang bunga tersebut ke tong sampah, Airca yang melihat itu mengambil kembali bunga tersebut, Antonsen menggeram marah melihatnya
"Buang bunga itu" kata Antonsen tegas
"Kenapa? ini dari pelayan pria tadi apa salahnya?" kata Airca sambil mengusap bunga tersebut karena sedikit kotor
"Buang "
"Tidak"
"Aku bilang buang"
"Aku tidak mau" Antonsen menarik Airca kepelukkannya dan
Cup
Dia langsung mencium Airca hingga wanita itu kaget dan tidak sadar bunga yang tadi dipegangnya jatuh ketanah
Antonsen menarik bibirnya dan menatap Airca yang masih terpaku
__ADS_1
"Kita pulang" Dia langsung menarik Airca untuk pergi dari sana.